Selasa, 29 Desember 2015

Empat Terduga Pelaku Sudah Ditangkap

Truk Dirampok, Sopir Dibuang ke Jurang

TANJUNG – Kasus yang menimpa dua sopir truk asal Banyuwangi, Jawa Timur, Bambang dan Ripto Guntoro harus dijadikan pelajaran. Salah satunya untuk berhati-hati saat memberikan tumpangan kepada orang yang belum dikenal. Kemarin(28/12), keduanya menjadi korban perampokan oleh orang yang menumpang. Setelah semua barang berharganya diambil termasuk truk, keduanya dibuang ke jurang di Pusuk, Lombok Utara.

Beruntung salah seorang korban Ripto Guntoro berhasil selamat. Sedangkan, rekannya Bambang tewas setelah jatuh ke jurang sedalam 20 meter. Kasus ini bermula saat kedua korban berangkat dari Sumbawa menuju ke Jawa mengangkut bibit udang.

Saat hendak menyeberang dari Sumbawa ke Lombok di Pelabuhan Pototano, ada empat orang yang ingin menumpang. Tanpa curiga kedua korban pun memberi tumpangan. Oleh pelaku, dua truk ini kemudian diarahkan ke perbatasan Lombok Barat-Mataram dan berhenti di sebuah SPBU. ”Di sana ternyata salah seorang rekan pelaku sudah menunggu,” ungkap Kapolres Lobar AKBP Wingky Adityo Kusumo pada wartawan saat ditemui di lokasi kejadian, kemarin.

Kedua korban diduga dieksekui di lokasi tersebut. Setelah itu, keduanya dibawa ke Pusuk dan dibuang ke jurang. Saat dibuang kedua korban diangkut dengan mobil berbeda. Sementara dua truk lainnya dibawa kabur oleh empat orang pelaku.

Salah seorang korban Ripto yang dibuang ke jurang ternyata selamat dan berhasil naik. Kemudian dia meminta pertolongan kepada masyarakat yang melintas. ”Korban selamat ditemukan masyarakat sekitar pukul 04.30 Wita. Korban pun langsung dibawa ke Puskesmas Pemenang untuk dirawat,” papar Wingky.

Masyarakat kemudian melaporkan penemuan korban ini ke aparat kepolisian. Selanjutnya Ripto menyampaikan kepada polisi bahwa rekannya Bambang masih ada di bawah jurang. Polisi pun berusaha melakukan evakuasi. ”Satu korban ini (Bambang, red) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” jelasnya.

Pantauan koran ini, evakuasi Bambang dari dalam jurang dilakukan personel Brimob Polda NTB dibantu BPBD Lombok Utara. Saat ditemukan Bambang berada dalam kondisi terikat di bagian kaki dan tangan. Sedangkan mulutnya ditutup dengan lakban. Evakuasi sendiri memakan waktu sekitar empat jam. Proses evakuasi menjadi tontonan masyarakat yang melintas. Sehingga arus lalu lintas Mataram-Pemenang maupun sebaliknya menjadi tersendat.

”Untuk jenazah Bambang kita langsung bawa ke RS Bhayangkara untuk di otopsi, sementara korban selamat Guntoro yang menderita luka berat juga akan kita pindahkan ke Bhayangkara,” kata tambah Wingky.

Lebih lanjut, Wingky mengungkapkan, setelah mendapat laporan kepolisian langsung berkoordinasi dengan kepolisian di Pelabuhan Padangbai untuk menangkap pelaku yang diduga melarikan diri ke Bali. Hasilnya, polisi pelabuhan Padangbai berhasil mengamankan dua truk sesuai dengan ciri-ciri yang diungkapkan korban selamat.

Yakni, truk dengan nopol P 8169 US warna hijau dan P 8129 UF warna merah. Selain itu, polisi juga menangkap empat orang yang diduga pelaku. ”Anggota kita sedang menjemput ke Padangbai. Satu pelaku yang membuang korban dengan mengendarai APV masih kita buru,” pungkasnya. (puj/r9)
Selengkapnya... »»  

Kamis, 24 Desember 2015

Endri Susanto, Sosok Pemuda Inspiratif

LOMBOK UTARA, lombokfm.com - Dunia tak pernah sepi dari inspirasi. Lahirnya karya-karya besar, munculnya tokoh-tokoh hebat tak lepas dari adanya inspirasi. Tanpa inspirasi hidup terasa hampa.

Apalagi di era kini, di tengah keruwetan hidup, setiap orang membutuhkan inspirasi; untuk bangkit, menjalani hidup dengan penuh gairah, menyongsong masa depan yang lebih cemerlang. Inspirasi, sekecil apa pun, bakal mengubah seseorang menjadi jauh lebih baik. Hidup menjadi lebih indah dan bermakna bagi sesama.

Salah seorang sosok pemuda inspiratif dan pemberi inovasi yang berasal dari Kabupaten Lombok Utara, adalah Endri Susanto.  Pemuda kelahiran  01 November 1986 di Dasan Gebang ini sejak kecil hidupnya serba kekurangan. Dan untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, ayah yang dicintainya harus bolak-balik menjadi tenaga kerja ke Malaysia sampai 3 kali. Sementara ibunya hanya seorang pedagang bakulan yang hasilnya tidak menentu.

Kendati  dalam hidupnya serba kekurangan, namun bukan sebuah halangan untuk terus belajar hingga mendapat gelar sarjana disalah satu perguruan tinggi Mataram yaitu Institut Keujuran Ilmu Pengetahuan (IKIP). Semasa kuliah Endri aktif diberbagai organisasi kemahasiswaan. Dirinya pernah menjadi Ketua English debat club di IKIP mataram 2011, Ketua BEM IKIP 2012 , Presidium BEM nasional 2012,  dan Wakil ketua alumni Indonesia korea 2011 hingga sekarang.

Dari pengalamannya berorganisasi dan kecakapannya dalam bahasa Inggris, tak heran bila pada tahun 2011, Kementerian Pemuda Olah Raga memberikan Endri Susanto kesempatan  ke luar negeri dalam program pertukaran pemuda antar Negara yaitu ke Korea Selatan, serta pada tahun 2012, ia mengunjungi beberapa Negara ASEAN dan China young leaders meeting di beijing dan nanning China 2012 meeting on rekonstruksi sejarah asia timur di seoul korsel, dan pada tahun 2013 ia mengikuti Asean Jepang young meeting, serta tahun 2015,  Share and care on society at Bangkok Thailand.

Sementara pengalaman kerjanya antara lain, pada tahun  2006 sebagai  waiter di Malaysia. Tahun 2007 sebagai  cook di Oberoi Lombok. Pada tahun 2008 sebagai  chef de partie di Singapore .  Tahun 2012- 2014 Ketua Panwaslu Tanjung, dan tahun  2014-2015 menjadi staff ahli DPR RI KOMISI 9, serta  sekarang ini masih menjadi ketua yayasan.

Pengalaman yang didapatkan dari beberapa Negara ini bukan disimpan untuk dirinya sendiri, namun juga di share kepada kawan-kawannya. Dari pengalaman ini, ia mendapat amanah dari negara yaitu harus berbuat positif bagi kepentingan masyarakat luas. Selain itu, ia mengaku prihatin melihat begitu banyak jumlah anak dan orang yang kurang mampu menderita penyakit disabilitas, sementara keluarga dan orangtua mereka hanya bisa menonton karena ketiadaan biaya berobat.

Melihat kondisi tersebut, Endri Susanto, pada bulan Februari 2014 mendirikan sebuah yayasan yaitu Endri’s (Endri Foundation)" dengan akte notaris: AHU-00750.AH.02.01. Tahun 2015, Kemenkumham Nomor: AHU-0008188.AH.01.04.2015 ini, terletak di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara, telah banyak membantu warga yang tak mampu, termasuk membantu biaya bagi penderita penyakit extraordinary seperti hydrocefalus di seluruh wilayah NTB.

Menurut Endri Susanto, tujuan yayasan Endri's ini adalah mereka  tidak ingin melihat anak-anak  yang miskin ini meninggal dalam keadaan sakit dan lapar. Sehingga ada sub kegiatan  yaitu membantu  kursi roda untu anak-anak  penyandang  disabilitas seperti polio, cerebal palsy, down syndrome dan lainnya.  Selain memberikan kursi roda kepada anak-anak , yayasan ini juga membantu  kursi roda untuk dewasa memberi  santunan untuk keluarga miskin yang sakit ,  menyediakan transfotasi  untuk pasien yang tidak ditanggung BPJS  dan keluarganya,  dan mencarikan bantuan makanan untuk keluarga pasien  yang kurang mampu, serta membantu masyarakat untuk mendapatkan layanan kwaehTan gratis (advokasi).

Menurut lulusan IKIP Mataram ini, motivasi awal dirinya berusaha membantu penderita disabilitas dan kebutuhan khusus setelah melihat kondisi masyarakat tidak mampu di sejumlah daerah di pulau Lombok. ”Banyak sekali masyarakat tidak mampu yang menderita penyakit yang membutuhkan biaya tidak sedikit untuk proses penyembuhannya. Inilah yang menjadi motivasi kami bergerak dan mendirikan Endri Foundation,” jelasnya.

Dia mengaku, memang ada layanan gratis dari pemerintah. Namun, layanan itu tak semudah dalam pengilkanannya. Terlalu banyak warga yang sulit mengaksesnya. Terlebih mereka yang dari keluarga tak mampu. "Yayasan ini lahir sebagai solusi bukan memberikan masalah kepada pemerintah", katanya sambil tersenyum.

Sejauh ini, lanjut Endri, yayasan Endri's sudah mendistribusikan 45 kursi roda dengan harga Rp. 20 juta per satu kursi roda,  15 kursi roda untuk lanjut usia serta  5 buah tongkat. Bantuan tersebut tidak sepeserpun diminta dari pemerintah. ”Seluruh input data kita manfaatkan melalui media sosial, dari sana tim melakukan survei", jelas putra buruh tani ini.

Endri Foundation, telah menjalin kerjasama  kerja sama dengan Wheel Chair For Kid Foundation yang berasal dari Perth, Australia. ”Dengan kerja sama ini kita bisa membantu warga ataupun masyarakat yang membutuhkan kursi roda untuk beraktivitas,” ungkapnya. Yayasan ini bahkan kini memiliki volunter untuk mengetahui siapa yang pantas dibantu.”Kita buat laporan dan tim melakukan survei dan segala prosesnya kita laporkan kepada lembaga yang kita ajak bekerja sama,” katanya.

Dijelaskan, semua kegiatan dan pengumpulan dana awalnya dilakukan melalui media sosial yaitu FB sehingga bisa menghasilkan jutaan $ untuk mengobati anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Contohnya Habibi, yang satu kali berobat ke rumah sakit Sanglah (Bali) menghabiskan biaya sampai Rp. 70 juta. "Biaya itu memang melalui BPJS, tapi bagaimana orang mendapat BPJS kalau sakit dan tidak mampu, tentu ini tugas kita membantu yang paham administrasi", ungkapnya.

Sementara sekertaris Lombok Forgotten Childrens (Yayasan Endri’s) Tarpi’in Adam menegaskan, begitu banyak persoalan sosial dan disabiltas yang membutuhkan perhatian. Hampir sebagian besar belum tertangani dengan tepat. Tentu ini membutuhkan kepedulian yang besar dari kita.

Yayasan  ini adalah swadaya dan lahir karena kepedulian terhadap banyaknya persoalan kesenjangan sosial yang belum tertangani. Kegiatan yayasan mulai berjalan sekitar setahun lalu. Almahdulillah saat ini sudah ada mitra dengan Australia untuk membantu program kursi roda. Semua bantuan gratis,selama sesuai degan kriteria kita bantu,”ungkapnya.

Sekecil apa pun jangan pernah remehkan hal baik, meski hanya dengan memberikan senyum yang iklhas kepada sesama. Apa lagi kita dapat berbagi sesuatu dengan orang lain sesuai dengan kebutuhan, dan inilah yang disebut memanusiakan manusia.

Itulah sekelumit sosok Endri Susanto bersma yayasannya Endri Foundation, yang oleh beberapa kawannya menyebut cukup langka menemukan pemuda yang menganbdikan hidupnya untuk membantu sesama. Ia adalah anak buruh tani  yang rendah hati, dan tinggal di Pekatan Dusun Dasan Tengak Desa Jenggala Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara.|004|017|  sumber: lombokfm.com
Selengkapnya... »»  

Minggu, 20 Desember 2015

Hasil Pleno, NASA Menang

Tim Pemenangan JADI Tolak Tanda Tangan
TANJUNG-Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama Panwaslu, Tim Pemenangan Djohan Sjamsu-Mariadi (JADI) dan Tim Pemenangan Najmul Akhyar-Sarifudin (NASA) menggelar rapat pleno penetapan rekapitulasi suara di Hotel Medana Bay Marina Tanjung, Rabu kemarin (16/12).

 Dalam rapat pleno ini ditetapkan NASA memperoleh 68.335 suara atau 53,5 persen, sementara JADI 59.404 suara atau 46,5 persen. Terdapat selisih suara 8.931 suara atau 7 persen. Data perolehan suara ini sama persis dengan perolehan suara yang diplenokan di masing-masing kecamatan, tidak ada yang berubah.

 Rinciannya, di Kecamatan Bayan JADI memperoleh 16.700 suara dan NASA 10.806 suara, Kecamatan Gangga JADI memperoleh 13.501 suara dan NASA 14.062 suara, Kecamatan Kayangan JADI memperolah 9.692 suara dan NASA 13.841 suara, Kecamatan Pemenang JADI memperoleh 5.258 suara dan NASA 13.852 suara, Kecamatan Tanjung JADI memperoleh 14.253 suara dan NASA 15.774 suara.

Hasil penetapan rekapitulasi suara ini sendiri dibacakan Ketua KPUD KLU, Fajar Marta pukul 13.31 Wita. Artinya masing-masing pihak diberikan waktu 3 x 24 jam sejak pukul 13.31 Wita, untuk melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Jika gugatan terdaftar di MK, maka pengumuman penetapan pemenang akan ditunda sampai jadwal  yang ditentukan kemudian. Kalau tidak ada gugatan, maka penetapan pemenang akan dilakukan tanggal 21 Desember 2015,” terangnya.

Untuk diketahui juga kata Fajar, rapat pleno penetapan rekapitulasi suara ini sesuai jadwal dilakukan tiga hari mulai 16-18 Desember 2015. Di KLU rapat pleno berjalan lancar tanpa ada gangguan yang berarti, sehingga bisa dituntaskan sehari.

Seperti diketahui syarat melakukan gugatan adalah selisih persentase perolehan suara kurang dari 2 persen. Sementara diketahui selisih persentase saat ini mencapai 7 persen. Menurut Fajar, pihaknya tidak mempersoalkan jika ada pihak yang mengajukan gugatan ke MK. Nanti MK yang menilai apakah bisa didaftarkan gugatannya atau tidak. “Kan tergantung juga, yang digugat itu apa,” jelasnya.

Ketua Tim Pemenangan JADI, Akarman ogah menandatangani hasil rapat pleno penetapan rekapitulasi suara. Dia beralasan, KPUD terlalu cepat menetapkan, sementara masih ada waktu hingga 18 Desember 2015. Selain itu kata Akarman, masih cukup banyak juga temuan yang dilaporkan pihaknya ke Panwaslu KLU yang hingga kini belum ditindaklanjuti. “Kalau ditetapkan hari ini, saya menolak untuk tanda tangan,” terangnya.

Apa yang disampaikan ini dibuktikan sendiri Akarman. Sesaat setelah KPUD KLU meminta masing-masing pihak menandatangani keputusan rapat pleno, Akarman langsung berlalu tanpa mau menandatangani sembari menyalami Komisoioner KPUD, Panwaslu dan Tim Pemenangan NASA. Terkait akan melakukan gugatan ke MK sendiri, Akarman tidak menanggapi.

Fajar menerangkan, apa yang disampaikan Akarman ini konteksnya berbeda. Masalah tindak lanjut temuan, itu urusan Panwaslu, sementara KPUD memiliki tugasnya sendiri. “Proses sudah berjalan dengan baik dan cepat, kita tidak ingin menunda-nunda untuk menetapkan hasil rekapitulasi suara,” terangnya.

Sementara Ketua Panwaslu KLU, Andi Nursahbandi menerangkan, memang ada sejumlah temuan yang dilaporkan Tim Pemenangan JADI ke Panwaslu. Beberapa sudah ditindaklanjuti dan beberapa belum ditindaklanjuti karena pihak terkait belum melengkapi dengan sejumlah bukti yang dibutuhkan. Misalnya terkait laporan adanya pemilih dari luar KLU. “Yang jelas, bukan berarti dengan penetapan hasil rekapitulasi suara hari ini, Panwaslu akan berhenti bekerja. Kami akan tetap bekerja menindaklanjuti laporan yang ada. Silakan juga lengkapi bukti-bukti yang dibutuhkan,” terangnya.

Pada dasarnya rapat pleno kemarin berjalan lancar, terkecuali ada penyamaan persepsi yang berlangsung cukup alot antara Panwaslu dan KPUD terkait adanya seorang pemilih yang memberikan suara dua kali di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Pemenang. Namun seperti diketahui,  pemilih yang diketahui terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) ini sudah mengakui perbuatannya. Selain itu sudah dibuatkan surat pernyataan oleh KPU di tingkat kecamatan.

Solusinya, dengan adanya dua surat suara yang dicoblos, terdapat penambahan satu orang pemilih dalam DPT yang dicatat di Form Model C7. Selanjutnya, si pemilih ini akan diproses Panwaslu. (zul) sumber: http://www.radarlombok.co.id/hasil-pleno-nasa-menang.html
Selengkapnya... »»  

Sabtu, 19 Desember 2015

Ditolak berhubungan Intim, Calon Suami Bunuh Diri

LOMBOK TENGAH,lombokfm.com - Hanya Gara-gara calon istri menolak berhubungan intim, calon suami yaitu BS seorang guru agama Hindu 45 Tahun warga Dusun Karang Kubu Desa Bilebante Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah bunuh diri.

AW 21 tahun, anak kandung korban menuturkan,pengantin perempuan GAA 22 tahun warga Cakranegara Utara,adalah seorang janda yang dikenal sekitar 1 bulan yang lalu,dan selanjutnya pada tanggal 05 November 2015 pengantin perempuan dilarikan, 3 hari kemudian di langsungkan acara sayut ketelun semacam prosesi agama Hindu.Setelah itu kejadian, hari Senin tanggal 14 Desember 2015 korban tidur sekamar dengan pengantin perempuan, saat itu korban sempat minta berhubungan intim namun di tolak oleh pengantin perempuan.

Selanjutnya pada hari Selasa tanggal 15 Desember 2015 sekitar pukul 05.00 wita korban bangun menuju kamar mandi, sekitar pukul 05.30 wita korban masuk lagi kedalam kamar, selang 5 menit kemudian korban keluar lagi menemui anaknya menyerahkan uang, karena merasa curiga,anak korban menanyakan kepada korban “apa yg bapak minum” kemudian dijawab oleh korban minum teh susu,namun dengan adanya aroma pembersih lantai dari mulut korban selanjutnya anaknya langsung memeluk korban dan melarikanya ke Rumah Sakit Tripat Gerung Lobar untuk mendapatkan perawatan, akan tetapi kondisi korban semakin melemah akibat banyaknya racun yangg masuk ke tubuhnya,jelasnya.

setelah mendapat perawatan selama 3 jam akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia.Mengetahui sang calon suami meninggal dunia selanjutnya calon istri korban mencoba bunuh diri dengan cara membenturkan kepala di lantai dan menyayat tangannya dengan menggunakan pecahan gelas.

Berdasarkan inpormasi yang berhasil di himpun lombok fm, rencananya korban akan melangsungkan acara pernikahan pada hari Jumat tanggal 18 Desember 2015,akan tetapi calon pengantin perempuan ingin membatalkan acara pernikahan tersebut dengan alasan tidak ada rasa cinta dan tidak nyaman hidup berumah tangga dengan korban namun korban bersikeras untuk melangsungkan acara pernikahan tersebut.

Kapolres melalui Kasubag Humas AKP Mades Suparta saat dikompermasi membenarkan kejadian itu, saat ini BB berupa cairan pembersih lantai yang diminum korban sudah diamankan dan calon pengantin perempuan sudah dibawa ke Puskesmas Menemeng untuk mendapatkan perawanan karena mengalami luka memar dibagian Kening dan luka robek di bagian tangan.

“Setelah melakukan koordinasi dengan Kadus, Tokoh Masyarakat dan Keluarga Korban untuk keamanan sitkamtibmas di masyarakat maka pengantin perempuan dipulangkan ke pihak keluarganya,”tandasnya.|003|007| http://lombokfm.com/ditolak-berhubungan-intim-calon-suami-bunuh-diri.html
Selengkapnya... »»  

Kamis, 17 Desember 2015

Rapat Pleno KPUD KLU Diwarnai Unjuk Rasa

LOMBOK UTARA - Rapat pelono yang digelar KPUD KLU di Hotel Medana Bay Marina Kecamatan Tanjung, 16/12, diwarnai dengan aksi unjuk rasa ribuan masa simpatisan pasangan calon Djohan-Mariadi (JADI).

Aksi demo tersebut menuntut kejanggalan selama pelaksanaan pilkada KLU, seperti adanya pemilih ganda yang berasal dari luar daerah ikut memilih di Kecamatan Pemenang, dugaan konspirasi Politik yang mencatut nama Penjabat Bupati Lombok Utara, hingga dana bantuan sosial (Bansos) yang dibagikan pada tanggal 2 Desember lalu.Dan dugaan tersebut telah dilaporkan kepada Panwaslu Lombok Utara.

Ribuan massa JADI yang datang dari seluruh Kecamatan berkumpul dilapangan Super Semar Tanjung, dengan menggunakan kendaraan bermotor dan mobil, lalu massa bergerak menuju kantor Panwaslu.

Dikantor panwaslu, aparat kepolisian telah menunggu dengan menyiagakan puluhan personil. Massa yang datang pun melakukan orasi selama 15 menit yang menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Setelah menyampaikan orasi didepan kantor Panwaslu, massa kemudian bergerak ke lokasi rapat pleno KPUD KLU di Hotel Medana Bay Marina di Kecamatan Tanjung dan melakukan orasi politik selama 20 menit.

Dari tempat ini, massa kemudian bergerak kembali ke Kantor Bupati Lombok Utara. Para demonstran melakukan aksinya dengan tertib tanpa ada kekerasan dan emosional.Usai berorasi di Kantor Bupati Lombok Utara, para demonstran pun membubarkan diri dengan tertib.

Salah seorang demonstran Abdul Azis ketika melakukan orasi didepan kantor Bupati KLU mengatakan, aksi yang dilakukan bukan permasalahan menang atau kalah, tetapi di Lombok Utara telah terjadi perampokan dan kami selaku masyarakat tidak ingin hal ini terjadi berlarut. Perlu diketahui, kami menggelar aksi demo ini bukan instruksti oleh pak Djohan Sjamsu tetapi ini adalah dasar dan inisiatif kita selaku masyarakat Lombok Utara.

"Kalau tidak dibuka konspirasi politik ini, kami akan segel kantor Bupati sekarang.
Jangan sampai (cecunguk,red) setingkat Penjabat dan Sekda merampok KLU,” ucapnya.

Massa juga meminta Kapolres Lombok Barat yang berada di lokasi  untuk berkomentar terkait dugaan pelanggaran yang ditemukan yang melibatkan Penjabat bupati serta Sekda Lombok Utara.

Kapolres Lombok Barat AKBP Wingky Adhitio Kusumo ditengah - tengah para demosntran pun mengatakan, masyakat yang mendemo bisa melaporkan temuan - temuan itu, kita tidak akan melarang tetapi mesti mengontrol emosi agar daerah tetap kondusif. Disamping itu, pihaknya akan mengawal segala proses hukum yang berlanjut.

"Silahkan adukan laporan kalian, entah itu pelanggaran hukum ataupun melalui MK. Tetapi mesti disertai bukti yang kuat,” katanya.

Ketua Panwaslu Lombok Utara, Andi Nursabandi yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, semua dugaan pelanggaran tersebut sudah disampaikan ke Panwaslu. Tetapi, dalam dugaan pelanggaran pemilih ganda itu pihaknya membutuhkan satu alat bukti lagi untuk memperjelas apakah waktu PPDP mereka terdaftar dan juga terdata di C 7.

"Kami sudah dapati laporan, dan masih dalam proses, semua bukti itu mesti dijelaskan secara otentik,” tandas Andi.

Sementara Divisi Sosialisasi KPUD KLU, Abdul Karim mengatakan, pelaksanaan rapat pleno berjalan lancar dan aman. Sedangkan perolehan suara dari hasil pleno KPUD KLU adalah paslon JADI, 59.404 suara, dan NASA 68.335 suara.    lombokfm.com
Selengkapnya... »»  

KJPA Soroti Rencana Pelelangan Randis

LOMBOK UTARA - Konsorsium Jaringan Peduli Anggaran  (KJPA) soroti rencana Pemda Kabupaten Lombok Utara yang akan menjual Kendaraan Dinas (Randis)  Bupati dan wakil Bupati serta pengadaan mobil baru.

"Penjualan randis dan pengadaan mobil baru, saya nilai sangat berlebihan dan bertentangan dengan kepentingan publik", kata koordinator KJPA KLU, Anton Sahertian kepada Lombok FM, 16/12.

Menurut aktivis KLU ini, pejabat Bupati KLU, seharusnya melihat asas  mamfaatnya, apakah penjualan dan pengadaan randis itu bermamfaat untuk publik atau tidak.

Ditegaskan, dengan dianggarkannya pengadaan randis baru tentu akan mmelukai hati masyarakat KLU yang masih berkubang pada tingginya angka kemiskinan serta biaya pendidikan dan kesehatan yang masih mahal.

"Anggaran untuk randis itu bukan main-main yaitu mencapai miliaran rupiah. Dan jika dana itu dipergunakan untuk membangun atau perbaikan fasilitas umum seperti pembangunan infrastruktur jalan atau untuk kepentingan kesehatan dan pendidikan itu jauh lebih bermamfaat daripada membeli randis baru", jelas Anton.

Anton minta kepada pemerintah agar menggunakan anggaran daerah dengan baik, yaitu harus benar-benar memprioritaskan  kepentingan publikan, bukan malah jor-joran  menggunakan anggaran daerah untuk memewahkan aparatur pemerintah.  Link: lombokfm.com
Selengkapnya... »»  

Minggu, 13 Desember 2015

Ikuti Prosesi Ritual Mulud Adat

 
Maulid (mulud) adat Bayan merupakan salah satu perayaan ritual yang digelar komunitas adat setiap tahun, sebagai bentuk penghormatan sekaligus peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw. Pelaksanaan Maulid adat ini berlangsung selama dua hari, yaitu hari pertama disebut "Kayu Aik" dan hari kedua disebut "gawe" sekaligus sebagai hari puncak peringatan mulud adat. Lalu bagaimana prosesi ritualnya ? Ikuti prosesi mulud adat pada 26 - 27 Desember mendatang di kampung tradisional Gubung Karang Bajo Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.  (ARI)

Selengkapnya... »»  

Sabtu, 12 Desember 2015

Membayar Nazar Untuk Kemenangan NASA

Hiruk pikuk Pilkada Kabupaten Lombok Utara masih terasa. Di warung kopi, diatas berugak, kemenangan pasangan DR. H. Najmul Akhyar, SH, MH dan Sarifudin, SH masih menjadi bahasan bagi warga. Ucapan syukur dan bacaan “Alhamdulillah” tiada henti-hentinya diucapkan, lebih-lebih bagi ibu rumah tangga.

Satu hal yang cukup menarik disisakan dari Pilkada KLU ini, dimana puluhan bahkan ratusan ibu rumah tangga sudah mulai melakukan puasa nazar atas kemenangan pasangan calon yang dikenal santun, sederhana dan merakyat ini. Mereka menyambut kemenangan bukan dengan evoria dan hura-hura, namun semuanya disambut dengan rasa syukur.

Dibeberapa dusun yang ada di Kecamatan Bayan,kemenangan ini disambut dengan tahlilan bersama atau sesuai dengan nazar mereka. “Kami bernazar kalau NASA menang akan melakukan tahlilan, karena sehari sebelum pencoblosan masyarakat juga menggelar tahlilan serta memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk kemenangan NASA ini. Dan Alhamdulillah sekarang sudah menang, jadi nazar wajib kita bayar”, kata puluhan warga yang ada di Dusun Mandala.

Yang jelas kemenangan NASA adalah kemenangan masyarakat akar rumput, yang telah rela berjuang menjadi relawan tanpa harapan ada imbalan. Mereka adalah rakyat kecil yaitu, petani, buruh, pedagang, tukang ojek dan para pemuda, bukan pejabat yang minta naik pangkat. Mereka adalah ibu-ibu rumah tangga yang hanya tamatan sekolah dasar, jadi mustahil  kalau mereka mengharapkan bisa diangkat menjadi PNS.

Harapan mereka bukan muluk-muluk, namun KLU berubah kearah yang lebih maju, sejahtera dan tidak ada lagi pejabat yang tidak merakyat dan korupsi. Karenanya mari kita bersama-sama kawal kepemimpinan NASA  lima tahun kedepan. Bagi ibu-bu rumah tangga selamat membayar nazarnya, dan kepada NASA selamat atas kemenangannya, semoga diberi kekuatan dalam menjalankan roda pemerintah di KLU selama lima tahun kedepan.  Amiiin.
Selengkapnya... »»