Senin, 27 Juli 2015

Ribuan Masa Iringi Pendaftaran Paket NASA

Lombok Utara - Ribuan masa yang datang dari lima kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Utara (KLU) Ahad, 26/7/15 mengiringi pendaftaran  pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati KLU, DR. H. Najmul Akhyar, SH.MH dan Syarifuddin, SH yang dikenal dengan paket NASA ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) KLU.

Paket ini diterima langsung ketua KPUD KLU, Fajar Marta bersama jajarannya yang didampingi 5 partai pengusung diantaranya, PKB, PDIP, Gerindra, PBB, dan PAN ditambah dengan PPP dan Perindo.

Ketua KPUD KLU Fajar Marta dalam kesempatan tersebut mengatakan, setelah tim prefikasi KPU KLU meneliti persyaratan calon yang diajukan paket NASA dinilai sudah sesuai dengan UU PKPU, karena paket ini diusung 5 partai politik yang memiliki 12 kursi di DPRD KLU atau 40 persen dari 30 kursi yang ada.

"Paket NASA diusung lima partai politik yaitu PKB dengan 2 kursi, PDIP 3 kursi, Gerindra, 3 kursi, PAN 3 kursi dan PBB 1 kursi. Dan dalam ketentuan pasal 38 ayat 2 PKPU, bahwa sayarat pencalonan sekurang-kurangnya 20 persen, dan jika dihitung dari jumlah kursi dukungan kepada paket NASA mencapai 40 persen", katanya.

Kepada bakl calon, Fajar mengingatkan agar mengikuti tahapan berikutnya yaitru tes kesehatan di RSUP provinsi NTB di Mataram dan akan didampingi salah seorang anggota dari KPUD KLU.

Sementara calon bakal bupati KLU, DR. H. Najmul Akhyar, SH, MH kepada wartawan mengatakan, pendaftaran pencalonan merupakan bagian dari ikhtiar untuk melakukan perubahan di KLU. "Kami yakin bahwa hanya dengan mengikuti pesta demokrasi inilah kita dapat melakukan perubahan kearah yang lebih baik", katanya.

Ditanya soal visi misi, Najmul menjelaskan akan membangun KLU dari desa, karena ia tahu bahwa desa adalah ujung tombang pembangunan. "Jadi kalau seluruh desa ini maju kami yakin kabupaten ini akan maju", jelasnya.

Dari segi kekuatan partai pengusung, paket NASA ini yakin akan memenangkan pilkada KLU yang akan berlangsung 9 Desember 2015 mendatang, lebih-lebih paket ini didukung oleh pengurus besar Nahdhatul Wathan yang dipimpin TGH. Zainul Madjdi yang kini menjadi gubernur NTB. "Dan apa yang kita saksikan  saat ini sebagai pertanda kemanangan NASA pada Pilkada tahun ini.", tegasnya disambut tepuk tangan pendukungnya.

Terkait dengan pendaftaran dirinya sebagai calon lebih awal ke KPUD, menurut H. Najmul, karena pemimpin KLU kedepan akan dipimpin tokoh muda, karena yang muda selalu lebih cepat untuk mengambil gerakan.

Sementara salah seorang pengurus NW provinsi NTB, Mawardi menagaskan, PB NW, pengurus wilayah dan pengurus daerah serta seluruh badan otonom sudah menyatakan sikap siap untuk memenangkan paket NASA. Karenanya, semua pengurus NW diminta untuk berjuang secara maksimal untuk kemenangan paket NASA ini.

Ketua Partai Perindo NTB, H. Izzul Islam mengaku, Perindo belum memiliki kursi di dewan, sehingga partai sebagai partai pendorong untuk kemenangan paket NASA. "Perindo sebagai partai pendorong dan sudah memiliki pengurus dan simpatisan di KLU sekitar 6000 orang yang akan digerakkan untuk kemenangan paket NASA", tandasnya.

Seusai mendaftar, paket NASA didampingi pengurus partai pengusung dan ribuan pendukungnya diarak dengan menggunakan mobil bak terbuka menuju lapangan Tanjung. Dan di lapangan Supersemar Tanjung sendiri sudah menunggu ribuan masa yang mengucapkan selamat atas pendaftarannya sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati KLU.
Selengkapnya... »»  

Minggu, 19 Juli 2015

Ritanom Ditemukan Tewas Terbakar di Kali Bagek Rangkang

Lombok Utara - Amaq Ritanom (60) warga Dusun Segenter Desa Sukadana Kecamatan Bayan, 17/7/15 ditemukan tewas terbakar di kali Bagek Rangkang perbatasan antara Desa sukadana dengan Desa Akar-Akar.

Menurut beberapa warga, pada malam hari raya Idul Fitri 1436 H, korban berkunjung ke rumah keluarganya Amaq Nursilah yang tidak jauh dari tempat tinggalnya untuk menghadiri acara hajatan buang awu. Seperti adat setempat setelah prosesi hajatan buang awu untuk anak baru lahir selesai, mereka disuguhkan minuman tradisional ala Bayan.

Amaq Ritanom minum bersama teman-teman lainnya hingga sekitar pukul 23.00 wita. Dan ketika diajak pulang ke rumah di Dusun Segenter oleh rekan-rekannya, korban menjawab akan pulang belakangan sambil mempersilahkan kawan-kawannya pulang duluan. Dan setelah beberapa lama, korbanpun permisi kepada tuan rumah yang punya hajatan untuk pulang sendirian ke rumahnya.

Sayang, hingga pagi menjelang, korban tidak juga tiba di rumahnya sehingga membuat anaknya Rumasan gelisah dan menanyakan kepada rekan-rekannnya. Namun rekan-rekannya juga tidak tahu, sehingga usai shalat Idul Fitri, Rumasan mengajak 3 temannya untuk mencari ayahnya.  Rumasan dan kawan-kawannyapun melihat bercak darah sebagai petunjuk.

Setelah beberapa lama mengikuti bercak darah tersebut, para pencaripun melihat asap mengepul dari dalam kali mati Bagek Rangkang. Dan dari asap tersebut tercium bau yang menyengat. Setelah Rumasan turun ke kali dengan kedalaman 30 meter lebih tersebut, dilihat ayahnya sudah terbakar.

Melihat kejadian tersebut anaknyapun minta tolong kepada warga untuk memadamkan api, dan sekitar pukul 10.30 wita, pihak keluarga melapor ke Mapolsek Bayan. Menerima laporan para petugas dari Mapolsek Bayan langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dipimpin langsung Kapolsek Bayan IPDA I. Wayan Wirta.

Salah seorang warga Sukadana Raden Bambang Aggrita yang melihat secara langsung ke TKP mengatakan, sekujur tubuh korban semuanya terbakar dan muka serta beberapa bagian tubuh korban hampir sudah tidak berbentuk lagi. Dan korban sendiri seperti terjepit diantara batu cadas yang ada didalam kali.

“Kejadian ini kontan menghebohkan warga setempat sehingga puluhan warga mendatangi TKP. Dan korban sendiri dibakar menggunakan kayu. Dan ketika kami mendatangi TKP kelihatan api masih membakar tubuh korban”, kata Bambang yang mengaku ngeri melihat kejadian tersebut.

Korban sendiri dikenal masyarakat sekitar adalah orang yang sabar dan banyak membantu warga terutama dalam melakukan pengobatan secara tradisional. “Korban sering disebut sebagai dukun penyembuh, karena jika ada warga yang sakit, dia selalu dicari untuk membantu penyembuhan sebelum dibawa ke petugas kesehatan. Selain itu korban juga termasuk orang yang memiliki kecukupan dari segi harta, karena ia memiliki kerbau serta anaknya yang ada di Malaysia sering mengirimkan orangtuanya uang”, kata salah seorang warga setempat tanpa mau dipublikasikan namanya.

Sementara Kapolsek Bayan IPDA I. Wayan Wirta yang ditemui di ruang kerjanya 18/7 membenarkan kejadian tersebut.  “Korban ditemukan anaknya Rumasan bersama 3 teman lainnya  sudah dalam kondisi terbakar dan sudah sulit dikenali wajahnya, karena hampir sekujur tubuhnya terbakar”, katanya.

Wayan Wirta mengaku, petugas menerima laporan sekitar pukul 10.30 wita, dan langsung turun ke TKP. Dan sekitar pukul 18.30 wita, jenazah korban diangkat dari kali dan langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Mataram untuk keperluan visum. “Pelaku sendiri belum ditemukan dan masih dilakukan penyelidikan oleh petugas”, pungkas I. Wayan Wirta.

Selengkapnya... »»  

Sabtu, 04 Juli 2015

Khutbah Idul Fitri 1436 H - 2015M

اللهُ أَكْبَرُ 3× اللهُ أَكْبَرُ 3× اللهُ أَكْبَرُ 3× كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. لآ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ
الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْأَعْيَادَ مِنْ عَوَائِدِ الْإِحْسَانِ، وَفَوَائِدِ الْاِمْتِنَانِ مِنْ رَبِّ الْمَلِكِ الْمَنَّانِ، إِلَى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ يَجْتَهِدُوْنَ فِيْ شَهْرِ رَمَضَانَ بِالصِّيَامِ وَالتَّرَاوِيْحِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ. أَشْهَدُ أَنْ لَآ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أُولِى الْعِلْمِ وَالْعِرْفَانِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا (أما بعد)
فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمُ الْعِيْدِ وَيَوْمُ الْفَرَحِ وَالسُّرُوْرِ. وَيَوْمَ أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ. لِتَنَاوُلِ مَرْضَاتِ اللهِ اْلغَفُوْرِ، وَلِتَنَاوُلِ الصَّائِمِيْنَ وَالصَّائِماَتِ جَزِيْلَ اْلأُجُوْرِ. فَاشْكُرُوْا اللهَ تعَاَلَى بِالتَّكْبِيْرِ وَالتَّهْليِْلِ وَالتَّحْمِيْدِ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الشَّكُوْرُ.

Hadirin Sidang Jama’ah Sholat Idul Fitri Yang Berbahagia
Dalam suasana yang berbahagia ini, saya berwasiat kepada diri pribadi saya sendiri khususnya, dan mengajak kepada para hadirin semua, sambil duduk bersimpuh diri, marilah kita tundukkan segenap jiwa dan raga kita di hadapan keagungan Allah SWT, dengan cara selalu meningkatkan ketaqwaan dan keimanan. Yakni dengan menjalankan apa yang telah diperintahkan serta menjauhi segala macam bentuk larangan-Nya. Agar kita senantiasa mendapatkan rahmat dan ridho-Nya, sehingga kita bisa menjadi orang-orang yang mendapatkan derajat yang mulia disisi Allah SWT, serta mendapatkan kebahagiaan fid dunya wal akhirah.

Sebab orang yang selalu ingat kepada Allah lah yang akan selalu mendapatkan ketenangan batin di dalam kehidupan ini. Allah SWT telah berfirman dalam al-Qur’an;
الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللهِ أَلَا بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ

“Orang-orang yang selalu beriman dan orang-orang yang selalu tenang hatinya itu dikarenakan dia selalu ingat atau berdzikir kepada Allah, dan ketahuilah karena selalu ingat kepada Allah itu bisa menjadikan tenangnya atau tentramnya hati”.

Tiap kali, kedatangan Idul Fitri disambut dengan takbir membahana, dalam alunan irama yang syahdu, menggema di udara, meresap di sanubari, sebagai ikrar pengakuan abdi yang merasa kecil di hadapan Ilahi Rabbi, sebagai dialog antara makhluk dengan khaliknya, antara abdi dengan Ma’budnya.

Pada hari raya idul fitri 1436 Hijriyah ini disambut dengan penuh rasa gembira karena sudah melewati ujian yaitu puasa sebulan penuh mengantarkan kita ke pintu kesuksesan dan meraih kesucian hati dengan penuh keberkahan hingga terus berlanjut ke bulan bulan yang lainnya, Namun kita juga bersedih karena bulan yang penuh rahmat dan maghfirah ini pergi meninggalkan kita dan merenungkan apakah kita masih akan bertemu dengan bulan ramadhan tahun mendatang. Karena sungguh betapa banyak saudara-saudara kita yang pada Idul Fitri tahun lalu duduk bersimpuh dengan kita ditempat yang mulia ini, namun kini sudah tiada karena terlebih dahulu dipanggil Ilahi Rabbi. Dan yang kita jumpai hanya batu nisannya saja.

Saudaraku…. Seiring dengan cepatnya waktu berlalu, ternyata tanpa terasa Ramadhan begitu cepatnya berjalan meninggalkan kita. Padahal kita belum maksimal membaca Al-Qur’an, belum maksimal shalat malam, belum maksimal melaksanakan shiyam dan juga belum optimal untuk melaksanakan ibadah-ibadah lainnya.

Dahulu para salafus shaleh, menangis berurai air mata yang membasahi pipi lantaran Ramadhan pergi meninggalkan mereka. Terkadang dari lisan mereka terucap sebuah doa, sebagai ungkapan kerinduan akan datangnya Ramadhan dan Ramadhan : Ya Allah anugerahkanlah lagi kepada kami bulan Ramadhan. Semoga Allah memberikan kita usia yang panjang sehingga kita dapat bertemu kembali dengan bulan ramdhan tahun mendatang. Amiin Ya Rabbal Alamiin

Hadirin Sidang Jama’ah Sholat Idul Fitri Yang Berbahagia

Di hari yang berbahagia ini, berbagai penampilan manusia yang merasa diri ber-ldulfitri ataupun ber-lebaran, tampil di hadapan kita. Kita amati pria gagah, wanita jelita, dengan wajah ceria, pandangan cerah, senyum ramah, berhias-bibir merekah, berbalut pakian serba indah. Kegembiraan membayang di wajah: Gembira karena penampilannya penuh pesona dan mampu mengundang kekaguman yang memandang; gembira kare¬na hari-hari lapar telah lewat dan kini dapat lagi makan-minum di siang hari, berpesta pora dalam suasana riang dan gembira, di tengah makanan melimpah-ruah. Seperti itukah kita merayakan Idul Fitri?

Sementara disisi lain saudara kita, atau mungkin tetangga dekat kita sudah menjadi janda yang telah ditinggal suaminya, para fuqoro dan masakin, merintih karena tidak mampu menghidangkan makanan lezat untuk anak-anak mereka yang sudah menjadi yatim, para pengusaha yang bangkrut karena tidak memiliki modal, atau karena pertaniannya gagal panen, bagi mereka ’Idul Fitri saat ini mereka rayakan tidak dengan pakaian baru, , tiada pula dengan hati yang gembira, mereka sambut hari raya dengan perasaan pilu, dan hati duka karena serba tak ada.

Diantara sekelompok manusia biasa, berperilaku lugu, namun terpancar padanya rasa syukur dan gembira, karena telah diberikan Allah SWT kesempatan umur, telah laksana mengemban tugas, bershaum sebulan lamanya, dihias dengan salat tarawih dan amal shalih, dipungkas dengan membayar zakat fitrah, penyuci diri. Dalam melaksanakan itu semua terngiang dalam pendengaran batinnya, sabda Rasulullah SAW  yang artinya:

 “Bulan Ramadhan ialah bulan yang diwajibkan Allah kepada kalian untuk melaksanakan shaum dan disunatkan bagi kalian mendirikan shalat (tarawih). Maka barangsiapa melaksanakan kedua hal tersebut atas dasar iman dan karena Allah semata-mata, maka ia dikeluarkan Allah dari dosa-dosanya bagaikan dalam keadaan saat ia dilahirkan dari kandungan ibu-nya.”

Allahu Akbar-Allah Akbar-Allah Akbar Walillahil hamdu
Hadirin Yang Berbahagia

Sebagai umat Islam mulai detik ini kita semua telah dibersihkan dari semua dosa yang berhubungan dengan Allah SWT, laksana bersihnya si cabang bayi yang baru lahir dari perut ibu, sebab baru saja kita semua melaksanakan ujian di dalam bulan suci Ramadhan, yakni melakukan puasa satu bulan penuh kita menahan hawa nafsu, tadarrus al-Qur’an, sholat tarawih, sholat Lailatul Qodar, dan mengeluarkan zakat fitrah, serta ibadah sosial lainnya, termasuk menyantuni fakir miskin, anak-anak yatim.

Dengan demikian marilah kita jaga kebahagiaan ini dengan selalu melaksanakan kebaikan-kebaikan dalam bulan syawal dan seterusnya. Suatu kenyataan yang tidak dapat kita pungkiri, bahwa pada hari raya Idul Fitri ini keadaan saudara-saudara kita berbeda-beda, ada yang bergembira juga ada yang susah serta merana. Sebagaimana saudara kita yang saat ini masih terkena musibah dan bencana, mereka kehilangan harta benda dan keluarga. Kita semua bisa membayangkan dan merasakannya, bagaimana prihatin dan susahnya mereka, seperti juga halnya anak yatim yang masih membutuhkan kasih sayang orang tuanya, kemana mereka harus mengadu. Mereka hanya bisa menangis diatas batu nisan kedua orang tuanya, karena mereka tidak tahu kepada siapa lagi  anak yatim piatu ini memanggil ayah dan ibu, sementara kedua orangtuanya telah tiada.

Pada hari yang bahagia ini, anak-anak yang sudah menjadi yatim, hanya bisa menyaksikan teman-teman sebayanya bergandengan dan bersalaman mesra dengan kedua orang tuanya, serta bangga mengenakan pakaian yang serba baru. Akan tetapi bagi anak yatim, jangankan bersalaman dengan orang tuanya, bertemu saja dengan orang tuanya, hanyalah sebuah impian belaka, dengan linangan air mata yang diharapkan bisa menghapus kerinduannya, dia membayangkan dan berkata, “Seandainya orang tua ku masih hidup, mungkin aku bisa bergandengan dan bersalam mesra dan mungkin aku bisa bahagia seperti teman-temanku yang lainnya”. Dan alangkah bahagianya mereka manakala rasa gembira yang kita miliki ini kita bagi-bagikan kepada anak yatim piatu.

Ada sebuah riwayat yang menceritakan: Ketika Nabi Muhammad SAW, berjalan-jalan melihat sekelompok anak-anak kecil dengan bangga dan bergembira mereka mengenakan pakaian yang serba baru, bermain dan bergandengan dengan bapaknya, tetapi ada satu anak kecil yang menangis dan bersedih, di bawah teras rumahnya, kemudian Rasulullah bertanya: “Kenapa kamu nak kok menangis tidak bergembira seperti teman-temanmu itu”. Anak kecil itupun menjawab: “Saya ingin memakai pakaian baru tapi tidak punya, dan saya juga ingin seperti teman-teman saya bergandengan mesra dengan ayahnya, tapi bapak saya sudah meninggal”. Mendengar perkataan anak kecil itu Rasulullah langsung mengeluarkan air mata, kemudian anak itu dibawa pulang ke rumah beliau dengan mengatakan: Aku ini akan menjadi ayahmu dan Aisyah menjadi ibumu.

Saudaraku, mari kita renungkan nasib anak-anak yatim piatu itu, kita tanyakan pada nurani masing-masing. Tidak berdosakah kita bilamana kita terus menutup mata menyaksikan anak-anak itu terapung-apung dalam gelombang kesedihan, tenggelam dalam lautan air mata, Dengan perasaan yang pedih, dengan hati yang teriris mereka saksikan orang lain berhari raya, pada siapakah mereka akan mengadukan nasib? Ayah bunda telah tiada, sedang paman telah berpulang. Tak ada orang yang mendukung tak ada tangan yang menjinjing. Sudah berhasilkah puasa kita, yang salah satu tujuannya melatih kepekaan sosial? Sadarkah kita bahwa harta yang kita miliki ada sebagian hak para dhuafa dan masakin. Alloh berfirman dalam QS. Ad-Dzariat: 19

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta karena memang tak punya, dan dari yang bertangan hampa sekalipun pantang meminta

Di hari idul fitri seperti ini seharusnya tak seorangpun bersedih hati. Semua gembira Semua bahagia. Lebih-lebih anak kecil, mestinya mereka semua bersuka cita. Tapi, sejak keberangkatan kita dari rumah hingga ke tempat ini berapa banyak kita dapati anak-anak kecil berada di perempatan jalan, di lampu merah, sedang menadahkan tangan meminta-minta? Yang mereka butuhkan sebenarnya sama dengan kita yaitu hanya sesuap nasi untuk menyambung hidupnya dan selembar pakaian untuk menutupi tubuhnya.

Kalau satu anak yatim saja dapat menghentikan langkah Rasulullah saw menuju tempat shalat idul fitri sampai anak tersebut turut berbahagia, lalu mengapa puluhan dan ratusan anak yang mengalami nasib yang sama tidak mampu menggerakkan hati kita untuk peduli, menyantuni, dan membahagiakan mereka?

Apa yang kita pikirkan ketika membelikan baju baru untuk anak-ank kita? Apa yang ada dalam pikiran kita ketika menghadapi aneka makanan lezat tersaji di meja makan kita? Apa yang ada dalam pikiran kita ketika kita bersama-sama keluarga kita melangkah bahagia menuju tempat ini, sekarang ini? Tidakkah terlintas dalam benak kita sekelebat bayangan fakir miskin yang hingga hari ini belum berbuka?
Masih adakah kapling dalam pikiran kita tentang nasib orang-orang yang kurang beruntung? Hari ini, berapa banyak saudara-saudara kita yang terpaksa merayakan idul fitri di tenda-tenda darurat setelah rumahnya dihancurkan oleh bencana alam? Mereka adalah orang-orang miskin baru yang jumlahnya puluhan ribu, bahkan jutaan.

Allahu Akbar-Allah Akbar-Allah Akbar Walillahil hamdu
Hadirin Yang Berbahagia
Dalam suasana yang bahagia ini marilah kita perbanyak hubungan silaturrohmi, supaya kebahagiaan ini bisa tetap abadi sampai di akhirat nanti. Sebab ada tiga hal yang barang siapa melakukannya, maka dia akan dimudahkan hisab amalnya di akhirat nanti, dan akan dimasukkan surga dengan rahmat-Nya. Ketiga hal itu adalah, memberi kepada orang yang membutuhkan, bersilaturrohmi kepada sanak saudara dan tetangga, dan juga memberi maaf kepada orang yang mempunyai salah kepada kita. Rasulullah SAW bersabda;

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ فِيْ رِزْقِهِ وَيُنْشَأَ فِيْ أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa yang ingin dimudahkan rizkinya, dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrohim”.

Sebab di dalam mengarungi samudera kehidupan di tengah-tengah masyarakat, kita semua tidak terlepas dari apa yang namanya kesalahan, kekurangan serta kekhilafan baik disengaja maupun tidak. Maka dari itu bertepatan dengan bulan Syawal ini marilah kita perbanyak silaturrohmi dengan tetangga, sanak famili, dan keluarga guna untuk menghilangkan dosa-dosa kita yang berhubungan dengan haqqul adam atau sesama manusia.

Lebih-lebih kepada kedua orang tua kita, terutama ibu yang telah menahan rasa sakit ketika melahirkan kita yang hampir saja meragang nyawa antara hidup dan mati. Beliau telah merawat dan mendidik kita semua dengan belaian kasih sayang. Bahkan pinggang kedua orang tua kita, kita jadikan tempat pipis bahkan tempat olah raga, ketika kita masih kecil tanpa pernah mengharapkan imbalan jasa. Rasulullah telah bersabda:

رِضَا اللهُ فِيْ رِضَا الْوَالِدَيْنِ وَسُخْطُ اللهِ فِيْ سُخْطِ الْوَالِدَيْنِ
“Ridho Allah tergantung kepada ridho kedua orang tua, dan murka Allah juga tergantung pada murka kedua orang tua”.

Jerih payahnya kedua orang tua, ketika mengukir jiwa kita saat masih kecil. Seandainya air susu ibu kita tebus dengan madu seluas samudera dan emas sebesar gunung, itu semua masih belum sepadan balas budi kita kepada kedua orang tua kita. Tapi kalau durhaka dan berani terhadap orang tua niscaya kita akan celaka hidupnya, sengsara dunia dan di akhirat kelak.

Hubungan  anak dengan orang tua-nya merupakan hubungan yang istimewa. Bagi orang tua, anak mencerminkan hubungan kasih-sayangnya dan dengan demikian merujuk pula kepada masa lalunya sejak dari perkenalan, pernikahan hingga kelahiran putera-puterinya yang kini sudah pada besar, akan tetapi sekaligus pula merupakan harapan masa depannya, bahkan harapan masa depan umat manusia.

Maka bagi muslim yang salih, ibu-bapak selalu lekat dalam kehidupannya sehingga keduanya selalu hadir secara laten dalam kalbunya, dan selalu me-ngenangnya dengan hormat dan syahdu. Bagi sau-dara-saudara yang ibu-bapaknya telah tiada, marilah kita kenang jasa beliau serta mari kita panjatkan do’a:
 “Ya Rabbi, Ampunilah hamba serta kedua orang tua hamba, dan limpahkan rahmat kepada mereka seba-gaimana mereka telah menyantuni hamba sejak se-masa kecil.“

Berbahagialah kita yang masih memiliki Ayah Bunda, khususnya pada hari ‘ledul fitri, hari kita kembali kepada fithrah, kesempatan terbuka untuk bersimpuh di kaki keduanya, menumpahkan kasih saying dan terima kasih kepada yang telah mengandung, membimbing, dan mem-besarkan kita dengan penuh kasih, sambil tidak pula lupa bersyukur kepada Allah  atas segala limpahan ni’mat dan rahmat-Nya.

Oleh karena itu, dalam suasana yang berbahagia ini marilah kita gunakan untuk saling bersilaturrohim, memohon maaf dan bersimpuh kepada kedua orang tua kita, halal bi halal bersalaman kepada sanak saudara dan tetangga untuk menghilangkan dosa yang berhubungan dengan sesama manusia. Marilah kita hapus semua rasa dendam, su’udzon, hasud, dengki, dan takabbur. Sekaligus kita hilangkan rasa gengsi kita. Supaya kita tidak mempunyai dosa yang berhubungan dengan haqqullah dan haqqul adam, sehingga kita kembali suci seperti si jabang bayi yang baru lahir dari gua garbaning ibu. Dan semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. dan akhirnya kita semua dijadikan orang-orang yang khusnul khotimah. Amin amin ya robbal ‘alamin.
جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِيْ زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ.
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ
 
M. Syairi dari berbagai sumber
Selengkapnya... »»  

Jumat, 22 Mei 2015

Bupati KLU Minta Pelihara Persaudaraan

Lombok Utara, Primadona - Bupati Kabupaten Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH minta kepada warga masyarakat Kecamatan Baya, menjelang Pilkada KLU 9 Desember 2015 mendatang,  untuk tetap bersatu menjaga persatuan dan keamanan serta memelihara persaudaraan.

Permintaan tersebut disampaikan pada acara silaturrahi dengan ratusan tokoh dan warga masyarakat kecamatan Bayan, yang berlangsung Kamis malam (21/5/2015) di pasar umum Ancak Desa Karang Bajo.

Terkait dengan pencalonan dirinya sebagai bakal calon Bupati KLU yang berpsangan dengan Mariadi, Djohan mengaku, ini dilakukan sesuai dengan perintah Gubernur NTB selaku ketua DPD Partau Demokrat, yang secara kebetulan dirinya juga sebagai pengurus partai Demokrat di KLU.

"Saya diminta sama pak gubernur untuk melanjutkan tinggal satu kali jabatan sesuai UU. Beliau  berpesan jangan dulu ditinggalkan Lombok Utara ini, karena KLU masih membutuhkan tenaga pak Djohan. Dan gubernur menilai dari dua sisi, bahwa selain Bupati KLU seorang birokrasi (orang pemerintahan) juga punya pengalaman politik. Ketika saya ditanya pak gubernur saya jawab Insya Allah, karena ini bentuk pengabdian sebagai putra KLU", kata Djohan Sjamsu menceritakan dialognya dengan gubernur NTB, KH. Zainul Madjdi.

Karenanya, untuk menghadapi Pilkada tahun 2015 ini, merupakan momentum yang paling tepat untuk mendukung Mariadi sebagai calon wakil Bupati KLU. “Saya minta kepada warga Kecamatan Bayan paling tidak 95 persen harus memberikan dukungan kepada putra asli Bayan ini”, katanya.

Dan bila paket JADI  memdapat dukungan dari masyarakat untuk 5 tahun ini, tentu kedepan sepenuhnya akan memberikan dukungan kepada Pak Mariadi menjadi kepala daerah di KLU . “Kalau warga mendukung pada Pilakada tahun 2015 ini, maka lima tahun sesudahnya, sepenuhnya saya akan mendukung Pak Mariadi sebagai calon kepala daerah KLU”, tegasnya disambut tepuk tangan warga yang hadir.

Disisi lain Bupati KLU juga menceritakan beberapa penghargaan yang diterimanya selama lima tahun memimpin KLU seperti Penganugerahan sebagai Peringkat Pertama Sistem Monitoring, Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah, Penghargaan sebagai peringkat ketiga Standar Pelayanan Minimal (SPM Award), kategori SPM Award Bidang Kesehatan, Penghargaan atas upaya yang telah dilakukan dalam percepatan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan, penghargaan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) tahun 2015 dan penghargaan lainnya.

"Semua penghargaan tersebut, bukan semata-mata hasil Bupati, tapi ini adalah hasil kita bersama, karena tugas saya hanya memenej daerah ini dengan cara dan program yang ada. Tapi kalau masyarakat tidak mau dimenej dan tidak mau diatur, tidak mungkin ini kita capai. Karenanya saya persembahkan hasil ini untuk masyarakat Lombok Utara", katanya.
Dijelaskan, pada tanggal 2 Agustus mendatang, secara resmi Bupati akan mengakhiri tugasnya sebagai kepala daerah priode 2010-2015. Dalam periode  ini banyak hal yang sudah dicapai dan banyak persoalan daerah yang sudah berhasil diatasi dan diantisipasi. Banyak keberhasilan yang kita wujudkan untuk pembangunan KLU.

Kendati demikian, Bupati juga tidak menampik kalau banyak persoalan daerah yang belum mampu diselesaikan secara bagus. Karenanya bila diberi kesempatan untuk kedua kalinya, dirinya akan terus berusaha membawa KLU menjadi kabupaten yang maju dan beradab.

Sementara Mariadi, S.Ag yang juga wakil ketua DPRD KLU dalam kesempatan tersebut mengklaim bahwa paket JADI sudah mendapat dukungan dari 6 partai yaitu Golkar, Demokrat, PKS, Hanura, Nasdem dan PKPI. "Mesin keenam partai politik ini akan digerakkan untuk menyukseskan paket Jadi ini", katanya.

Sekarang ini, kata politisi Golkar, paket JADI ingin memastikan bahwa di Kecamatan Pemenang, Tanjung, Gangga dan Kayangan kita hebat dan harus menang besar, lebih-lebih di Kecamatan Bayan.  “Ternyata nama Bayan ini memiliki pengaruh besar, sehingga begitu H. Dohan Sjamsu mengajak dalam paket pencalonan Pilkada mendatang, satu persatu keluarga kita dari Barat seperti Tanjung dan Pemenang mulai datang member dukungan”, katanya.

Mariadi menuturkan, kalau dirinya pernah ditelpon oleh salah seorang tokoh agama Budha yang menyampaikan pandangan dan keyakinannya tentang hakikat kehidupan. “Beliau (tokoh Budha KLU-red) menyampaikan kepada saya, bahwa pemimpin yang membawa “kerahayuan” itu adalah pemimpin yang datang searah matahari terbit. Artinya dari timur ke barat. Tapi kata-kata itu kita akan uji pada Pilkada KLU 9 Desember 2015 mendatang”, jelasnya.

Sekarang , lanjut Mariadi, saatnya sudah datang untuk menguji kekompakan dan kualitas kita. Selama ini warga Kecamatan Bayan sudah mendukung berkali-kali mulai dari pemilihan legislative, presiden, gubernur dan pemilihan lainnya, tapi pada saat ini kita maju menjadi calon yang cukup diperhitiungkan di KLU ini. “Jadi saya harap semua warga Kecamatan Bayan untuk kompak memberikan dukungan kepada paket JADI”, tandasnya.

Selengkapnya... »»  

Sabtu, 16 Mei 2015

2 Turis Asing Hilang saat Daki Gunung Rinjani Lombok

Lombok - 2 Turis asing dilaporkan hilang kala mendaki Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keduanya yakni turis Prancis bernama Patric Lehman dan seorang warga Spanyol, Joan.

"Kami mendapat laporan dari keluarga kedua wisatawan itu yang sekarang berada di Jakarta. Mereka menelepon kemarin sore, minta bantuan pencarian keluarganya," kata Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Mataram Putu Cakra di Mataram, Lombok, NTB, Jumat (15/5/2015).

Basarnas menduga, kedua wisatawan itu melakukan pendakian tanpa melalui prosedur resmi. Ini karena nama mereka tidak tercatat dalam buku tamu yang wajib diisi pendaki yang melalui pintu pendakian Sembalun di Lombok Timur dan jalur pendakian Senaru di Lombok Utara.

"2 Wisatawan itu juga diduga tidak memakai jasa porter dan guide (pemandu). Kalau mereka pakai jasa pemandu wisata, kemungkinan besar mereka tidak akan tersesat," ujar Cakra.

Dia mengatakan, petugas sedikit mengalami kesulitan dalam melakukan pencarian karena tidak tahu jalur pendakian yang digunakan kedua turis asing tersebut.

Basarnas Mataram sudah mengerahkan 2 tim yang masing-masing beranggotakan 10 orang untuk melakukan pencarian dari pintu masuk jalur pendakian Sembalun dan jalur pendakian Senaru.

Tim juga sudah menyebar foto dan identitas kedua wisatawan asing tersebut kepada para porter di pintu masuk jalur pendakian Rinjani.

"Kami berharap para porter yang membantu pendakian memberikan informasi kepada Basarnas jika menemukan kedua wisatawan asing itu," pungkas Cakra. (Ant/Ndy/Sss) Sumber: www.liputan6.com
Selengkapnya... »»  

Selasa, 21 April 2015

Bupati KLU Apresiasi Pendidikan Politik Pemilih Pemula

Lombok Utara - Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu, SH memberikan apresiasi  terhadap program pelaksanaan sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula di Kabupaten Lombok Utara.

Apresiasi tersebut disampaikan didepan para siswa SMK, SMA dan MA se KLU pada acara sosialisasi yang berlasngsung di Aula Serba guna Gondang, Selasa, 21/04, dengan tujuan agar para pemilih pemula dapat mempergunakan hak  dan kewajibannya dalam memilih pemimpin, sehingga suara mereka tidak sia-sia

Kegiatan ini  sangat penting dilakukan, khususnya bagi pemilih pemula yang ada di KLU, sebab para pemilih pemula ini adalah pemilih yang sangat cerdas, namun dari sisi lain mereka belum memiliki pengalaman sehingga  bisa saja suara mereka terbuang percuma.

“saya berharap dengan adanya sosialisasi ini mereka faham akan pentingnya suara mereka demi kemajuan pembangunan di KLU kedepan", katanya.

Jumlah pemilih pemula yang ada di Kabupaten Lombok Utara kurang lebih 16.000 wajib pilih, sehingga mereka sangat perlu untuk diberikan pelatihan dan sosialisasi yang tepat.

Dikatakan, secara psikologis pemilih pemula memiliki  karakteristik yang berbeda dengan orang yang sudah tua,  pada umumnya, karena mereka sangat kritis, mandiri dan independen. Dengan karakter tersebut sangat cukup untuk  kondusifitas  pembangunan komunitas  pemilih cerdas dalam pemilu mendatang untuk menentukan pilihannya.

Diharapkan dengan sosialisasi ini  dapat menyadarkan  para pemilih  pemula tentang pentingnya  menggunakan hak mereka sehingga pembangunan kedepannya akan semakin maju.

Sementara Panitia penyelenggara Syafrudin, M.Si mengatakan, bahwa pemilih pemula ini adalah pemilih yang baru pertama kali akan  penggunaan hak pilihnya , dan mereka terdiri dari masyarakat yang telah memenuhi  syarat untuk memlilih.

Hadir juga  dalam acara tersebut , Kepala Kesbangpol, Panwaslu dan dari unsur lainnya serta dari siswa se KLU.(Gus-sk)
Selengkapnya... »»  

Sabtu, 18 April 2015

Kelompok Ojek Berkomitmen Dukung Paket NASA

Lombok Utara - Kelompok ojek yang biasa mangkal di perempatan Ancak Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan, pada Pilkada Desember 2015 mendatang berkomitmen mendukung paket Namjul Akhyar – Sarifudin (NASA).

Dukungan ini ditandai dengan pemasangan baliho di pos ojek yang terletak di perempatan Ancak dengan tulisan “Ojek juga punya komitmen pilih pasangan Bajang”. Baliho ini berhadapan langsung dengan baliho paket Djohan Sjamsu- Mariadi (DJADI) yang isinya “Muda saja tidak cukup tapi perlu bukti”.

Pirun salah seorang tukang ojek mengaku, selain kelompok ojek, dukungan juga datang dari kelompok pemuda lainya yang tergabung dalan kelompok Utara Punya Satria (UPS). Kelompok UPS ini sudah terlebih dahulu menyatakan dukungannya ke pasangan NASA dan baru disusul oleh para kelompok ojek.

Dukungan yang diberikan kepada pasangan NASA ini murni dari hati nurani tanpa ada paksaan dari orang lain atau tanpa diimingi janji-janji. “Kita mendukung NASA karena paket ini dinilai cukup mumpuni dan memiliki kapasitas untuk memimpin KLU lima tahun kedepan”, kata beberapa tukang ojek di Desa Karang Bajo.

Sementara salah seorang tokoh masyarakat Dusun Telaga Segoar Desa Loloan, Jiman mengaku dukungan terhadap NASA terus mengalir dari masyarakat akar rumput termasuk yang tinggal di Desa Loloan. Bahkan dirinya berkeyakinan paket NASA ini akan mendapat suara terbanyak di Kecamatan Bayan pada Pilkada Desember mendatang.

“Kalau kita lihat sekarang ini hampir separuh wajib pilih yang ada di Kecamatan Bayan sudah menyatakan dukungannya ke pasangan NASA. Dan alasannya cukup sederhana yaitu pasangan ini dinilai adalah paket yang sederhana dan merakyat, yang tidak perlu lagi diragukan kemampuannya dalam memimpin KLU”, katanya.

Dikatakan, H. Najmul Akhyar adalah wakil bupati KLU mampu mendampingi Bupati H. Djohan Sjamsu hingga akhir masa jabatannya dan termasuk politisi kawakan. Sedangkan Sarifuddin adalah anggota DPRD NTB yang sering turun hingga ke pelosok-pelosok dusun terpencil, termasuk di Telaga Segoar.

Lebih lanjut Jiman mengharapkan, walaupun beda dukungan namun kita perlu saling hormati dan tidak sampai membuat fitnah ke  pasangan lainnya, karena kedua paket yaitu Djadi dan Nasa adalah putra terbaik KLU,  sehingga keamanan tetap terjaga sepanjang masa. “Kita boleh beda dukungan, namun kita harus bersama-sama menjaga kondusifitas keamanan KLU”, tandasnya.
Selengkapnya... »»  

Selasa, 07 April 2015

Paket JADI dan NASA Daftar di Partai Hanura

Lombok Utara - Dua kandidat kuat bakal calon bupati dan wakil bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu-Mariadi (JADI) dan Najmul Akhyar-Syarifudin (NASA) secara  resmi mendaftarkan diri ke partai Hanura, Minggu (5/4) lalu.

 ” Baru dua bakal calon yang melakukan pendaftaran di Partai Hanura sejak di buka di buka pendaftaran minggu yang lalu ,” kata  ketua Tim 9 Ardianto kemarin.

Menurut ardianto, dua balon yang merupakan calon petahana pecah kongsi ini tampak datang mendaftar di hari yang sama. Bakal calon Najmul Akhyar yang tidak didampingi Syarifudin terlihat mendatangi kantor DPC Hanura Lombok Utara di  Tampes Desa Slengen  pada Minggu pagi. Sementara Djohan Sjamsu terlihat didampingi calon wakilnya yang juga wakil ketua DPRD Lombok Utara saat ini Mariadi datang mendaftarkan diri pada sore harinya. Pendaftaraan masih terus berlangsung hingga 7 April mendatang.

Untuk selanjutnya, tim 9 akan melakukan verifikasi berkas kelengkapan administrasi balon yang sudah mendaftar untuk selanjutnya direkomendasikan ke tingkat DPC sebagai bahan pertimbangan. Selain itu tim 9 juga akan melakukan survey ke tingkat bawah untuk melihat kemungkinan kekuatan dari masing-masing kandidat yang sudah mendaftar. ”Setelah pendaftaran ditutup, dalam jangka waktu paling lambat 21 hari kami akan berikan catatan ke ketua DPC sebagai pertimbangan untuk diajukan ke DPP,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ardianto mengatakan parpol manapun yang menjadi parpol pendukung balon maka tugas parpol itu tidak hanya sebagai tiket mencalonkan diri. Tetapi juga ikut bertugas mendulang suara dan memenangkan kandidat. Selain itu, parpol pendukung juga memiliki kewajiban untuk mendorong dan mengamankan pemerintah balon yang diusung. ”Jadi balon yang kita dukung dan bila terpilih harus memiliki komitmen kuat terhadap parpol pendukungnya,” tegasnya.

Saat ditanya apakah penunjukkan ketua DPC Hanura Lombok Utara sebagai sekjen di tim parpol pendukung balon NASA, Ardianto mengatakan itu tidak berpengaruh. ”Itu hanya komunikasi politik tidak masuk mekanisme partai. Mekanisme yang benar ya melalui pendaftaran ini,” pungkasnya.

Selengkapnya... »»