Selasa, 02 September 2014

Jelang Pilgub 2015, BKD KLU Minta PNS Tidak Terkotak-Kotak Dan Tetap Jaga Netralitas

Lombok Utara - Eskalasi politik jelang pemilihan bupati dan wakil bupati Lombok utara, Juli 2015 diprediksi akan semakin hangat bahkan dimungkinkan cenderung fluktuatif memanas. Pasal kedua bakal calon inkamben yakni bupati Djohan Sjamsu dan Wakil Bupati Najmul Akhyar dipastikan akan bertarung Head To Head yang sama-sama memiliki dukungan besar dari masyarakat Dayan Gunung.
Kondisi itu dikhawatirkan akan turut mempengaruhi fsikologis jajaran aparatur birokrasi, yang berimbas secara tidak langsung terhadap adanya upaya dukung mendukung yang mengarah kekedua bakal calon bupati tersebut.
Jika keberpihakan terjadi dikalangan PNS tersebut terjadi, maka perpecahan terjadi dan konsentrasi pegawai akan terkotak-kotak tak terelakan. Hal itu dikhawatirkan pasti akan mengganggu program dan kinerja aparatur yang bisa menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Menyikapi hal itu kepala Bagian Kepegawaian Daerah (BKD) Lombok utara, Titi Hidayati., menghimbau agar seluruh aparatur PNS lingkup pemda tetap memegang teguh netralitas berpedoman pada sumpah janji PNS. Ia meminta supaya PNS tetap fokus bekerja secara professional dan tidak terpengaruh sehingga menggiring pada pengkotak-kotakan arah dukungan.
Titi mengatakan meski soal pilihan arah dukungan, merupakan hak seluruh masyarakat termasuk para PNS, namun sangat diharapkan jangan sampai dukungan politik itu menimbulkan konplik yang bisa memicu perpecahan. Apalagi bisa mengganggu pelayanan dan kerja aparatur untuk melayani rakyat, ungkapnya kepada Suarakomunitas.net, sabtu (30/8/2014).
"siapapun diantara kedua tokoh petahana yang berkompetisi itu menang menjadi bupati kedepannya, maka itu adalah putra terbaik Lombok utara pilihan rakyat yang wajib di hargai, dihormati dan dipatuhi," pungkasnya.
Pemilihan bupati dan wakil bupati kali kedua dilombok utara pasca definitif menjadi daerah otonom baru tahun 2008 lalu, memang masih delapan bulan lagi.
Namun bupati Djohan dan Wabup Najmul sudah memastikan tidak lagi bersama dan berkompetisi merebut kursi jabatan bupati. Hal itu berimbas terjadinya riak perpecahan dan arah dukungan diantara jajaran PNS lombok utara.
Direktur Nusantara Parliament Watch (NpW) lombok utara, Adam Tarfiin kepada situs jejaring Radio Komunitas nasional ini mengatakan, jelang pilkada KLU 2015, sejumlah pejabat dilingkup SKPD mulai kasak kusuk ikut-ikutan politik praktis. Nafsu memburu kedudukan dan sebagian diantaranya untuk mempertahankan jabatan nya kini dinikmati bisa jadi menggairahkan mereka turut bermain politik.
Di sebutkan Adam berdasarkan pengamatan dan data investigasi atas belasan aparatur dinas/SKPD yang dilakukan setidaknya kini jajaran PNS Dayan Gunung telah terbagi Dua, sebagian besar mendukung paket Djohan-Mariadi yang dinilai paling berpeluang dan sisanya mendukung paket bacalon Bupati Najmul Akhyar-Sarifudin.
Dalam beberapa pekan terakhir menurut Adam, pihaknya menemukan indikasi kuat sejumlah pejabat eselon III hingga II yang ditengarai turut berpolitik praktis dukung-mendukung kedua calon pasangan tersebut.
Ia tak menyebut nama pejabat secara detail, namun Adam mengaku merlihat kontras beberapa oknum pejabat diantaranya, di BPBD, Dinas BPM PPKB, dan Kalangan Asisten hingga sejumlah kepala Bagian (Kabag) di sekretariat daerah nampaknya lebih condong mengarahkan sokongan politiknya ke pendopo 2. Demikian hal nya dukungan pejabat mengalir juga ke kubu Djohan.
Realitas itu seharusnya menjadi prioritas atensi pemda terutama bagi Sekda selaku pembimbing PNS tertinggi. Keberpihakan politik sejumlah elit birokrasi itu jelas akan berdampak negatif terhadap program kerja pemda secara keseluruhan.
"Perlu sikap tegas sekda berupa punisment bagi mereka yang ditemukan berpolitik praktis, karena bisa saja memanfaatkan fasilitas atau anggaran negara untuk kepentingan kampanye, selain itu mereka juga telah nyata melanggar sumpah janji PNS," pungkasnya.
Adam menyatakan politik praktis diantara kalangan PNS sebenarny justeru lebih besar mudaratnya bagi aparatur itu sendiri, Mereka tidak sadar tengah bermain api dan mempertaruhkan karir birokrasinya.
Karena belajar dari pengalaman 5 tahun lalu, sejumlah pejabat eselon tinggi yang turut dukung mendukung calon bupati-wabup malah terjebak dan tersingkir dari kursi jabatan.
"bagi yang jagonya menang, akan selamat dan akan berlimpah jabatan atau mungkin materi, tapi yang jago nya keok, akan non job selama lima tahun," kata Adam yang juga wartawan senior lombok utara itu. (Ron/Gsfm)

Selengkapnya... »»  

SMK NW Kekurangan RKB, Siswa Terpaksa Belajar di Teras

Lombok Utara - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Peternakan dan Kelautan Al-Bayan NW  Desa Anyar Kecamatan Bayan yang berdiri sejak dua tahun lalu, hingga kini maih kekurangan tiga Ruang Kelas Belajar (RKB), sehingga sebagian siswa terpaksa belajar di teras sekolah.
Hal tersebut dikemukakan Kepala SMK Al-Bayan NW Anyar, Muhajir, S.Pdi MPD didepan ketua Pengurus Daeran NW Lombok Utara, H. Najmul Akhyar dan anggota DPRD KLU, Nasrudin, Shi yang berkunjung ke SMK NW,  30/8.
Sekolah yang dibangun berdekatan dengan kampung Labuhan Carik tersebut hanya memiliki 3 RKB, sehingga tidak mampu menampung 130 siswa. “Kita hanya memiliki 3 RKB, sementara siswa yang belajar 130 dengan jumlah tenaga pendidik 30 orang. Akibatnya terpaksa siswa belajar di emperan sekolah”, ungkapnya.
Selain kekurangan RKB, juga sekolah tersebut belum memiliki kantor guru. “Kita berkantor di Sambik Elen (berugaq elen). Dan sebenarnya kita mau membangun RKB darurat, namun karena tidak ada biaya terpaksa diurungkan, sebab biaya yang dibutuhkan sekitar Rp. 10 juta”, cetus Muhajir.
Kendati serba kekurangan, lanjut Muhajir tidak lantas mengurangi semangat para siswa dan guru dalam proses belajar mengajar. Bahkan dengan kekurangan tersebut, para siswa dan guru tambah bersemangat untuk belajar-mengajar, agar para anak didik meraih prestasi yang baik serta mampu bersaing dengan sekolah lainnya.
Ketua PD NW Lombok Utara, H. Najmul Akhyar mengaku, kekurangan RKB itu  sudah menjadi pemikiran pengurus daerah. Dan yang paling penting saat ini adalah semangat belajar. “Dengan keterbatasan itu justru harus lebih bersemangat untuk berjuang meraih prestasi. Kalau fasilitas sekolah lengkap kemudian siswanya berprestasi itu sudah biasa terjadi. Tapi bila fasilitasnya kurang, kemudian siswanya berprestasi itulah yang sangat luar biasa”, kata H. Najmul Akhyar yang juga Wabup KLU didepan ratusan siswa SMK Al-Bayan NW.
Najmul juga menegaskan, hari ini anda semua menjadi siswa, tapi 5-10 tahun kedepan bisa jadi siswa SMK ini menjadi pemimpin. “Saya juga bangga melihat semangat para guru yang rata-rata honorer ini yang dengan ihlas mendidk para siswa. Dan tidak mustahil, para siswa yang dididik sekarang ini kedepan bisa menjadi bupati KLU”, tegasnya yang disambut tepuk tangan siswa.
Untu memberikan semangat belajar bagi siswa, H. Najmul Ahyar  juga menceritakan bagaimana dirinya menuntut ilmu ketika mondok di Pancor Lombok Timur, dimana saat itu belum memiliki sepeda motor sehingga harus berjalan kaki dari pondok ke sekolah sampai 3 km. “Saat saya sekolah dan menjadi mahasiswa di Pancor, setiap hari harus berjalan kaki sampai 3 km, dan saya sendiri tidak pernah membayangkan kalau sekarang bisa jadi wakil bupati”, selorohnya.
Ia mengharapkan kepada para siswa dan guru, ditengah terbatasnya fasilitas pendidikan ini, jangan sampai patah semangat. Teruslah berjuang demi meraih cita-cita masa depan.

Selengkapnya... »»  

Ketua Praksi Merah Putih Minta Pimpinan Dewan KLU Segera Dilantik

Lombok Utara - Ketua praksi Merah Putih DPRD KLU, Nasrudin S.Hi, minta kepada pemerintah dan sekretariat dewan untuk segera mengambil sumpah jabatan unsur pimpinan yang terdiri dai ketua DPRD dan wakil ketua I dan  II.
“Tanggal 18/8  DPRD KLU sudah menyusun tatib, disusul 22/8 dilakukan paripurna praksi-praksi. Dan tanggal 26 Agustus, anggota dewan sudah menetapkan unsur pimpinan dewan mulai dari ketua dan wakil ketua I dan II yang seharusnya sudah dilantik”, jelas Nasrudin, ketika ditemui di masjid Nurul Bahri Labuhan Carik Desa Anyar 30/8.
Permintaan percepatan pelantikan unsur pimpinan dewan ,  menurut politisi Gerindra ini bukan tanpa alasan. Karena sebelum diambil sumpah jabatan ketua dan wakil ketua  dewan, tentu tidak akan bisa menyusun alat kelengkapan dewan, seperti membentuk komisi 1, 2 dan 3, Banggar, Banmus, Badan Kehormatan dewan dan kelngkapan lainnya. “Bila alat kelengkapan dewan ini belum terbentuk, maka kita tidak akan bisa membahas APBB murni tahun 2015”, jelasnya.
Dikatakan, ada informasi kalau unsur pimpinan DPRD KLU akan dilantik pada tanggal 5 September mendatang, tapi itu dinilai terlalu lama. “Saya sebagai ketua praksi Merah Putih minta kepada pemerintah dan Sekwan untuk secepatnya mengambil sumpah jabatan unsur pimpinan, dan paling tidak hari selasa 2/9 ini dan jangan ditunda, agar pembahasan tahapan-tahapan APBD murni dapat segera dilakukan”, tegas Nasrudin.
Nasrudin mengaku, dirinya tidak ingin lagi melihat adanya upaya-upaya pembahasan APBD dua kamar, yaitu pembahasan APBD murni sekaligus  APBD Perubahan, karena lembaga DPR itu adalah wakil rakyat secara keseluruhan, bukan lagi mewakili pemilihnya pada Pileg lalu. “Kita ini adalah wakil rakyat secara kolektif dan harus memperjuangkan aspirasi rakyat. Dan saat ini banyak agenda yang perlu segera diselesaikan, namun semua itu terhambat karena belum dilantiknya unsur pimpinan. Jadi, agar tidak tertunda pembahasan perlengkapan alat dewan dan APBD murni, maka harus segera dilantik unsur pimpinannya”, tegas Nasrudin kembali.
Selengkapnya... »»  

Senin, 01 September 2014

Wabup KLU Minta Maaf Kepada Warga

Lombok Utara - “Sebagai manusia biasa tentu tidak lupun dari kekhilafan. Karenanya, dengan akan berakhirnya masa jabatan bupati dan wakil bupati KLU,  melalui kesempatan silaturrahmi ini kami berdua mohon maaf kepada semua masyarakat yang ada di KLU, atas  segala kekhilafan selama memimpin bumi Tioq-Tata-Tunaq ini”.
Permintaan maaf tersebut disampaikan wakil bupati KLU, H. Najmul Akhar, dalam acara silaturrahmi 30/8, di masjid Nurul Bahri bersama masyarakat Labuhan Carik  Desa Anyar Kecamatan Bayan. Menurutnya, waktu terus berputar, sehingga tanpa terasa KLU sudah memasuki usia ke 6.  “Kendati daerah ini relatif masih muda di provinsi NTB, namun sudah banyak meraih prestasi, termasuk paling getol menurunkan angka kemiskinan. Tentu semua ini berhasil, berkat dukungan semua masyarakat”, jelasnya.
Dikatakan, dalam konteks memasuki tahun 2015 mendatang, bupati san wakil bupati akan mengakhiri masa jabatannya dan kembali memilih pemimpin baru melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Yang paling penting dalam pesta demokrasi ini adalah tetap menjaga persatuan antar sesama, karena siapapun yang menjadi calon nomor 1 dan nomor 2 tentu putra-putra terbaik yang dimiliki oleh KLU ini. “Kita boleh beda dalam pilihan, asalkan tetap menjaga perstuan”, tegasnya.
Najmul juga memuji warga Labuhan Carik yang sudah dengan ihlas di relokasi ke tempat yang baru. “Labuhan cari merupakan pelabuhan barang yang keberadaannya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Dan pembangunan ini berjalan berkat keihlasan warga setempat pindak ke tempat relokasi yang baru”, puji Najmul.
Terkait soal dukungan partai untuk H. Najmul, menurut salah seorang anggota DPRD KLU, Nasrudin yang ditemui terpisah mengaku, sekarang ini sudah ada beberapa partai yang menyatakan dukungannya, diantaranya, Gerindra, PKB, PKS, PAN, PPP, PKPI, PDIP dan Hanura. “Khusus untuk partai Hanura sudah 90 persen mendukung. Dan dengan dukungan partai-partai ini, artinya sudah 18 kursi di dewan atau 67 persen”, katanya.

Selengkapnya... »»  

Yamtia Gelar Pramuka Tingkat Provinsi NTB

Lombok Timur - Yayasan Maraqitta’limat (Yamtia), 29-31 Agustus menggelar kegiatan kemah pramuka tingkat provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dipusatkan di lapangan umum Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur.
Kegiatan tersebut diikuti  750 peserta dari 60 sekolah dari tingkat MI hingga perguruan tinggi dibawah naungan yayasan Maraqitta’limat, dan dibuka oleh camat Sembalun, Usman, S.Sos. Camat Sembalun yang bertindak sebagai Pembina upacara dalam kata pembukaannya memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Yamtia yang sudah menunjuk Kecamatan Sembalun sebagai lokasi perkembagan tingkat provinsi NTB.
“Kami merasa bangga bahwa gerakan pramuka, khususnya di kecamatan Sembalun sudah berkembang, mudah-mudahan dengan adanya kemah pramuka yayasan Maraqitta'limat ini akan menggugah semangat juang kita untuk membangun bangsa dan negara ini, sebab bagaimanapun pada tahun-tahun kedepan yang akan membangun bangsa ini adalah para generasi muda, khususnya yang tergabung dalam gerakan pramuka”, kata Usman.
Kegiatan ini, lanjut Usman,  juga sebagai salah satu gugahan semangat perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan bangsa dan negera ini, dan kita sekarang ini diberikan kesempatan untuk mengisi kemerdekaan dengan cara membangun mental. Kalau dahulu,  pejuang-pejuang kita mengorbankan jiwa ragaya,  maka kewajiban kita selaku generasi muda dan yang tergabung dalam gerakan pramuka inilah untk  melanjutkan perjuangan perjuangan pahlawan kita pada masa lalu”, jelasnya.
Dikatakan,  perkemahan ini juga tentunya sebagai ajang silaturrahmi antar gerakan pramuka yayasan maraqitta'limat se NTB, sehingga kita saling kenal mengenal antar satu dengan yang lainnya. Karenanya diminta para peserta untuk tetap menjaga kesehatan agar dapat menjalankan perkemahannya dengan baik sampai selesai. “Sembalun saat ini lebih dingin dari biasanya, sehingga para peserta perlu menjaga kesehatannya”, cetusnya.
Sementara, ketua panitia, Harmain Juhri, S.Pd mengatakan, selaian kegiatan pramuka dan perkemahan  juga akan dilakukan pelantikan full Maraqitta’limat, kegiatan sosial serta kegiatan-kegiatan lainnya.
Selengkapnya... »»  

Sumber Mata Air Mandala Tetap Terjaga

Lombok Utara - Mandala atau Mendala berasal dari dua suku kata  yaitu Ma dan Bendala.  Ma berarti pemberian, dan Bendala berarti tempat menyimpan sesuatu (sejenis peti). Dan bila dua kata itu  digabung menjadi satu maka akan dikenal dengan sebuatan Mendala yang berarti pemberian dari Tuhan sebagai tempat  menyimpan debit air yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat sekitarnya.
Hutan Mendala yang didalamnya memiliki beberapa  sumber mata air merupakan hutan tutupan adat yang artinya dilindungi secara adat dengan awiq-awiq. Luasnya tidak besar. Dan berdasarkan hasil pengukuran yg dilakukan dinas kehutanan pada tahun 2012 luasnya hanya 1359 m2, atau  0.13 ha.
Hutan Mandala diyakini masyarakat Bayan sebagai tempat sakral, karena di salah satu bagian terdapat Mesjid Bakeq atau mesjidnya para jin. Sumber mata air yang ada di Mandala diyakini  mempunyai hubungan lagnsung  dengan air yang berada di Danau Segara Anak Gunung Rinjani.
Sementara Gunung Rinjani merupakan jatung kehidupan masyarakat di Pulau Lombok,  karena seperti diketahui, 90 % mata Air yang berada di Pulau Lombok itu terdapat di hutan kawasan Gunung Rinjani.  Jadi air dari Gunung Rinjani ini menjadi sumber kehidupan di Pulau Lombok.
Keberadaan Hutan Mandala kaya dengan nilai-nilai luhur budaya. Salah satunya adalah konsep  “Pemalik” yaitu ketika seseorang hendak masuk ke hutan secara sembarangan. Larangan memasuki hutan Mendala secara sembarangan, yang bila dilanggar akan mendapat musibah atau gangguan di kemudian hari. Dan apabila hutan Mandala dirusak serta kayunya ditebang, maka perusak tersebut diwajibkan membayar denda adat yang harus dipenuhi.
Sementara almarhum Amaq Iramaya, salah seorang tokoh Mandala semasa hidupnya pernah menceritakan, bahwa Mandala artinya ksatria. Kisah Mandala atau ksatria  dimaksud dikaitkan  dengan salah satu mata air yang konon merupakan tempat pemandian bidadari. Kisahnya seperti Cerita Jaka Tarub dan Bidadari.
Dikisahkan pada satu ketika Mandala mengambil selendang bidadari yang sedang mandi di salah satu sumber mata air  sehingga membuat sang bidadari tidak dapat kembali (terbang) ke istana langit. Kemudian muncul Sang Mandala yang telah menyembunyikan selendang tersebut dan menawarkan jika sang bidadari mau diperistri, maka selendang tersebut akan dikembalikan. Akhirnya dengan sedikit putus asa Sang Bidadari memenuhi tawaran tersebut dan ternyata ia juga menaruh hati kepada sang Mandala. Mereka kemudian menjadi pasangan suami istri sampai mempunyai keturunan.
Wujud syukur masyarakat terhadap kelestarian hutan dan melimpahnya ketersediaan air yang ada di hutan mendala, pada setiap tahunnya diadakan selamatan Mata Air  atau Roah Pengembulan dihadiri oleh seluruh petani pemakai air, dan secara sukarela mereka membawa masing-masing satu ekor ayam dan bahkan kerbaupun kadang di bawa untuk disemblih di mata air dan sebagai hidangan untuk dinikmati bersama-sama sampai acara selamatan itu ditutup oleh kiayi dengan do’a sebagai rasa syukur kehadirat Allah Swt.
Tradisi Dan cerita Rakyat tersebut menjadi landasan sejarah bagi hutan adat mendala.  Dan  satu tempat yang hingga kini dikelola dan dilestarikan sesuai konsep adat maupun hukum adat yang berlaku,  baik terhadap mendala sebagai hutan tutupan adat yang harus selalu dijaga kelestariannya maupun mendala sebagai sumber mata air yang jika hutanya lestari maka air dapat terus mengalir ke sawah-sawah petani atau dimanfaatkan sebagai air minum perpipaan untuk desa-desa tetangga.
Mata air Mandala pernah menjadi Pemenang I Lomba perlindungan Mata Air (Permata) tingkat Nnasional pada tahun 2012.  Tahun 2013 Desa  Bayan mengikuti lomba yang sama dengan mengajukan Mata Air di Hutan Bangket Bayan. Mata air di Hutan Bangket Bayan  adalah yang menjadi sumber air Air Terjun Sendang Gila di Desa Senaru.
Adapun beberapa sumber mata air yang ada di hutan adat Mandala adalah Lokoq Jawa. Nama ini berkaitan dengan sejarah penyebaran agama Islam di Bayan.  Di hutan ini konon pernah beristirahat seorang mubalig (salah satu murid Wali Songo). Untuk mengenang tempat tersebut, maka salah satu sumber mata air yang ada di Hutan Mendala di beri nama Lokoq Jawa yang menunjukan asal mubaliq tersebut.
Tidak jauh dari hutan Mendala juga ada suatu tempat yang diberi nama Ampel Duri yang menguatkan cerita,  bahwa salah satu mubalig yang menyebarkan syiar Islam tersebut adalah murid dari sunan Ampel.

Sumber mata air lainnya yang di Mandala adalah Mata Air Boro’ Tioq. Mata air Baro’ tioq atau baru muncul ini kelihatan sejak 15 tahun terakhir ini. Dan sumber mata air ini sekaligus  menambah debet air di hutan adat mandala.  Tidak jauh dari tempat ini terdapat lokasi selamat olor.  Selamat olor sendiri adalah acara yang dilaksanakan setahun sekali sebagai wujud syukur masyarakat atas melimpahnya debet air yang mengalir kesawah sawah petani.

Air yang keluar dari mata air di hutan Mandala ini mengairi 112 Ha sawah di Desa Bayan dan menjadi sumber air bersih bagi sedikitnya 390 keluarga di Bayan dan 1.826 keluarga di 3 desa lain si sekitarnya  yaitu Loloan, Karang Bajo dan desa Anyar.

Selengkapnya... »»  

Warga Mandala Belum Merata Menikmati Air Bersih

Lombok Utara - Warga Dusun Mandala Desa Bayan Kecamatan Bayan yang berjumlah sekitar 162 kepala keluarga lebih ini belum merata menikmati air bersih.

Hal tersebut dikemukakan salah seorang tokoh masyarakat Mandala, Sariadi pada acara dialog dengan Wakil Bupati KLU, H. Najmul Akhyar dan anggota DPRD KLU dari PKB, Abdul Gani pada acara silaturrahmi yang berlangsung di musalla Nurul Iman Dusun Mandala kemarin.

Menurut Sariadi, dari 162  KK yang ada di Dusun Mandala baru 67 KK yang sudah dapat menikmati air bersih, sementara sisanya yang tinggal di kampung Kebon Seler belum mendapat aliran pipa air bersih. Akibatnya, mereka harus rela berjalan kaki ke hutan Mandala untuk mengambil air kebutuhan sehar-hari.

“Memang jarak antar hutan Mandala dan kampung tersebut hanya 300 meter, tapi jalannya yang menanjak, sehingga dibutuhkan perhatian pemerintah untuk membantu perpipaan air bersih sepanjang 3 km yang sumber mata airnya dari Paok Lendong Dusun Montong Baru”, kata Sariadi.

Selain itu Sariadi juga mengusulkan pengaspalan jalan menuju Dusun Mandala. “Tahun ini memang sudah diprogramkan pengaspalan jalan sepanjang 1,3 km dari Dusun Pada Mangko, namun belum bisa tembus ke Dusun Mandala. Jadi karena mengingat banyaknya jalan yang berlubang dan rusak, sehingga perlu diaspal”, pintanya.

Menanggapi usulan tersebut, Abdul Gani berjanji akan berusaha membantu serta akan memasukkannya dalam rencana anggaran KLU. “Semuanya sudah saya catat, dan nanti kami akan bahas bersama DPRD KLU terutama dewan yang berasal dari Dapil Bayan”, katanya.

Sementara Wabup KLU, minta kepada masyarakat Mandala untuk bersabar, karena pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak bisa sekaligus, tapi secara bertahap karena mengingat KLU ini baru memasuki tahun ke 6. “Semua keluhan dan masukan dari warga ini menjadi catatan tersendiri dan akan menjadi bahan pembahasan dan pertimbangan ditingkat dewan dan pemerintah. Dan soal perpipaan air bersih kita barangkali nanti bisa membantu pipanya, sementara pengerjaannya dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat”, jelasnya.

Disisi lain, Wabup minta kepada masyarakat untuk tetap bersatu membangun KLU yang lebih baik kedepan, termasuk meningkatkan SDM melalui lembaga pendidikan Madrasah Ibtidayah Maraqitta’limat  yang ada di Dusun Mandala. “Kita memiliki madrasah Maraqitta’limat yang didirikan oleh TGH. Hazmi Hamzar bersama warga ditempat ini, maka perlu dipelihara asset ini sebagai tempat menempa ilmu bagi anak-anak kita”, pintanya.

Dipenghujung acara silaturrahmi, H. Najmul Akhyar memberikan bantuan untuk pembangunan musalla Nurul Iman sebesar Rp. 2 juta serta untuk biaya akreditasi MI Maraqitta’limat sebesar Rp. 1 juta.

Selengkapnya... »»  

Gara-Gara Tidak Diberikan Uang, Anak Tega Bakar Rumah Orang Tuanya

Lombok Utara - Warga Dusun Pawang Karya Desa Senaru Kecamatan Bayan, dikejutkan dengan ulah seorang pemuda Sarman (25)  yang tega membakar rumah orang tuanya sendiri Amaq Salam (60), minggu malam 31/8  sekitar pukul 19.30 wita, gara-gara tidak diberikan minta uang.
Sebelumnya, pelaku yang merupakan anak kandung Amaq Salam, malam itu pulang ke rumah dan langsung minta uang, tetapi orang tuanya menjawab tidak punya uang. Tak pelak, jawaban itu membuat pelaku naik pitam dan langsung mengambil jerigen ukuran 5 liter dan mengisinya dengan bensin yang diambil dari sepeda motor milik pelaku.
Kemudian pelaku kembali ke rumah orang tuanya dan menyiramnya dengan bensin dan langsung membakarnya. “Malam itu anak saya Sarman datang ke rumah  minta uang, tapi saya jawab tidak ada uang. Dan mendengar jawaban tersebut, Sarman langsung keluar, dan ternyata pelaku bukan langsung pergi, tapi malah mengambil jerigen dan mengisinya dengan bensin yang diambil dari sepeda motornya dan langsung menyiram dan membakar rumah”, kata Amaq Salam sedih.
Akibatnya, rumah permanen yang berukuran 11X7,5 meter yang beratap genteng dan asbes itu habis terbakar, namun beruntung tidak merembet ke rumah warga lainnya dan tidak ada korban jiwa. Kerugian akibat ulah pelaku ditaksir Rp. 150 juta ditambah dengan ang tunai yang terbakar Rp. 600 ribu. Sementara pelaku setelah kejadian langsung melarikan diri.
Petugas Polsek dan polisi Pamong Praja Kecamatan Bayan mendapat laporan tersebut langsung turun ke TKP dan mencari pelaku. Namun yang ditemukan hanya sepeda motor tiger milik pelaku yang kini masih diamankan di rumah kepala dusun Pawang Karya.
Salah seorang petugas Pol PP, R. Patok mengatakan, pihak petugas dari Polsek Bayan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku untuk dimintai keterangan. “Pelaku masih kita cari untuk diminitai ketarangan dan peratnggungjawaban atas perbuatannya”, jelasnya.
Selengkapnya... »»  

H. Najmul Akhyar, Sosok Yang Sederhana dan Merakyat

Lombok Utara - H. Najmul Akhyar, wakil bupati Lombok Utara merupakan sosok pemimpin yang sederhana dan merakyat serta memiliki jiwa sosial yang tinggi,  membuat dirinya tidak ada sekat dengan masyarakatnya. Tak heran dengan keserhanaan itu mengundang banyak simpati dari warga dan dinilai layak menjadi nomor 1 di bumi Tioq-Tata-Tunaq ini lima tahun kedepan.
Ungkapan tulus ini disampaikan oleh salah seorang tokoh muda Kecamatan Bayan, Sandy Ya’kub yang mengaku pernah dijamu makan oleh H. Najmul Akhyar dikediamannya di Pemenang. “Kami pernah diajak teman bertandang ke rumah Wabup di Pemenang. Dan setelah ngobrol beberapa menit, beliau mempersilahkan kami  masuk ruang makan untuk menikmati santap siang. Dan ketika itu kebetulan kami sendiri tidak tahu tempat cuci tangan sebelum makan. Setelah melihat kami seperti itu, H. Najmul Akhyar pun langsung berdiri seraya minta maaf dan mengangkat cerek kecil dan mencuci tangan kami”, kata Sandy.
Atas kejadian itu, Sandy langsung menunduk malu dan pucat sambil berpikir dalam hati, seandainya semua pejabat merakyat seperti wabup KLU ini, tentu tidak akan pernah terjadi sekat antar pejabat dengan rakyatnya. “Betul, saya benar-benar grogi dan pucat tas kejadian itu, karena baru pertama kali saya temukan seorang pejabat yang rendah hati dan tidak membedakan antar orang kaya dan miskin. Jadi saya benar-benar terharu kalau mengingat kejadian itu”, ungkap Sandy.
Lain Sandy lain juga dengan cerita salah seorang petugas di Puskemas Kecamatan Bayan yang mengaku pernah bersama-sama ke Jakarta dalam satu pesawat dengan wabup KLU, dan hanya beda tujuan. Setelah sampai di Jakarta, petugas Pukesmas yang enggan menyebut jati dirinya itu mengaku sudah dijemput oleh keluarganya di Bandara Soekarno Hatta. Namun sebelum sampai diluar bandara, H. Najmul Akhyar mengajak dirinya serta penjemputnya terlebih dahulu makan di restoran Bandara. “Saat itu beliau memesan tiga piring nasi dan membawanya kehadapan kami. Setelah usai makan, saya ceritakan kepada keluarga yang menjemput, kalau yang memesan dan membawakan nasi itu adalah wabup KLU. Dan keluarga itu kontan terkejut dan seolah-olah tidak percaya kalau itu wabup”, tutur petugas Puskemas tersebut.
Mahsun Hidayat yang mengaku beberapa kali mendampingi wabup KLU mengatakan, pada suatu hari dirinya penah mendampingi beliau sarapan pagi dikediamannya dan sedikit member petuah bahwa manusia itu tidak boleh dibeda-bedakan, ia menyampaikan dirinya juga merupakan masyarakat biasa yang sama seperti masyarakat lainnya.
Putera asli Kabupaten Lombok Utara ini terlahir dan ditakdirkan untuk bisa mengayomi masyarakat Lombok Utara. Najmul Akhyar sendiri putra kelahiran Menggala, 14 Juni 1972 yang juga berkiprah sebagai seorang pendidik sekaligus Pendiri Yayasan  Hidayaturrahman NW Menggala.
Ditengah padatnya agenda sebagai seorang da'i dan politisi tidak menjadi penghalang dirinya untuk dekat dengan masyarakat. Amanah yang diembannya sebagai Wakil Bupati dianggapnya sebagai titipan Allah dan masyarakat KLU.  Selain sederhana, Ia juga sosok pemimpin yang cerdas sehingga tidak salah jika ia mendapat penghargaan Best Fifure In Goverment A Word.
Sebagai sosok pemimpin idaman, tidak lahir begitu saja, namun dari sejak mengenyam pendidikan Sekolah  dan memasuki perguruan tinggi Najmul Akhyar pernah memegang posisi strategis dalam sebuah organisasi siswa dan kemahasiswaan.
Organisasi yang pernah ia pegang di antaranya adalah sebagai Ketua Osis SMP NW Pancor Lombok Timur, Ketua Osis SMA NW Pancor Lombok Timur, memegang jabatan sebagai Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum UNRAM, Sekjen Lembaga Dakwah Kampus Babul Hikmah UNRAM, Ketua dan Pendiri LDK Tasammuh Fakultas Hukum UNRAM, Ketua HMI Komisariat Fakultas Hukum UNRAM, Ketua Cabang Himmah NWMataram, Sekjen dan Pendiri Himpunan Aktifis Mahasiswa Muslim Mataram, Ketua Bidang Advokasi PWNW NTB Mataram, Wakil Ketua Pengurus Daerah NW Lombok Barat, Ketua Umum Pengurus Daerah NW Lombok Utara, Wakil Ketua Komite Pembentukan Kabupaten Lombok Utara, Sekretaris Umum Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Lombok Utara hingga menjadi Ketua DPD PKS KLU meskipun pada akhirnya ia mengundurkan diri. Najmul Akhyar juga diamanahkan sebagai Sekjen FORKASI ( Forum Komunikasi Kabupaten Kota Seluruh Indonesia ) dan kini ia menjadi Wakil Bupati Lombok Utara.
Masyarakat NTB pada umumnya dan Khususnya masyarakat Lombok Utara mengenal  Wakil Bupati Lombok Utara, Tuan Guru H.Najmul Akhyar sebagai seorang Pendidik, Juru Dakwah dan Politisi. Kiprahnya sebagai seorang Da'i sudah diawalinya sejak ia menimba ilmu di madrasah Nadhatul Wathan hingga ia menjadi seorang mahasiswa di Universitas Mataram dengan aktif di Lembaga Dakwah Kampus dan berbagai Organisasi Islam Kemahasiswaan.
Hingga sekarang Kiprahnya sebagai seorang Da'i atau Juru Dakwah dikenal kalangan masyarakat Luas di Lombok Utara. Selain di kenal dikalangan Masyarakat NTB dan Lombok Utara H.Najmul Akhyar juga di kenal di Mata International,sehingga tidak heran bagi kita bahwa ia pernah menjadi Juru Dakwah atau memeberikan siraman Rohani di  Masjid al-Mawaddah Singapura.
Selain menjadi seorang Juru Dakwah Wakil Bupati Lombok Utara ini adalah seorang politisi yang sukses meniti karirnya di dunia politik, hingga akhirnya mengantarkan dirinya sebagai Wakil Bupati Lombok Uatara. Keberadaannya sebagai seorang Pendidik, Juru Dakwah dan Politisi bahkan pernah menjadi konsumsi Publik di Media Massa Lokal NTB. Dengan topik mengenal lebih dekat tokoh tokoh Agama Islam di NTB.  (ari dari berbagai sumber)
Selengkapnya... »»  

Sopir Keluhkan Pedagang Memadati Sebagian Badan Jalan

Lombok Utara  - Para pedagang setiap pagi kamis di pasar umum Ancak Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan yang memadati sebagian badan jalan menuju obyek wisata Senaru dan Bayan, kini kembali dikeluhkan para sopir dan pengendara sepeda motor.  Pasalnya setiap hari pasaran di Ancak selalu terjadi kemacetan, sementara petugas pasar dinilai hanya biasa memungut retribusi tanpa mampu mengatur para pedagang.
“Ini kan jalan menuju obyek wisata yang banyak dilalui kendaraan yang mengantar tamu baik lokal ataupun mancanegara, yang seharusnya pemerintah dalam hal ini petugas pasar dan petugas Dinas Perhubungan, bisa mengatur para pedagang yang berjualan dipinggir jalan,agar arus lalu lintas berjalan normal.”, kata Ruby, salah seorang sopir yang hampir setiap hari mengantar tamu ke wisata Senaru.
Persoalan tersebut ditambah lagi dengan berserakannya sampah-sampah yang dibuang para pedagang secara sembarangan, sementara petugas kebersihan setelah pasaran usai belum diatur secara maksimal. “Kalau kita lihat jarak lokasi pasar dengan jalan raya cukup jauh yaitu ratusan meter, dan sebagian pedagang bisa diarahkan masuk. Tapi karena tidak diatur, sehingga para pedagang menutupi sebagian badan jalan yang cukup mengganggu kelancaran lalu lintas”, kata Lalu Sudarsah, salah seorang pengedara sepeda motor.
Menurut Sudarsah, kemacetan seperti ini tidak seharusnya terjadi dijalur obyek wisata Senaru dan Bayan, jika para pedagang benar-benar diatur oleh petugas.Demikian juga petugas yang mengatur arus lalu lintas yang kadang-kadang sering terlambat datang ke lokasi pasar mingguan ini. “Saya lihat petugas yang mengatur lalu lintas dari Dishub juga sering terlambat sehingga  kemacetan tak terelakkan membuat puluhan sopir yang mengantar tamu mengelukan kondisi jalan ini”, kata Sudarsah.
Pantauan media ini menunjukkan, pada setiap hari pasaran di Ancak selalu terjadi kemacetan, akibat ulah sebagian pedagang yang berjualan di sebagian badan jalan. Sementara petugas pasar tampaknya hanya bisa memungut retribusi tanpa mampu mengatur para pedagang yang berjualan.
Demikian juga persoalan sampah yang setiap selesai pasaran selalu berserakan di sepanjang jalan. Karenanya warga berharap kepada pemerintah KLU, agar melakukan penertiban kepada para pedagang pada setiap hari kamis, karena mengingat jalan tersebut merupakan jalan obyek wisata Senaru dan Bayan.
Kades Karang Bajo Kertamalip ketika dimintai pendapatnya mengaku, penertiban para pedagang setiap hari pasaran merupakan ranah Pemda KLU untuk mengaturnya, karena lokasi pasar itu sendiri berada sekitar 100 meter lebih dari jalan raya.
“Kita harap Pemda yang dalam hal ini Dispenda KLU untuk melakukan penertiban, demikian juga dengan sampah yang berserakan setelah usai pasaran, perlu dibersihkan, lebih-lebih banyak pedagang yang menjajakan dagangannya didepan masjid jamik Al-Fatah yang membuang sampah secara sembarangan, jadi perlu dibersihkan”,tegasnya.
Selengkapnya... »»  

Peringati HKG, PKK KLU Gelar Lomba

Lombok Utara - Berbagai lomba diadakan dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) ke-43. Di antaranya penilaian administrasi PKK di Desa Sukadana, Hatinya PKK di Desa Senaru, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)  di Desa Anyar, dan Kelompok Usaha Peningkatan Pemberdayaan Keluarga (UP2K) di Desa Bayan.

Demikian disampaikan ketua Tim Penggerak PKK KLU, Rohani, QH.S.Pd. ketika membuka lomba di aula kantor camat Bayan, 1/9. Menurutnya, tujuan peringatan ini, di antaranya memberdayakan dan meningkatkan motivasi dan kesadaran kader PKK.  “Peringatan HKG PKK yang dilakukan bukan untuk kemeriahan sesaat. Namun lebih memberikan makna dan ungkapan syukur atas kiprah dan karya nyata gerakan PKK KLU selama ini”, jelasnya.
Dikatakan, dengan dilaksanakan beragam lomba menjadi ajang kreasi dan inovasi para peserta. Selain memberi manfaat dan nilai positif terhadap pentingnya peran aktif perempuan dalam keikutsertaan memajukan pembangunan daerah.
"Kegiatan seperti ini memberikan motivasi dan semangat bagi kader PKK agar tetap terus giat melaksanakan tugas dan fungsinya yang utama yaitu memberdayakan dan menyejahterakan keluarga," kata Rohani.
Rohani mengaku, penilaian lomba PKK dilakukan d 5 kecamatan di KLU yang hasil penilaian dan pemenangnya akan diumumkan setelah semuanya selesai dinilai dan berhak mengikuti lomba PKK tingkat provinsi NTB. “Dan yang menang akan dibina selama 2 minggu untuk mengikuti lomba tingkat provinsi. Dan kita berharap dengan lomba ini dapat mewujudkan pembiasaan bagi PKK desa dan kecamatan untuk mencatat semua kegiatannya”, jelas istri wabup KLU ini.
Sementara camat Bayan yang diwakili Sekcam Bayan, Suaidi, S.Sos ketika menerima tim penilai lomba mengatakan, lomba PKK yang digelar dalam rangka HKG ke 43, dapat memajukan pembangunan di KLU terutama dibidang kesehatan dan kesejahteraan keluarga. “Ibu-ibu Tim Penggerak PKK dapat memotivasi lingkungan keluarga agar peka menangkap permasalahan sosial dan dapat meningkatkan derajat kesehatan keluarga”,  pungkasnya.

Selengkapnya... »»