Jumat, 18 April 2014

Golkar Raih Suara Tertinggi di Kecamatan Bayan

Lombok Utara - Hasil pleno rekapitulasi perolehan suara pada Pileg 2014, yang digelar Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) 16/4 lalu,  di aula kantor camat Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Partai Golkar memperoleh suara tertinggi yaitu 5226 suara.

Sementara prolehan suara pencoblosan nama dari partai berlambang pohon beringin ini adalah Mariadi, S.Ag, 2345 suara, disusul caleh nomor urut 4, Raden Nyakradi, 1019 suara dan H. Armiyoto, S.Sos, caleg nomor 2 mendapat 990 suara.

Perolehan suara tertinggi ke dua adalah Partai Demokrat dengan 4528 suara. Dan yang unggul dalam pencoblosan nama adalah caleg nomor 6, Kardi, A,Ma dengan 1128, disusul Raden Akria Buana, 735 suara dan Denda Sri Ratna juita, 640 suara.

Suara tertinggi ke tiga adalah Partai Hanura dengan 2878 suara, disusul Partai Nasdem, 2238 suara dan Partai Gerindara, 2201 suara serta PDIP dan PAN masing-masing mendapat 2176  dan 1942  suara.

Perolehan suara masing-masing partai di Dapil III Kecamatan Bayan antara lain, Partai Nasdem 2238 suara, PKB, 1380 suara, PKS, 430, PDIP 2176 suara,  Golkar, 5226, Gerindra, 2201, Demokrat, 4528 suara, PAN 1942, PPP 1376 suara, Hanura 2878, PBB 573 dan PKPI 1636 suara.

Sedangkan jumlah pemilih di Kecamatan Bayan 32765 orang, dan menggunakan hak pilihnya baik dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Khsusu (DPK) serta Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb) adalah 27631 pemilih.  Dari jumlah tersebut, suara sah 26604 suara dan tidak sah 1027 suara.

Dan jika dilihat hasil perolehan suara tersebut, dapat dipastikan bahwa yang akal lolos ke kursi dewan tingkat II Lombok Utara adalah, Mariadi, S.Ag dari Golkar, Ramedi dari Hanura, Raden Sugeti, S.Sos dari Partai Nasdem, Nasrudin dari Gerindra, LM. Zaki dari PDIP, Kardi dari Demokrat. Sementara satu kursi lainnya diprediksi masih diperebutkan antara Partai Golkar dengan PAN.  Karena jika dua kursi untuk Golkar, maka dipastikan akan naik Raden Nyakradi. Tapi jika satu kursi itu direbut oleh PAN maka yang bakal naik adalah Ruhaeman.

Selengkapnya... »»  

Minggu, 23 Maret 2014

SMK Kesehatan Hamzar Akan Praktek di Puskesmas

Sekolah Menengah Kesehatan Hamzar Bayan Kabupaten Lombok Utara, mulai Mei mendatang akan melakukan praktek di dua Puskesmas Kecamatan Bayan yaitu Puskesmas Anyar dan Puskesmas Desa Senaru.

Kegiatan praktek tersebut dilakukan setelah ditandatanganinya MOU antara Dinas Kesehatan Lombok Utara dengan dua Kepala Puskesmas yang ada di Kecamatan Bayan.

Kepala SMK Kesehatan Hamzar Bayan, Rusman Hadi, S.Kep, dalam pertemuan dengan wali siswa 22/3 di komplek Perguruan Yayasan Maraqitta’limat Desa Anyar mengatakan, para siswa yang akan praktek sudah dibekali materi, skill dan legalitas praktek.

“Kami sudah bekali para siswa skil dalam perawatan seperti praktek tensi, bahkan sudah diturunkan ke warga masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara gratis. Jadi soal skill sudah tidak perlu diragukan lagi kendati para siswanya baru kelas I”, katanya.

Sementara ketua Komite SMK Kesehatan hamzar Bayan, Muslihin, S.Sos dalam kesempatan tersebut mengaku, proses pengurusan  perijinan SMK Kesehatan cukup panjang. Namun para pengelola tidak pernah mengenal lelah hingga ijin oprasionalnya keluar serta MOU nya ditandatangi oleh kepala Dikes KLU.

“Wali murid tidak perlu ragu lagi terhadap SMK Kesehatan Hamzar, karena legalitasnya sudah resmi, dan ini semua patut kita syukuri”, tegasnya.
Selengkapnya... »»  

Kaum Perempuan Masih Tertinggal Dibanding Laki-Laki

Sekertaris Daerah KLU, Drs. H. Suardi dalam Sosialisasi Pembinaan Perempuan Se-Kabupaten Lombok Utara (KLU) Selasa (18/3) di Tanjung mengatakan,  kuaitas kaum perempuan masih banyak tertinggal dibanding laki-laki.Ini dikarenakan akses mereka dalam berpartisipasi maksimal untuk mengisi proses pembangunan relatif lebih kecil ketimbang laki-laki.

Mencoloknya perbedaan peran perempuan, lanjut Suardi, bukan hanya terjadi dalam lingkup domestik, tapi juga pada banyak kebijakan, program, proyek dan kegiatan pembangunan daerah yang belum berperspektif gender atau responsif gender.

Kesenjangan juga terjadi pada penguatan dan peningkatan kapasitas kelembagaan. Kata Suardi, selain isu gender, banyak pula ditemukan rendahnya pemahaman gender di tingkat pengambilan keputusan, baik di lembaga eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

Sejalan dengan upaya pemberdayaan perempuan dan pembangunan berwawasan gender, Pemda KLU akan terus berupaya mengapresiasi dan memberikan kesempatan kepada kaum perempuan untuk terlibat aktif dalam mendukung pembangunan di KLU.

Kabag Kesra Pemkab KLU, Muhammad, S.Pd, mengungkapkan, salah satu program unggulan instansinya adalah meningkatkan pelaksanaan pembangunan renspons gender melalui strategi dan arah kebijakan pembangunan properempuan dan perlindungan anak.

Menurut Muhammad, ada beberapa kebijakan yang tercantum dalam PUG Pemerintah Daerah KLU, diantaranya bidang ekonomi, bidang ketenagakerjaan, bidang koperasi UMKM, industri dan perdagangan, bidang pertanian, perikanan, peternakan, kelautan dan agribisnis, bidang Iptek serta bidang infrastruktur.
Selengkapnya... »»  

Komnas Perempuan Prihatin Masih Terjadi Kekerasan Dalam Kelompok Tertentu

Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) perempuan mengaku prihatin  masih terjadinya kekerasan terhadap kelompok-kelompok agama, seperti Syi’ah, Ahmadiyah dan kelompok agama lainnya. Padahal hak untuk kebebasan  beribadah sudah dilindungi undang-undang.

“Setiap warga Negara memiliki hak untuk hidup dan hak menjalankan ibdah sesuai denga keyakinannya karena ini sudah dijamin dalam konstitusional, termasuk hak warga Ahmadiyah dalam pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP)”, kata Komnas HAM Perempuan, DR. Kunthi Tri Dewi Yanti, ketika berkunjung ke Balai Pusaka Sebaya Tanta Gubug Adat Karang Bajo Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, 21/3.

Menurut Dewi, Apa yang dialami oleh warga Ahmadiyah yang masih mengungsi di Transito tersebut, Komnas Perempuan akan tetap memperjuangkan untuk mendapatkan hak-haknya, seperti pembuatan KTP, buku akte nikah dan hak lainnya. “Karena mereka tidak mendapat KTP sehingga hak-haknya seperti memperoleh raskin tidak diberikan”, jelasnya.

Terkait dengan kunjungannya ke Karang Bajo, Dewi mengaku selan bersilaturrahmi dengan masyarakat adat juga  ingin belajar dan mencoba untuk mendokumentasikan apa yang dilakukan leh masyarakat adat. “Masyarakat dan hukum adat sudah ada sejak dulu, namun hukum adatnya tidak berkembang. Dan untuk mendokumenasikan semua itu akan dikirim kelompok penghayat, karena kelompok ini memiliki cara tersendiri dalam melakukan pendokumentasian”, katanya.

Kunjungan rombongan  Komnas Ham Perempuan ke Balai Pusaka Sebaya Tanta disambut langsung oleh Kades Karang Bajo, Kertamalip, ketua dan sekertaris Pranata Adat, Rianom, S.Sos dan Renadi S.Pd serta beberapa tokoh muda setempat.

Selengkapnya... »»  

Kamis, 06 Maret 2014

Yayasan Karya Lotara Tampung Siswa Miskin

Lombok Utara - Karya Lotara merupakan sebuah yayasan yang bergerak dibidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Yayasan yang berdiri sejak tahun 2013  di Dusun Temuan Sari Desa Akar-Akar Kecamatan Bayan ini berawal dari keprihatinan seorang warga yang bernama Amaq Karyanto (60) yang melihat banyak anak tamatan SD dan Madasrah Ibtidaiyah (MI) dan luluasan SLTP yang tidak dapat melanjutkan studinya ke janjang yang lebih tinggi, karena jarak sekolah dari tempat tinggalnya puluhan kilo meter.

Kondisi ini diperparah lagi dengan jalan yang berlubang karena belum diaspal. “Puluhan anak tamatan SD/MI tidak dapat melanjutkan studinya ke SLTP karena jarak sekolah terdekat sampai 7 km dari Temuan Sari. Demikian juga yang tamat SLTP tidak dapat melanjutkan studinya ke SLTA karena ketiadaan biaya. Kondisi memprihatinkan inilah yang membuat saya mewaqafkan tanah milik sebagai tempat mendirikan SMP dan SMA Yayasan Karya Lotara”, kata Amaq Karyanto.

Hal ini juga diakui oleh ketua yayasan Karya Lotara, Agus Karyanto, S.Sos, seperti yang diungkapkan pada acara peletakan batu pertama pembangunan dua ruang belajar untuk SMP dan SMA pada 6/3. Menurutnya, jarak SMP Negeri yang terdekat dari kampung penduduk 7 Km, sehingga banyak anak tamatan SD/MI yang dapat melanjutkan studinya dan berakhir pada drop out alias putus sekolah. Sementara bagi anak-anak yang melanjutkan ke SMP, setelah tamat juga tidak mampu meneruskan pendidikannya ke SMA, karena jarak SMAN terdekat sampai 15 km.

“Memang ada beberapa anak yang melanjutkan sekolah ke SMA, namun setelah bisa masuk mereka rata-rata minta dibelikan sepeda motor karena tidak kuat berjalan kaki, sementara kehidupan orang tuanya rata-rata petani yang hanya panen sekali setahun, sehingga lebih banyak anak-anak memilih berhenti karena kost  atau biaya pendidikannya cukup tinggi”, katanya.

SMP dan SMA Yayasan Karya Lotara, lanjut Agus dibuka pada tahun pelajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa SMP 26 orang dan siswa SMA 25 orang yang dididik oleh 17 tenaga pengajar yang mengharapkan HONDA (Honor Dari Allah). “Sebelum bangunan ini selesai para siswa belajar di gedung madrasah ibtidaiyah yang tidak jauh dari lokasi pembangunan ini”, jelasnya.

Pada awal berdirinya kedua lembaga pendidikan ini, sambung Agus, para guru masuk kampung mencari siswa baru. Dan setiap orang tua yang memiliki anak yang tamat SD/MI dan yang tamatan SMP yang tidak mampu melanjutkan studinya ketika ditawari masuk sekolah rata-rata menjawab tidak mampu membayar biaya sekolah. Namun setelah dijelaskan, bahwa kedua lembaga pendidikan ini tidak memunngut biaya sepeserpun kepada siswa, barulah para rang tua mau memasukkan anaknya sekolah.

“Kedua lembaga pendidikan dibawah naungan Yayasan Karya Lotara ini menggartiskan semua siswa, bahkan dua ruang kelas yang dibangun sekarang ini adalah murni dari hibah ayah kami, Amak Karyanto termasuk tanah seluas 40 are”, kata Agus.

Terkait soal pendidikan, menurut Agus itu bukan semata-mata tanggungjawab pemerintah akan tetapi adalah tanggungjawab kita bersama sebagai anak bangsa. “Jadi sekolah ini bukan sebagai tandingan sekolah setingkat SLTP dan SLTA, akan tetapi bagaimana kita memudahkan akses pendidikan untuk masyarakat. Dan sumber siswa sekolah ini ada di 7 dusun yang jauh dari pusat kota desa”, tegasnya.

Sementara camat Bayan, Sahti, MPd dalam kesempatan peletakan batu pertama memberikan apresiasi kepada ketua yayasan Karya Lotara yang peduli akan pendidikan bagi warga yang jauh dari pusat kota. “Saya mengapresiasi kepada pengurus yayasan ini, karena telah berjuang bersama masyarakat untuk mendirikan SMP dan SMA sebagai tempat menampung para siswa yang kurang mampu, dan ini merupakan perbuatan yang sangat mulia”, katanya.

Sedangan Bupati KLU, H. Djohan Sjamsu yang diwakili Kabag Kepegawean Setda KLU, Tutik Hidayati, SIP dalam sambutannya minta kepada para siswa SMP dan SMA untuk belajar dengan tekun hingga ke perguruan tinggi. “Saya minta kepada para siswa jangan sampai putus sekolah, dan hindari nikah dini. Demikian juga kepara para petugas KUA dan tokog masyarakat jangan sampai manupulasi usia dalam pernikahan, biarkanlah anak-anak ini untuk terus belajar”, pintanya.

Diakhir acara, ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Bayan, Rizal Bapadal, SPd menyerahkan bantuan 40 stel pakaian kepada siswa-siswi SMP Karya Lotara yang dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung SMP dan SMA yayasan Karya Lotara.

Selengkapnya... »»  

Kamis, 27 Februari 2014

Kades Karag Bajo Ikuti Workshop di Jakarta

Jakarta - Kepala Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara Provinsi NTB, Kertamalip mendapat mandat dari ACCESS NTB untuk mengikuti Workshop Nasional Pengelolaan dan Pemampaatan Database Partisipatif Sebagai Pendukung Repormasi Perencanaan dan Penganggaran Desa Pasca Pengesahan UU Desa di Cemara Hotel Jakarta 26/2/14.

COMBINE Resource Institution (Combine) pada tahun 2013 bersama ACCESS, mengembangkan SAID/K (Sistem Administrasi dan Informasi Desa/Kelurahan) di 20 kabupaten wilayah kerja ACCESS. Database partisipatif menjadi modal dasar dalam pengembangan peta sosial ekonomi interaktif dan SAID/K yang kemudian diharapkan dapat mendorong terealisasinya pembangunan desa seperti yang dinafaskan dalam UU Desa No 6 tahun 2014 yang juga berimbas untuk mengurai kemiskinan ditingkat yang paling bawah, yaitu desa.

Berdasarkan hal di atas, Combine bekerja sama dengan ACCESS bermaksud mempertemukan desa-desa pengembang pendataan partisipatif, pemetaan interaktif dan SAID/K yang tersebar dari Jawa dan wilayah timur Indonesia (khususnya NTT, NTB, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara yang merupakan wilayah kerja ACCESS) serta pemerintah daerah dan pusat dalam sebuah workshop nasional yang bertajuk “Pengelolaan dan Pemanfaatan Database Partispatif Sebagai Pendukung Reformasi Perencanaan dan Penganggaran Desa Pasca Pengesahan UU Desa.  Rangkaian acara ini diselenggarakan selama dua hari yaitu Kamis dan Jumat, 27 dan 28 Februari 2014 di Grand Cemara Hotel Jl. Wahid Hasyim no 69, Jakarta 10350.

Tahun 2013 lalu ditutup dengan kemenangan desa dengan disahkannya UU Desa, pada 18 Desember lalu. Pengesahan RUU ini memberikan secercah harapan baru pada desa karena dapat menjadi peluang mereformasi strategi pembangunan. Ide besarnya adalah, bagaimana transformasi pembangunan desa berbasis dan berorientasi kebutuhan dari masyarakat desa.

Tahapan penting berikutnya adalah pengawalan atas produk hukum UU Desa ini, terutama dalam rangka menyiapkan terbitnya peraturan pemerintah (PP) sebagai turunan normatif agar sesuai arah UU, yang diharapkan menjadi agenda bersama para pihak yang ingin mendorong kemajuan desa di Indonesia. Setidaknya ada tiga poin yang sangat krusial untuk dikawal, yaitu:
1.    Model perencanaan pembangunan desa yang berbasis data desa, yang memenuhi prinsip partisipatif dan memperkuat peran desa dalam kebijakan strategis.

2.    Pengelolaan aset dan tata kelola keuangan desa, agar memenuhi kaidah transparansi dan akuntabel agar bermanfaar bagi masyarakat desa.

3.    Penguatan kapasitas sumberdaya manusia, baik perangkat desa maupun masyarakat dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan desa.

Secara substansial, beberapa hal diatas perlu untuk dikupas, dikaji serta disiapkan desain dan implementasinya untuk memastikan agar UU Desa dan PP sejalan, serta dapat operasional dalam level teknis.

Sebagaimana diketahui, meskipun upaya pembenahan strategi selama ini telah dilakukan dengan penyelenggaraan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) dari tingkat dusun sampai desa serta kecamatan untuk masuk kabupaten, namun dalam pelaksanaannya partisipasi masyarakat masih sangat terbatas. Pengalaman lama yang “tidak berhasil” dalam perencanaan dan penganggaran desa, menjadi pelajaran berharga. Setidaknya dengan adanya UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa akan mengoreksi dan menjawab tantangan tersebut.

Sebagai catatan refleksi, minimnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan pembangunan tersebut kenyataannya tidak lepas dari akses dan pemahaman masyarakat terhadap data, baik tantangan maupun potensinya. Ketiadaan akses dan pengetahuan untuk memahami data dan informasi tersebut sesungguhnya dapat diakomodasi dengan membangun database yang partisipatif dan interaktif. Hanya melalui perbaikan sistem dan mekanisme perencanaan yang berangkat dari data lokal maka tata kelola aset dan keuangan desa dapat dibenahi. Berangkat dari database desa tersebut pula, perencanaan di tingkat kawasan dan kabupaten/kota dapat terkelola secara terpadu.

Hal tersebut setidaknya yang diyakini oleh ACCESS ketika mengembangkan data base partisipatif dan pemetaan sosial ekonomi interaktif. Dan kemudian kembali dikembangkan bersama CRI (Combine Resource Institution) dengan SAID (Sistem Administrasi dan Informasi Desa) . Hingga saat ini SAID telah dikembangkan dan diterapkan di 20 kabupaten yang tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan  yang dilatihkan kepada aparat desa/kelurahan dan fasilitator desa/Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM).

Data base partisipatif, peta sosial ekonomi interaktif dan SAID adalah sebagian dari instrumen perencanaan yang dapat mendorong terealisasinya pembangunan desa seperti yang dinafaskan dalam UU Desa no 6 tahun 2014. Keragu-raguan atas kapasitas desa dalam mengelola potensi dan sumber dana yang masuk akan terkikis dengan kesiapan desa menguasai instrumen-instrumen perencanaan yang ada. Oleh karena itu diskusi dan diseminasi pemaparan instrumen perencanaan, seperti data base partisipatif,  peta sosial ekonomi interaktif dan SAID, menjadi penting untuk dilakukan bersama-sama koalisi masyarakat sipil pendukung desa.

Kegiatan workshop ini tentu akan berupaya menjawab tantangan dan kesempatan penyiapan kapasitas desa pasca pengesahan UU Desa tersebut, yang nantinya dapat tercermin dalam PP sebagai turunan operasional. Komitmen, serta perspektif pemberdayaan dan penguatan partisipasi desa dalam pembangunan dalam desain implemeTujuan Umum
Terbangunnya kesepahaman antara pemerintah pusat, pemerintah daerah serta desa, tentang penting dan manfaat database partisipatif.

Tujuan Khusus

1.    Terbangunnya forum untuk berbagi pengetahuan dalam mengembangkan database partisipatif, peta sosial ekonomi interaktif dan Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID) dalam mendukung pembangunan desa, penanggulangan kemiskinan dan pelayanan administrasi warga.

2.    Pemerintah pusat dan daerah, serta desa memperoleh gambaran tentang kesiapan berbagai pihak dalam mengimplementasikan UU desa.

3.    Pemerintah daerah serta desa mendapatkan bahan-bahan penting sebagai penyiapan substansi PP turunan UU Desa berkenaan dengan pengelolaan data base dan informasi desa bagi team penyusun PP.

4.    Terbangun kesepahaman antar pihak, komunitasi UU Desa

5.    Adanya dukungan terhadap pengembangan Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID) sebagai penopang pelaksanan pembangunan berbasis perencanaan dan pelaksanaan UU Desa.

Hasil

1.    Pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa/ kelurahan beserta masyarakat desa/kelurahan memahami dan mulai terbiasa dengan data dan informasi yang terkait pembangunan yang ada di lingkungannya

2.    Partisipasi masyarakat dalam pendataan partisipatif, pemetaan sosial ekonomi interaktif dan informasi pembangunan menjadi sebuah sistem dalam proses pembangunan yang terencana dan layanan publik prima bagi penduduk desa/kelurahan

3.    Pelembagaan partisipasi dan penguatan sistem perencanaan yang transparan dan akuntabel serta bertumpu pada kebutuhan dan pemanfaatan aset desa untuk kemakmuran warga.

Yang hadir pada acara Workshop Nasional merupakan perwakilan dari unsur Pemerintah Kabupaten/kota, pemerintah desa/kelurahan serta mitra lokal di wilayah kerja ACCESS, Pemerintah Pusat (PMD, Bappenas, BPS), perwakilan pelaku program lain yang terkait (LOGICA, PNPM, SAPA), serta perwakilan lembaga donor (DFAT, PSF, dll). Seluruh partisipan berjumlah 77 orang (SK/22-0005)

Selengkapnya... »»  

Rabu, 19 Februari 2014

Pengurus AMAN Dari 19 Provinsi Kunjungi Karang Bajo

Lombok Utara - Pengurus Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dari 19 provinsi, 19-24 Februari berkunjung ke Balai Pusaka Sebaya Tanta Gubug Adat Karang Bajo Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.

Para tamu yang berjumlah 45 orang ini selama berada di Karang Bajo diinapkan di rumah warga setempat yang tujuannya untuk belajar  penyusunan Rencana Aksi Percepatan Pemetaan Partisipatif Wilayah Adat Karang Bajo.

Pengurus Wilayah AMAN dari Menado Provinsi Sulauwesi Utara, Samual Angko, mengatakan kedatangan rombongan AMAN ke Lombok Utara, yaitu ke Desa Gili Indah dan Desa Karang Bajo selama 9 hari, untuk belajar   Pemetaan Partisipatif dan kebijakan tata ruang dengan sumber  Kasmita Widodo dan Rahmat Sulaiman.

Sementara pesertanya terdiri dari  pengurus wilayah AMAN Sumatra Utara, Jambi, Riau, Bengkulu, Tano Batak, Jawa bagian Barat, Sulawesi Selatan, Tana Luwu, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Bunga, Maluku, Maluku Utara, Sumatra Selatan dan Nusa Tenggara Barat.

Kades Karang Bajo, Kertamalip ketika menyambut kedatangan rombongan mengatakan, tujuan kunjungan ini untuk menyusun tata ruang  wilayah Adat Karang  Bajo Kecamatan Bayan  secara rinci tentang kondisi ril tempat tempat pelaksanaan ritual adat baik di dalam kampu Karang bajo, wilayah Desa karang  Bajo sampai  lintas Desa Wet Kepembekelan Karang bajo  seperti Rumah  tradisional Senaru Desa Senaru, Pawang bangket Bayan Desa Bayan dan Pawang Gedeng Lauk Desa Loloan.

"Peserta pelatihan yang sebanyak 45 orang dari tokoh masyarakat adat seluruh Indonesia  ini akan menginap di rumah warga selama 5 hari jadi makan dan minum selama pelatihan di tanggung oleh tuan rumah tempat menginap, sedangkan untuk makan siang di tanggung oleh panitia", jelasnya.

PW AMAN NTB Dosi sutikno, mengatakan, kegiatan ini di laksanakan untuk memastikan proses kegiatan yang lebih cepat dan lebih baik, maka perlu di lakukan rapat kerja guna penyusunan rencana aksi percepatan pemetaan partisipatif dan registrasi wilayah adat, serta pelatihan perencanaan partisipatif wilayah adat Karang Bajo.
Selengkapnya... »»  

Kepala Dikes KLU Tandatangani MOU Dengan Yamtia

Lombok Utara - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, dr. H. Beny Nugroho, S didampingi Sekdis Dikbudpora, Adenan MPd, 15/2 menandatangani MOU kerjasama dengan pimpinan Yayasan Maraqitta’limat (Yamtia) provinsi NTB.

Penandatanganan MOU tersebut terkait dengan keberadaan SMK Kesehatan Hamzar Bayan Lombok Utara yang membuka prodi Keperawatan yang penandatangannya sendiri dilakukan didepan para siswa-siswi yang disaksikan Kepala SMK Kesehatan Hamzar, Rusman Hadi, S.Kep, para guru dan pengurus komite.

Sekdis Dikbudpora KLU, Adenan dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa SMK Hamzar merupakan satu-satunya SMK Kesehatan yang membuka prodi keperawatan di KLU dan sudah mulai menunjukkan kemajuan, lebih-lebih dengan ditandanganinya MOU kerjasama antar pimpinan Yamtia  NTB. “Dan apa yang dibutuhkan kami siap membantu yang pentng terus menerus melakukan koordinasi”, katanya.

Dikatakan, para siswa-dan siswi serta wali murid tidak perlu ragu terhadap SMK Kesehatan Hamzar, karena sekolah ini sudah memilki izin resmi dari pemerintah termasuk telah menjalin kerjasama dengan Dinas Kesehatan Lombok Utara. “Sekolah yang maju harun menjalin kerjasama dengan semua lini termasuk dengan Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas dan lainnya”, tegasnya.

Sementara Kepala Dikes KLU, dr. H.Beny Nugroho, S dalam kesempatan tersebut mengatakan, penandatanganan MOU ini sebagai salah satu bentuk kesepakatan unuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di KLU khususnya dibidang kesehatan. Dan sejarah mencatat bahwa siswa SMK Kesehatan Hamzar yang pertama ini merupakan siawa pembuka yang akan mendapat ijazah nantinya.  “Saya harap dalam menuntut ilmu  jangan cukup sekolah sampai disini, tapi juga sampai perguruan tinggi karena di KLU masih banyak membutuhkan tenaga keperawatan”, katanya.

Disisi lain, Benny minta kepada para siswa untuk tidak mengejar menjadi PNS, akan tetapi bagaimana membuka peluang lapangan kerja. “Dan jika siswa SMK Kesehatan Hamzar ini sudah lulus kemudian tidak mampu melanjutkan studinya, maka kami siap akan memberikan pekerjaan yang penting professional dan bagaimana berkarya dan tidak berhenti belajar, karena belajar itu adalah investasi yang paling mahal harganya”, jelasnya.

Di KLU sendiri, lanjut Benyy, pada awal pemekaran hanya memiliki 2 unit Puskesmas, namun dalam waktu lima tahun setelah mekar kini sudah berdiri 5 unit Puskesmas dan satu RSUD. Ini semua dilakukan untuk memenuhi permintaan masyarakat dan untuk meningkatkan derajat kesehatan warga KLU.
Selengkapnya... »»  

Kakek Dan Nenek Usia Ratusan Tahun Menikah

Lombok Utara - Kalau muda mudi jatuh cinta kemudian menikah itu adalah biasa, tapi jika kakek dan nenek yang sudah berusia ratusan tahun yang jatuh cinta yang dilanjutkan ke jenjang pernikahan itu sangat luar biasa. Tapi yang namanya jodoh tak kan lari kemana, karena rizki, jodoh dan maut adalah rahasia Tuhan Yang Maha Kuasa.

Inilah yang terjadi di Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara dimana seorang nenek yang sudah berusia sekitar 104 tahun yang bernama Inaq Piah yang sudah memiliki 3 anak dengan 13 cucu dan 6 cicit ini mengakhiri masa jandanya setelah menemukan jodohnya  seorang kakek berstatus duda yang berusia ratusan tahun menikah pada 17 Februari 2014.

Memang sebagian ada yang mencemohkan, tapi apa hendak dikata kalau memang jodoh tak kan lari kemana-mana. Inilah barangkali yang pas untuk mentamsilkan dua kakek-nenek ini setelah lama kesepian. Inaq Piah memang hdup sendiri di sebuah rumah miliknya di Dusun Sambik Elen I Desa Sambik Elen, sementara ketiga anaknya dan cucunya sebagian besar sudah berkeluarga. Demikian juga dengan kehidupan sang kekek  yang bernama Amaq Munisah.

Menurut penuturan Hapipunddin  cucu Inaq Piah,   bahwa kedua pasangan yang dinikahkan pada pukul 14.00 siang kemarin dengan wali penghulu Desa Sambik Elen, H. Abdul Hanan sebenarnya sudah lama menjalin cinta, bahkan pernah keduanya mau menikah pada beberapa bulan lalu, namun mereka dipisah oleh anak-anaknya.

 “Memang beberapa bulan lalu kedua kakek-nenek ini pernah minta dinikahkan, namun karena usianya sudah sama-sama ratusan tahun, sehingga pihak keluarga memisahkannya dan Amaq Musnah sendiri dibawa pulang ke desa kelahirannya di Jelantik Kabupaten Lombok Tengah”, kata Hapipuddin.

Tapi setelah Amaq Munisah kembali ke Desa Sambik Elen, lanjut Hapipuddin, tiba-tiba dia mengajak Inak Piah langsung ke penghulu dan minta dinikahkan. Tentu saja keluarga sempat dibuat kaget, namun setelah berpikir barangkali inilah namanya jodoh dan pubertas terakhir, sehingga keluarga dan warga setempatpun saling bahu membahu membantu penyelesaian akad nikahnya.

Dan yang mengerankan kata, Hapip, bahwa keduanya kelihatan cukup bahagia, dan bahkan wajahnya tampak berseri-seri setelah usai akad nikah yang dilangsung di sebuah musalla di Desa Sambik Elen. “Kedua penganten ini tampak gembira dan wajahnya berseri-seri ketika melangsungkan akad nikah yang disaksikan oleh ratusan masyarakat setempat”, jelas Hapip.

Selain itu warga setempat juga menyambut gembira pernikahan kakek dan nenek ini, sehingga masyarakat mengumpulkan dana untuk prosesi acara nyongkolan yang akan belangsung hari Rabu 19/2 besok dengan diiringi dua grup kesinian yaitu gendang beleq dan kecimol. “Kita sudah mengumpulkan dana untuk menyewa grup kesenian yang akan mengiiringi penganten keliling kampung sebagai tanda syukur kita, karena ini merupakan kejadian langka”, kata Grip yang bertugas mengumpulkan dana.

Kendati sudah tua renta, namun pasangan ini tampak sumringah dan siap melakukan prosesi acara nyongkolan.  “Keduanya lucu-lucu, bahkan sang nenek minta pasang KB pada petugas bidan setempat biar lama masa bulan madunya” ungkap beberapa warga menirukan Inaq Piah.

Inaq Piah lahir di Kembang Kuning Labuhan Haji Lombok Timur 104 tahun lalu dan tinggal di Desa Sambik Elen sejak tahun 1984. Sedangkan Amak Munisah lahir di Jelantik Kabupaten Lombok Tengah yang juga usianya sudah ratusan tahun.
Selengkapnya... »»  

Senin, 10 Februari 2014

Geliat Pembangunan Desa Anyar Dibawah Kepemimpinan Ritanom, SH

Lombok Utara - Setelah dilantik sebagai Kades Anyar tanggal 5 Juli 2013 priode 2013 -2019, Ritanom, SH  terus berjuang bersama masyarakat untuk membangun desa, sehingga dalam waktu  enam bulan masa kepemimpinannya sudah mulai nampak hasilnya. Hal ini dilakukan sesuai dengan visi dan misi yang disampaikan sebelum terpilih sebagai kepala desa yaitu melakukan tata kelola pemerintahan yang baik serta terwujudnya pelayanan masyarakat yang bermartabat sesuai dengan nilai-nilai budaya.

Anyar termasuk desa yang berada di pusat kota kecamatan Bayan dan merupakan daratan terendah dengan ketinggian 0 – 500 meter dari permukaan laut yang sebagian wilayahnya landai dengan tingkat kemiringan 5 – 35 derajat. Dan jika dilihat dari aspek klimatologis, desa Anyar termasuk dalam katagori iklim subtropis yang cocok  untuk pertanian.

Desa Anyar memiliki luas wilayah 996 Ha yang dimamfaatkan untuk lahan persawahan setengah tehnis 450,40 ha, sawah tanah kering, 121 ha, tegalan/ladang, 10,86 ha, pemukiman, 35,85 ha dan lahan untuk perkebunan rakyat seluas 353,25 ha. Melihat luas wilayah ini tak heran bila sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani dan buruh tani dengan jenis tanaman seperti padi, jagung, bawang dan kacang tanah.

Jumlah penduduk hingga bulan januari 2014 yang tersebar di 9 dusun yaitu laki-laki 3760 jiwa dan perempuan 3827 jiwa dengan total penduduknya 7587 jiwa. Jumlah KK 2.508 dan mayoritas beragama Islam yang bersifat homogeny dengan pendidikan SD sampai S2. Sedangkan sarana pendidikan yang ada mulai dari tingkat SD hingga SMA/sederajat.

Kondisi sosial masyarakat Desa Anyar menurut Ritanom, adalah sebagian besar hidup dalam tatanan adat istiadat yang kuat. Salah satu cirri yang unik masyarakat adat selain memiliki pemimpin formal seperti pemerintahan desa, dusun dan RT juga memiliki pemimpin in formal yaitu kyai, pemangku, mak lokaq dan pembekal adat. Ketiga unsure ketokohan inilah yang berperan dalam kelembagaan adat secara umum di masyarakat.

“Untuk membangun desa Anyar ini, saya sebagai kepala desa  mengakomodir tokoh agama, tokoh adat dan tokoh lainnya, sehingga dalam pelaksanaan program  bisa berimbang, seirama antar pelaksanaan agama dan budaya”, kata Ritanom.

Terkait dengan fasilitas umum, Desa Anyar memiliki jalan raya, jalan kabupaten dan jalan desa yang pada umumnnya dalam kondisi yang kurang memadai bahkan ada yang rusak kecuali jalan raya provnsi. Dan jalan yang perlu mendapat perhatian dan pengaspalan adalah jalan Lendang Mamben – Sembulan Batu Desa Senaru, jalan jurusan Labuhan Carik – Telaga Bagek dan jalan di timur pasar umum Anyar. “Dan semua infrastruktur jalan ini usulannya sudah masuk ke pemerintah KLU”, katanya.

Visi dan misi desa Anyar sendiri adalah “Terwujudnya masyarakat desa Anyar yang adil, sejahtera dan bermartabat melalui peningatan sumber daya manusia serta mampu mengelola sumber daya alam yang berkelanjutan”. Visi ini dikembangkan melalui misi yaitu membangun tata kelola pemerintahan ang demokratis, professional, efesien, efektif, bersih dan beribawa, meningkatkan SDM yang berdaya guna, memamfaatkan SDA yang maksimal, meningkatkan pelayanan dasar masyarakat dan mendorong pelestarian nila-nilai kearifan lokal serta misi lainnya.

Dalam masa kepemimpinannya yang baru seumur jagung ini, Ritanom, SH telah banyak berbuat baik dalam membangun perekonomian masyarakat melalui pemamfaatan SDA  dan pengembangan lembaga keuangan seperti BUMDes LKM dan Simpan Pinjam untuk Perempuan  (SPP) oleh PNPM ataupun pembangunan infrstruktur melalui anggaran pemerintah, PNPM dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Pembangunan infrastruktur yang sudah dilakukan yaitu pembukaan jalan baru Dasan Gerisak ke Telaga Banyak yang didanai Program Pembangunan Infrstruktur Perdesaan (PPIP), dan pembangunan jalan di belakang Puskesmas Kecamatan Bayan serta pembuatan saluran dan talud di 6 dusun yang dananya dari ADD yang masing-masing dusun berkisar Rp. 13 juta. Pembangunan lain yang sudah dilaksanakan juga adalah pembangunan rabat jalan  di 4 dusun seperti di Dusun Dasan Gerisak, Lendang Mamben dan dusun Srimenganti serta MCK Peles-peles di dusun Karang Tunggul.

Sementara dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah yang sudah disusun melalui MusrenbangDes, lanjut Ritanom adalah pengaspalan jalan Telaga Begek – Labuhan Carik, Dasan Gerisak – Telaga Banyak, pentaludan batu beronjong  pinggir kali dusun Dasan Lendang, pengadaan tempat pembuangan sampah, pembangunan jembatan, renovasi kantor P3A, rabat jalan dan drainase.

Dibidang Ekonomi rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) Desa Anyar adalah mempermanen saluran irigasi, pembangunan jalan usaha tani , pengadaan pos keamanan pantai, pemberian bantuan perelngkapan bengkel di 9 dusun, memberikan modal pengrajin gerabah, pengadaan mesin jahit dan obras, penambahan modal BumDes dan penyediaan bibit kambing etawa.

Dalam bidang kesehatan dan pendidikan, Desa Anyar merencakan pembangunan Posyandu 2 unit, penambahan jamkesmas, pembangunan Poskesdes, pembinaan lansia, pengadaan jambanisasi dan penyegaran kader dan PMT balita di Posyandu. Dibidang pendidikan sudah direncanakan  penambahan ruang belajar SDN 4 Anyar di Telaga Banyak, penamabahn meubiler SD/MI, pembinaan klub olah raga, kelompok kesenian dan pelatihan keterampilan.

Sedangkan dibidang keagamaan telah disusun rencana kerja yaitu pembinaan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ), pembinaan majlis ta’lim, remaja masjid, pemberian honor bagi guru ngaji, marbot dan penghulu, pembangunan diniyah serta merampungkan pembangunan masjid jamik desa Anyar. “Semua ini kita akan bawa pada Musrenbang Kecamatan untuk diusulkan ke tingkat kabupaten”, jelas Ritanom.

Khusus pembangunan yang didanai PNPM M3KI, pemerintah desa sudah mengusulkan dua pembangunan yaitu jembatan penghubung antar desa Anyar dengan Desa Sukadana serta jalan penghubung antar desa Karang Bajo dengan Desa Anyar. “Insya Allah kedua program pembangunan dari PNPM ini akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2014 ini”, katanya.

Ketika ditanya persoalan kesehatan, Ritanom dengan tegas mengaku bahwa semuanya berjalan lancar seperti penyuluhan kesehatan secara rutin dilakukan setiap bulan di Posyandu serta pemberian makanan tambahan bagi anak-anak balita yang kegiatannya dilaksanakan di setiap dusun. “Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terutama bagi ibu melahirkan yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan, maka direncanakan akan membangun Polindes”, jelasnya.

Kaitannya dalam aspek agama, sambung Ritanom, pihaknya telah meningkatkan silaturrahmi  serta menjalin kerjasama  antar pemuka agama, pemuka adat dan tokoh masyarakat, karena mengingat lemabaga pemerintahan desa adalah salah satu pilar pemersatu  sehingga tercipta  nilai-nilai agama dan etika dalam kehidupan masyarakat.

Kendati sudah banyak dapat dilakukan, namun Ritanom dengan rendah hati mengaku belum banyak bisa berbuat untuk kemakmuran masyarakat, karena mengingat dirinya baru bekerja sebagai kepala desa kurang lebih 6 bulan. “Saya baru beberapa bulan bertugas sebagai kepala desa, tentu masih banyak PR yang harus dikerjakan. Insya Allah dengan dukungan masyarakat,  semua rencana pembangunan itu akan dapat terwujud”, pungkasnya.

Selengkapnya... »»  

Sabtu, 08 Februari 2014

Resi Budiana Menimba Ilmu Dari Women Guide dan KPMD

Lombok Utara - Menimba ilmu bukan saja dibangku sekolah, namun dapat diperoleh dari berbagai pengalaman yang dapat dikembangkan ditengah-tengah masyarakat yang lambat laun dapat menghasilkan sesuatu yang diinginkan, bahkan dapat membantu perekonomian keluarga.

Hal ini dapat dibuktikan oleh Resi Budiana, salah seorang warga Dusun Tumpangsari Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Resi Budiana yang biasa disapa embak Resi ini lahir pada tanggal 13 Juli 1988 di Desa Dangiang Kecamatan Kayangan. Selepas SMA pada tahun 2007, Resi sempat tidak memiliki pekerjaan hingga menemukan jodohnya pada akhir Desember 2008.

Setelah menikah dengan laki-laki pujaan hatinya yang bernama Syamsudin, ia diboyong ke Desa Senaru.  Dan atas seizing suami, pada tahun 2011, Resi bergabung dengan sebuah organiasi perempuan yang belakangan dikenal dengan Woman Guide. Dari organisasi guide inilah Resi terus menimba ilmu dan mulai belajar bahasa Inggris.

Organisasi Guide bagi kaum perempuan ini bertugas untuk mengantar para tamu asing ke beberapa obyek wisata lokal yang ada di Desa Senaru khususnya dan Kecamatan Bayan umumnya. “Kami berusaha memperkenalkan budaya yang dimiliki oleh Desa Senaru dan Kecamatan Bayan. Dan bagi ibu-ibu yang tidak bisa berbahasa Inggris diarahkan untuk membuat kerajinan tangan dan kuliner untuk dijual ke para tamu mancanegara.

Pada tahun 2012, Resi terpilih sebagai Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Desa Senaru. Dengan terpilihnya sebagai KPMD, pengalaman dan wawasanpun semakin bertambah, karena sering mengikuti berbagai pelatihan dan pertemuan baik ditingkat desa, kecamatan, kabupaten ataupun pertemuan ditingkat provinsi. “Saya mulai banyak mengenal beberapa lembaga pemberdayaan seperti, YLKMP, Acces dan lembaga-lembaga pendamping lainnya”, kata Resi.

Pengalaman yang didapatkan bukan saja dikembangkan untuk dirinya sendiri, tapi juga dikembangkan pada kelompok perempuan organisai Woman Guide yang dipimpinnya. “Semua ilmu yang saya peroleh dari  KPMD saya terapkan kembali ke kelompok Woman Guide sehingga sedikit demi sedikit terus mengalami kemajuan”, jelasnya.

Pengalaman lain, lanjut Resi dirinya berhasil kompetisi dalam menentukan perjalaannya menuju ke luar daerah kabupaten yaitu ke Pulau Sumbawa untuk mengikuti lomba pemamfaatan lahan pekarangan untuk penghijauan. “Memang saat  lomba saya tidak berhasil meraih juara, tapi ditempat tersebut saya banyak bertemu dengan kawan-kawan yang sudah berhasil dalam pemamfaatan penghijauan pekarangan dan bertukar pengalaman. Dan hasil ini saya terapkan di Desa Senaru yang diawali dengan penghijauan pemamfaatan halaman kantor desa dan Posyandu”, katanya.

Selain itu, Resi kini mulai mengembangkan pengalamannya kepada warga lingkungannya serta terus menerus membina kelompok perempuan bagiamana memamfaatkan pekarangan untuk menanam kebutuhan sehari-hari dengan menggunakan pot atau polibek.  “Kan selama ini banyak perempuan yang kadang-kadang mengantungkan hidup rumah tangganya dengan penghasilan dari suami, namun setelah dibina, sedikit demi sedikit mulai berubah, dan mampu membantu ekonomi keluarga”, jelasnya.

Karena pengalamannya itu Resi dipercaya memfasilitasi pertemuan Musyawarah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM-Des) Desa Senaru dan banyak memberikan masukan kepada peserta terutama terkait dengan kemajuan kaum perempuan. “Selama ini kaum perempuan kurang mendapat kesempatan untuk mengusulkan berbagai kebutuhannya dalam membangun desa. Jadi dengan ikut di berbagai organisasi suara perempuan mulai didengar dan dapat terakomodir dalam penyusunan RPJMDes”, tegasnya.

Belajar dan terus belajar, inilah yang dilakukan Resi Budiana sehingga tak heran dari ilmu yang dperoleh dari para senior dapat dikembangkan ditengah-tengah lingkungannya yang hasilnya dapat membantu perekonomian keluarga.


Selengkapnya... »»  

Selasa, 04 Februari 2014

Koprasi Cinta Damai Mempermudah Masyarakat Dalam Mengembangkan Usaha

Lombok Utara - Keberadaan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Cinta Damai  yang berbadan hukum No. 523/BH/KDK.23.1/VIII/2005 tanggal 5 Agustus 2005 mempermudah bagi masyarakat dalam mengembangkan usahanya. Dan tahun 2014 ini tercatat sekitar 500 anggota masyarakat yang dapat dilayani. Sementara dana yang terhimpun dari masyarakat Rp. 1 milyar lebih.

Demikian dikatakan ketua Koprasi Cinta Damai, Suwarto, S.Pd ketika membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2013, 4/2.  Menurutnya, Kasp Cinta Damai yang berkantor di Dusun Ancak Timur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan tersebut, sejak tahun  2010  telah mulai merintis perubahan sistem koprasi yang bersifat konvensional menjadi syari’ah.

Terkait dengan pelayanan kepada masyarakat, lanjut Suwarto, diutamakan  keramah tamahan dan kekeluargaan, sehingga anggota  dan calon anggota banyak memamfaatkan koprasi Cinta Damai baik sebagai wadah tempat menabung ataupun tempat meminjam. “Dalam meminjam modal d KSP Cinta Damai diperlukan adanya jaminan, karena mengingat masih ada peminjam yang kadang-kadang lupa menyicil setorannya”, katanya.

Dikatakan, hasil penilaian dari Dinas Koprasi, bahwa KSP Cinta Damai termasuk koprasi yang sehat, karena telah melakukan RAT tepat waktu serta Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diperolehnya setiap tahun terus meningkat. “Jumlah simpanan dan realisasi peminjam  selama 1 tahun sampai 31 Desember 2013 adalah simpanan sebesar Rp. 1.051.292.885,- dan realiasisi piutang, Rp. 3.103.490.000,-. Sedangkan SHU nya sebesar Rp. 45.319.081”, jelasnya.

Sementara camat Bayan, Sahti MPd mengatakan, salah satu cirri sebuah koprasi yang sehat adalah diselenggarakan RAT tepat waktu, karena melalui RAT para anggota dapat mengevaluasi  hasil usaha yang dijalankan koprasi tersebut. “RAT sebuah koprasi sebagai ajang untuk mengevaluasi kegiatan yang diselenggarakan koperasi selama satu tahun”, jelasnya.

Jika melihat perkembangan KSP Cintai Damai, sambung camat Bayan, cukup signifikan, dan ini dapat dilihat dari SHU yang diperolehnya pada satu tahun ini. Namun kedepan KSP Cinta Damai perlu menambah wadah dengan membuka Waserda sehingga kebutuhan pokok masyarakat dapat tertampung. “Saya ucapkan selamat kepada KSP Cinta Damai dan terus menjalin komunikasi antar pengurus dengan pengurus dan antar pengurus dengan anggotanya”, harapnya.

Tim pengawas KSP Cinta Damai , Yartip mengaku  secara umum dari hasil pemeriksaannya bahwa perkembangan  KSP Cinta Damai cukup baik dan mengalami peningkatan  yang luar biasa. Hal ini karena adanya upaya dan kerja keras serta kejujuran pengurus dan karyawan dalam mengelola koperasi, sehingga kepercayaan masyarakat semakin meningkat.

Terkait  bidang administrasi dan keuangan, lanjut Yartip KSP Cinta Damai sudah mengacu pada system  akuntansi keuangan. Namun pihaknya minta kepada pengurus dan karyawan hendaknya terus meningkatkan mutu dan kualitas  dalam administrasi keuangan maupun administrasi secara umum.

“Keberadaan KSP Cinta Damai  ini sangat membantu dan dibutuhkan oleh anggota dan calon anggota untuk menambah modal uahanya, baik  para pengusaha kecil ataupun kalangan pengusaha menengah, lebih-lebih koprasi ini  sedang mengembangkan pola syari’ah. Dan kita berharap KSP Cinta Damai ini dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat”, jelasnya.

Sedangkan Kepala Disperindagkop KLU yang diwakili Kasi Pengawasan Koprasi, mardan, SP dalam sambuatnya mengucapkan selamat kepada para pengurus KSP Cinta Damai yang telah menggelar RAT.  Dan jika dilihat dari  SHU nya koprasi ini cukup maju. “Dan apa yang menjadi keputusan dalam RAT agar disampaikan kepada  anggota yang belum sempat hadir dalam RAT ini”, pintanya.

Mardan juga minta kepada KSP Cinta Damai untuk menambah usahanya kedepan, lebih-lebih koprasi ini sudah mengembangkan sistem syari’ah.  “Jadi kalau ada pengurus koprasi lainnya yang mau belajar tentang pengelolaan koprasi secara syari’ah, kita harap KSP Cinta Damai terbuka”, pungkasnya.

Selengkapnya... »»  

Pembangunan Inprastruktur Jalan Mampu Tingkat Perekonomian Masyarakat

Lombok Utara - Pembangunan inparastruktur jalan yang didanai Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat, selain mempermudah arus transfortasi juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Penilaian tersebut dikemukakan camat Bayan, Sahti MPd, ketika member sambutan pada peringatan maulid Nabi di masjid Al-Fatah Desa Karang Bajo pada akhir Januari lalu.

Menurut Sahti, pembangunan yang didanai PNPM khususnya di Kecamatan Bayan cukup nampak hasilnya dan sangat bermamfaat bagi masyarakat, seperti pembangunan inpastruktur jalan, saluran irigasi, pembangunan sarana kesehatan dan lainnya.

Dikatakan, pada tahun 2014 ini, kecamatan Bayan mendapat dana PNPM MP3KI sebesar Rp. 8 milyar  yang digunakan untuk membangun inprastruktur lintas desa.

Karenanya camat Bayan minta kepada semua pihak untuk mendukung semua program yang dilaksanakan PNPM termasuk pemberdayaan masyarakat. (Primadona/Diskusi III)

Selengkapnya... »»  

Minggu, 02 Februari 2014

British Caucil dan Bank Mandiri Gelar Pelatihan

Lombok Utara - British Council bersama Bank Mandiri kerjasama dengan Idep Media menggelar pelatihan pemamfaatan teknologi internet dan tehnik menulis di Balai Pusat Informasi Budaya di Desa Bayan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.

Pelatihan yag menghadirkan dua nara sumber yaitu Raden Dedy Setiawan, SH dan M. Syairi tersebut memberikan materi terkait dengan cara membuat email dan blog serta tehnik menulis berita yang diikuti puluhan peserta.

Raden Dedy Setiawan mengatakan, blog  dapat digunakan sebagai media penghubung, menjembatani antara si penulis dan pembaca, jadi si pembaca blog paham dan mengerti dengan maksud dan tujuan yang ditulis oleh penulis itu sendiri. bisa juga menjadi penghubung antara si penjual dan pembeli (dalam hal ini blog yang digunakan sebagai sebuah ladang usaha menjual produk. sebutan populernya Toko Online).

“Membuat blog sebenarnya tidak terlalu susah, yang terpenting cermat dalam langkah-langkah awalnya”, jelasnya.

Sementara M. Syairi dalam materi tehnik menulis menjelaskan bahwa, secara umum, kita dapat menyebutkan bahwa media massa merupakan sarana untuk mengolah peristiwa menjadi berita melalui proses kerja jurnalistik. Dengan demikian, jelaslah bahwa peristiwa memiliki perbedaan yang sangat konseptual dengan berita.

Peristiwa merupakan kejadian faktual yang sangat objektif, sementara berita merupakan peristiwa yang telah diolah melalui bahasa-bahasa tertentu, dan disampaikan oleh pihak tertentu kepada pihak-pihak lain yang memerlukan atau siap untuk menerimanya. (ari/primadonalombok)

Selengkapnya... »»