Selasa, 15 Juli 2014

Di Rangkasbitung, Prabowo-Hatta 53,5%, Jokowi-JK 46,5%


Jokowi-vs-Prabowo

RANGKASBITUNG – Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK bersaing ketat di Rangkasbitung. Prosentase dulangan suara kedua pasangan capres dan cawapres itu tidak terpaut jauh. Hasil rekapitulasi tingkat panitia pemilihan kecamatan Rangkasbitung, Prabowo-Hatta mendapatkan 53,5% suara. Sementara Jokowi-JK kebagian 46,5% suara.
"Pasangan Prabowo-Hatta meraih perolehan 40.525 suara. Sedangkan Jokowi-JK sebanyak 24.213 suara," papar Cedin Rosyad Nurdin, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak, Selasa (15/7/2014).
Saat ini, kata dia, hasil rekapitulasi perolehan suara itu sudah berada di KPU kabupaten.
"Kami tinggal memplenokan saja untuk mengetahui kemenangan perolehan suara capres-cawapres," katanya.
Pihaknya saat ini belum mengumumkan kemenangan hasil pemilihan presiden 9 Juli 2014, sebelum dilakukan sidang pleno itu. Namun, berdasarkan hasil rekapitulasi dari PPK pasangan Prabowo-Hatta unggul dengan memperoleh sebanyak 336.841 atau 53,5 %. Sementara Jokowi-JK 290.457 suara atau 46,5 %.
Pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 914.375 jiwa dengan partisipasi suara sebanyak 627.298 jiwa atau 69 % dan sisanya golput. (bud) Sumber:  http://www.indopos.co.id
Selengkapnya... »»  

Hasil Pilpres Malaysia: Prabowo 82%, Jokowi 15%


Hasil Pilpres Malaysia: Prabowo 82%, Jokowi 15%


TEMPO.CO, Jakarta - Hasil rekapitulasi suara oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) memperlihatkan pasangan Prabowo-Hatta menang mutlak di Malaysia. Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 itu meraih 111.794 suara, atau 82 persen. Adapun pasangan Jokowi-JK hanya mendapatkan 22.891 suara atau setara dengan 15 persen. Sebanyak 4.184 suara atau 3 persen dinyatakan tidak sah. (Baca: Tim Prabowo Bantah Curang di Malaysia)

“Rapat pleno rekapitulasi suara di Malaysia sudah dilakukan kemarin,” kata Ketua PPLN Malaysia, Tengku Adnan, kepada Tempo, Selasa, 15 Juli 2014. Sore tadi Adnan berangkat dari Malaysia menuju Jakarta untuk melaporkan hasilnya kepada Komisi Pemilihan Umum. “Besok pagi saya memberikan laporan ke KPU,” ujar Adnan. (Baca: Jokowi Kirim Tim Usut Suara Curang di Malaysia)

Seperti ditulis Majalah Tempo edisi 14-20 Juli 2014, berbagai kejanggalan dan kecurangan terjadi di Malaysia. Di antaranya pengiriman surat suara melalui pos dan drop box. Setidaknya 246.626 surat suara yang dikirim melalui pos. Untuk satu alamat mendapatkan ratusan surat suara sebelum diserahkan kepada para pemilih. Surat suara juga dikirim ke alamat pemilik perusahaan, tempat para TKI bekerja.

Pemantau pemilu Malaysia dari Migrant Care, Siti Badriah, mengatakan sudah menyampaikan protes kepada PPLN Malaysia, karena pola pengiriman seperti itu rawan kecurangan. Seorang saksi mengungkapkan 2.500 hingga 3.000 surat suara dikirimkan ke kantor sejumlah partai politik cabang Malaysia. Bahkan seorang pengurus partai pengusung Prabowo-Hatta mengatakan ribuan surat suara dicoblos oleh anak buahnya. “Semuanya untuk nomor satu,” ujarnya sambil terkekeh.

Saksi dari kubu Jokowi-JK di KBRI, Indah Ernawti juga mengungkaapkan kecurangan. Pada satu kawasan di Selangor, semua surat suara sudah tercoblos untuk Prabowo-Hatta. Surat suara itu didrop melalui drop box.

Di sejumlah negara lain, seperti di London, rekapitulasi suara masih berlangsung, yang dimulau sejak tadi malam. Sedangkan di Belanda, rekapitulasi suara baru akan dilakukan siang tadi, pukul 11 waktu setempat. “Mungkin bisa hubungi kami lagi nanti malam, setelah rekapitulasi suara selesai dilakukan,” ujar Ketua PPLN Belanda, Moeljo Wijono, saat dihubungi Tempo.

Hari ini merupakan tahap terakhir rekapitulasi suara dilakukan di luar negeri. Hasilnya akan kembali direkap secara nasional oleh KPU bersamaan dengan data rekapitulasi suara dalam negeri.Sumber: www.tempo.co
Selengkapnya... »»  

Surat mengharukan dari Gaza Palestina

Seluruh isi surat ini telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Arab, yang dikirim oleh seseorang bernama Abdullah Al Ghaza yang Mengaku dari Gaza City-Jalur Gaza melalui surat elektronik (Email) dan artikel diterbitkan oleh Buletin Islami

Untuk saudaraku di Indonesia, mengapa saya harus memilih dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Di saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.

Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negara kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Wah pasti uang kalian sangat banyak, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang memnunaikan ibadah haji yang kedua kalinya, Subhanallah.

Wahai saudaraku di Indonesia,

Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di Gaza ini, tidak dilahirkan di negri kalian saja. Pasti sangat indah dan mengagumkan. Negri kalian aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negri kalian.

Pasti ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapoatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.

Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku, tidak seperti di negri kami ini. Tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil, ya di atas mobil saudaraku.!

Susu formula bayi adalah barang langka di Gaza sejak kami diblokade 2 tahun yang lalu, namun istri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga 2 tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar Asi mereka, istri kami rela minum air rendaman gandum.

Namun, mengapa di negri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya. Terkadang ditemukan mati di parit-parit, selokan, dan tempat sampah. Itu yang kami dapat dari informasi di televisi.

Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negri kalian adalah negri yang tertinggi kasus aborsinya untuk wilayah Asia. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina seperti itu? Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami disini.

Memang hampir setiap hari di Gaza sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati. Namun, bukanlah di selokan-selokan atau got-got apalagi di tempat sampah. Mereka mati syahid saudaraku! Mati syahid karena serangan roket tentara Israel!

Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan Zionis Israel. Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negri ini.


Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin, saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 di antaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!

Wahai saudaraku di Indonesia,

Negri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? Apa negri kalian diblokade juga?

Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi, apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Sungguh kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai tata usaha di kantor pemerintahan HAMAS sudah 7 bulan ini belum menerima gaji bulanan saya. Tetapi Allah SWT yang akan mencukupkan rizki untuk kami.

Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Ya, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku.

Dan Perdana Menteri kami, Ust Isma’il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.


Wahai saudaraku di Indonesia,

Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqah pembinaan di negri antum (anda). Seperti yang diceritakan teman saya, program pengajian kalian pasti bagus, banyak kitab mungkin yang kalian yang telah baca. Dan banyak buku-buku pasti sudah kalian baca. Kalian pun bersemangat kan? Itu karena kalian punya waktu.


Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini. Satu jam, ya satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqah. Setelah itu kami harus terjun ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami.


Kami disini sangan menanti-nantikan saat halaqah tersebut walau hanya satu jam. Tentu kalian lebih bersyukur. Kalian punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqah, seperti ta’aruf, tafahum, dan takaful disana.


Halafalan antum pasti lebih banyak daripada kami. Semua pegawai dan pejuang HAMAS disini wajib menghapal Surah Al-Anfal sebagai nyanyian perang kami, saya menghafal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana dengan kalian?


Akhir Desember kemarin, saya menghadiri acar wisuda penamatan hafalan 30 Juz anakku yang pertama. Ia merupakan diantara 1000 anak yang tahun ini menghafal Al-Qur’an dan umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal Al-Qur’an ketimbang anak-anak kimi disini. Di Gaza tidak ada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) seperti di tempat kalian yang menyebar seperti jamur di musim hujan. Disini anak-anak belajar diantara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun kurma. Ya, di tempat itu mereka belajar, saudaraku. Bunyi suara setoran hafalan Al-Qur’an mereka bergemuruh dianatara bunyi-bunyi senapan tentara Israel. Ayat-ayat jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung mereka rasakan.


Oh iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia. Kami menyaksikan aksi demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur. Karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.


Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami disini, termasuk kalian yang di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan , saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhwah kalian kepada kami. Doa-doa dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.


Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telpon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua pejuang-pejuang Islam dan ulama-ulama kalian.

Saudaramu di Gaza, 

Abdullah Al Ghaza
Sumber:  b16log.blogspot.com
Selengkapnya... »»  

Senin, 14 Juli 2014

Dicurigai Kubu Jokowi-JK, KPU Bangkalan Bantah Ada Kecurangan


Republika/ Yasin Habibi

Warga memberikan hak suaranya di TPS 01 yang bertema Piala Dunia, Desa Tentenan Timur, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura, Rabu (9/7).
REPUBLIKA.CO.ID, BANGKALAN - Komisi Pemilihan Umum Bangkalan, Jawa Timur, membantah pelaksanaan Pemilu Presiden 9 Juli 2014 di daerah setempat berlangsung curang, sebagaimana tudingan tim pemenangan pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Tidak benar ada kecurangan dan sampai saat ini belum ada laporan terkait tudingan kecurangan itu ke Panwaslu Bangkalan," kata Ketua KPU Bangkalan Fauzan Djakfar, Senin (14/7).

Bantahan ini disampaikan KPU Bangkalan, menyusul adanya rilis yang disampaikan tim pemenangan pasangan calon presiden Jokowi-JK yang menyebutkan telah menemukan adanya kecurangan dalam proses pelaksanaan pemilihan di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang.

Fauzan Djakfar menjelaskan, pelaksanaan pemilu di Bangkalan sudah sesuai proses dan tidak ada saksi yang memprotes saat pelaksanaan penghitungan di tempat pemungutan suara (TPS) maupun rekapitulasi di tingkat desa, yakni panitia pemungutan suara (PPS).

Penyelenggara pemilu di tingkat desa dan kecamatan sudah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan pilpres, termasuk mendalami tahapan pelaksanaan pilpres sejak pemungutan suara hingga saat ini. Oleh karenanya, Fauzan meminta agar semua pihak tidak melontaskan pernyataan tanpa bukti yang bisa memicu terjadinya situasi dan kondisi pemilu yang tidak kondusif.

"Jadi kepada masing-masing tim sukses, tolong jangan intimidasi kami. Kami sedang bekerja keras dalam pilpres kali ini, dan kami masih akan menggelar rekapitulasi suara tingkat kabupaten. Karena rekapitulasi tingkat PPK sudah selesai," katanya.

Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Ferry Mursyidan Baldan, dalam siaran persnya yang diterima Antara, di Jakarta, beberapa hari lalu menyebutkan ada beberapa hal yang dilaporkan masyarakat terkait dugaan kecurangan pilpres di dua kabupaten tersebut.

Pertama, dilaporkan ada tempat pemungutan suara (TPS) di Sampang maupun Bangkalan yang tidak ada sama sekali suara untuk pasangan Jokowi-JK. Artinya, pasangan Jokowi-JK mendapat nol suara. "Ini rasa-rasanya tidak mungkin, Karena di sana, pasti ada kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memang mengusung dan mendukung pasangan Jokowi-JK," katanya kala itu.

"Selain itu ada kaum Nahdliyin yang bersimpati pada Jokowi-JK serta relawan dan Ansor. Jadi kalau suara untuk Jokowi-JK sama sekali kosong atau nol, saya kira itu mustahil. Jika muncul dugaan adanya kecurangan, wajar saja," kata Ferry.

Politikus Partai NasDem itu dalam rilis itu juga mengimbau agar pejabat pemerintah harus memastikan diri bersikap netral dan tidak menjadi bagian dari kekisruhan dengan mencurangi hasil pilpres.

Pihaknya mencatat dua kabupaten di Madura itu, yakni Bangkalan dan Sampang, selalu bermasalah dalam setiap pemilihan umum, baik pilkada gubernur, pemilihan legislatif dan terakhir pilpres ini. Hal itu patut dipertanyakan ada apa sehingga potensi masalah selalu terjadi di dua wilayah tersebut. Sumber:http://www.republika.co.id
Selengkapnya... »»  

Prabowo-Hatta Menang Telak di Lombok Barat



REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT -- Pasangan calon presiden-calon wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menang telak dari saingannya Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam perolehan suara Pemilihan Umum Presiden 2014 di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Data yang dihimpun Antara dari sembilan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang telah menggelar rapat pleno, Minggu, tercatat pasangan calon presiden (capres) nomor urut satu itu memperoleh sebanyak 20.702 suara di Kecamatan Batulayar, sedangkan pasangan nomor urut dua Jokowi-JK sebanyak 5.925 suara.

Di Kecamatan Lembar, Prabowo-Hatta memperoleh 17.663 suara, sedangkan Jokowi-JK sebanyak 6.825 suara, Kecamatan Lingsar, Prabowo-Hatta 28.021 suara dan Jokowi-JK 10.248 suara, Kecamatan Kuripan, Prabowo-Hatta meraih 14.754 suara, sedangkan Jokowi-JK 3.518 suara.

Di Kecamatan Labuapi, Prabowo-Hatta memperoleh 29.243 suara, sedangkan Jokowi-JK 6.295 suara, Kecamatan Gunungsari, Prabowo-Hatta 36.017 suara, Jokowi-JK 10.051 suara, Kecamatan Sekotong, Prabowo-Hatta 19.572 suara, sedangkan Jokowi-JK 9.377 suara.

Hasil rapat pleno rekapitulasi suara di Kecamatan Kediri, tercatat pasangan calon presiden Prabowo-Hatta meraih 25.993 suara, sedangkan Jokowi-JK sebanyak 4.354 suara. Untuk Kecamatan Narmada, Prabowo-Hatta memperoleh 37.474 suara, sedangkan Jokowi-JK sebanyak 14.159 suara.

Sementara PPK Kecamatan Gerung belum menggelar rapat pleno rekapitulasi suara, namun diperkirakan pasangan Prabowo-Hatta, unggul di wilayah tersebut karena merupakan basis pendukung Partai Golkar, yang merupakan partai pengusung pasangan calon presiden nomor urut satu tersebut.

Kecamatan Gerung merupakan domisili Bupati Lombok Barat H. Zaini Arony, yang merupakan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar NTB.

Menurut Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Barat Suhardi, sembilan dari 10 kecamatan di Kabupaten Lombok Barat, sudah menggelar rapat pleno penghitungan perolehan suara masing-masing pasangan calon presiden.

"Hanya Kecamatan Gerung yang belum. Memang jadwal pleno terakhir hingga Selasa (15/7). Tapi informasi yang kami terima, rapat pleno di Gerung, digelar Senin (14/7), mulai pukul 09.00 Wita," katanya.

Jumlah pemilih sesuai dengan daftar pemilih tetap (DPT) pilpres di KPU Kabupaten Lombok Barat sebanyak 475.023 orang. Angka ini lebih banyak dibandingkan DPT pada pemilihan calon anggota legislatif yang digelar pada 9 April 2014 sebanyak 470.803 orang.

Sementara jumlah TPS di Kabupaten Lombok Barat, yang menggelar pilpres, sebanyak 1.180. Angka itu berkurang 35 persen dibandingkan pada saat pemilihan calon anggota legislatif pada 9 April 2014 sebanyak 1.707 TPS.

Berkurangnya jumlah TPS tersebut sesuai Undang-Undang Nomor 42 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang mengamanatkan jumlah pemilih di satu TPS maksimal 800 orang.

Sedangkan Undang-Undang Nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, menegaskan bahwa jumlah pemilih di satu TPS maksimal 400 orang. Sumber: http://www.republika.co.id
Selengkapnya... »»  

Rekapitulasi Suara Di Lombok Barat Bernuansa Adat



Ilustrasi Pakaian Adat Lombok (google) Ilustrasi Pakaian Adat Lombok (google)


  [LOMBOK BARAT] Para anggota Panitia Pemilihan Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, mengenakan pakaian adat ketika menggelar tapat rekapitulasi surat suara Pemilihan Umum Presiden 2014, sebagai wujud kebersamaan meskipun ada perbedaan pilihan.

Anggota Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Barat Suhardi di Lombok Barat, Minggu (13/&), menilai apa yang dilakukan para anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Lembar itu sebagai bentuk filosofi bahwa pemilihan presiden (pilpres) adalah pesta rakyat.

"Pakaian adat tersebut menganalogikan bahwa pilpres itu ibarat orang resepsi pernikahan, sehingga semua orang harus berbahagia, bukan kisruh," katanya.

Pihaknya sangat mengapresiasi inisiatif dari PPK, bersama pengawas dan para saksi dari kedua pasangan calon presiden untuk sepakat mengenakan pakaian adat ketika menggelar rekapitulasi suara di tingkat kecamatan.

"PPK sebelumnya koordinasi dengan KPU terkait penggunaan pakaian adat tersebut. Kami sangat apresiasi sekali," ujar Suhardi.

Anggota PPK Lembar Abdul Gafur, menambahkan inisiatif menggunakan pakaian adat berupa kain tenun dan ikat kepala khas Sasak (Nama etnis Lombok) pada saat rapat pleno rekapitulasi merupakan kesepakatan bersama.

Inisiatif itu sebagai bentuk rasa kebersamaan meskipun saat ini ada perbedaan hasil hitung cepat perolehan suara masing-masing calon presiden.

"Tidak ada tujuan khusus, hanya sebagai upaya menunjukkan rasa kebersamaan kami para penyelenggara dengan pengawas serta para saksi," katanya.

Hasil rekapitulasi suara di PPK Lembar, pasangan calon presiden nomor urut satu Prabowo-Hatta memperoleh 17.663 suara atau 72,13 persen dari total 24.488 surat suara sah, sedangkan pasangan calon presiden nomor urut dua Jokowi-JK meraih 6.825 suara atau sebesar 27,87 persen.

Adapun jumlah surat suara tidak sah sebanyak 215 lembar dan tingkat partisipasi pemilih di Kecamatan Lembar mencapai 65,19 persen. Ant/L-8] Sumber: suarapembaharuan
Selengkapnya... »»  

Minggu, 13 Juli 2014

Jokowi-JK Hanya Menang di Dua Kecamatan di Kawarang

Republika/Rakhmawaty La'lang
Ratusan relawan Jokowi-JK melakukan aksi seribu lilin di halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Sabtu (12/7).
REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG - Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla hanya unggul di dua kecamatan dari total 30 kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Pemilihan Umum Presiden 9 Juli 2014.

Perolehan suara terbanyak yang diperoleh Jokowi-JK di dua kecamatan itu ialah di Kecamatan Pedes dan Cilamaya Wetan. Sesuai dengan penghitungan suara yang diperoleh di tingkat kecamatan, secara total pasangan Jokowi-JK meraih 472.658 suara dari daftar pemilih tetap sebanyak 1.692.003 pemilih.

Sedangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, meraih 696.559 suara. Pasangan nomor urut 1, ini berhasil meraih suara terbanyak di 28 kecamatan sekitar Karawang.

Perolehan suara masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden itu belum final. Sebab masih harus menunggu pengumuman perolehan suara secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum setempat pada 22 Juli 2014.

Untuk mempersiapkan pengumuman perolehan suara Pilpres secara resmi itu, pada Minggu ini seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan di 30 kecamatan menggelar rapat pleno penghitungan perolehan suara.

Setelah rapat pleno penghitungan perolehan suara di tingkat kecamatan selesai, baru akan dilakukan rapat pleno penghitungan perolehan suara masing-masing pasangan calon di KPU Karawang. Sumber: http://www.republika.co.id
Selengkapnya... »»  

Coblos Ulang di Majalengka Dimenangkan Prabowo-Hatta

Republika/Aditya Pradana Putra
Prabowo Subianto
REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Ratusan pemilih di TPS 004 Desa Lengkong Wetan, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, mengikuti pemungutan suara ulang (PSU) pemilihan presiden (Pilpres), Ahad (13/7). Dalam PSU itu, pasangan Prabowo-Hatta meraih suara terbanyak.

"Alhamdulillah, dari hasil penghitungan, Prabowo-Hatta unggul dengan 154 suara dan Jokowi-JK 92 suara," kata juru bicara tim pemenangan Prabowo-Hatta Kabupaten Majalengka, Uju Juhara, usai menyaksikan penghitungan ulang di TPS tersebut.

Uju mengaku bersyukur dengan kemenangan pasangan capres cawapres yang didukungnya. Tak hanya dalam PSU di TPS 004 Desa Lengkong Wetan, Prabowo-Hatta juga meraih kemenangan di Kabupaten Majalengka dalam pilpres yang digelar serentak pada 9 Juli lalu. "Padahal Kabupaten Majalengka merupakan kandang banteng (PDIP)," tutur Uju.

Divisi Hukum dan Pelanggaran Panwaslu Kabupaten Majalengka, Mukhlis, menjelaskan, PSU terpaksa dilakukan karena TPS tersebut  melakukan penghitungan suara di bawah pukul 13.00 WIB pada Pilpres 9 Juli 2014 kemarin. Padahal, penghitungan suara semestinya dilakukan diatas pukul 13.00 WIB.

Mukhlis menerangkan, pembukaan kotak suara sebelum pukul 13.00 WIB itu bermula ketika ada warga asal Kabupaten Cianjur, yang mencoblos di TPS 004 Desa Lengkong Wetan. Namun, warga yang bernama Sifa Damayanti itu tidak membawa bukti formulir A5.

Para saksi yang merasa keberatan, akhirnya bermusyawarah dengan ketua KPPS dan ketua PPK setempat. Hasilnya, surat suara yang dicoblos warga Cianjur itu harus diambil di dalam kotak suara tersebut.

Petugas pun menanyakan terlebih dulu pilihan warga Cianjur tersebut. Ternyata, dia mengaku mencoblos Prabowo-Hatta. ''Nah, kertas suara itu diambil di dalam kotak. Tapi pihak KPPS maupun PPK menganggap kertas suara yang dicoblos itu rusak'' terang Mukhlis. Sumber: http://www.republika.co.id
Selengkapnya... »»  

Klaim Menang di Arab dan Mesir, Jokowi-JK Malah Kalah



Republika/Erik Purnama Putra
Tampilan hasil hitung cepat Pilpres 9 Juli lalu, yang dilakukan RRI.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Klaim kemenangan yang dilakukan kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla dinilai terlalu dini. Belajar dari pengalaman sebelumnya tim Jokowi-JK menggunakan data tidak valid untuk mengklaim kemenangan di luar negeri, seperti Arab Saudi dan Mesir.

"Prabowo justru menang di Mesir dan Jeddah. Sebaiknya kubu Jokowi hati-hati menggunakan data. Publik disodori informasi tidak valid," kata pengamat politik Igor Dirgantara kepada wartawan, Jumat (11/7).

Sebelumnya, Tim Sukses Jokowi-JK, Yuddy Chrisnandi pernah mengatakan mengatakan, hasil exit poll Arab Saudi pasangan nomor urut 2, meraih 75 persen suara dan pasangan nomor 1, mendapatkan 20 persen suara. Pun dengan di Mesir, kubu Jokowi-JK diberitakan menang tipis dengan 57 persen dan Prabowo-Hatta 42,9 persen.

Kenyataannya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, mengumumkan hasil penghitungan suara Pilpres 2014, Prabowo-Hatta mendapat 51,22 persen dan Jokowi-JK 48,78 persen. Pun data Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Mesir, pasangan nomor urut 1 itu menang dengan mengantongi 70,2 persen. Jokowi-JK hanya mendapat 27,6 persen.

Melihat fakta tersebut, Igor menyarankan, agar jauh lebih baik jika semua pihak menunggu hasil penghitungan akhir yang dilakukan KPU pada 22 Juli mendatang. "Jangan justru mengintimidasi KPU dengan klaim bahwa quick count mereka yang benar. Otoritas tertinggi tetap ada di KPU," kata pengajar di Universitas Jayabaya itu.

Igor juga meminta agar kedua pihak bisa menahan diri dan belajar dari Pilpres 2009. Meski menang dengan selisih hitung cepat mencapai 20 persen lebih, tetapi SBY tetap menunggu hasil final dari KPU. Sumber: http://www.republika.co.id
Selengkapnya... »»  

Jumat, 11 Juli 2014

Diah Ratu Ganefi Bantu Ratni, Penderita Tumor Ganas

Lombok Utara, SK - Anggota Dewan Perwakilan Daerah asal NTB, Baiq Diah Ratu Ganefi, SH, Jum’at 11/7 lakukan kunjungan ke rumah Ibu Ratni, penderita tumor ganas di Dusun Lembah Berora Desa Selengen Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara

Tujuan kunjungan tersebut selain melihat secara langsung kondisi Ratni yang sudah lima tahun menderita tumor ganas, juga memberikan bantuan dan semangat agar tetap tabah menghadapi cobaan sekaligus minta agar Ratni mau dirawat di rumah sakit.

“Saya datang ke Ibu Ratni setelah menerima laporan dan membaca media, kalau di Dusun Lembah Berora ini ada warga yang mengalami penyakit tumor ganas”, ungkap Diah yang didampingi beberapa pejabat teras Dikes KLU dan kepala Puskesmas Kayangan serta beberapa aktivis perempuan NTB.

Baiq Diah Ratu Ganefi yang memiliki motto hidup harus lebih baik hari esok dari hari ini, perjuangan tidak pernah terhenti ini mengaku, ini kali ketiganya ia membantu penderita penyakit kronis yang kondisinya sama. “Sekarang tergantung kepada ibu Ratni, jika ia mau dirawat dan dioprasi di rumah sakit, maka semua biayanya akan ditanggung pemerintah, sementara untuk biaya keluarga yang menunggunya di rumah sakit kita akan bantu”, jelasnya.

Sementara Kelompok Karang Taruna Desa Sokong Kecamatan Tanjung memberikan bantuan dalam bentuk uang yang dikirim melalui rekening Lalu Kartono sebesar Rp. 700 ribu. “Bantuan ini jangan dilihat dari jumlahnya, namun ini sebagai bentuk kepedulian Karang Taruna Desa Sokong kepada Ratni yang sudah lima tahun menderita tumor ganas, dan mudah-mudahan segera sembuh”, kata Anton, ketua Karang Taruna Desa Sokong.

Kepala Dikes KLU, dr H. Benny Nugroho yang diwakili dr. Kadir mengaku, kalau ibu Ratni pernah dirawat di rumah sakit umum Mataram. “Ratni pernah dirawan di RSU Mataram, namun karena menunggu waktu oprasi, ibu Ratni pulang dari rumah sakit dan tidak pernah kembali lagi”, katanya.

Sesuai hasil kesepakatan keluarga, bahwa Ratni akan dibawa ke RSUD Tanjung pada Senin, 14 Juli mendatang.  Dan bagi dermawan yang memberikan bantuan dapat melalui rekening keluarga atas nama Lalu Kartono, BNI Cabang Mataram, nomor rekening 0248074550, hp. 087864030999

Selengkapnya... »»  

Minggu, 06 Juli 2014

Ratni Menunggu Bantuan Para Dermawan

Lombok Utara, SK - Ratni (40) adalah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Dusun Lembah Berora Desa Selengen Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, tampak tergolek lemah menahan rasa sakit di sebuah rumah sederhana berukuran 4X6 meter persegi. Ia sudah 5 tahun menderita penyakit kista yaitu salah satu penyakit yang dikenal dengan istilah sasak tumor ganas yang menyerang bagian perutnya.

“Saya sudah lima tahun tergolek lemah dan hanya bisa duduk dan tidur berlapis kasur dan tikar kumal, karena menahan beratnya perut ini yang semakin hari semakin membuncit”, kata Ratni sambil memegang perutnya.

Menurutnya, ia bersama tiga orang anaknya bertahan hidup seadanya dan sehari-hari hanya ditemani anak angkatnya. Sementara anak pertamanya yang bernama Suriadi hanya bekerja serabutan yang kadangkala ikut ngerit mengambil pasir atau batu mengikuti kawan-kawannya, yang hasilnya kadang-kadang hanya bisa menutupi kebutuhan sehari-hari.

Ratni mengaku, selama lima tahun menderita sakit, hanya sekali dirinya dibawa ke rumah sakit umum Mataram,  yang oleh dokter waktu itu dikatakan dirinya mengalami penyakit kista. “Tiga tahun lalu saya pernah dibawa ke RSU Mataram, dan sempat mau dioprasi, namun pihak rumah sakit minta saya menunggu dua bulan baru bisa dioprasi. Karena ketiadaan biaya hidup di RSU Mataram, sehingga saya dan keluarga memutuskan untuk pulang ke rumah”, katanya sedih.

Selama ini, lanjut Ratni, setiap malam tidak bisa tidur nyenyak karena merasakan berat dibagian perutnya. Dan saat ini selain perutnya membesar juga badannya seperti kaki, tangan dan kepalanya sudah mulai mengecil seperti penyakit kurang gizi. Dan selama ia sakit, belum ada satupun instansi pemerintah kabupaten ataupun provinsi yang datang melihat kondisinya.

Pantauan media ini ketika berkunjung ke rumah Ratni, kendati ia berstatus janda sejak beberapa tahun lalu, namun mantan suaminya selalu setia mendampingi dan membantu kebutuhan hidupnya sehari-hari. “Saya memang sudah cerai dengan suami yang bernama Rustam, tapi ia adalah seorang laki-laki bertanggungjawab terhadap anaknya dan selalu membantu kebutuhan keluarga”, ungkapnnya tersenyum.

Sementara mantan suaminya, Rustam mengaku, cukup prihatin melihat kondisi mantan istrinya, namun dirinya tidak bisa berbuat, karena kondisi ekonominya yang lemah, sehingga ia hanya bisa membantu seadanya. “Saya berhadarap ada keajaiban dari Yang Maha Kuasa, sehingga Ratni bisa sembuh total”, harap Rustam.

Karenanya, Ratni sangat mengharapkan uluran tangan dari para dermawan untuk  membantu biaya oprasi dan hidupnya. Dan bagi Anda yang tergerak untuk memberikan bantuan dapat melalui nomor rekening keluarganya, atas nama: Lalu Kartono, BNI Cabang Mataram,  no.rek. 0248074550 atau ke Bpk. Muhammad Syairi, No. rek.  0259758800 BNI Cabang Mataram, Email: ariprimadona@gmail.com, hp. 081 917 760 145

Semoga segala amal kebaikan para Dermawan di balas oleh Allah SWT dilipatgandakan rezekinya , dan di berikan nikmat kesehatan dan di permudah di dalam segala urusannya.
Selengkapnya... »»