Kamis, 26 Februari 2015

Rencana Penutupan BAL Akan Berdampak pada Suplay air Besrih di Trawangan

Pemda KLU berencana akan menutup aktipitas pengolahan air bersih yang dilakukan oleh PT Berkah Air Laut (PT BAL) di Gili Trawangan karena di duga illegal dan menyalahi aturan karena dianggap membuat sumur bor.Apabila penutupan ini akan dilakukan akan berimbas pada tidak ada nya suplay air bersih di kawasan destinasi wisata KLU tersebut .

Kisruh antara PT BAL dengan Pemda KLU menjadi kehawatiran dari para pelaku wisata dan masyarakat yang ada di gili Trawangan. Apabila ini nantinya betul terjadi penutupan maka sekitar 700 pelanggan PT BAL akan menjerikt karena tidak tidak lagi mendapatkan air bersih.

“Pemerintah harus memikirkan secara baik apabila PT BAL betul akan di tutup,karena danpak yang akan timbul pelaku wisata dan masyarakat akan di rugikan,” kata salah seorang pelaku wisata Sam.

Dilain pihak pengusaha lain menunjukan sikap tidak setuju apabila PT BAL akan di tutup,Basok Jani mengungkapkan bahwa Pemda seharusnya mencari solusi terhadap masalah ini,kalau dilakukan penutupan lantas dari mana warga akan mendapatkan pasokan air bersih.Selama ini Pemda sudah beberapa kali berjanji untuk menyediakan air bersih namun nyatanya sampai sekarang tidak terwujud.

Seharusnya saat sekarang Pemda KLU  sudah membangun fasilitas air bersih,sehingga kalau PT BAL ini akan di tutup ketersediaan air bersih tetap ada dan masyarakat tidak menjadi korban.

“Hal lain yang juga paling dirasakan adalah masalah sampah yang sampai saat ini belum juga penanganan serius dari Pemda KLU,”jelasnya.

Persoalan yang terjadi pada PT BAL adalah  masalah ijin oprasional yang tidak dilakukan sesuai aturan,dalam ijin UKL UPL dan IMB nya PT BAL akan melakukan penyulingan air laut,namun dalam kenyataannya PT BAL memanfaatkan air bawah tanah walaupun masih terasa asin. Dengan memakai sistim sumur bor akan dikhawatirkan akan merusak lingkungan,melihat hal tersebut Pemda KLU sampai sekarang belum mengeluarkan ijin oprasionalnya. 
 
Persoalan ini terasa pelik PT BAL sudah berjalan dua tahun lebih sementara dari usaha tersebut tidak sepeserpun pemasukan yang di berikan untuk Pemda KLU,sudah barang tentu Pemda KLU merasa di rugikan dengan keberadaan PT BAL tersebut (Sumber Radar Lombok)
Selengkapnya... »»  

Anggaran Pilkada KLU Masih Kurang

Lombok Utara - Komisi  Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Utara yang akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) KLU tahun 2015  rupanya masih kekurangan dana untuk melaksanakan Pilkada pada bulan Desember 2015,walaupun salah satu tahapan seperti pelaksanaan Uji Publik urung dilaksanakan.

“Dalam anggaran yang sudah di susun terdapat anggaran untuk uji public,dengan dihapusnya uji public tersebut maka anggaran tersebut di alihkan ke tempat lain,” kata salah seorang anggota KPU KLU Burhan Ekwanto.

Menurutnya,walau ada anggaran pengalihan namun pihaknya masih mengalami kekeurangan anggaran  untuk melaksanakan Pilkada.KPU KLU sebelumnya mengajukan anggaran sebesar  Rp.18 milyar,selanjutnya di rasionalisasi menjadi Rp.14 milyar namun saat di sahkan menjadi Rp.8 milyar.

Maslah ini sudah dilakukan komonikasi dengan Pemda KLU sehingga harapannya agar nanti dapat di anggarakan dalam APBD perubahan.Sebelumnya pada Pilkada 2010 ada beberapa bagian yang di biayai oleh pemerintah,namun dalam Pilkada 2015 menjadi tanggungjawab dari KPU seperti alat peraga calon.

“Kita saat ini belum memepunyai bilik dan kotak suara,selama ini kita menggunakan bilik dan kotak suara dari kardus namun tidak dapat bertahan lama,”imbuhnya.

Lebih jauh dikatakan Burhan,selain penghapusan uji publik,sejumlah point juga di rubah yaitu syarat kemenangan dimana sekarang adalah 0 persen artinya berapapun yang di peroleh kandidat  yang terbanyaklan yang keluar sebagai pemenang. Dengan demikian Pilkada akan berlangsung dalam satu putaran saja.

Namun lanjut Burhan,walaupun Pilkada dilakukan dalam satu putaran dengan anggaran yang ada saat ini masih tetap mengalami kekurangan. Untuk syarat dukungan dari partai politik yaitu 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 6 kursi untuk DPRD KLU dan 25 persen suara.

“Sedangkan untuk calon perseorangan ada kenaikan syarat dukungan menjadi 8,5 persen dari total masyarakat KLU yang mencapai 250 ribu,”imbuhnya.

Peroses tahapan Pilkada di KLU akan dimulai pada bulan Juni mendatang yang di awali dengan pemutahiran data dan pendaftaran bakal calon termasuk juga di dalamnya menjaring PPK,PPS dan KPPS,pungkasnya.

Selengkapnya... »»  

Senin, 23 Februari 2015

Pemda KLU Anggap Selesai Masalah PT. WAH

Terkait Pemanggilan Bupati oleh Ombudsman

Lombok Utara - Bupati Kabupaten Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH yang memenuhi panggilan pihak Ombudsman pada hari Senin (16/2) di Jakarta telah memberikan penjelasan secara mendatail terkait penyelesaian masalah sengketa lahan antara pihak PT WAH dengan masyarakat Gili Trawangan.

“ Bupati sudah memberikan penjelasan terkait penyelesaian sengketa lahan antara PT WAH dengan masyarakat yang ada di Gili Trawangan,posisi Pemda KLU tidak lebih sebagai mediator untuk menyelesaikan hal tersebut,” kata Kepala bagian Hukum Setda KLU Raden Eka Asmarahadi SH.

Menurut Eka yang juga ikut mendampingi Bupati ke Ombudsman menjelaskan,apa yang dilakukan oleh Ismail Cs terkait tuntutannya tersebut dimana meminta lahan seluas 2 hektar dan harus dekat pantai  untuk warga sebanyak 26 orang.Terhadap tuntutan ini maka ini yang mempunyai hak untuk   memutuskan  adalah PT WAH bukan Pemda KLU.
 
Persoalan lahan yang ada di PT WAH itu sudah selesai dengan diberikannya lahan konpensasi kepada warga yang jumlahnya 27 orang,Sedangkan Ismail dan beberapa orang temannya tersebut  menolak menerima kompensasi tersebut.Posisi Pemda KLU dalam sengketa ini bukan dalam tataran ikut sebagai penentu tetapi tidak lebih sebagai mediator untuk menyelesaikan persoalan.Hal yang terkait dengan kesepakatan tersebut adalah menjadi domein dari PT WAH.

“Adanya tambahan warga sebanyak 26 orang sebagaimana di sampaikan oleh Ismail menjadi pertanyaan kami juga,warga tersebut dari mana dan yang mana,”tanyanya.

Pihak Ombudsman sendiri memberikan waktu dua bulan kepada Pemda KLU  untuk menyelesaikan masalah ini terutama yang berkaitan dengan tuntutan Ismail Cs tersebut.Oleh karena itu dalam waktu dekat ini kita akan dilakukan pertemuan dengan pihak PT WAH.

Sementara itu kuasa PT WAH H Sukirno ketika di tanya kenapa tidak memenuhi panggilan Ombudsman mengatakan bahwa dirinya sedang sakit.Persoalan terhadap lahan di Gili Trawangan di anggapnya sudah selesai.Masalah adanya tuntutan dari Ismail cs tidak perlu di tanggapi karena dulu dia tidak mau menerima kesepakatan sesuai dengan hasil mediasi yang dilakukan oleh Pemda KLU.

“Kita tidak perlu lagi membahas masalah tuntutan lagi karena semuanya sudah selesai,” kata Sukirno singkat.
Selengkapnya... »»  

Akibat Angin Kencang Ratusan Pohon Tumbang

Lombok Utara - Angin yang bertiup kencang pada hari Sabtu (21/2) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengakibatkan ratusan pohon tumbang.Mulai dari jalur Senggigi menuju ke Pemenang berbagai jenis pohon tumbang ke tengah jalan sehingga menggangu kelancaran lalu lintas.Begitu juga jalur dari Pemenang menuju ke Gangga banyak pohon yang tumbang ke jalan maupun areal persawahan.

“Ratusan pohon tumbang akibat tiupan angin yang cukup kencang pada hari Sabtu,” kata Kepala Sekretaris BPBD KLU Nartodi S.Sos kemarin.

Menurutnya sebuah pohon yang cukup besar tumbang di dekat kantor Pos Gangga sehingga menimbulkan kemacetan.Begitu juga sebuah pohon randu yang cukup besar juga tumbang ke areal persawahan.Untuk menanggulangi banyaknya pohon tumbang tersebut beberapa petugas mulai dari BPBD,kepolisian dan Pol PP membantu untuk membersihkan areal jalan dari pohon tumbang tersebut.

Lebih lanjut dikatakan,tiupan angin kencang hampir terjadi di semua wilayah KLU hanya saja ada 3 kecamatan yang banyak terjadi pohon tumbang yaitu di kecamatan Pemenang,Tanjung dan Gangga. Tiupan angin kencang juga melanda Kecamatan Kayangan dan Bayan namun tidak banyak terjadi pohon tumbang.

“Sementara pohon tumbang di luar areal jalan kita tidak tahu berapa jumlahnya seperti yang terjadi kawasan perkebunan dan hutan,’jelasnya.

Terhadap adanya kerusakan terhadap bangunan rumah dari data yang ada beberapa rumah mengalami kerusakan pada bagian atapnya seperti yang terjadi di dusun stangi,selanjutnya di dusun Telok Borok Desa Malaka sekitar 20 rumah rusak,tiga rumah rusak di dusun Teluk Kombal Desa Pemenang Barat.Sementara di Pemenang Timur ada 6 rumah yang rusak yaitu di dusun Karang Baru dan Karang Petak.

Pihak BPBD KLU  saat ini masih ini masih mendata secara pasti berapa rumah yang rusak akibat tiupan angin kencang yang rata-rata rusak pada bagian atapnya.
Selengkapnya... »»  

LKPJ Sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Kepada Masyarakat

Lombok Utara - Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) oleh kepala desa sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat luas, agar dapat mengetahui apa saja yang dilakukan oleh kepala desa bersama perangkatnya selama satu tahun.

Demikian dikatakan Kepala Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kertamalip ketika menyampaikan LKPJ 2014,  di aula kantor desa setempat 23/2. “Ini merupakan kewajiban kami selaku Kepala Desa dalam rangka transparansi pemerintah desa selama tahun 2014 serta merupakan bagian dari mekanisme dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan yang berkaitan dengan tugas – tugas pokok dan fungsi pemerintah desa meliputi pelaksanaan tugas-tugas umum pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan, pelayanan serta pemberdayaan masyarakat selama kurun waktu satu tahun yakni tahun 2014”, katanya.

Selain itu, kata Kertamalip, penyampaian LKPJ merupakan kewajiban konstitusional dan proses raport dari pelaksanaan pembangunan Desa Karang Bajo selama dalam waktu 1 ( satu ) tahun, tapi merupakan Pertanggung Jawaban moral kita kepada masyarakat yang kelak akan dijadikan landasan pembangunan berikutnya dan sebagai bahan perbaikan dalam penyelenggaraan pemerintah tahun berikutnya.  Laporan pertanggungjawaban akhir tahun anggaran ini merupakan hal yang kedua dilakukan sejak di lantik Bupati Lombok Utara menjadi kepala desa pada tanggal 9 Januari 2013.

Dikatakan, desa Karang Bajo adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan yang mempunyai luas wilayah 1.168 ha. Dilihat dari topografi ketinggian wilayah desa Karang Bajo berada pada 10-400 ketinggian dari permukaan air laut dengan keadaan curah hujan rata-rata  1000 mm/tahun serta suhu rata-rata antara 27-30 C dengan kelembaban udara rata-rata 70 % per tahun.

Secara administrasi desa Karang Bajo terletak di wilayah Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Adapun batas-batas wilayah Desa Karang Bajo, yaitu sebelah Utara berbatasan dengan Desa Anyar sebelah selatan berbatasan dengan Desa Senaru dan Bayan. Disisi barat berbatasan dengan Desa Senaru sedangkan di sisi timur berbatasan dengan Desa Loloan ( Kecamatan Bayan ).

Luas lahan yang ada terbagi dalam beberapa peruntukan, dapat dikelompokkan seperti fasilitas umum, pemukiman, pertanian kegiatan ekonomi dan lain-lain. Luas lahan yang diperuntukan untuk perumahan kurang lebih sekitar 380 Ha, untuk fasilitas umum 5 Ha, sedangkan untuk lahan pertanian persawahan sekitar 546 Ha, lahan tadah hujan sekitar 235 Ha dan untuk hutan Adat 2 Ha. Jumlah wilayah 1.168 Ha. “Desa Karang Bajo terdiri 7 Dusun dan 12 RT. Orbitasi jarak tempuh ke ibukota kecamatan 4 Km, dari Karang Bajo ke ibukota kabupaten 45 Km dan jarak ke ibu kota provinsi adalah 90 Km”, jelasnya.

Terkait dengan mata pencaharian warga masyarakat desa Karang Bajo, kata Kertamalip, dapat di identifikasi ke dalam beberapa bidang mata pencaharian, seperti petani, buruh tani, PNS/TNI/POLRI, karyawan swasta, pedagang, buruh bangunan / tukang, dan peternak, dengan rincian,  PNS 31    orang, pensiuan 3, swasta 60 orang, pedagang 105, pemilih lahan 1.008    orang, buruh tani 1.070 orang ditambah dengan montor mekanik, tukang bangunan dan mata pencaharian lainnya.
Pendidikan
Dibidang pendidikan, lanjut Kertamalip  merupakan sesuatu hal penting dalam memajukan tingkat kesejahteraan pada umumnya dan tingkat perekonomian pada khususnya. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan mendongkrak tingkat kecakapan. Tingkat kecakapan akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan. Pada gilirannya mendorong munculnya lapangan pekerjaan baru. Dengan sendirinya membantu program pemerintah untuk pembukaan lapangan kerja baru guna mengatasi pengangguran.

Dari data yang ditampilkan, bahwa di desa Karang Bajo terdapat 792 tamatan SD, 685 tamatan SLTP, 488 tamatan SLTA dan 68 orang tamatan perguruan tinggi. Berdasarkan data kualitatif yang diperoleh di desa bebas Akino ini, kebanyakan penduduk hanya memiliki bekal pendidikan formal level pendidikan SD sebanyak    22 %, pendidikan SLTP   19 %, dan SLTA 13  %. Sementara yang dapat menikmati pendidikan di perguruan Tinggi hanya sebesar    1,9 %.

Sosial Budaya

Dalam sosial budaya, menurut Kertamalip yang pernah mendapat pengharaan dari Kementerian Kesehatan RI dan mantan Wapres RI ini mengaku, bahwa nilai budaya dan aktipitas tradisional ini  kemudian di sebut sebagai kearipan lokal merupakan warisan nenek moyang bangsa dalam tata nilai kehidupan yang menyatu dalam bentuk praktik religi  dan adat istiadat. Kearifan lokal merupakan alat sekaligus hasil dari dinamika strategi adaptasi komunitas budaya tersebut  terhadap lingkungannya dengan mengembangkan pengetahuna atau ide, norma, aktipitas dan pralatan untuk melanjutkan eksistensinya.

Berbagai bentuk kearipan lokal menjadi dasar bagi keragaman budaya bangsa, sekaligus sebagai modal bagi penguatan karakter dan jati diri bangsa, oleh karena itu pemberdayaan dan rehabilitasi keberadaan  komunitas budaya di masyarkat adat karang Bajo perlu di lakukan, sejalan dengan pemikiran tersebut, maka melalui Lembaga Pranata Adat Karang Bajo mengusulkan bantuan sosial  ke Direktorat Jendral Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk Revitalasi.

Pemberdayaan dan peningkatan kualitas keberadaan komunitas budaya dalam rangka pelestarian kebudayaan salah satunya melalui Progam pasilitas Budaya di masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat merehabilitasi keberadaan komunitas budaya di Karang Bajo sebagai wujud keragaman budaya di Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Program Rehab Bale adat  ini sengaja tidak di ikut sertakan pada Program Batusan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 452 unit pada tahun 2013 yang lalu di Desa Karang Bajo, yang bersumber dari Kementrian Perumahan Rakyat RI, karena Bale Adat  merupakan situs budaya yang tidak boleh di rubah bentuk dan modelnya.
Tujuannya adalah, agar rumah rumah adat yang di huni oleh para pranata adat agar bisa kembali pada ciri dan bentuk aslinya serta layak huni; Memberdayakan masyarakat adat untuk penguatan karakter dan jatidirinya; Meningkatkan kualitas keberadaan budaya masyarakat adat dalam rangka pelestarian kebudayaan.

Yang mendapat Rehab Rumah Adat di Gubuk Karang Bajo adalah Bale Mak Lokak Gantungan Rombong, bale Mak Kiyai  Lebe, bale mak Lokak Penguban, bale mak lokak singgan dalam, bale mak lokak karang bajo, Bale mak lokak Terantapan, Bale Mak Lokak Singgan Ancak dan Bale mak lokak lang-lang Pelabupati sedangkan masyarakat adat yang mendapatkan adalah Amak Saptini, sutiajip, Inak Riajip.

Disamping merehab Rumah adat juga dilakukan rehab 16 Paket Berugak Saka enam, 9 Paket Lumbung. 16 Paket Amben Belek dan 16 Paket Amben Berik. Bahan yang di butuhkan dalam rehab bale adat adalah atap alang alang, usuk bambu, pagar Bambu, Belandar Kayu, sedangkan lantai yang buat adalah lante semen pondasi batu timbul.

Dengan penuh perjuangan maka Lembaga Pranata Adat Gubuk Karang Bajo akhirnya bisa menerima bantuan sosial revitaliasi Desa Adat tahun 2014 ke Rekening Pranata adat sebesar Rp. 426.100.000,-  untuk renopasi 9 unit  Balae Adat, 3 unit buat baru Balae Adat, 16 buah , berugak saka enem dan 9 buah lumbung dari Direktorat Jendral Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang pembangunannya telah rampung semua, sehingga pada akhir tahun 2014 Revitalisasi Desa Adat Karang Bajo di resmikan oleh Direktur Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi RI Dra. Sri Hartini, M.Si, yang dihadiri oleh Kepala Litbang PU Bali Nusa Tenggara, Bupati KLU, Camat Bayan bersama muspika,  para tokoh masyarakat adat, Pembekel, Pemangku, Para Toak Lokak, Kiyai Penghulu, Kiyai Lebe dan masyarakat adat Karang Bajo.

Terkait dalam bidang kegiatan ekonomi desa selama ini, masih di dominasi sektor pertanian, mengingat luas lahan pertanian Desa Karang Bajo memang cukup luas. Ada sekitar 60 % masyarakat masih menggantungkan nasibnya pada sector ini. Sebagai Desa yang luas areal pertaniannya Karang Bajo sebenarnya berpotensial sebagai pemasok hasil-hasil pertanian.

Sayangnya, kata Kertamalip, modal dasar yang cukup potensial ini kemudian tidak berarti karena sumber daya air yang tidak mendukung. Hal ini membuat warga masyarakatnya hanya mengandalkan air hujan yang sekali dalam satu tahun untuk bercocok tanam sehingga masyarakat desa Karang Bajo sebagian besar menamam padi yang merupakan tanaman andalan Desa Karang Bajo.

Dengan kondisi masyarakat yang hanya bercocok tanam padi sekali setahun, secara langsung berpengaruh pada tingkat penghasilan masyarakat Desa Karang Bajo, akibatnya tingkat pendapatan mereka belum seutuhnya mencukupi kebutuhan hidup, belum lagi ongkos buruh yang mahal karena harga barang kebutuhan petani tidak sebanding dengan penghasilan yang diperoleh.

Dikatakan, pertumbuhan perekonomian desa Karang Bajo sepanjang tahun 2014 tahun terakhir mengalami kenaikan. Hal ini sedikit banyak dipengaruhi sikap mereka yang tidak lagi melirik sector pertanian sebagai pekerjaan. Mereka lebih tertarik dengan menjadi TKI ke luar negeri dan sebagian juga sudah banyak yang memiliki kendaraan roda 4 baik truk, engkel dan dam truk.

Visi dan Misi Desa Karang Bajo

Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan dengan melihat potensi dan kebutuhan desa. Penyusunan visi desa Karang Bajo ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan di desa Karang Bajo seperti pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga masyarakat desa dan masyarakat desa pada umumnya. Pertimbangan kondisi eksternal di desa seperti satuan kerja wilayah pembangunan di Kecamatan Bayan mempunyai titik sektor pertanian,  maka berdasarkan pertimbangan diatas Visi Desa Karang Bajo adalah : “ MEWUJUDKAN DESA KARANG BAJO YANG SEHAT BERSIH INDAH DAN SEJAHTERA“

Untuk menjalankan visi ini, telah ditetapkan misi-misi yang memuat sesuatu pernyataan yang harus dilaksanakan oleh desa agar tercapainya visi desa tersebut, yang kemudian dijabarkan ke dalam misi untuk memudahkan didalam pelaksanaan program. Sebagaimana penyusunan visi, misi pun dalam penyusunannya menggunakan pendekatan partisipatif dan pertimbangan potensi serta kebutuhan masyarakat Desa Karang Bajo, sehingga di dalam menunjang dan mendukung terwujudnya visi diatas, diperlukan misi yang jelas dan konkrit maka misi desa Karang Bajo adalah :Mensukseskan Program Desa Siaga Aktif ; AKABNO  ( Angka Kematian Anak Bayi Balita Nol ); BABSNO ( Buang Air Besar Sembarangan Nol )  dan BASSNO ( Buang Sampah Sembarangan Nol ).

Selain itu, juga dilakukan penataan wilayah desa, menjadi desa yang bersih, indah dan  aman, menigkatkan keterampilan, agar tarap hidup warga menjadi sejahtera, mempertahankan dan melestarikan nilai budaya lokal dan adat istiadat   setempat, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kamtibmas, peningkatan taraf hidup masyarakat melalui sarana dan prasarana penunjang ekonomi dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan pelayanan kesehatan dan posyandu.

Dibidang keuangan desa,  kebijakan yang dilakukan pemerintah desadengan mempertimbangkan keuangan desa yang ada. Untuk itu harapan dari pemerintah desa Karang Bajo masalah dana-dana bantuan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara maupun Pemerintah Provinsi dan Pusat terus diperbesar untuk menyelesaikan beberapa kegiatan pembangunan yang ada di Desa Karang Bajo baik fisik maupun non fisik. Semua kegiatan pembangunan desa harus sepenuhnya di dukung oleh masyarakat sesuai dengan kemampuan masyarakat itu sendiri.

Kebijakan anggaran baik langsung maupun tidak langsung sepenuhnya mengacu pada kemampuan keuangan desa Karang Bajo yang tertuang dalam APB Desa, yang besarnya di sesuaikan dengan kemampuan keuangan desa serta memperhatikan hasil Musrenbangdesa dan skala prioritas. Kegiatan ini dilakukan dengan melihat indek anggaran kegiatan yang dikeluarkan pemerintah kabupaten. Dan tidak boleh bertentangan dengan kebijakan pemerintah.mengingat dana yang ada di Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan dana stimulan yang harus di dukung dengan pendapatan Asli Desa serta partisipasi masyarakat sepenuhnya. Karena prinsip pembangunan desa adalah dari masyarakat oleh masyarakat dan semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat Desa Karang Bajo pada khususnya.

Menanggapi LKPJ yang disampaikan Kades Karang Bajo, wakil ketua BPD, Supardi menerima baik hasilnya dengan beberapa catatan yaitu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam urusan administrasi, membangunan kembali Bumdes yang selama ini mati suri, mencari jalan keluar untuk penanggulangan bencana yang bias terjadi di Dusun Lokok Aur serta meningkatkan pembangunan sarpras ditingkat dusun. “Laporan ini kami terima tentu dengan catatan seperti yang kami sebutkan diatas”, katanya.

Sementara camat Bayan yang diwakil Kasi Trantip dalam kesempatan tersebut minta kepada pemerintah desa untuk terus menjalin kerjasama dengan semua pihak serta transparan dalam mengelola dana yang masuk di desa, lebih-lebih pada tahun ini anggaran desa ditambah sampai diatas 1 miliar rupiah.
Selengkapnya... »»  

Minggu, 22 Februari 2015

PDIP Mantap Dukung Najmul Akhyar

KLU, Primadona - Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kabupaten Lombok Utara (KLU) sudah mantap mendukung Dr. H. Najmul Akhyar, dalam pertarungan politik memperebutkan kursi KLU 1 dalam Pemilukada mendatang.

“Kami sudah mantap dengan H. Najmul Akhyar, karena hanya beliau yang sudah melakukan komunikasi di tingkat DPD,” kata Ketua DPC PDIP KLU, Raden Nuna Abriadi, Rabu (18/2). Dikatakan, bakal calon (Najmul, red) sudah sejak lama melakukan komunikasi dengan PDIP dan delapan partai yang lainnya seperti Gerindera, PKB, PPP, PBB, PAN, PKS maupun Hanura. Namun, aku Ketua Komisi I DPRD Provinsi NTB itu, belum ada rekomendasi yang dikeluarkan oleh masing-masing partai.

Terkait telah disahkannya Perppu pengganti UU yang salah satunya mengatur tentang jadwal serta paket calon, Raden Nuna mengaku paket yang sudah ditetap di tingkat pusat akan menjadi pembicaraan lanjutan. “PDIP akan melihat perkembangannya saja nantinya. Karena paket ini sistemnya adalah calon itu bisa mendaftarkan diri baik dalam posisi wakil maupun bupati,”pungkasnya.

“Yang jelas kami PDIP sekarang ini akan mendukung Najmul Akhyar saja sebagai bupati. Persoalan nantinya ada kecocokan antara Najmul dengan paket lain (selain bakal calon dari Gerindera, red), membutuhkan pembicaraan yang panjang,”jelasnya.

“Yang jelas saya tidak ingin ada keretakan antara partai-partai koalisi yang sudah dibangun sementara ini. Sementara ini kami akan jaga hal-hal yang menyebabkan jebakan dan menjadikan koalisi ini menjadi destruktif karena adanya persoalan kepentingan. Karena KLU ini sepertinya hanya dua calon saja, jadi kami harus hati-hati,”ujarnya.
Selengkapnya... »»  

Paket “JADI” Klaim Sudah Komunikasi Dengan Sejumlah Partai

KLU, Primadona - Sekretaris DPD I Partai Golkar Kabupaten Lombok Utara (KLU), Mariadi,S.Ag., yang merupakan bakal calon pasangan Djohan Sjamsu melalui paket “JADI”, mengklaim sudah melakukan komunikasi lebih awal dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Hanura. Anehnya, dua partai tersebut justru diklaim bergabung dengan partai lainnya untuk mendukung figur Dr. H. Najmul Akhyar, sebagai calon bupati pada Pemilukada KLU.

“Kami sudah lama melakukan komunikasi dengan ke tiga partai tersebut sebelum diklaim oleh calon sebelah,”kata Mariadi, di ruang kerjanya, kemarin.

Tidak hanya dengan dua partai itu saja, lanjut Mariadi, partai lainnya juga sudah ada komunikasi lebih awal. “Kami tidak membatasi diri untuk partai yang lain jika ingin bergabung,” katanya.

 Mariadi menambahkan, terhadap partai-partai itu pihaknya terus melakukan komunikasi sampai dengan sekarang ini. Apakah nanti dukungan akan mengarah ke mana, menurut Mariadi, endingnya akan diketahui nanti setelah melihat surat keputusan dari pusat masing-masing partai.

“Semua kompetitor ini ibarat sedang berlari kedepan. Siapa yang lebih duluan sampai di finish maka dialah pemenangnya,” tandas Mariadi.
Selengkapnya... »»  

Pelaku Pembunuh Suhaini Pacarnya Sendiri

Lombok Utara - Teka-teki pembunuhan Suhaini, siswa kelas III MA Gauz Abdurrazzaq Senaru Kecamatan Bayan terkuak sudah. Pelakunya tidak lain adalah pacar korban sendiri yang bernama Hendra Wahyudi alias Yudi (19), salah seorang karyawan hotel di kecamatan Bayan.

Pelaku nekat membunuh sang pacar karena panic. Setelah berhubungan seperti layaknya suami istri, tiba-tiba korban berteriak kesurupan. Nah agar tetangga  tidak tau apa yang terjadi didalam kamar kos, sehingga korban dibunuh. “Pelaku dan korban berpacaran”, ungkap Kapolres Lombok Barat melalui Kasat Reskrim Iptu Sidik Prita Mursita 20/2  kepada wartawan saat jumpa pers.

Seperti diberitakan sebelumnya, Suhaini ditemukan tidak bernyawa dikamar kosnya pada pagi Senin 16/2 lalu. Saksi adalah beberapa teman korban yang penasaran mengapa Suhaini tidak ikut upacara bendera di sekolah. Namun  alangkah terkejutnya teman-temannya ketika membuka pintu kamar kos, ternyata korban ditemukan sudah tidak bernyawa lagi dalam kondisi tidur tengkurap, tanpa mengenakan baju dan hanya ditutupi selembar kain selimut.

Kematian korban  yang berasal dari Dusun Lenggorong Desa sambik Elen yang baru kos sebulan tersebut kontan membuat geger warga. Lebih-lebih kematiannya diduga secara tidak wajar, karena dilehernya terdapat bekas luka seperti bekas kawat. Pun dengan mulut dan telinganya mengeluarkan darah.

Dan pada hari itu juga korban langsung dilarikan ke Puskesmas Senaru untuk divisum. Dan untuk kepentingan penyidikan, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk diotopsi.

Sementara pihak kepolisian cukup sigap dan langsung memeriksa  sejumlah pihak, termasuk Yudi  yang diketahui sebagai pacar korban. Awalnya pelaku tidak mengaku bahwa dia yang membunuh korban. Setelah diintrogasi, pemuda ini akhirnya mengaku membunuh lantaran panik.

Sebelum kejadian, pelaku  dan korban berhubungan badan. Namun setelah selesai, tiba-tiba saja korban kesurupan dan berteriak-teriak. Tidak ingin percintaannya diketahui tetangga sebelah, pelaku lalu membunuh korban dengan mulut dan hidung ditutup paksa  dengan menggunakan bantal. Sebelum tewas korban sempat berusaha melepaskan diri dari perbuatan pelaku, namun gagal.

Di Polres Lombok Barat, seperti diberitakan beberapa media lokal, Yudi mengakui  bahwa korban dipacarinya sejak sebulan lalu. Yudi juga mengakui bahwa ia dan korban  beberapa kali melakukan hubungan badan yaitu 2 kali di kos korban dan 1 kali di kamar hotel. Kini Yudi harus mendekam di jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan teramcam diatas 15 tahun penjara.
Terkait kejadian tersebut, para orang tua harus terus melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya, agar tidak ada korban serupa.
Selengkapnya... »»