Sabtu, 18 April 2015

Kelompok Ojek Berkomitmen Dukung Paket NASA

Lombok Utara - Kelompok ojek yang biasa mangkal di perempatan Ancak Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan, pada Pilkada Desember 2015 mendatang berkomitmen mendukung paket Namjul Akhyar – Sarifudin (NASA).

Dukungan ini ditandai dengan pemasangan baliho di pos ojek yang terletak di perempatan Ancak dengan tulisan “Ojek juga punya komitmen pilih pasangan Bajang”. Baliho ini berhadapan langsung dengan baliho paket Djohan Sjamsu- Mariadi (DJADI) yang isinya “Muda saja tidak cukup tapi perlu bukti”.

Pirun salah seorang tukang ojek mengaku, selain kelompok ojek, dukungan juga datang dari kelompok pemuda lainya yang tergabung dalan kelompok Utara Punya Satria (UPS). Kelompok UPS ini sudah terlebih dahulu menyatakan dukungannya ke pasangan NASA dan baru disusul oleh para kelompok ojek.

Dukungan yang diberikan kepada pasangan NASA ini murni dari hati nurani tanpa ada paksaan dari orang lain atau tanpa diimingi janji-janji. “Kita mendukung NASA karena paket ini dinilai cukup mumpuni dan memiliki kapasitas untuk memimpin KLU lima tahun kedepan”, kata beberapa tukang ojek di Desa Karang Bajo.

Sementara salah seorang tokoh masyarakat Dusun Telaga Segoar Desa Loloan, Jiman mengaku dukungan terhadap NASA terus mengalir dari masyarakat akar rumput termasuk yang tinggal di Desa Loloan. Bahkan dirinya berkeyakinan paket NASA ini akan mendapat suara terbanyak di Kecamatan Bayan pada Pilkada Desember mendatang.

“Kalau kita lihat sekarang ini hampir separuh wajib pilih yang ada di Kecamatan Bayan sudah menyatakan dukungannya ke pasangan NASA. Dan alasannya cukup sederhana yaitu pasangan ini dinilai adalah paket yang sederhana dan merakyat, yang tidak perlu lagi diragukan kemampuannya dalam memimpin KLU”, katanya.

Dikatakan, H. Najmul Akhyar adalah wakil bupati KLU mampu mendampingi Bupati H. Djohan Sjamsu hingga akhir masa jabatannya dan termasuk politisi kawakan. Sedangkan Sarifuddin adalah anggota DPRD NTB yang sering turun hingga ke pelosok-pelosok dusun terpencil, termasuk di Telaga Segoar.

Lebih lanjut Jiman mengharapkan, walaupun beda dukungan namun kita perlu saling hormati dan tidak sampai membuat fitnah ke  pasangan lainnya, karena kedua paket yaitu Djadi dan Nasa adalah putra terbaik KLU,  sehingga keamanan tetap terjaga sepanjang masa. “Kita boleh beda dukungan, namun kita harus bersama-sama menjaga kondusifitas keamanan KLU”, tandasnya.
Selengkapnya... »»  

Selasa, 07 April 2015

Paket JADI dan NASA Daftar di Partai Hanura

Lombok Utara - Dua kandidat kuat bakal calon bupati dan wakil bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu-Mariadi (JADI) dan Najmul Akhyar-Syarifudin (NASA) secara  resmi mendaftarkan diri ke partai Hanura, Minggu (5/4) lalu.

 ” Baru dua bakal calon yang melakukan pendaftaran di Partai Hanura sejak di buka di buka pendaftaran minggu yang lalu ,” kata  ketua Tim 9 Ardianto kemarin.

Menurut ardianto, dua balon yang merupakan calon petahana pecah kongsi ini tampak datang mendaftar di hari yang sama. Bakal calon Najmul Akhyar yang tidak didampingi Syarifudin terlihat mendatangi kantor DPC Hanura Lombok Utara di  Tampes Desa Slengen  pada Minggu pagi. Sementara Djohan Sjamsu terlihat didampingi calon wakilnya yang juga wakil ketua DPRD Lombok Utara saat ini Mariadi datang mendaftarkan diri pada sore harinya. Pendaftaraan masih terus berlangsung hingga 7 April mendatang.

Untuk selanjutnya, tim 9 akan melakukan verifikasi berkas kelengkapan administrasi balon yang sudah mendaftar untuk selanjutnya direkomendasikan ke tingkat DPC sebagai bahan pertimbangan. Selain itu tim 9 juga akan melakukan survey ke tingkat bawah untuk melihat kemungkinan kekuatan dari masing-masing kandidat yang sudah mendaftar. ”Setelah pendaftaran ditutup, dalam jangka waktu paling lambat 21 hari kami akan berikan catatan ke ketua DPC sebagai pertimbangan untuk diajukan ke DPP,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ardianto mengatakan parpol manapun yang menjadi parpol pendukung balon maka tugas parpol itu tidak hanya sebagai tiket mencalonkan diri. Tetapi juga ikut bertugas mendulang suara dan memenangkan kandidat. Selain itu, parpol pendukung juga memiliki kewajiban untuk mendorong dan mengamankan pemerintah balon yang diusung. ”Jadi balon yang kita dukung dan bila terpilih harus memiliki komitmen kuat terhadap parpol pendukungnya,” tegasnya.

Saat ditanya apakah penunjukkan ketua DPC Hanura Lombok Utara sebagai sekjen di tim parpol pendukung balon NASA, Ardianto mengatakan itu tidak berpengaruh. ”Itu hanya komunikasi politik tidak masuk mekanisme partai. Mekanisme yang benar ya melalui pendaftaran ini,” pungkasnya.

Selengkapnya... »»  

Sabtu, 04 April 2015

Perbatasan KLU Harus Mendapat Perhatian Khsusus

Lombok Utara - Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan merupakan desa perbatasan antar Kabupaten Lombok Utara dengan Kabupaten Lombok Timur.  Sebagai desa perbatasan sudah seharusnya mendapat perhatian khusus dari Pemda sehingga mampu bersaing dengan kabupaten sebelahnya.

Demikian ditegaskan Kepala Desa Sambik Elen, Lalu Alwan Wijaya didepan beberapa pejabat KLU pada acara peresmian pembangunan kantor desa 2/4. Menurutnya, Desa sambik Elen memiliki potensi alam dan pariwisata yang cukup untuk dikembangkan menjadi desa percontohan di KLU.

“Desa ini cukup luas dan banyak menyimpan potensi pariwisata dan cagar budaya yang saat ini masih terpendam dan perlu dikembangkan untuk peningkatan prekonomian masyarakat, seperti masjid kuno Barung Birak, sumur Majapahit dan jalur pendakian ke Gunung Rinjani”, katanya.

Potensi ini, lanjut Alwan sudah ada investor masuk ke Desa Sambik Elen yang mau membantu mengembangkan potensi yang ada, hanya saja masih terbentur soal perijinan. “Jadi dalam soal ini kami minta bantuan pemerintah agar dalam proses perijinan diberikan kemudahan, sehingga potensi yang dimiliki desa yang terletak di ujung timur KLU ini dapat berkembang serta bisa menjadi desa percontohan di KLU”, harapnya.

Terkait dengan pembangunan kantor desa Sambik Elen, menurut Alwan, merupakan program utamanya pada tahun pertama dirinya menjadi kepala desa. “Ini program peratama saya setelah dilantik sebagai kepala desa pada awal tahun 2014 lalu. Dan Alhamdulillah dengan dana sekitar Rp. 700 juta lebih, pembangunan kantor ini dapat selesai dengan bantuan semua masyarakat. Dan dalam membangun kami memiliki motto “Kalah Lile Isik Melet” artinya hilang rasa malu karena ingin memiliki kantor desa yang memadai”, jelasnya.

Sementara Bupati KLU yang diwakili Asisten II, Ir Melta dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada kepala desa dan masyarakat Desa Sambik Elen, karena telah berhasil membangunan kantor desa yang cukup megah dalam waktu 7 bulan dengan anggaran Rp.700 juta lebih dari rancangan anggaran biaya sekitar Rp.  1,1 miliar.

“Saya melihat Kepala Desa sambik Elen ini adalah pemimpin masa depan, karena dengan umur 27 tahun, ia mampu diberi amanat oleh masyarakat, dan ini sangat luar biasa. Dan saya teringat gubernur NTB ketika pertama menjadi gubernur umurnya 37 tahun, beda sepuluh tahun dengan kades Sambik Elen dan kebetulan belakangnya sama-sama angka 7”, katanya Melta memuji.

Dikatakan, kantor desa yang megah ini tidak akan bermakna kalau tidak membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Karenanya diminta kepada kepala desa dan jajarannya untuk mengedepankan budaya yang pada intinya adalah musyawarah. “Dan dengan adanya kantor desa ini silahkan dimamfaatkan agar masyarakat kita merasa dilayani, jangan sampai ada masyakat masuk ke kantor desa memiliki aturan untuk mendapatkan sesuatu. Artinya dalam memberdayakan masyarakat itu jangan semata-mata diberikan ikan, tapi kita harus memberikan masyarakat kailnya”, pintanya.

Merespon persoalan perijinan, Melta minta agar mengikuti sesuai prosedur yang berlaku dan jangan sampai mengambil jalan pintas yaitu melalui calo sehingga terkesan mahal. “ Kalau mau mengurus ijin silahkan datang langsung ke dinas terkait, dan Insya Allah prosesnya akan cepat dan murah”, tandasnya.

Peresmian pembangunan kanor desa ini ditandai dengan pengguntingan fita dan dilanjutkan dengan melihat pameran produk-produk yang dikembangkan di desa sambik elen, seperti jajan mente, madu, kerepek dan berbagai produk pertanian lainnya.
Selengkapnya... »»  

Mamfaat Sapuk dan Jong dalam Adat Bayan

Lombok Utara - Setiap dearah memiliki adat dan tradisi yang berbeda-beda, begitu juga dengan busana adat yang dipakainya seperti ikat kepala bagi laki laki (sapuk) dan  ikat kepala bagi perempuan yang dikenal dengan sebutan "Jong". Sapuk dan Jong dalam masyarakat adat Bayan pada umumnya, digunakan pada saat ada ritual adat tertentu dan ditempat tertentu juga. Lalu kapan dan dimanakan sapuk dan jong ini digunakan, berikut penelusuran media ini.

Penggunaan Jong Bayan yang di pakai oleh kaum perempuan digunakan pada saat acara sareat maulid adat yang ketika menumbuk padi di rantok besar yang terbuat dari kayu seperti sampan. Pada ritual acara maulid adat ini  kaum perempuan yang berada di kampu Karang Bajo, kampu Bayan Timur, kampu Bayan Barat dan kampu Loloan. Kecamatan Bayan Lombok Utara harus menggunakan jong yang dibuat  khusus secara tradisional yang dikenal dengan nyesek.

Jong Bayan ini ada yang berwanara merah dan ada juga yang berwana  biru, tergantung selera warna masing masing pemakai.  Jong ini hanya ber ukuran 50 cm yang bentuknya segi tiga lancip, dengan suku cadangnya dapat di peroleh di beberapa pengerajin nyesek ( setuk Jajak Bilang Bale)  di Bayan dengan hargan terjangkau untuk umum.

Sementara cara menggunakan sapuk atau jong menurut Kades Karang Bajo, Kertamalip, berbeda-beda tergantung pada saat ritual adat yang dilaksanakan. Secara umum, sapuk digunakan dengan ikatan  di bagian depan kepala (kening) yang biasa digunakan  pada acara gawe urip ( hidup ). Ikatan sapuk hanya bisa digunakan pada bagian belakang pada saat gawe pati ( ritual kematian ), sementara diluar ritual tersebut ikatannnya harus di depan seperti Nyongkolang, kecuali para Pemangku dan Kyai.

Sapuk atau ikat kepala ini memiliki banyak jenis. Dan jenis yang digunakan itu tergantung dari posisi atau jabatan pemakainya dalam pranata adat.

Sapuk berwarna biru  digunakan oleh Mak Lokaq Perumbaq yaitu, Perumbaq Daya, Perumbaq Tengaq (Maq Lokaq Gantungan Rombong), dan Perumbaq Lauk. Warna biru ini diyakini oleh masyarakat adat sesuai dengan warna langit, yang bisa mengayomi setiap makhluk hidup di bumi. Sehingga perumbaq ini diharapkan bisa memberikan pengayoman kepada masyarakat adat dan lingkungannya, baik di daerah hutan, masyarakat adat maupun untuk perairan atau laut.

Sementara sapuk berwarna putih  digunakan oleh para Kyai Adat dan Pemangku, yaitu Kyai Penghulu, Kiyai Lebe dan Kiyai Santri. Sedangkan untuk amak Lokaq adalah:  Amaq Lokaq Pande, Amaq Lokaq Singgan Dalem, Amaq Lokaq Walin Gumi, Amaq Lokaq Dasan Ancak, Amaq Lokaq Pelabupati, Amaq Lokaq Telaga Banyak, Amaq Lokaq Telaga Bageq, Amaq Lokaq Senaru, dan Amaq Lokaq Loang Godek.

Kiyai Penghulu, Kiyai Lebed dan Kiyai santri merupakan tokoh agama, dan pemangku yang lainnya adalah tokoh adat yang tugasnya memberikan pencerahan kepada masyarakat adat umum. Sapuk yang berwarna putih ini menunjukan kesucian dan kebersihan hati dari para Kyai dan pemangku sebagai tokoh dan suritauladan bagi masyarkat adat.

Sapuk batik  warna warni ini di gunakan oleh masyarakat adat secara  umum. Ada juga pejabat adat yang menggunakan sapuk batik ini, seperti Pembekel yang ada di setiap komunitas masyarakat adat. Sapuk batik yang memiliki banyak warna ini juga memiliki  banyak arti bagi masyarakat adat Bayan yaitu kehidupan yang bermacam-macam, baik dari pekerjaan maupun garis keturunan adatnya.

Kertamalip mengharapkan kepada semua masyarakat adat agar dalam melaksanakan ritual adat atau acara urip agar budaya dan busana yang telah di tinggalkan oleh para tetua kita tetap dilestarikan sehingga tidak hilang begitu saja.
Selengkapnya... »»  

MTQ wahana Membangun Generasi Berkualitas

Lombok Utara - MTQ selain sebagai wahana memotivasi  lahirnya qari-qari’ah yang mampu mensyiarkan nilai-nilai luhur kemanusiaan dan keislaman, juga sebagai wahana  untuk membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas yang faham terhadap nilai-nilai Ak-Qur’an dan hadits.

Demikian dikatakan Bupati KLU, H. Djohan Sjamsu ketika menutup MTQ ke 6 tingkat Kabupaten yang berlangsung di Kecamatan Bayan 3/4. Menurutnya MTQ sebagai momentum yang baik untuk membangkitkan  semangat dan kesadaran umat Islam untuk membaca, mempelajari dan mengamalkan petunjuk Allah SWT.

“Kita semua berharap dengan gema dan syiar setelah MTQ ini dapat member barokah dan nilai tambah bagi jajaran pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Lombok Utara terhadap peningkatan, pemahaman, penghayatan dan pengalaman nilai-nilai Al-Qur’an, sebagai manifestasi keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT”, harapnya.

Bupati dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih  dan penghargaan yang tulus atas segala bentuk  partisipasi maupun kerjasama semua pihak, khususnya masyarakat Bayan yang telah menjadi tuan rumah yang baik. Demikian juga kepada para juara dalam berbagai cabang MTQ, teruma kepada kafilan Kecamatan Tanjung yang menjadi juara umum.

Penutupan MTQ ini selain dihadir ratusan masyarakat, juga hadir beberapa pejabat SKPD, ketua KPU KLU dan wakil ketua dan anggota DPRD KLU serta para peserta MTQ dari lima kecamatan.

Selengkapnya... »»  

Kamis, 05 Maret 2015

Misteri Dibalik Meninggalnya Suhaini

Kesedihan tampak masih menyelimuti keluarga korban Suhani  (18) yang diduga dibunuh oleh pacarnya sendiri  yang  berinisial HW alias Yudi (19). Pasalnya, Suhanini yang  semasa hidupnya dikenal  oleh kawan-kawan sekelasnya di Madrasah Aliyah Gauz Abdurrazzak NW Dusun Tumpangsari Desa Senaru tersebut sebagai anak periang, ramah dan mudah bergaul.
 
Dalam konstruksi atau reka ulang adegan ditempat kejadian perkara, terlihat jelas, bahwa antar HW dengan korban  sudah menjalin hubungan cinta. Karena pada malam kejadian yaitu 15 Januari 2015, tersangka sempat bertandang ke kost kortban dengan menggunakan sepeda motor yang diparkir didekat masjid yang terletak didepan kost.
Konstruksi yang berlangsung  di TKP , 4/3  dikawal ketat Mapolres Lombok Barat, sehingga ratusan warga yang ingin menyaksikan langsung harus rela dari luar garis polisi.  Kendati panas siang menyengat tapi tak mengurangi semangat warga untuk melihat secara langsung bagaimana korban melakukan perbuatannya.
Sayang, ketika penulis mau mengambil gambar jarak dekat, pihak dari Mapolres Lombok Barat melarang dan minta agar berada di luar polis lise. “Eh keluar semua, yang boleh ada didalam garis polisi adalah yang berkepentingan”, kata salah seorang petugas berpakaian preman mendorong sebagian warga keluar.
Dari luar garis polisi, tampak sebuah rumah berukuran 6 X 4 meter yang beratap asbes dan berpagar bedeg dan berlantai semen. Sementara sebagai fentilasi rumah terpasang kawat kecil  yang berlubang sehingga angin bisa keluar-masuk. Rumah itu sendiri terdiri dari dua kamar, yaitu satu kamar tidur dan satu kamar yang digunakan sebagai dapur oleh korban.
Dan didalam rumah inilah dilakukan pembuhunan oleh tersangka setelah melakukan hubungan  intim. Namun anehnya, walaupun kost korban dikelilingi rumah warga setempat, namun tidak ada satupun warga yang mengetahui kejadian tersebut, kecuali setelah korban ditemukan meninggal dalam kondisi tengkurap.
Beberapa warga yang tinggal berdekatan dengan kost korban mengaku tidak tahu menahu kejadian tersebut, kecuali setelah ditemukan pada pagi Senin 16/2. “Saya sendiri tidak tahu kejadian itu, dan baru tahu setelah orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut dan menemukan korban sudah meninggal”, kata Aang, warga setempat.
Dari reka ulang terlihat jelas, bahwa yang mengetahui pertama kali meninggalnya korban adalah dua orang siswi yang tiada lain teman korban satu kelas. Dan pagi itu, dua siswi tersebut mendatangi kost korban untuk mengajak masuk sekolah. Dan setelah dipanggil beberapa kali dari luar pintu ternyata tidak ada sahutan, sehingga pintu yang tidak terkunci tersebut dibuka. Namun alangkah terkejutnya kedua siswi tersebut, karena korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal.
Dan hal inipun langsung disampaikan kepaga guru yang ada di sekolah. Kontan semua guru dan siswapun berlarian keluar menuju kost korban yang letaknya dibelakang MA Gauz Abdurrazzak.  Setelah itu korban kemudian dibawa ke Puskesmas Senaru untuk divisum dan dilanjutkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk diotopsi.
Disisi lain, tersangka pelaku setelah membunuh korban, langsung keluar berjalan kaki menuju sepeda motornya yang diparkir didekat masjid setempat. Dan setelah melakukan beberapa adegan reka ulang, tersangka langsung dibawa ke sebuah home stay di Senaru dan dibawa kembali ke Mapolres Lombok Barat.
Sedangkan salah seorang petugas mengaku, pengawalan dilakukan, karena tidak ingin terjadi hal-hal negatif terhadap tersangka sehingga ratusan warga yang menyaksikan hanya dapat melihat dari luar garis polisi.  “Tujuan kita menjaga ini agar konstruksi atau reka ulang pembunuhan yang dilakukan tersangka berjalan lancar, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan”, kata salah seorang petugas Polres Lombok Barat yang enggan dipublikasikan namanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa Kapolres Lombok Barat melalui Kasat Reskrim Iptu Sidik Prita Mursita menjelaskan bahwa pelaku nekat membunuh sang pacar karena panic. Setelah berhubungan seperti layaknya suami istri, tiba-tiba korban berteriak kesurupan. Nah agar tetangga  tidak tau apa yang terjadi didalam kamar kos, sehingga korban dibunuh. “Pelaku dan korban berpacaran”, ungkap Iptu Sidik Prita Mursita kepada wartawan saat jumpa pers, bulan lalu.
Pantaun media ini di TKP, sebelum reka ulang dilakukan, tidak tampak ada warga, bahkan warga yang kebetulan berdekatan rumah dengan tempat kejadian tidak tahu kalau akan dilakukan reka ulang. “Saya tidak kalau hari ini dilakukan reka ulang, karena tidak ada informasi”, kata Aang salah seorang warga setempat.
Menurut Aang, sejak kejadian itu, warga setempat jarang yang berani keluar mendekati TKP terutama pada malam hari. “Pokoknya ngeri pak, setelah kejadian itu, lebih-lebih pada minggu pertama kejadian, hampir setiap malam terdengar lolongan anjing di TKP, bahkan anak-anak yang mengajipun tidak berani keluiar ke musalla”, kata Aang.
Dan untuk menghilangkan rasa ketakutan itu, warga setempat melakukan selamatan gubug dengan membaca surat yasin di TKP, sehingga lolongan anjing yang semula setiap malam terdengar mulai berkurang.

Selengkapnya... »»  

Pembunuhan Suhaini di Reka Ulang

Senaru - Kematian Suhaini (18) siswa MA Gauz Abdur Razak Dusun Tumpang Sari Desa Senaru Kecamatan Bayan yang di bunuh oleh pacarnya HW alias Yudi dilakukan reka ulang  pada hari Rabu (4/3) yang berlokasi di tempat kost korban sebagai tempat kejadian perekara (TKP).Kegiatan reka ulang ini berlangsung dibawah pengawasan ketat dari personil kepolisian Mapolres Lombok Barat.

Dalam reka ulang tersebut satu persatu krnologis pembunuhan yang di lakukan HW di perlihatkan,mulai dari ketika HW berkunjung ke kost korban dengan mengendarai sepeda motor dan memarkir kendaraannya di dekat masjid yang tidak jauh dari kost korban.  sebuah rumah berukuran 6 X 4 meter yang beratap asbes dan berpagar bedeg dan berlantai semen menjadi tempat kost korban . Sementara sebagai fentilasi rumah terpasang kawat kecil  yang berlubang sehingga angin bisa keluar-masuk. Rumah itu sendiri terdiri dari dua kamar, yaitu satu kamar tidur dan satu kamar yang digunakan sebagai dapur oleh korban.

Dan didalam rumah inilah dilakukan pembuhunan oleh tersangka setelah melakukan hubungan  intim. Namun anehnya, walaupun kost korban dikelilingi rumah warga setempat, namun tidak ada satupun warga yang mengetahui kejadian tersebut, kecuali setelah korban ditemukan meninggal dalam kondisi tengkurap.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa Kapolres Lombok Barat melalui Kasat Reskrim Iptu Sidik Prita Mursita menjelaskan bahwa pelaku nekat membunuh sang pacar karena panik. Setelah berhubungan seperti layaknya suami istri, tiba-tiba korban berteriak kesurupan. Nah agar tetangga tidak tau apa yang terjadi didalam kamar kos, sehingga korban dibunuh. “Pelaku dan korban berpacaran”, ungkap Iptu Sidik Prita Mursita beberapa waktu yang lalu.

Pantaun media ini di TKP, sebelum reka ulang dilakukan, tidak tampak ada warga, bahkan warga yang kebetulan berdekatan rumah dengan tempat kejadian tidak tahu kalau akan dilakukan reka ulang. “Saya tidak kalau hari ini dilakukan reka ulang, karena tidak ada informasi”, kata Aang

salah seorang warga setempat. Reka ulang berlangsung dengan lancar tanpa gangguan apapun,setelah dilakukan reka ulang pelaku sempat di bawa ke sebuah home stay di Senaru dan setelah itu langsung di bawa kembali ke sel tahanan Polres Lombok Barat.
Selengkapnya... »»  

Jumlah Pemilih di KLU Meningkat

TANJUNG- KPU Kabupaten Lombok Utara (KLU)  menyatakan ada peningkatan jumlah wajib pemilih menjelang Pilkada KLU, Desember mendatang.

 ”Dari data awal yang diberikan Dukcapil ada peningkatan dibanding pemilih pilpres lalu,” ujar Ketua KPU KLU Fajar Martha, kemarin.

Dijelaskannya, dari hasil konsolidasi dan verifikasi awal dengan Dukcapil ada peningkatan wajib pilih sekitar 20 ribu orang dari tahun sebelumnya berjumlah sekitar 150.113 orang. Terdiri dari 86.400 pemilih laki-laki dan 86.500 pemilih perempuan, dari jumlah penduduk KLU sekitar 249 ribu hingga Januari 2015. Kenaikan didominasi pemilih pemula yang naik hingga 2 persen dari data pilpres.

 ”Untuk yang lain seperti warga yang balik setelah bekerja di luar negeri atau pendatang relatif lebih rendah,” paparnya.
  
Martha juga mengatakan pihaknya masih belum memastikan apakah data yang diberikan Dukcapil ini valid. Sehingga pihaknya akan melakukan verifikasi lebih dulu. Ini hanya sementara, nanti DAK2 dan DP4 diserahkan bupati kepadaKPU.
  
Lebih lanjut, Martha mengatakan dengan peningkatan yang didominasi pemilih pula yang usianya masuk 17 tahun per Desember mendatang. Pihaknya akan menjalin kerjasama dengan Dinas Kebudayaan Pendidikan dan Olahraga (Dikbudpora) KLU untuk mulai mensosialisasikan pelaksanaan pemilu. Meskipun tahapan belum dimulai.
 ”Kita sudah mulai koordinasi, Maret ini akan dimulai,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Dukcapil KLU Rubain,mengatakan pihaknya sudah menyerahkan data sementara penambahan wajib pilih di KLU kepada KPU. ”Potensi data tambahan ini sudah kita serahkan ke KPU, tinggal KPU yang selanjutnya melakukan kroscek,” ujarnya singkat.

Selengkapnya... »»