Kamis, 05 Maret 2015

Misteri Dibalik Meninggalnya Suhaini

Kesedihan tampak masih menyelimuti keluarga korban Suhani  (18) yang diduga dibunuh oleh pacarnya sendiri  yang  berinisial HW alias Yudi (19). Pasalnya, Suhanini yang  semasa hidupnya dikenal  oleh kawan-kawan sekelasnya di Madrasah Aliyah Gauz Abdurrazzak NW Dusun Tumpangsari Desa Senaru tersebut sebagai anak periang, ramah dan mudah bergaul.
 
Dalam konstruksi atau reka ulang adegan ditempat kejadian perkara, terlihat jelas, bahwa antar HW dengan korban  sudah menjalin hubungan cinta. Karena pada malam kejadian yaitu 15 Januari 2015, tersangka sempat bertandang ke kost kortban dengan menggunakan sepeda motor yang diparkir didekat masjid yang terletak didepan kost.
Konstruksi yang berlangsung  di TKP , 4/3  dikawal ketat Mapolres Lombok Barat, sehingga ratusan warga yang ingin menyaksikan langsung harus rela dari luar garis polisi.  Kendati panas siang menyengat tapi tak mengurangi semangat warga untuk melihat secara langsung bagaimana korban melakukan perbuatannya.
Sayang, ketika penulis mau mengambil gambar jarak dekat, pihak dari Mapolres Lombok Barat melarang dan minta agar berada di luar polis lise. “Eh keluar semua, yang boleh ada didalam garis polisi adalah yang berkepentingan”, kata salah seorang petugas berpakaian preman mendorong sebagian warga keluar.
Dari luar garis polisi, tampak sebuah rumah berukuran 6 X 4 meter yang beratap asbes dan berpagar bedeg dan berlantai semen. Sementara sebagai fentilasi rumah terpasang kawat kecil  yang berlubang sehingga angin bisa keluar-masuk. Rumah itu sendiri terdiri dari dua kamar, yaitu satu kamar tidur dan satu kamar yang digunakan sebagai dapur oleh korban.
Dan didalam rumah inilah dilakukan pembuhunan oleh tersangka setelah melakukan hubungan  intim. Namun anehnya, walaupun kost korban dikelilingi rumah warga setempat, namun tidak ada satupun warga yang mengetahui kejadian tersebut, kecuali setelah korban ditemukan meninggal dalam kondisi tengkurap.
Beberapa warga yang tinggal berdekatan dengan kost korban mengaku tidak tahu menahu kejadian tersebut, kecuali setelah ditemukan pada pagi Senin 16/2. “Saya sendiri tidak tahu kejadian itu, dan baru tahu setelah orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut dan menemukan korban sudah meninggal”, kata Aang, warga setempat.
Dari reka ulang terlihat jelas, bahwa yang mengetahui pertama kali meninggalnya korban adalah dua orang siswi yang tiada lain teman korban satu kelas. Dan pagi itu, dua siswi tersebut mendatangi kost korban untuk mengajak masuk sekolah. Dan setelah dipanggil beberapa kali dari luar pintu ternyata tidak ada sahutan, sehingga pintu yang tidak terkunci tersebut dibuka. Namun alangkah terkejutnya kedua siswi tersebut, karena korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal.
Dan hal inipun langsung disampaikan kepaga guru yang ada di sekolah. Kontan semua guru dan siswapun berlarian keluar menuju kost korban yang letaknya dibelakang MA Gauz Abdurrazzak.  Setelah itu korban kemudian dibawa ke Puskesmas Senaru untuk divisum dan dilanjutkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk diotopsi.
Disisi lain, tersangka pelaku setelah membunuh korban, langsung keluar berjalan kaki menuju sepeda motornya yang diparkir didekat masjid setempat. Dan setelah melakukan beberapa adegan reka ulang, tersangka langsung dibawa ke sebuah home stay di Senaru dan dibawa kembali ke Mapolres Lombok Barat.
Sedangkan salah seorang petugas mengaku, pengawalan dilakukan, karena tidak ingin terjadi hal-hal negatif terhadap tersangka sehingga ratusan warga yang menyaksikan hanya dapat melihat dari luar garis polisi.  “Tujuan kita menjaga ini agar konstruksi atau reka ulang pembunuhan yang dilakukan tersangka berjalan lancar, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan”, kata salah seorang petugas Polres Lombok Barat yang enggan dipublikasikan namanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa Kapolres Lombok Barat melalui Kasat Reskrim Iptu Sidik Prita Mursita menjelaskan bahwa pelaku nekat membunuh sang pacar karena panic. Setelah berhubungan seperti layaknya suami istri, tiba-tiba korban berteriak kesurupan. Nah agar tetangga  tidak tau apa yang terjadi didalam kamar kos, sehingga korban dibunuh. “Pelaku dan korban berpacaran”, ungkap Iptu Sidik Prita Mursita kepada wartawan saat jumpa pers, bulan lalu.
Pantaun media ini di TKP, sebelum reka ulang dilakukan, tidak tampak ada warga, bahkan warga yang kebetulan berdekatan rumah dengan tempat kejadian tidak tahu kalau akan dilakukan reka ulang. “Saya tidak kalau hari ini dilakukan reka ulang, karena tidak ada informasi”, kata Aang salah seorang warga setempat.
Menurut Aang, sejak kejadian itu, warga setempat jarang yang berani keluar mendekati TKP terutama pada malam hari. “Pokoknya ngeri pak, setelah kejadian itu, lebih-lebih pada minggu pertama kejadian, hampir setiap malam terdengar lolongan anjing di TKP, bahkan anak-anak yang mengajipun tidak berani keluiar ke musalla”, kata Aang.
Dan untuk menghilangkan rasa ketakutan itu, warga setempat melakukan selamatan gubug dengan membaca surat yasin di TKP, sehingga lolongan anjing yang semula setiap malam terdengar mulai berkurang.

Selengkapnya... »»  

Pembunuhan Suhaini di Reka Ulang

Senaru - Kematian Suhaini (18) siswa MA Gauz Abdur Razak Dusun Tumpang Sari Desa Senaru Kecamatan Bayan yang di bunuh oleh pacarnya HW alias Yudi dilakukan reka ulang  pada hari Rabu (4/3) yang berlokasi di tempat kost korban sebagai tempat kejadian perekara (TKP).Kegiatan reka ulang ini berlangsung dibawah pengawasan ketat dari personil kepolisian Mapolres Lombok Barat.

Dalam reka ulang tersebut satu persatu krnologis pembunuhan yang di lakukan HW di perlihatkan,mulai dari ketika HW berkunjung ke kost korban dengan mengendarai sepeda motor dan memarkir kendaraannya di dekat masjid yang tidak jauh dari kost korban.  sebuah rumah berukuran 6 X 4 meter yang beratap asbes dan berpagar bedeg dan berlantai semen menjadi tempat kost korban . Sementara sebagai fentilasi rumah terpasang kawat kecil  yang berlubang sehingga angin bisa keluar-masuk. Rumah itu sendiri terdiri dari dua kamar, yaitu satu kamar tidur dan satu kamar yang digunakan sebagai dapur oleh korban.

Dan didalam rumah inilah dilakukan pembuhunan oleh tersangka setelah melakukan hubungan  intim. Namun anehnya, walaupun kost korban dikelilingi rumah warga setempat, namun tidak ada satupun warga yang mengetahui kejadian tersebut, kecuali setelah korban ditemukan meninggal dalam kondisi tengkurap.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa Kapolres Lombok Barat melalui Kasat Reskrim Iptu Sidik Prita Mursita menjelaskan bahwa pelaku nekat membunuh sang pacar karena panik. Setelah berhubungan seperti layaknya suami istri, tiba-tiba korban berteriak kesurupan. Nah agar tetangga tidak tau apa yang terjadi didalam kamar kos, sehingga korban dibunuh. “Pelaku dan korban berpacaran”, ungkap Iptu Sidik Prita Mursita beberapa waktu yang lalu.

Pantaun media ini di TKP, sebelum reka ulang dilakukan, tidak tampak ada warga, bahkan warga yang kebetulan berdekatan rumah dengan tempat kejadian tidak tahu kalau akan dilakukan reka ulang. “Saya tidak kalau hari ini dilakukan reka ulang, karena tidak ada informasi”, kata Aang

salah seorang warga setempat. Reka ulang berlangsung dengan lancar tanpa gangguan apapun,setelah dilakukan reka ulang pelaku sempat di bawa ke sebuah home stay di Senaru dan setelah itu langsung di bawa kembali ke sel tahanan Polres Lombok Barat.
Selengkapnya... »»  

Jumlah Pemilih di KLU Meningkat

TANJUNG- KPU Kabupaten Lombok Utara (KLU)  menyatakan ada peningkatan jumlah wajib pemilih menjelang Pilkada KLU, Desember mendatang.

 ”Dari data awal yang diberikan Dukcapil ada peningkatan dibanding pemilih pilpres lalu,” ujar Ketua KPU KLU Fajar Martha, kemarin.

Dijelaskannya, dari hasil konsolidasi dan verifikasi awal dengan Dukcapil ada peningkatan wajib pilih sekitar 20 ribu orang dari tahun sebelumnya berjumlah sekitar 150.113 orang. Terdiri dari 86.400 pemilih laki-laki dan 86.500 pemilih perempuan, dari jumlah penduduk KLU sekitar 249 ribu hingga Januari 2015. Kenaikan didominasi pemilih pemula yang naik hingga 2 persen dari data pilpres.

 ”Untuk yang lain seperti warga yang balik setelah bekerja di luar negeri atau pendatang relatif lebih rendah,” paparnya.
  
Martha juga mengatakan pihaknya masih belum memastikan apakah data yang diberikan Dukcapil ini valid. Sehingga pihaknya akan melakukan verifikasi lebih dulu. Ini hanya sementara, nanti DAK2 dan DP4 diserahkan bupati kepadaKPU.
  
Lebih lanjut, Martha mengatakan dengan peningkatan yang didominasi pemilih pula yang usianya masuk 17 tahun per Desember mendatang. Pihaknya akan menjalin kerjasama dengan Dinas Kebudayaan Pendidikan dan Olahraga (Dikbudpora) KLU untuk mulai mensosialisasikan pelaksanaan pemilu. Meskipun tahapan belum dimulai.
 ”Kita sudah mulai koordinasi, Maret ini akan dimulai,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Dukcapil KLU Rubain,mengatakan pihaknya sudah menyerahkan data sementara penambahan wajib pilih di KLU kepada KPU. ”Potensi data tambahan ini sudah kita serahkan ke KPU, tinggal KPU yang selanjutnya melakukan kroscek,” ujarnya singkat.

Selengkapnya... »»  

Senin, 02 Maret 2015

Bupati KLU Lepas Siswa SMK Kesehatan Hamzar Lakukan Prakerin

KLU,SK -Bupati KabupatenLombok Utara, H. Djohan Sjamsu SH,  2/3 melepas  29 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Hamzar Bayan yang melakukan Praktek Kerja Industri (Prakerin) selama dua bulan di dua Puskesmas yang ada di Kecamatan Bayan.

Pelepasan yang berlangsung di komplek perguruan yayasan Maraqitta’limat Desa Anyar tersebut, selain dihadiri para siswa dan wali siswa juga hadir puluhan tokoh masyarakat serta Kadis Dikbudpora KLU, Suhrawardi, Sekdis Dikbudpora KLU, Adenan MPd, camat Bayan, Sahti dan para guru SMK Kesehatan Hamzar.

Bupati dalam kesempatan tersebut mengatakan, berbicara masalah pendidikan di KLU  merupakan program prioritas utama untuk meningkatkan sumber daya manusia. Karena tanpa adanya pendidikan dalam membangun KLU tidak ada artinya. “Sebagai wujud kita mengelola dalam bidang pendidikan ini, kalau didalam UU hanya disayaratkan anggaran pendidikan itu  hanya 20 persen dari total APBD. Tapi kita di KLU tidak terpaku pada UU, namun kita melihit sisi obyektif daerah kita, sehingga didalam APBD Lombok Utara, kita menganggarkan 20 persen dari total APBD KLU”, jelasnya.

Kepada pengelola lembaga pendidikan swasta diminta harus mempu bersaing dengan sekolah-sekolah negeri atau sekolah yang dikelola pemerintah. Karena keberadaan sekolah swasta ini menunjukkan bahwa pemerintah belum mampu 100 persen mengelola pendidikan. Sehingga perlu dibantu sekolah swasta.  Dan ini merupakan salah satu ikhtiar kita untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) KLU.

Atas nama pemerintah, Djohan Sjamsu mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Maraqitta’limat yang telah melakukan berbagai macam ikhtiar dan usaha dalam membantu membangun daerah KLU ini dalam berbagai lembaga pendidikan. “Terakhir saya ingat ketika pendirian STKIP Hamzar KLU oleh yayasan Maraqitta’limat, dimana saat itu saya menjadi Sekda yang memberikan rekomendasi peratama pendiriannya, dan sekarang sudah memasuki tahun ke 6 KLU ini, STKIP Hamzar sudah dua kali melakukan wisuda mahasiswanya”, ungkapnya.

Bupati mengharapkan kepada para siswa SMK Kesehatan Hamzar yang melakukan Prakerin untuk menjalankan programnya dengan baik, serta ilmu yang diperoleh selama Prakerin dapat diamalkan ditengah-tengah masyarakat. Demikian juga kepada pembimbing yang ada didua Puskesmas diminta untuk benar-benar melakukan pembinaan dan membimbing para siswa yang melakukan praktek lapangan.

Sementara Kepala SMK Kesehatan Hamzar Bayan, Rusman Hadi, S.Kep mengaku, ijin SMK Kesehatan Hamzar merupakan  ijin tercepat yang diberikan oleh pemerintah KLU. Ini terjadi karena  keberadaan mendapat dukungan penuh dari Bupati dan Dikbudpora KLU. “Tanpa dukungan pemerintah KLU tentu kami akan sulit menjalankan program lembaga  pendidikan ini.  Dan sebagai bentuk dukungannya selain memberikan ijin oprasional, juga pada tahun 2015 ini akan mendapat bantuan bangunan Ruang Kelas Belajar (RKB)”, katanya.

Hal senada juga disampaikan pimpinan cabang yayasan Maraqitta’limat Kecamatan Bayan, Adlan Mamnun. Menurutnya, yayasan Maraqitta’limat akan terus menjalin kerjasama dengan pemerintah terutama dalam bidang pendidikan, dakwah dan social kemasyarakatan.  “Dan selain kegiatan ini, Insya Allah dalam waktu dekat kita akan mengundang Bupati KLU dalam acara rutin pembacaan Auradul Maraqiyyah Akbar yang akan digelar dikomplekperguruan Maraqit Dusun Sembulan Batu Desa Senaru”, tandasnya.

Selengkapnya... »»  

Kamis, 26 Februari 2015

Rencana Penutupan BAL Akan Berdampak pada Suplay air Besrih di Trawangan

Pemda KLU berencana akan menutup aktipitas pengolahan air bersih yang dilakukan oleh PT Berkah Air Laut (PT BAL) di Gili Trawangan karena di duga illegal dan menyalahi aturan karena dianggap membuat sumur bor.Apabila penutupan ini akan dilakukan akan berimbas pada tidak ada nya suplay air bersih di kawasan destinasi wisata KLU tersebut .

Kisruh antara PT BAL dengan Pemda KLU menjadi kehawatiran dari para pelaku wisata dan masyarakat yang ada di gili Trawangan. Apabila ini nantinya betul terjadi penutupan maka sekitar 700 pelanggan PT BAL akan menjerikt karena tidak tidak lagi mendapatkan air bersih.

“Pemerintah harus memikirkan secara baik apabila PT BAL betul akan di tutup,karena danpak yang akan timbul pelaku wisata dan masyarakat akan di rugikan,” kata salah seorang pelaku wisata Sam.

Dilain pihak pengusaha lain menunjukan sikap tidak setuju apabila PT BAL akan di tutup,Basok Jani mengungkapkan bahwa Pemda seharusnya mencari solusi terhadap masalah ini,kalau dilakukan penutupan lantas dari mana warga akan mendapatkan pasokan air bersih.Selama ini Pemda sudah beberapa kali berjanji untuk menyediakan air bersih namun nyatanya sampai sekarang tidak terwujud.

Seharusnya saat sekarang Pemda KLU  sudah membangun fasilitas air bersih,sehingga kalau PT BAL ini akan di tutup ketersediaan air bersih tetap ada dan masyarakat tidak menjadi korban.

“Hal lain yang juga paling dirasakan adalah masalah sampah yang sampai saat ini belum juga penanganan serius dari Pemda KLU,”jelasnya.

Persoalan yang terjadi pada PT BAL adalah  masalah ijin oprasional yang tidak dilakukan sesuai aturan,dalam ijin UKL UPL dan IMB nya PT BAL akan melakukan penyulingan air laut,namun dalam kenyataannya PT BAL memanfaatkan air bawah tanah walaupun masih terasa asin. Dengan memakai sistim sumur bor akan dikhawatirkan akan merusak lingkungan,melihat hal tersebut Pemda KLU sampai sekarang belum mengeluarkan ijin oprasionalnya. 
 
Persoalan ini terasa pelik PT BAL sudah berjalan dua tahun lebih sementara dari usaha tersebut tidak sepeserpun pemasukan yang di berikan untuk Pemda KLU,sudah barang tentu Pemda KLU merasa di rugikan dengan keberadaan PT BAL tersebut (Sumber Radar Lombok)
Selengkapnya... »»  

Anggaran Pilkada KLU Masih Kurang

Lombok Utara - Komisi  Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Utara yang akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) KLU tahun 2015  rupanya masih kekurangan dana untuk melaksanakan Pilkada pada bulan Desember 2015,walaupun salah satu tahapan seperti pelaksanaan Uji Publik urung dilaksanakan.

“Dalam anggaran yang sudah di susun terdapat anggaran untuk uji public,dengan dihapusnya uji public tersebut maka anggaran tersebut di alihkan ke tempat lain,” kata salah seorang anggota KPU KLU Burhan Ekwanto.

Menurutnya,walau ada anggaran pengalihan namun pihaknya masih mengalami kekeurangan anggaran  untuk melaksanakan Pilkada.KPU KLU sebelumnya mengajukan anggaran sebesar  Rp.18 milyar,selanjutnya di rasionalisasi menjadi Rp.14 milyar namun saat di sahkan menjadi Rp.8 milyar.

Maslah ini sudah dilakukan komonikasi dengan Pemda KLU sehingga harapannya agar nanti dapat di anggarakan dalam APBD perubahan.Sebelumnya pada Pilkada 2010 ada beberapa bagian yang di biayai oleh pemerintah,namun dalam Pilkada 2015 menjadi tanggungjawab dari KPU seperti alat peraga calon.

“Kita saat ini belum memepunyai bilik dan kotak suara,selama ini kita menggunakan bilik dan kotak suara dari kardus namun tidak dapat bertahan lama,”imbuhnya.

Lebih jauh dikatakan Burhan,selain penghapusan uji publik,sejumlah point juga di rubah yaitu syarat kemenangan dimana sekarang adalah 0 persen artinya berapapun yang di peroleh kandidat  yang terbanyaklan yang keluar sebagai pemenang. Dengan demikian Pilkada akan berlangsung dalam satu putaran saja.

Namun lanjut Burhan,walaupun Pilkada dilakukan dalam satu putaran dengan anggaran yang ada saat ini masih tetap mengalami kekurangan. Untuk syarat dukungan dari partai politik yaitu 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 6 kursi untuk DPRD KLU dan 25 persen suara.

“Sedangkan untuk calon perseorangan ada kenaikan syarat dukungan menjadi 8,5 persen dari total masyarakat KLU yang mencapai 250 ribu,”imbuhnya.

Peroses tahapan Pilkada di KLU akan dimulai pada bulan Juni mendatang yang di awali dengan pemutahiran data dan pendaftaran bakal calon termasuk juga di dalamnya menjaring PPK,PPS dan KPPS,pungkasnya.

Selengkapnya... »»  

Senin, 23 Februari 2015

Pemda KLU Anggap Selesai Masalah PT. WAH

Terkait Pemanggilan Bupati oleh Ombudsman

Lombok Utara - Bupati Kabupaten Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH yang memenuhi panggilan pihak Ombudsman pada hari Senin (16/2) di Jakarta telah memberikan penjelasan secara mendatail terkait penyelesaian masalah sengketa lahan antara pihak PT WAH dengan masyarakat Gili Trawangan.

“ Bupati sudah memberikan penjelasan terkait penyelesaian sengketa lahan antara PT WAH dengan masyarakat yang ada di Gili Trawangan,posisi Pemda KLU tidak lebih sebagai mediator untuk menyelesaikan hal tersebut,” kata Kepala bagian Hukum Setda KLU Raden Eka Asmarahadi SH.

Menurut Eka yang juga ikut mendampingi Bupati ke Ombudsman menjelaskan,apa yang dilakukan oleh Ismail Cs terkait tuntutannya tersebut dimana meminta lahan seluas 2 hektar dan harus dekat pantai  untuk warga sebanyak 26 orang.Terhadap tuntutan ini maka ini yang mempunyai hak untuk   memutuskan  adalah PT WAH bukan Pemda KLU.
 
Persoalan lahan yang ada di PT WAH itu sudah selesai dengan diberikannya lahan konpensasi kepada warga yang jumlahnya 27 orang,Sedangkan Ismail dan beberapa orang temannya tersebut  menolak menerima kompensasi tersebut.Posisi Pemda KLU dalam sengketa ini bukan dalam tataran ikut sebagai penentu tetapi tidak lebih sebagai mediator untuk menyelesaikan persoalan.Hal yang terkait dengan kesepakatan tersebut adalah menjadi domein dari PT WAH.

“Adanya tambahan warga sebanyak 26 orang sebagaimana di sampaikan oleh Ismail menjadi pertanyaan kami juga,warga tersebut dari mana dan yang mana,”tanyanya.

Pihak Ombudsman sendiri memberikan waktu dua bulan kepada Pemda KLU  untuk menyelesaikan masalah ini terutama yang berkaitan dengan tuntutan Ismail Cs tersebut.Oleh karena itu dalam waktu dekat ini kita akan dilakukan pertemuan dengan pihak PT WAH.

Sementara itu kuasa PT WAH H Sukirno ketika di tanya kenapa tidak memenuhi panggilan Ombudsman mengatakan bahwa dirinya sedang sakit.Persoalan terhadap lahan di Gili Trawangan di anggapnya sudah selesai.Masalah adanya tuntutan dari Ismail cs tidak perlu di tanggapi karena dulu dia tidak mau menerima kesepakatan sesuai dengan hasil mediasi yang dilakukan oleh Pemda KLU.

“Kita tidak perlu lagi membahas masalah tuntutan lagi karena semuanya sudah selesai,” kata Sukirno singkat.
Selengkapnya... »»  

Akibat Angin Kencang Ratusan Pohon Tumbang

Lombok Utara - Angin yang bertiup kencang pada hari Sabtu (21/2) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengakibatkan ratusan pohon tumbang.Mulai dari jalur Senggigi menuju ke Pemenang berbagai jenis pohon tumbang ke tengah jalan sehingga menggangu kelancaran lalu lintas.Begitu juga jalur dari Pemenang menuju ke Gangga banyak pohon yang tumbang ke jalan maupun areal persawahan.

“Ratusan pohon tumbang akibat tiupan angin yang cukup kencang pada hari Sabtu,” kata Kepala Sekretaris BPBD KLU Nartodi S.Sos kemarin.

Menurutnya sebuah pohon yang cukup besar tumbang di dekat kantor Pos Gangga sehingga menimbulkan kemacetan.Begitu juga sebuah pohon randu yang cukup besar juga tumbang ke areal persawahan.Untuk menanggulangi banyaknya pohon tumbang tersebut beberapa petugas mulai dari BPBD,kepolisian dan Pol PP membantu untuk membersihkan areal jalan dari pohon tumbang tersebut.

Lebih lanjut dikatakan,tiupan angin kencang hampir terjadi di semua wilayah KLU hanya saja ada 3 kecamatan yang banyak terjadi pohon tumbang yaitu di kecamatan Pemenang,Tanjung dan Gangga. Tiupan angin kencang juga melanda Kecamatan Kayangan dan Bayan namun tidak banyak terjadi pohon tumbang.

“Sementara pohon tumbang di luar areal jalan kita tidak tahu berapa jumlahnya seperti yang terjadi kawasan perkebunan dan hutan,’jelasnya.

Terhadap adanya kerusakan terhadap bangunan rumah dari data yang ada beberapa rumah mengalami kerusakan pada bagian atapnya seperti yang terjadi di dusun stangi,selanjutnya di dusun Telok Borok Desa Malaka sekitar 20 rumah rusak,tiga rumah rusak di dusun Teluk Kombal Desa Pemenang Barat.Sementara di Pemenang Timur ada 6 rumah yang rusak yaitu di dusun Karang Baru dan Karang Petak.

Pihak BPBD KLU  saat ini masih ini masih mendata secara pasti berapa rumah yang rusak akibat tiupan angin kencang yang rata-rata rusak pada bagian atapnya.
Selengkapnya... »»