Jumat, 22 Mei 2015

Bupati KLU Minta Pelihara Persaudaraan

Lombok Utara, Primadona - Bupati Kabupaten Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH minta kepada warga masyarakat Kecamatan Baya, menjelang Pilkada KLU 9 Desember 2015 mendatang,  untuk tetap bersatu menjaga persatuan dan keamanan serta memelihara persaudaraan.

Permintaan tersebut disampaikan pada acara silaturrahi dengan ratusan tokoh dan warga masyarakat kecamatan Bayan, yang berlangsung Kamis malam (21/5/2015) di pasar umum Ancak Desa Karang Bajo.

Terkait dengan pencalonan dirinya sebagai bakal calon Bupati KLU yang berpsangan dengan Mariadi, Djohan mengaku, ini dilakukan sesuai dengan perintah Gubernur NTB selaku ketua DPD Partau Demokrat, yang secara kebetulan dirinya juga sebagai pengurus partai Demokrat di KLU.

"Saya diminta sama pak gubernur untuk melanjutkan tinggal satu kali jabatan sesuai UU. Beliau  berpesan jangan dulu ditinggalkan Lombok Utara ini, karena KLU masih membutuhkan tenaga pak Djohan. Dan gubernur menilai dari dua sisi, bahwa selain Bupati KLU seorang birokrasi (orang pemerintahan) juga punya pengalaman politik. Ketika saya ditanya pak gubernur saya jawab Insya Allah, karena ini bentuk pengabdian sebagai putra KLU", kata Djohan Sjamsu menceritakan dialognya dengan gubernur NTB, KH. Zainul Madjdi.

Karenanya, untuk menghadapi Pilkada tahun 2015 ini, merupakan momentum yang paling tepat untuk mendukung Mariadi sebagai calon wakil Bupati KLU. “Saya minta kepada warga Kecamatan Bayan paling tidak 95 persen harus memberikan dukungan kepada putra asli Bayan ini”, katanya.

Dan bila paket JADI  memdapat dukungan dari masyarakat untuk 5 tahun ini, tentu kedepan sepenuhnya akan memberikan dukungan kepada Pak Mariadi menjadi kepala daerah di KLU . “Kalau warga mendukung pada Pilakada tahun 2015 ini, maka lima tahun sesudahnya, sepenuhnya saya akan mendukung Pak Mariadi sebagai calon kepala daerah KLU”, tegasnya disambut tepuk tangan warga yang hadir.

Disisi lain Bupati KLU juga menceritakan beberapa penghargaan yang diterimanya selama lima tahun memimpin KLU seperti Penganugerahan sebagai Peringkat Pertama Sistem Monitoring, Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah, Penghargaan sebagai peringkat ketiga Standar Pelayanan Minimal (SPM Award), kategori SPM Award Bidang Kesehatan, Penghargaan atas upaya yang telah dilakukan dalam percepatan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan, penghargaan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) tahun 2015 dan penghargaan lainnya.

"Semua penghargaan tersebut, bukan semata-mata hasil Bupati, tapi ini adalah hasil kita bersama, karena tugas saya hanya memenej daerah ini dengan cara dan program yang ada. Tapi kalau masyarakat tidak mau dimenej dan tidak mau diatur, tidak mungkin ini kita capai. Karenanya saya persembahkan hasil ini untuk masyarakat Lombok Utara", katanya.
Dijelaskan, pada tanggal 2 Agustus mendatang, secara resmi Bupati akan mengakhiri tugasnya sebagai kepala daerah priode 2010-2015. Dalam periode  ini banyak hal yang sudah dicapai dan banyak persoalan daerah yang sudah berhasil diatasi dan diantisipasi. Banyak keberhasilan yang kita wujudkan untuk pembangunan KLU.

Kendati demikian, Bupati juga tidak menampik kalau banyak persoalan daerah yang belum mampu diselesaikan secara bagus. Karenanya bila diberi kesempatan untuk kedua kalinya, dirinya akan terus berusaha membawa KLU menjadi kabupaten yang maju dan beradab.

Sementara Mariadi, S.Ag yang juga wakil ketua DPRD KLU dalam kesempatan tersebut mengklaim bahwa paket JADI sudah mendapat dukungan dari 6 partai yaitu Golkar, Demokrat, PKS, Hanura, Nasdem dan PKPI. "Mesin keenam partai politik ini akan digerakkan untuk menyukseskan paket Jadi ini", katanya.

Sekarang ini, kata politisi Golkar, paket JADI ingin memastikan bahwa di Kecamatan Pemenang, Tanjung, Gangga dan Kayangan kita hebat dan harus menang besar, lebih-lebih di Kecamatan Bayan.  “Ternyata nama Bayan ini memiliki pengaruh besar, sehingga begitu H. Dohan Sjamsu mengajak dalam paket pencalonan Pilkada mendatang, satu persatu keluarga kita dari Barat seperti Tanjung dan Pemenang mulai datang member dukungan”, katanya.

Mariadi menuturkan, kalau dirinya pernah ditelpon oleh salah seorang tokoh agama Budha yang menyampaikan pandangan dan keyakinannya tentang hakikat kehidupan. “Beliau (tokoh Budha KLU-red) menyampaikan kepada saya, bahwa pemimpin yang membawa “kerahayuan” itu adalah pemimpin yang datang searah matahari terbit. Artinya dari timur ke barat. Tapi kata-kata itu kita akan uji pada Pilkada KLU 9 Desember 2015 mendatang”, jelasnya.

Sekarang , lanjut Mariadi, saatnya sudah datang untuk menguji kekompakan dan kualitas kita. Selama ini warga Kecamatan Bayan sudah mendukung berkali-kali mulai dari pemilihan legislative, presiden, gubernur dan pemilihan lainnya, tapi pada saat ini kita maju menjadi calon yang cukup diperhitiungkan di KLU ini. “Jadi saya harap semua warga Kecamatan Bayan untuk kompak memberikan dukungan kepada paket JADI”, tandasnya.

Selengkapnya... »»  

Sabtu, 16 Mei 2015

2 Turis Asing Hilang saat Daki Gunung Rinjani Lombok

Lombok - 2 Turis asing dilaporkan hilang kala mendaki Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keduanya yakni turis Prancis bernama Patric Lehman dan seorang warga Spanyol, Joan.

"Kami mendapat laporan dari keluarga kedua wisatawan itu yang sekarang berada di Jakarta. Mereka menelepon kemarin sore, minta bantuan pencarian keluarganya," kata Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Mataram Putu Cakra di Mataram, Lombok, NTB, Jumat (15/5/2015).

Basarnas menduga, kedua wisatawan itu melakukan pendakian tanpa melalui prosedur resmi. Ini karena nama mereka tidak tercatat dalam buku tamu yang wajib diisi pendaki yang melalui pintu pendakian Sembalun di Lombok Timur dan jalur pendakian Senaru di Lombok Utara.

"2 Wisatawan itu juga diduga tidak memakai jasa porter dan guide (pemandu). Kalau mereka pakai jasa pemandu wisata, kemungkinan besar mereka tidak akan tersesat," ujar Cakra.

Dia mengatakan, petugas sedikit mengalami kesulitan dalam melakukan pencarian karena tidak tahu jalur pendakian yang digunakan kedua turis asing tersebut.

Basarnas Mataram sudah mengerahkan 2 tim yang masing-masing beranggotakan 10 orang untuk melakukan pencarian dari pintu masuk jalur pendakian Sembalun dan jalur pendakian Senaru.

Tim juga sudah menyebar foto dan identitas kedua wisatawan asing tersebut kepada para porter di pintu masuk jalur pendakian Rinjani.

"Kami berharap para porter yang membantu pendakian memberikan informasi kepada Basarnas jika menemukan kedua wisatawan asing itu," pungkas Cakra. (Ant/Ndy/Sss) Sumber: www.liputan6.com
Selengkapnya... »»  

Selasa, 21 April 2015

Bupati KLU Apresiasi Pendidikan Politik Pemilih Pemula

Lombok Utara - Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu, SH memberikan apresiasi  terhadap program pelaksanaan sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula di Kabupaten Lombok Utara.

Apresiasi tersebut disampaikan didepan para siswa SMK, SMA dan MA se KLU pada acara sosialisasi yang berlasngsung di Aula Serba guna Gondang, Selasa, 21/04, dengan tujuan agar para pemilih pemula dapat mempergunakan hak  dan kewajibannya dalam memilih pemimpin, sehingga suara mereka tidak sia-sia

Kegiatan ini  sangat penting dilakukan, khususnya bagi pemilih pemula yang ada di KLU, sebab para pemilih pemula ini adalah pemilih yang sangat cerdas, namun dari sisi lain mereka belum memiliki pengalaman sehingga  bisa saja suara mereka terbuang percuma.

“saya berharap dengan adanya sosialisasi ini mereka faham akan pentingnya suara mereka demi kemajuan pembangunan di KLU kedepan", katanya.

Jumlah pemilih pemula yang ada di Kabupaten Lombok Utara kurang lebih 16.000 wajib pilih, sehingga mereka sangat perlu untuk diberikan pelatihan dan sosialisasi yang tepat.

Dikatakan, secara psikologis pemilih pemula memiliki  karakteristik yang berbeda dengan orang yang sudah tua,  pada umumnya, karena mereka sangat kritis, mandiri dan independen. Dengan karakter tersebut sangat cukup untuk  kondusifitas  pembangunan komunitas  pemilih cerdas dalam pemilu mendatang untuk menentukan pilihannya.

Diharapkan dengan sosialisasi ini  dapat menyadarkan  para pemilih  pemula tentang pentingnya  menggunakan hak mereka sehingga pembangunan kedepannya akan semakin maju.

Sementara Panitia penyelenggara Syafrudin, M.Si mengatakan, bahwa pemilih pemula ini adalah pemilih yang baru pertama kali akan  penggunaan hak pilihnya , dan mereka terdiri dari masyarakat yang telah memenuhi  syarat untuk memlilih.

Hadir juga  dalam acara tersebut , Kepala Kesbangpol, Panwaslu dan dari unsur lainnya serta dari siswa se KLU.(Gus-sk)
Selengkapnya... »»  

Sabtu, 18 April 2015

Kelompok Ojek Berkomitmen Dukung Paket NASA

Lombok Utara - Kelompok ojek yang biasa mangkal di perempatan Ancak Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan, pada Pilkada Desember 2015 mendatang berkomitmen mendukung paket Namjul Akhyar – Sarifudin (NASA).

Dukungan ini ditandai dengan pemasangan baliho di pos ojek yang terletak di perempatan Ancak dengan tulisan “Ojek juga punya komitmen pilih pasangan Bajang”. Baliho ini berhadapan langsung dengan baliho paket Djohan Sjamsu- Mariadi (DJADI) yang isinya “Muda saja tidak cukup tapi perlu bukti”.

Pirun salah seorang tukang ojek mengaku, selain kelompok ojek, dukungan juga datang dari kelompok pemuda lainya yang tergabung dalan kelompok Utara Punya Satria (UPS). Kelompok UPS ini sudah terlebih dahulu menyatakan dukungannya ke pasangan NASA dan baru disusul oleh para kelompok ojek.

Dukungan yang diberikan kepada pasangan NASA ini murni dari hati nurani tanpa ada paksaan dari orang lain atau tanpa diimingi janji-janji. “Kita mendukung NASA karena paket ini dinilai cukup mumpuni dan memiliki kapasitas untuk memimpin KLU lima tahun kedepan”, kata beberapa tukang ojek di Desa Karang Bajo.

Sementara salah seorang tokoh masyarakat Dusun Telaga Segoar Desa Loloan, Jiman mengaku dukungan terhadap NASA terus mengalir dari masyarakat akar rumput termasuk yang tinggal di Desa Loloan. Bahkan dirinya berkeyakinan paket NASA ini akan mendapat suara terbanyak di Kecamatan Bayan pada Pilkada Desember mendatang.

“Kalau kita lihat sekarang ini hampir separuh wajib pilih yang ada di Kecamatan Bayan sudah menyatakan dukungannya ke pasangan NASA. Dan alasannya cukup sederhana yaitu pasangan ini dinilai adalah paket yang sederhana dan merakyat, yang tidak perlu lagi diragukan kemampuannya dalam memimpin KLU”, katanya.

Dikatakan, H. Najmul Akhyar adalah wakil bupati KLU mampu mendampingi Bupati H. Djohan Sjamsu hingga akhir masa jabatannya dan termasuk politisi kawakan. Sedangkan Sarifuddin adalah anggota DPRD NTB yang sering turun hingga ke pelosok-pelosok dusun terpencil, termasuk di Telaga Segoar.

Lebih lanjut Jiman mengharapkan, walaupun beda dukungan namun kita perlu saling hormati dan tidak sampai membuat fitnah ke  pasangan lainnya, karena kedua paket yaitu Djadi dan Nasa adalah putra terbaik KLU,  sehingga keamanan tetap terjaga sepanjang masa. “Kita boleh beda dukungan, namun kita harus bersama-sama menjaga kondusifitas keamanan KLU”, tandasnya.
Selengkapnya... »»  

Selasa, 07 April 2015

Paket JADI dan NASA Daftar di Partai Hanura

Lombok Utara - Dua kandidat kuat bakal calon bupati dan wakil bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu-Mariadi (JADI) dan Najmul Akhyar-Syarifudin (NASA) secara  resmi mendaftarkan diri ke partai Hanura, Minggu (5/4) lalu.

 ” Baru dua bakal calon yang melakukan pendaftaran di Partai Hanura sejak di buka di buka pendaftaran minggu yang lalu ,” kata  ketua Tim 9 Ardianto kemarin.

Menurut ardianto, dua balon yang merupakan calon petahana pecah kongsi ini tampak datang mendaftar di hari yang sama. Bakal calon Najmul Akhyar yang tidak didampingi Syarifudin terlihat mendatangi kantor DPC Hanura Lombok Utara di  Tampes Desa Slengen  pada Minggu pagi. Sementara Djohan Sjamsu terlihat didampingi calon wakilnya yang juga wakil ketua DPRD Lombok Utara saat ini Mariadi datang mendaftarkan diri pada sore harinya. Pendaftaraan masih terus berlangsung hingga 7 April mendatang.

Untuk selanjutnya, tim 9 akan melakukan verifikasi berkas kelengkapan administrasi balon yang sudah mendaftar untuk selanjutnya direkomendasikan ke tingkat DPC sebagai bahan pertimbangan. Selain itu tim 9 juga akan melakukan survey ke tingkat bawah untuk melihat kemungkinan kekuatan dari masing-masing kandidat yang sudah mendaftar. ”Setelah pendaftaran ditutup, dalam jangka waktu paling lambat 21 hari kami akan berikan catatan ke ketua DPC sebagai pertimbangan untuk diajukan ke DPP,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ardianto mengatakan parpol manapun yang menjadi parpol pendukung balon maka tugas parpol itu tidak hanya sebagai tiket mencalonkan diri. Tetapi juga ikut bertugas mendulang suara dan memenangkan kandidat. Selain itu, parpol pendukung juga memiliki kewajiban untuk mendorong dan mengamankan pemerintah balon yang diusung. ”Jadi balon yang kita dukung dan bila terpilih harus memiliki komitmen kuat terhadap parpol pendukungnya,” tegasnya.

Saat ditanya apakah penunjukkan ketua DPC Hanura Lombok Utara sebagai sekjen di tim parpol pendukung balon NASA, Ardianto mengatakan itu tidak berpengaruh. ”Itu hanya komunikasi politik tidak masuk mekanisme partai. Mekanisme yang benar ya melalui pendaftaran ini,” pungkasnya.

Selengkapnya... »»  

Sabtu, 04 April 2015

Perbatasan KLU Harus Mendapat Perhatian Khsusus

Lombok Utara - Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan merupakan desa perbatasan antar Kabupaten Lombok Utara dengan Kabupaten Lombok Timur.  Sebagai desa perbatasan sudah seharusnya mendapat perhatian khusus dari Pemda sehingga mampu bersaing dengan kabupaten sebelahnya.

Demikian ditegaskan Kepala Desa Sambik Elen, Lalu Alwan Wijaya didepan beberapa pejabat KLU pada acara peresmian pembangunan kantor desa 2/4. Menurutnya, Desa sambik Elen memiliki potensi alam dan pariwisata yang cukup untuk dikembangkan menjadi desa percontohan di KLU.

“Desa ini cukup luas dan banyak menyimpan potensi pariwisata dan cagar budaya yang saat ini masih terpendam dan perlu dikembangkan untuk peningkatan prekonomian masyarakat, seperti masjid kuno Barung Birak, sumur Majapahit dan jalur pendakian ke Gunung Rinjani”, katanya.

Potensi ini, lanjut Alwan sudah ada investor masuk ke Desa Sambik Elen yang mau membantu mengembangkan potensi yang ada, hanya saja masih terbentur soal perijinan. “Jadi dalam soal ini kami minta bantuan pemerintah agar dalam proses perijinan diberikan kemudahan, sehingga potensi yang dimiliki desa yang terletak di ujung timur KLU ini dapat berkembang serta bisa menjadi desa percontohan di KLU”, harapnya.

Terkait dengan pembangunan kantor desa Sambik Elen, menurut Alwan, merupakan program utamanya pada tahun pertama dirinya menjadi kepala desa. “Ini program peratama saya setelah dilantik sebagai kepala desa pada awal tahun 2014 lalu. Dan Alhamdulillah dengan dana sekitar Rp. 700 juta lebih, pembangunan kantor ini dapat selesai dengan bantuan semua masyarakat. Dan dalam membangun kami memiliki motto “Kalah Lile Isik Melet” artinya hilang rasa malu karena ingin memiliki kantor desa yang memadai”, jelasnya.

Sementara Bupati KLU yang diwakili Asisten II, Ir Melta dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada kepala desa dan masyarakat Desa Sambik Elen, karena telah berhasil membangunan kantor desa yang cukup megah dalam waktu 7 bulan dengan anggaran Rp.700 juta lebih dari rancangan anggaran biaya sekitar Rp.  1,1 miliar.

“Saya melihat Kepala Desa sambik Elen ini adalah pemimpin masa depan, karena dengan umur 27 tahun, ia mampu diberi amanat oleh masyarakat, dan ini sangat luar biasa. Dan saya teringat gubernur NTB ketika pertama menjadi gubernur umurnya 37 tahun, beda sepuluh tahun dengan kades Sambik Elen dan kebetulan belakangnya sama-sama angka 7”, katanya Melta memuji.

Dikatakan, kantor desa yang megah ini tidak akan bermakna kalau tidak membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Karenanya diminta kepada kepala desa dan jajarannya untuk mengedepankan budaya yang pada intinya adalah musyawarah. “Dan dengan adanya kantor desa ini silahkan dimamfaatkan agar masyarakat kita merasa dilayani, jangan sampai ada masyakat masuk ke kantor desa memiliki aturan untuk mendapatkan sesuatu. Artinya dalam memberdayakan masyarakat itu jangan semata-mata diberikan ikan, tapi kita harus memberikan masyarakat kailnya”, pintanya.

Merespon persoalan perijinan, Melta minta agar mengikuti sesuai prosedur yang berlaku dan jangan sampai mengambil jalan pintas yaitu melalui calo sehingga terkesan mahal. “ Kalau mau mengurus ijin silahkan datang langsung ke dinas terkait, dan Insya Allah prosesnya akan cepat dan murah”, tandasnya.

Peresmian pembangunan kanor desa ini ditandai dengan pengguntingan fita dan dilanjutkan dengan melihat pameran produk-produk yang dikembangkan di desa sambik elen, seperti jajan mente, madu, kerepek dan berbagai produk pertanian lainnya.
Selengkapnya... »»  

Mamfaat Sapuk dan Jong dalam Adat Bayan

Lombok Utara - Setiap dearah memiliki adat dan tradisi yang berbeda-beda, begitu juga dengan busana adat yang dipakainya seperti ikat kepala bagi laki laki (sapuk) dan  ikat kepala bagi perempuan yang dikenal dengan sebutan "Jong". Sapuk dan Jong dalam masyarakat adat Bayan pada umumnya, digunakan pada saat ada ritual adat tertentu dan ditempat tertentu juga. Lalu kapan dan dimanakan sapuk dan jong ini digunakan, berikut penelusuran media ini.

Penggunaan Jong Bayan yang di pakai oleh kaum perempuan digunakan pada saat acara sareat maulid adat yang ketika menumbuk padi di rantok besar yang terbuat dari kayu seperti sampan. Pada ritual acara maulid adat ini  kaum perempuan yang berada di kampu Karang Bajo, kampu Bayan Timur, kampu Bayan Barat dan kampu Loloan. Kecamatan Bayan Lombok Utara harus menggunakan jong yang dibuat  khusus secara tradisional yang dikenal dengan nyesek.

Jong Bayan ini ada yang berwanara merah dan ada juga yang berwana  biru, tergantung selera warna masing masing pemakai.  Jong ini hanya ber ukuran 50 cm yang bentuknya segi tiga lancip, dengan suku cadangnya dapat di peroleh di beberapa pengerajin nyesek ( setuk Jajak Bilang Bale)  di Bayan dengan hargan terjangkau untuk umum.

Sementara cara menggunakan sapuk atau jong menurut Kades Karang Bajo, Kertamalip, berbeda-beda tergantung pada saat ritual adat yang dilaksanakan. Secara umum, sapuk digunakan dengan ikatan  di bagian depan kepala (kening) yang biasa digunakan  pada acara gawe urip ( hidup ). Ikatan sapuk hanya bisa digunakan pada bagian belakang pada saat gawe pati ( ritual kematian ), sementara diluar ritual tersebut ikatannnya harus di depan seperti Nyongkolang, kecuali para Pemangku dan Kyai.

Sapuk atau ikat kepala ini memiliki banyak jenis. Dan jenis yang digunakan itu tergantung dari posisi atau jabatan pemakainya dalam pranata adat.

Sapuk berwarna biru  digunakan oleh Mak Lokaq Perumbaq yaitu, Perumbaq Daya, Perumbaq Tengaq (Maq Lokaq Gantungan Rombong), dan Perumbaq Lauk. Warna biru ini diyakini oleh masyarakat adat sesuai dengan warna langit, yang bisa mengayomi setiap makhluk hidup di bumi. Sehingga perumbaq ini diharapkan bisa memberikan pengayoman kepada masyarakat adat dan lingkungannya, baik di daerah hutan, masyarakat adat maupun untuk perairan atau laut.

Sementara sapuk berwarna putih  digunakan oleh para Kyai Adat dan Pemangku, yaitu Kyai Penghulu, Kiyai Lebe dan Kiyai Santri. Sedangkan untuk amak Lokaq adalah:  Amaq Lokaq Pande, Amaq Lokaq Singgan Dalem, Amaq Lokaq Walin Gumi, Amaq Lokaq Dasan Ancak, Amaq Lokaq Pelabupati, Amaq Lokaq Telaga Banyak, Amaq Lokaq Telaga Bageq, Amaq Lokaq Senaru, dan Amaq Lokaq Loang Godek.

Kiyai Penghulu, Kiyai Lebed dan Kiyai santri merupakan tokoh agama, dan pemangku yang lainnya adalah tokoh adat yang tugasnya memberikan pencerahan kepada masyarakat adat umum. Sapuk yang berwarna putih ini menunjukan kesucian dan kebersihan hati dari para Kyai dan pemangku sebagai tokoh dan suritauladan bagi masyarkat adat.

Sapuk batik  warna warni ini di gunakan oleh masyarakat adat secara  umum. Ada juga pejabat adat yang menggunakan sapuk batik ini, seperti Pembekel yang ada di setiap komunitas masyarakat adat. Sapuk batik yang memiliki banyak warna ini juga memiliki  banyak arti bagi masyarakat adat Bayan yaitu kehidupan yang bermacam-macam, baik dari pekerjaan maupun garis keturunan adatnya.

Kertamalip mengharapkan kepada semua masyarakat adat agar dalam melaksanakan ritual adat atau acara urip agar budaya dan busana yang telah di tinggalkan oleh para tetua kita tetap dilestarikan sehingga tidak hilang begitu saja.
Selengkapnya... »»  

MTQ wahana Membangun Generasi Berkualitas

Lombok Utara - MTQ selain sebagai wahana memotivasi  lahirnya qari-qari’ah yang mampu mensyiarkan nilai-nilai luhur kemanusiaan dan keislaman, juga sebagai wahana  untuk membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas yang faham terhadap nilai-nilai Ak-Qur’an dan hadits.

Demikian dikatakan Bupati KLU, H. Djohan Sjamsu ketika menutup MTQ ke 6 tingkat Kabupaten yang berlangsung di Kecamatan Bayan 3/4. Menurutnya MTQ sebagai momentum yang baik untuk membangkitkan  semangat dan kesadaran umat Islam untuk membaca, mempelajari dan mengamalkan petunjuk Allah SWT.

“Kita semua berharap dengan gema dan syiar setelah MTQ ini dapat member barokah dan nilai tambah bagi jajaran pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Lombok Utara terhadap peningkatan, pemahaman, penghayatan dan pengalaman nilai-nilai Al-Qur’an, sebagai manifestasi keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT”, harapnya.

Bupati dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih  dan penghargaan yang tulus atas segala bentuk  partisipasi maupun kerjasama semua pihak, khususnya masyarakat Bayan yang telah menjadi tuan rumah yang baik. Demikian juga kepada para juara dalam berbagai cabang MTQ, teruma kepada kafilan Kecamatan Tanjung yang menjadi juara umum.

Penutupan MTQ ini selain dihadir ratusan masyarakat, juga hadir beberapa pejabat SKPD, ketua KPU KLU dan wakil ketua dan anggota DPRD KLU serta para peserta MTQ dari lima kecamatan.

Selengkapnya... »»