Senin, 15 April 2013

Karang Bajo Raih Juara Pada Lomba Pik-R dan Posyandu

Karang Bajo (KLU) SK - Karang Bajo merupakan salah satu nama desa di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara dan termasuk desa siaga aktif dan berhasil menurunkan Angka Kematian ibu Nol (Akino). Atas keberhasilannya ini, tak heran bila setiap kali ada lomba selalu diikutkan.

Pada awal tahun 2013 lalu, desa Karang Bajo ditunjuk mewakili Kabupaten Lombok Utara untuk mewakili lomba Posyandu tingkat provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan keluar sebagai juara III.

Sementara pada tanggal 22 Maret 2013, desa Karang Bajo kembali ditunjuk mewakili Lombok Utara pada lomba Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) tingkat provinsi dan berhasil meraih juara II.

“Kita memang belum bisa meraih juara I pada beberapa lomba yang kita ikuti, namun setidaknya kita patut bangga dan syukuri, kita dapat berhasil meraih juara III pada lomba Posyandu dan juara II lomba PIK-R, dan ini merupakan sebuah prestasi yang perlu terus kita tingkatkan”, kata Kades Karang Bajo, Kertamalip, ketika membuka pertemuan kader Posyandu, 15/4.

Terkait dengan kesehatan, menurut Kertamalip, pemerintah provinsi yang dalam hal ini Dinas Kesehatan NTB sudah membangun  Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang dananya dari APBD I.

“Kita sudah memiliki bangunan Poskesdes. Hanya saja kita belum tempati karena bangunannya belum seratus persen selesai, sudah ditinggalkan pemborongnya. Dan hal ini sudah kita sampaikan ke Dikes provinsi, namun yang terjadi malah pihaknya meminta kita menempati dan menyelesaikan bangunannya”, kata Kertamalip.

Seharusnya lanjut Kertamalip, Dinas Kesehatan NTB minta agar kontraktornya menyelesaikan pekerjaannya yang asal jadi ini, bukan pemerintah desa yang melanjutkan pembangunan yang menelan anggaran ratusan juta rupiah ini. “Sampai sekarang bangunan ini belum diserahterimakan ke pemerintah desa dan belum kita tempati”, pungkas Kertamalip.(sk-22/0001)
Selengkapnya... »»  

Bumil dan Balita Yang Tidak Hadir ke Posyandu Akan Diberikan Sanksi


Perhatian pemerintah Kabupaten Lombok Utara tentang pelayanan kesehatan bagi warganya patut diacungkan jempol. Karena selain diberikan kemudahan pelayanan kesehatan secara gratis bagi pengguna kartu Jamkesmas, Jamkesda atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa, juga pihak ksehatan terus mendorong warga terutama bagi ibu hamil dan Balita agar secara rutin memeriksa kesehatannya di Posyandu terdekat.

Untuk mengaktifkan Bumil dan Balita ke Posyandu, para kader bersama pemerintahan Desa Karang Bajo dan petugas kesehatan dari Puskesman Kecamatan Bayan, 15/4, dalam pertemuan yang digelar di aula kantor Desa Karang Bajo, telah  membuat sanksi tegas bagi Bumil dan Balita yang tidak hadir dalam pelayanan Posyandu yang digelar setiap bulan.

“Bagi Bumil dan Balita yang tidak hadir ke Posyandu ada sanksinya. Sanksi pertama yaitu akan dilakukan sweping oleh kader Posyandu. Dan bila pada bulan berikutnya tetap tidak hadir akan diberikan sanski surat peringatan. Dan jika tetap saja tidak mau hadir, maka sanksi tegaspun akan diberlakukan, bahwa jatah raskin akan ditahan dan tidak akan diikutkan dalam program yang masuk di desa”, tegas Kades Karang Bajo, Kertamalip.

Selain itu, lanjut Kertamalip, bagi Bumil yang melahirkan didukun atau dibantu keluarganya tanpa koordinasi dengan bidan desa akan didenda sebesar Rp. 100 ribu. “Sanksi ini kita akan ataur dalam Perdes, karena ini merupakan kesepakatan bersama antar kader Posyandu, kepala dusun, BPD dan petugas Puskesmas Bayan, dan berlaku bagi siapapun warga yang tingga di Desa Karang Bajo”, katanya.

Kepala Puskesmas Kecamatan Bayan, H. Hasanul Ahadi, menjelaskan, sanksi ini dibuat bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, akan tetapi kita ingin kesehatan masyarakat itu meningkat, dan dapat menghadirkan Bumil dan Balita 100 persen ke Posyandu yang dilaksanakan setiap bulan.

“Khusus di Karang Bajo tingkat kehadiran Bumil dan Balita ke Posyandu, prosentasenya cukup bagus, bahkan ada beberapa dusun yang tingkat kehadirannya ke Posyandu sudah mencapai 100 persen. Intinya jangan sampai ada kita temukan ditingkat masyarakat itu ada Balita kurang gizi atau gizi buruk”, jelasnya.

Sementara dalam sesi dialog, beberapa kepala dusun mempertanyakan kartu Jamkesmas yang dibagikan kepada warga kurang mampu yang banyak salah nama dan alamatnya, seperti yang diungkapkan Kadus Ancak Timur, Abdul Wahid. Menurutnya, diantara 200 kartu Jamkesmas yang diterima warganya, sekitar 100 kartu yang salah nama dan alamatnya, sehingga kartu tersebut tidak bisa dibagikan. Selain itu masih banyak warganya yang belum memperoleh kartu Jamkesmas.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Kecamatan Bayan, H. Husnul Ahadi menegaskan, penerbitan kartu Jamkesmas menggunakan data dari BPS, sehingga Dinas kesehatan tidak dapat melakukan intrervensi, karena kartu tersebut dikeluarkan oleh pusat.

Namun bagi yang kartunya salah nama atau alamat, agar segera menyempaikan ke pemerintah desa untuk dilanjutkan ke Dikes Lombok Utara, untuk dibuatkan kartu Jamkes sementara. Sementara bagi yang belum memperoleh kartu Jamkesmas dapat mengurus SKTM di desa untuk memperoleh layanan kesehatan secara gratis.

“Harapan kita semua warga dapat kartu Jamkesmas, tapi kita sulit membedakan mana yang kaya dan mana yang miskin. Dan bagi warga miskin yang belum memperoleh kartu, kita tetap memberikan kemudahan yaitu dengan cara mengurus SKTM di pemerintah desa”, jelas Husnul Ahadi.
Selengkapnya... »»  

Empat Bulan Tidak Terima Honor, Perangkat Desa Gigit Jari

Lombok Utara, SK - Para perangkat desa se Kabupaten Lombok Utara (KLU) harus gigit jari, karena sudah empat bulan honor mereka belum dibayar oleh Pemerintah Daerah (Pemda) KLU, sehingga untuk menutupi kebutuhan hidup, mereka harus mengangkat hutang.

“Sudah empat bulan honor tidak cair, dan kami sudah tidak tahu lagi kemana harus berutang untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, sementara kami harus bekerja dari pagi hingga sore hari”, keluh puluhan perangkat desa di Kecamatan Bayan.

Sementara Kepala Desa Karang Bajo, Kertamalip menjelaskan, ketrlambatan pembayaran honor ini, dikarenakan masih adanya persoalan perangkat di dua desa di Kecamatan Kayangan, dimana kepala desa terpilih memecat semua perangkatnya dan menggantikan dengan yang baru.

“Perangkat desa yang dipecat ataupun yang diangkat oleh kepala desa terpilih tetap masuk kantor, sehingga Pemda KLU masih mengalami kesulitan, bahwa yang dibayar apakah honor perangkat lama atau yang baru”, jelas Kertamalip.

Hanya saja Kertamalip sangat menyayangkan sikap pemerintah KLU, karena seharusnya yang ditunda honornya itu adalah dua desa yang bermasalah. “Jangan lain makan nangka semua kepala desa dan perangkatnya kena getahnya”, tegasnya.

Karenanya diharapkan kepada Pemda KLU, agar segera membayar honor para kepala desa dan perangkatnya yang tidak bermasalah, karena mengingat program yang harus dikerjakan oleh pemerintahan desa cukup banyak dan harus diimbangi dengan kesejahteraan mereka.(sk-22/0001)
Selengkapnya... »»  

Berita Sepekan Kabupaten Lombok Utara

Perayaan Dharma Shanti
    Rakor Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan Daerah
    MTQ

Sebagai rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Umat Hindu se-Kabupaten Lombok Utara melakukan  upacara Dharma Santhi yang dipusatkan di Pure Dalem Tanjung, dihadiri Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH bersama Wakil  Bupati H. Najmul Akhyar, SH, MH dan Sekretaris Daerah Drs. H. Suardi, MH (10/4). Dalam sambutannya  Bupati KLU  H. Djohan Sjamsu, SH memberikan ucapan selamat hari raya nyepi kepada umat hindu yang hadir pada acara tersebut serta ucapan terima kasih atas terciptanya keamanan dan kebersamaan masyarakat. Kegiatan yang bertema memperkuat trikerukunan umat beragama dal am membangun Lombok Utara ini, Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH menyampaikan agar sama-sama merawat ketertiban dan keamanan dalam bingkai kebhinekaan.

''Pergantian tahun ini sebagai ajang evaluasi apa yang sudah kita kerjakan untuk menjadi lebih baik kedepannya,  peringatan dharma santi ini juga ajang silaturrahmi dan  bertukar pikiran demi kemajuan pembangunan daerah. Saya  ucapkan terima kasih kepada umat Hindu atas terpeliharanya kebersamaan, persatuan dan toleransi selama ini sehingga apa yang dicitakan pembangunan akan tercapai,'' ujarnya.

Dalam pengantarnya Ketua PHDI Lombok Utara  I Gusti Gde Mangku Padang menjelaskan  setiap tahun sekali  tepatnya pada penanggalan ke I Sasih Kedasa (Eka Sukla Paksa Waisak) sehari setelah Tilem Kesanga (Panca Dasa Kresna Paksa) Umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi. Dijelaskannya dalam merayakan Hari Raya Nyepi Umat Hindu melakukan serangkaian upacara keagamaan yang syarat dengan pesan-pesan kerohanian guna meningkatkan Sradha Bakti Hindu Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa diantaranya sehari sebelum Nyepi umat Hindu melakukan upacara melasti ke laut dengan maknanya membersihkan diri lahir dan bathin serta memperoleh Thirta Amertha (Air Suci Kehidupan). Kemudian dilanjutkan dengan Upacara Taur Kesanga yang bermakna membersihkan dan mengembalikan keharmonisan/keseimbangan Buana Agung dan Buana Alit, tepat pada Hari Nyepi, umat Hindu melakukan Catur Brata Penyepian yang dilakukan selama 24 jam.
Sedangkan pada kegiatan lainnya, Bappeda Lombok Utara menyelenggarakan evaluasi program penanggulangan kemiskinan daerah, untuk mengetahui sejauhmana kemajuan program tersebut selama tahun 2012 serta reviu rencana program kegiatan triwulan pertama tahun 2013 (11/4). Wakil Bupati H. Najmul Akhyar, SH. MH, selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah di Lombok Utara, H. pada kesempatan itu mengatakan, TKPKD membutuhkan kebersamaan dan kerjasama semua pihak guna mewujudkan program-program SKPD terkait penanggulangan kemiskinan.
“Dari  data BPS pada tahun 2010 angka kemiskinan di KLU tertinggi di NTB yaitu 43,14 persen, sedangkan di tahun 2011 terjadi penurunan mencapai angka 39,27 persen.  Target utama dari kesepakatan awal pemda untuk menurunkan angka kemiskinan daerah 2,5 persen pertahun, sehingga dapat dikatakan melampaui target. Indikator kemiskinan merupakan tolak ukur keberhasilan daerah oleh karenanya dihimbau kepada masing-maing SKPD untuk meningkatkan produktifitas masyarakat agar nilai jual produk lebih tinggi sehingga kedepannya mampu menyejahterakan masyarakat melalui program-program unggulan daerah,” imbuh Wakil Bupati.
Sementara itu Kepala Bappeda KLU Ir. Nanang Matalata menjelaskan  pada rapat evaluasi tersebut, memaparkan rencana program/kegiatan strategis terkait dengan penanggulangan kemiskinan di masing-masing sektor/urusan, beserta rincian sumber pendanaan (sumber APBN/APBD provinsi dan APBD kabupaten)  sebagai landasan perbaikan program kedepannya. Selain Wakil Bupati KLU H. Najmul Akhyar SH MH, pada acara tersebut hadir pula Asisten Bidang Pemerintahan Drs. H. Kholidi MM,  Asisten Administrasi Umum  Drs. H. Jayadi N,  serta para kepala SKPD lingkup pemerintahan Lombok Utara.

Adapun kegiatan selanjutnya, Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Tanjung yang diselenggarakan di Cupek Sigar Penjalin (13/4). Kegiatan MTQ tersebut akan diselenggarakan selama empat hari,  diikuti oleh 156 Qori’ dan Qori’ah. Sebanyak 30 orang dari Desa Jenggala, 32 orang dari Desa Tanjung, 15 orang dari Desa Medana, 22 orang dari Desa Sokong, 11 orang dari Desa Teniga, sedangkan utusan dari Desa Sigar Penjalin selaku tuan rumah kegiatan sebanyak 30 orang peserta. Hadir pula Sekretaris Daerah Drs. H. Suardi, MH, selaku Ketua LPTQ Lombok Utara.

 Camat Tanjung Ibu Titik Hidayati, S.IP dalam sambutannya berharap kepada seluruh peserta MTQ yang merupakan hasil seleksi tingkat desa di kecamatan Tanjung agar bisa menunjukkan kemampuannya dalam seleksi tingkat kecamatan, nantinya mampu mengangkat Kecamatan Tanjung menjadi juara umum pada MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara.  Sementara itu Bupati KLU H. Djohan Sjamsu, SH, mengungkapkan ”Ada beberapa hal, mengapa MTQ ini diselenggarakan, pertama dengan adanya MTQ akan timbul dan berkembang syiar agama, melalui kecintaan kita membaca Al-quran maka kita akan mudah memahami isi dari Al-quran dimana kita nantinya kita bisa mengamalkan kandungan Al-quran ini dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi sekarang ini”.

Kegiatan yang mengusung tema MTQ sebagai sarana meningkatkan toleransi umat beragama serta persatuan dan kesatuan tersebut berlangsung meriah, terlihat dari antusiasme masyarakat yang berbondong-bondong menyaksikan langsung acara pembukaan MTQ. Sekretaris Camat Tanjung Suhadman, S.Sos. dalam kegiatan tersebut menjadi ketua panitia penyelenggaranya.

Sementara itu, menjelang pelaksanaan MTQ, bertempat di SDN 2 Sigar Penjalin, diadakan pula pawai taaruf. Wakil Bupati KLU H Najmul Akhyar, SH. MH, melepas Pawai Taaruf yang berjumlah sekitar 30 kafilah. Menempuh rute hingga ke Dusun Cupek.  Dalam sambutannya Wakil Bupati KLU, H. Najmul Akhyar, SH.MH, memberikan apresiasi bahwa MTQ tingkat Kecamatan Tanjung kali ini merupakan MTQ yang paling meriah dibandingkan dengan MTQ sebelumnya.  Kepada para peserta pawai taaruf, Wakil Bupati berharap agar apa yang dilakukan sekarang ini merupakan bentuk/wujud syukur kita kepada Allah SWT, kita masih dalam keadaan sehat wal’afiat.

“Harapan saya, agar  kegiatan ini merupakan salah satu cara kita mensyiarkan agama, mensyiarkan Al-quran. Mudah-mudahan dengan niat tersebut, Allah SWT berikan rahmat kepada kita semua”, imbuh Wakil Bupati. (Humas dan Protokol KLU Kerjasama dengan Primadona FM)
Selengkapnya... »»  

Senin, 18 Maret 2013

PKK KLU Berperan Aktif Dalam Pemberdayaan Keluarga

Lombok Utara - Kebebrhasilan gerakan Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Lombok Utara (PKK-KLU), dalam melakukan pemberdayaan terhadap keluarga dan perempuan tak dapat dipungkiri, karena sebagian besar kadernya  menjalankan tugas dan tanggungjawab melakukan upaya meningkatkan dan mengembangkan kemampuan dan kepribadian  terutama dalam dua bidang yaitu bidang mental spritual dan fisik material.

Dalam bidang mental spritual, meliputi sikap dan perilaku sebagai insan hamba Tuhan, anggota masyarakat dan warga negara yang dinamis serta bermanfaat, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sementara dalam bidang fisik material  meliputi pangan, sandang, papan, kesehatan, kesempatan kerja yang layak serta lingkungan hidup yang sehat dan lestari melalui peningkatan pendidikan, pengetahuan dan keterampilan.

Ketua Tim Penggerak PKK KLU, Hj. Galuh Nurdiah, ketika melakukan roadshow di Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan, 13 Maret lalu mengatakan, gerakan PKK senantiasa menekankan prinsip pemberdayan dan partisipasi masyarakat melalui pemberdayaan keluarga. Jika kita sepakat, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang menyediakan kebutuhan seluruh anggotanya, seperti pendidikan dan budi pekerti, kasih sayang, ekonomi, kesehatan, dan sebagainya, sebagaimana dalam delapan fungsi keluarga. Artinya keluarga merupakan fundamental bagi pembangunan manusia, sekaligus barometer kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

Dari 10 Program Pokok PKK ini dapat tergambar bagaimana peran para pengurus dan kader PKK dalam berbagai upaya pemberdayaan keluarga yang dilaksanakan secara praktis dan dapat langsung dirasakan oleh keluarga dan masyarakat sekitarnya dengan cara bersinergi dengan kegiatan,program dan kebijakan pemerintah daerah maupun pusat.

Sinergi Gerakan PKK Lombok Utara dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat maupun Daerah yang juga memiliki tujuan pemberdayaan masyarakat secara umum maupun pemberdayaan keluarga secara khusus dapat dilihat dari berbagai bidang yang dilakukan para kader PKK, seperti dibidang pendidikan non formal terutama ditingkat desa, seperti :   Penyelenggaraan PAUD; Penyelenggaraan BKB dan BKB KEMAS; Penyelengaraan Kegiatan Keaksaraan Fungsional (KF);  Pembentukan Kelompok – kelompok simulasi; Penyuluhan – penyuluhan Kadarkum, Penghapusan KDRT dan Trafficking, UU Perkawinan dan Penyuluhan pendidikan serta pengetahuan – pengetahuan yang dapat menunjang peningkatan kapasitas masyarakat.

Dalam bidang kesehatan &  Keluarga Berencana, menurut Hj. Galuh Nurdiah, pengurus PKK Kabupaten dan Desa  serta para kader terlibat langsung dalam melakukan pelayanan Posyandu; Pengembangan metode dan sosialisasi tanaman obat keluarga (TOGA); Penyuluhan – penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS);Penyuluhan – penyuluhan mengenai manfaat Ber-KB sebagai bagian dari perencanaan keluarga sehat sejahtera;  Pembentukan dan sosialisasi Desa Siaga; dan lain-lain. “Kendati para kader dan pengurus PKK KLU tidak ada gaji, namun tetap antusias menjalankan tugasnya, sehingga KLU termasuk salah satu kabupaten yang berhasil menekan Angka Kematian Ibu hamil Nol (AKINO) . “Keberhasilan ini perlu terus ditingkatkan, dan ini tentu berkat kerja keras semua pihak”, jelas Galuh.

Disisi lain, ia minta kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana ( BPM PPKB)  dalam mengikuti lomba jangan asal main tunjuk, karena desa yang akan mengikuti lomba itu perlu pembinaan, seperti terkait dengan program Keluarga Berencana. “Petugas dari BPMD PPKB perlu sering turun untuk melakukan pembinaan dan menjelaskan tentang program KB. Selain itu pihak desa juga perlu melakukan koordinasi dengan petugas yang ada di kecamatan ataupun di kabupaten”, pintanya.

Sementara dalam bidang ekonomi keluarga, PKK KLU melaksanakan dan mendukung bebrbagai program pemerintah seperti : Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga PKK (UP2K-PKK); Pengembangan kehidupan berkoperasi di kalangan perempuan perdesaan;  Penyuluhan tentang menabung dan lainnya. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah di bidang ketahanan pangan dan pengelolaan tata laksana rumah tangga. Dalam bidang ini peran PKK  KLU diantaranya : Membentukan Kelompok Wanita di tingkat Desa; Penyuluhan – penyuluhan dan praktek - praktek pemanfaatan lahan pekarangan; Kampanye makanan sehat yang menunjang peningkatan gizi keluarga melalui gerakan 3B (beragam, begizi dan berimbang) dan lomba – lomba menu sehat; Penyuluhan – penyuluhan cara berpakaian. Sedangkan dibidang lingkungan hidup, kader PKK KLU terus melakukan Penyuluhan seperti pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos yang juga dapat meningkatkan perekonomian keluarga dangerakan gotong-royong kebersihan.

Berbagai upaya yang dilakukan dalam gerakan PKK Lombok Utara. Dan untuk mengefetifkan semua kegiatan tersebut, Hj. Galuh minta kepada semua kader membuat program-program unggulan yang bertujuan pemberdayaan keluarga sehingga dapat betul – betul mengenai sasaran yaitu masyarakat yang membutuhkan kemandirian dan tidak selalu bergantung kepada pemberian dari pemerintah. “Program itu tidak perlu terlalu banyak yang penting bisa berjalan dengan baik seperti membentuk kelompok Dasawisma”, pintanya.


Selengkapnya... »»  

Madikusuma; Sosok Kades Yang Merakyat

Lombok Utara - Ramah,  sederhana dan merakyat, demikianlah kesan pertama ketika wartawan media ini bertemu dengan Raden Madikusuma yang dilantik menjadi Kepala Desa Bayan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara pada 10 Januari 2013 lalu. Ia mengaku dalam menjalankan tugas kesehariannya lebih mengutamakan pelayanan bagi warganya ketimbang banyak bicara.

Untuk mengawali langkahnya sebagai Kades Bayan, Madikusuma hampir setiap hari turun ke dusun-dusun di wilayah yang dipimpinnya dengan menggunakan biaya sendiri, dengan satu tujuan yaitu menyerap aspirasi dari warga. Dari aspirasi yang diperoleh dari masyarakat tingkat bawah ini, untuk mempermudah dirinya bersama perangkat desa untuk menyusun langkah-langkah strategis demi kemajuan Desa Bayan khususnya dan Kabupaten Lombok Utara secara umum.

Ketika ditanya apa keluhan utama dari masyarakat Bayan? Dengan senyum Raden Madikusuma menjelaskan, bahwa keluhan warganya, pada dasarnya tidak jauh beda dengan warga desa lainnya di KLU. “Warga tidak meminta bantuan beras atau uang, tapi yang menjadi keluhan utama adalah persoalan infrastruktur jalan terutama yang menghubungkan beberapa dusun di Desa Bayan.  Namun keluhan itu kita nilai masih wajar, karena mengingat Kabupaten Tioq-Tata-Tunaq ini  adalah kabupaten baru, sehingga persoalan itu perlu kita pikirkan bersama”, katanya.

Kendati demikian, lanjut Madikusuma, warga menilai bahwa dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati KLU (H. Djohan Sjamsu, SH dan H. Najmul Akhyar SH. MH-red) cukup dirasakan keberhasilan pembangunan yang digalakkan oleh kedua pemimpin tersebut, seperti infrastruktur jalan yang menghubungkan ibu kota Desa Bayan dengan beberapa dusun yang jauh dari pusat kota desa sudah di aspal, sehingga sarana dan prasarana transfortasi cukup lancar.

Selain itu, pemerintah desa Bayan juga sudah mengusulkan pengaspalan jalan sepanjang 4 km ke Pemerintah Daerah (Pemda) KLU, terutama jalan yang menghubungkan antar Dusun Pada Mangko dengan Dusun Mandala dan termasuk jalan usaha tani yang menghubungkan Dusun Nangka Rempek dengan Dusun Batu Jompang. “Saya yakin dengan diaspalnya jalan tersebut akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, karena mengingat di beberapa dusun itu terdapat beberapa hasil unggulan, seperti kelapa, kakau, pisang dan lain-lain”, kata Madikusuma.

Ditanya bentuk pelayanan yang dilakukan terhadap warga, Kades Bayan yang masih terbilang muda ini mengatakan, bahwa menjadi Kepala Desa merupakan amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan harapan Bupati KLU pada saat pelantikan beberapa waktu lalu. “Kita diharapkan oleh Bupati agar menjadi pelayan masyarakat. Dan menjadi pelayan yang baik itu jangan sampai mengutamakan uang dalam urusan masyarakat baik dalam administrasi ataupun dalam pengurusan surat-menyurat, kendati itu sudah diatur dalam Perdes, namun  kadang-kadang masih banyak warga kita yang tidak mampu membayar. “Intinya berikan kemudahan dalam pelayanan dan jangan mempersulit masyarakat”,jelasnya.

Dalam setiap kali melakukan rapat koordinasi dengan semua aparatur desa, sambungnya,  selalu disarankan agar mengutamakan pelayanan, dan bagi aparatur desa Bayan yang masih mengutamakan uang dalam pelayanan dipersilahkan mundur atau mencari pekerjaan lain. “Saya sudah tegaskan kepada semua perangkat desa, bahwa jika masih ada yang  mengutamakan uang dalam pelayanan, saya persilahkan untuk mendur dan mencari pekerjaan lain”, tegasnya.

Sementara dibidang budaya dan pariwisata, pemerintah Desa Bayan bekerjasama dengan British Council dan Bank Mandiri  mengembangkan ekowisata alam dan budaya yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.  “Kita memiliki banyak tempat wisata alam dan budaya yang tidak kalah menariknya dengan obyek wisata lainnya di Pulau Lombok, seperti hutan adat Bangkat Bayan yang masih perawan, Tapak Gading Datu, hutan adat Mandala, rumah adat dan masjid kuno, yang bila dikembangkan tentu akan dapat meningkatkan penghasilan masyarakat”, kata Madikusuma.

Dikatakan, British Council kerjasama dengan Bank Mandiri, sejak beberapa bulan lalu telah melakukan pemetaan bersama masyarakat, untuk menggali potensi wisata yang ada di Desa Bayan. Dan dari hasil penggalian tersebut masyarakat mengusulkan agar para wisatawan asing ataupun lokal yang berkunjung ke Desa Bayan diharuskan menggunakan sepeda yang starnya mulai dari Dusun Nangka Rempek, menuju Dasan Tutul, Bual dan singgah di Dusun Teres Genit untuk melihat hamparan sawah yang cukup indah dari atas bukit.

Perjalanan dari Dusun Tereg Genit ini akan dilanjutkan ke Dusun Batu Jompang untuk melihat secara dekat sebuah bekas tapak kaki dan tempat duduknya sang Raja Bayan dulu, dan tempat tersebut dikenal dengan Gading Datu. Dari tempat ini, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju hutan adat Mandala untuk menikmati keindahan sumber mata air dan hutan yang rimbun. Dan ditempat ini akan dibangun sebuah pemandian berukuran besar.

“Kita sudah usulkan ke British Council dan Bank Mandiri pendanaannya untuk pembangunan rute jalan ini termasuk pembangunan pemandian di hutan adat Mandala, dengan nilai biaya sekitar Rp. 1 miliar lebih, dan Insya Allah usulan ini sudah disetutujui”, ungkap Madikusuma.

Selain itu para wisatawan juga dapat melanjutkan rutenya dengan menggunakan sepeda ke masjid Kuno Bayan yang berdekatan langsung dengan rumah penduduk dan rumah adat tradisional Dusun Karang Bajo. “Jadi yang jelas Bayan ini kaya akan wisata alam dan budaya, dan sekarang ini tinggal kita kelola dengan baik untuk meningkatkan penghasilan warga”, jelasnya.
  
Selengkapnya... »»  

Geliat Pembangunan di Kabupaten Lombok Utara

Lombok Utara - Banyak warga menilai, bahwa kepemimpinan pasangan JONA (Djohan-Najmul)  pasca lepas dari kabuapten induk Lombok Barat, cukup berhasil membangun kabupaten yang bermotto Tioq-Tata-Tunaq ini dan cukup terasa geliatnya. Walaupun masih terdapat kekurangan, tetapi Bupati dan Wakil Bupati KLU  mampu menciptakan program-program terobosan cemerlang dalam memajukan Lombok Utara.

Pembangunan KLU dapat kita lihat dalam dua aspek, yaitu fisik dan mental. Dari aspek fisik KLU saat ini telah memiliki infrastruktur jalan, drainase, pendidikan, kesehatan, air bersih, penerangan dan bangunan lainnya yang cukup memadai. Sedangkan dari aspek mental, pengembangan kualitas SDM yang berbasis Iptek-Imtaq yang berdaya saing dan unggul terus dilaksanakan. Geliat pembangunan yang dilakukan JONA bersama jajarannya dapat pula kita lihat dari berbagai penghargaan yang diraih oleh Pemerintah atas keberhasilan pelaksanaan program pembangunan, baik di tingkat regional maupun nasional. Itu adalah bukti bahwa Kabupaten yang dikenal dengan sebuatan Dayan Gunung ini semakin hari semakin maju.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Akar-Akar Kecamatan Bayan, Kitanep mengaku bangga menjadi warga KLU yang memiliki pemimpin yang peduli kepada masyarakat. Hal ini terlihat dari belanja anggaran daerah yang lebih besar diperuntukkan untuk kepentingan masyarakat,  yaitu 40 persen untuk gaji dan belanja daerah dan 60 persen untuk biaya kepentingan publik dan biaya pembangunan. Keberhasilan Bupati dan wakil bupati yang perdana bersama jajarannya dapat dilihat dari pembangunan sarana dan prasarana seperti jalan, listrik dan air bersih.

Ketiga program unggulan ini, menurut Kitanep hampir sudah merata merasakan di 33 desa yang ada. Sebut saja misalnya listrik yang kini sudah mulai masuk hingga ke dusun-dusun terpencil. “Kalau dulu semasa bergabung dengan Kabupaten Lombok Barat ada istilah Listrik Masuk Desa (LDS), namun setelah KLU depinitif istilah tersebut berubah menjadi Listrik Masuk Dusun. Dan kami dulu tidak pernah bermimpi kalau penerangan ini dapat masuk dusun. Akan tetapi sekarang tanpa bermimpipun listrik sudah merambah hingga ke gubug-gubug kecil”, kata Kitanep.

Terkait dengan angka kemiskinan di KLU yang masih cukup tinggi hingga mencapai 40 persen lebih, kini telah mampu ditekan, bahkan dalam pencapaian penuruanan angka kemiskinan ini termasuk paling tinggi bila dibandingkan dengan kabupaten lain di provinsi NTB. Dan ini termasuk sebuah prestasi  yang cukup membanggakan. Dan semua keberhasilan ini tidak lepas dari kepemimpinan JONA yang setiap kesempatan selalu mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan ikhtiar mengatasi semua kendala yang dihadapi kabupaten baru ini.
Bupati KLU, H. Djohan Sjamsu, SH, dalam sebuah kesempatan mengatakan, dari hasil kelilingnya dari dusun yang satu ke dusun lainnya, ternyata masyarakat Dayan Gunung ini bukan minta beras kepada pemerintah karena tidak dapat makan, tetapi hanya minta tiga hal yaitu pembangunan infrastruktur jalan, penerangan (listrik) dan pelayanan air bersih. “Saya bersyukur masyarakat Dayan Gunung ternyata bukan minta beras kepada pemerintah. Dan ini artinya untuk kebutuhan makan sehari-hari sudah cukup”, katanya.

Kalau dulu, lanjut Djohan, ketika KLU masih bergabung dengan kabupaten induk Lombok Barat, dana yang bisa digunakan untuk membangun hanya tidak lebih dari Rp. 5 miliar. Tetapi setelah menjadi daerah otonomi baru, KLU memilliki APBD sampai Rp. 478 miliar yang dibagi 40 persen untuk belanja aparatur pemerintah dan 60 persen dimamfaatkan untuk belajan publik termasuk untuk pembangunan jalan, air, listrik dan lainnya.

Ditegaskan, bila kita satu pikiran dalam membangun tentu apa yang diprogramkan dapat tercapai. Dan bila ada Kepala Dinas di KLU tidak satu pikiran dengan program pemerintah, sebaiknya dia mundur. “Kalau ada kepala dinas tidak mau bersama membangun daerah ini, lebih baik dia keluar dan berhenti saja menjadi kepala dinas di KLU”, tegas Djohan.

Dibidang kesehatan, sambung Bupati, ketika KLU baru dimekarkan hanya memiliki 5 Puskesmas, tapi setelah mekar kita sudah mampu membangun 3 tambahan Puskemas yaitu di Senaru Kecamatan Bayan, Santong Kecamatan Kayangan dan Nipah Kecamatan Pemenang serta pembangunan Rumah Sakit Daerah.

Yang tidak kalah pentingnya adalah dibidang pendidikan, dimana sejak dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati KLU, H. Djohan Sjamsu dan H. Najmul Akhyar bersama aparatur lainnya terus berbenah, karena menurut mereka, pendidikan merupakan kunci untuk menuju sukses.
    
Dalam pembukaan Musrenbang RKPD beberapa waktu lalu, Bupati mengatakan, bahwa  Indek Pembangunan Masyarakat (IPM) di Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2009 tercatat  sebesar 57,79 poin maka pada tahun 2011 dapat mencapai 60,93 poin. Peningkatan selama kurun waktu tersebut di akui oleh BPS sebagai peningkatan  paling progresif di antara kabupaten lain di NTB.

Wakil Bupati KLU, H. Najmul Akhyar, ketika memimpin apel bendera di SDN 1 Bayan pada 4 Maret 2013 mengatakan, pendidikan merupakan salah satu cara yang paling pas untuk merubah kehidupan bagi generasi penerus bangsa, karena generasi ini adalah aset yang paling berharga. “Hari ini boleh jadi ia menjadi siswa, tapi dihari depan para siswa sekarang akan menjadi pemimpin yang memegang amanah dari rakyat”, jelasnya.

Selengkapnya... »»  

Sabtu, 09 Maret 2013

Bupati KLU Buka Musrenbang RKPD

Lombok Utara, SK - Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH, 7/3/13 membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah  (Musrenbang RKPD) tahun 2014.

Acara yang berlangsung di Bay Marina Medana tersebut, selain dihadiri sekertaris Bappeda provinsi NTB, Drs. HM. Husni Tamrin, juga hadir Sekda KLU, H. Suhardi, MH, Kepala Bappeda KLU, Ir. H. Nanang Matalata, para pinpinan SKPD, camat, Kades dan 190 undangan lainnya.

Bupati dalam sambutannya mengatakan kegiatan Musrenbang RKPD sangat penting dilakukan dan merupakan forum tahunan untuk mengakomodir usulan kegiatan yang berpihak kepada kepentingan masyarakt bukan pada kelompok-kelompok tertentu.

Menyoroti  Indek Pembangunan Masyarakat (IPM) di Kabupaten Lombok Utara menurut Bupati,  pada tahun 2009 tercatat  sebesar 57,79 poin maka pada tahun 2011 dapat mencapai 60,93 poin. Peningkatan selama kurun waktu tersebut di akui oleh BPS sebagai peningkatan  paling progresif di antara kabupaten lain di NTB. Pada sektor Kesehatan di tahun 2012  diwujudkan kabupaten Lombok Utara sebagai Kabupaten AKINO (Kematian ibu nol).

Sekretaris BAPPEDA NTB  Drs. H.M. Husni Thamrin, MM yang mewakili  Kepala Bappeda  Propinsi Nusa Tenggara Barat Dr. Ir. H. Rosiady Sayuti, M.Sc. mengatakan  kegiatan Musrenbang menjadi penentu arah kebijakan pembangunan yang dilakukan pada tahun 2013 di KLU.
Selengkapnya... »»  

Bupati Lotim Ajukan Tiga Raperda

Lotim, SK — Bupati Kabupaten Lombok Timur (Lotim) HM Sukiman Azmy, mengajukan tiga rancangan peraturan daerah (Raperda) ke DPRD kamis (8/3) kemarin. Pengajuan tiga buah Rapreda tersebut dibacakan langsung bupati dalam sidang paripurna yang dilaksanakan DPRD.
    
Tiga Reperda yang diajukan antara lain Raperda hari jadi Lotim,Raperda lain-lain pendapatan daerah dan Raperda pembentukan lembaga pemasyarakat di kelurahan. Dalam penyampaikan pidato pengantarnya bupati mengatakan, hari jadi memiliki arti yang sangat penting  dalam rangka mendukung kemajuan daerah tersebut.

Sementara itu dikatakannya dalam rangka menumbuhkan infestasi masyarakat perlu dibuatkan pertauran daerah lain-lain pendapatan yang sah sesuai dengan aturan perundang-undangan yang beraku.

Untuk meningkatkan prekonomian daerah pemerintah dikatakanya perlu menyelangarakan kegiatan penyelengaraan pemerintahan, maka pemerintah memerlukan pembinaan dalam rangka meningkat peran serta masyarakat ditingkat kelurahan. Seperti pembinaan dilingkungan, Karang Taruna dan beberapa wadah yang ada ditingkat kelurahan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. (sk-22-0001)

Selengkapnya... »»  

Kamis, 21 Februari 2013

Empat Rakom NTB, Tandatangani Kesepakatan Time Sharing


Mataram, SuaraKomunitas.Net - Setelah hampir Empat tahun Radio Komunitas BKL FM melakukan proses perijinan, mulai dari kelengkapan proses pengajuan perijinan melalui KPID NTB dan Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) pada tahun 2008. Dengan proses yang berliku-liku selama bertahun-tahun, sehingga berapa kali rakom BKL FM gagal dalam proses Forum Rapat Bersama (FRB) yang digelar KPID, KPI dan Keminfo di Jakarta.

Namun dengan kegigihan dari semua fihak dalam memperjuangkan perijinan di tingkat pusat, sehingga terindikasi pada pertengahan tahun 2013 ini, akan ada penerbitan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) Prinsip yang akan keluarkan oleh Keminfo RI, kepada Empat Radio Komunitas anggota JRK NTB, antara lain Rakom BKL FM, Kompak FM, Bragi FM dan Simpony FM. Akan tetapi karena jarak yang begitu dekat antar Rakom ini menyebabkan tidak serta-merta IPP ini akan dikeluarkan, sehingga KPID NTB mengajukan usulan untuk diadakannya pembagian waktu siaran (time sharing) sebagai prasyarat yang akan diajukan.

Rabu (20/02/2013), dilakukan kesepakatan keempat Rakom untuk menandatangani pernyataan time sharing di kantor KPID NTB dan sekaligus disaksikan secara simbolik oleh jajaran Ketua dan Komisioner KPID. Ketua KPID NTB Badrun AM menyatakan, ini adalah salah satu cara untuk menengahi perdebatan selama ini mengenai penggunaan frekuensi dan jarak yang sangat dekat di antara Rakom. Terlebih lagi untuk mendapatkan IPP ini harus ada Rakom yang tereliminasi, namun itu yang tidak diingin semua fihak, termasuk KPID NTB, tegas Badrun AM kepada semua perwakilan yang hadir dalam kegiatan tersebut. Pernyataan yang serupa juga disampaikan oleh Wakil KPID NTB Sukri Aruman.

Dalam acara tersebut juga diadakan Dengar Pendapat (Hearing) antara KPID NTB dan JRK NTB terkait permasalahan dan kendala yang selama ini dirasakan oleh Rakom dalam proses perijinan, hadir pula utusan dari Gelora FM, Pris FM dan Rakola FM. (Ded)
Selengkapnya... »»