Rabu, 26 Oktober 2011

Dua TKI Asal NTB Diduga Tewas Tenggelam Diperairan Singapura

FOTO: ILUSTRASI
Mataram - Dua TKI asal Lombok Tengah (Loteng) diduga tewas di perairan Singapura. Dua TKI itu bernama Nursyam, warga Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara dan Hamdan, warga Desa Pringgarata, Loteng, dikabarkan tewas setelah kapal kayu yang ditumpanginya terbalik. 

Kabar tewasnya kedua TKI itu diketahui dari polisi Singapura yang datang ke Lombok Tengah untuk mengecek sampel DNA korban. Demikian disampaikan, Kepala Seksi Perlindungan BP3TKI NTB, Saleh kepada wartawan saat dikonfirmasi di Mataram Selasa (25/10).

Saleh mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BNP2TKI dan KBRI di Singapura untuk memulangkan jenazah kedua TKI tersebut. Data BP3TKI NTB menyebutkan, kedua TKI itu merupakan tenaga kerja resmi yang diberangkatkan oleh PT Nusa Sinar Makmur dan PT Anugrah Usaha Jaya. “Pihak BNP2TKI pun siap membantu membiyai pemulangan jenazah TKI itu,”ungkap Saleh.

Hamdan diketahui bekerja di perkebunan kelapa sawit di Malaysia sejak 2007. Namun, belakangan diketahui mereka pulang ke Indonesia.  Pada Februari 2010, Hamdan diketahui kembali ke Malaysia. Tapi, pada April 2010, dia dilaporkan kabur dari rumah majikannya.

Hal serupa juga dialami oleh Nursyam yang diketahui kembali ke Malaysia pada Februari 2011. Belakangan Nursyam juga dikabarkan kabur dari majikannya. "Kedua TKI ini dilaporkan meninggal saat berada di perairan Singapura setelah kapal kayu yang mereka tumpangi terbalik. Kuat dugaan mereka masuk melalui Batam," katanya.

BP3TKI NTB yang menerima informasi itu langsung berkoordinasi dengan BNP2TKI dan KBRI di Singapura. Selain kedua TKI itu, juga terdapat TKI lainnya yang selamat dalam peristiwa tersebut. BP3TKI NTB juga sudah menginformasikan peristiwa tersebut kepada keluarga korban. Hingga saat ini BP3TKI NTB masih menunggu kedatangan kedua jenazah TKI asal Loteng itu.

Sementara, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB), Zainal, menambahkan, dua warga Loteng itu menjadi korban perahu terbalik di selat Singapura pada titik koordinat 01’ 16 53 N dan 104’ 13 99 E pada tanggal 2 Juni 2011. Tujuh orang penumpang lainnya dinyatakan hilang, dan dua diantaranya berasal dari NTB yang kini jasad keduanya masih disimpan di salah satu rumah sakit di Singapura.

"Untuk memulangkan dua jenazah itu, kami sudah berkoordinasi BP3TKI hingga ditindaklanjuti ke BNP2TKI dan KBRI di Singapura," katanya. (her) www-suarantb.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar