Kamis, 29 September 2011

NEWMONT MULAI INVESTIGASI PENYEBAB KECELAKAAN HELIKOPTER

Sumbawa Barat  - Manajemen PT Newmont Nusa Tenggara, perusahaan tambang emas dan tembaga di Batu Hijau, Sumbawa Barat, memulai investigasi penyebab kecelakaan helikopter Bell 472 milik PT Airfast Indonesia yang menewaskan dua orang awak pesawat tersebut.

"Investigasi kami lakukan selama beberapa pekan mendatang. Kita ingin mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan tersebut," kata Manager Public Relations PT Newmont Nusa Tenggara Rubi Purnomo ketika dihubungi ANTARA dari Taliwang, Rabu.

Newmont dilaporkan mulai berkoordinasi dengan PT Airfast Indonesia dengan melibatkan unsur dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mendukung investigasi tersebut.

Helikopter Bell 472 jatuh yang sempat kehilangan kontak sejak Minggu (25/9) ditemukan jatuh di pegunungan Desa Kemilas, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa, Senin (26/9).

Sebelum mengalami musibah, helikopter itu tengah melakukan penerbangan dari lokasi pendaratan di kamp Lamurung menuju kamp Elang di pegunungan Dodo.

Petugas pendaratan helikipter melaporkan sempat menerima pesan darurat dari pilot sebelum akhirnya pesawat itu hilang kontak dan ditemukan jatuh.

Dua orang tewas dalam kecelakaan helikopter yang disewa PT Newmont Nusa Tenggara itu, masing-masing pilot Agus Khaeruddin dan "loadmaster" Ari Palimpung.

Rubi tidak bersedia menjelaskan hasil visum korban tewas yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB di Kota Mataram. "Yang pasti perusahaan masih fokus kepada upaya mencari tahu penyebab kecelakaan itu," katanya.

Ia menegaskan, "Saya tidak bisa menyampaikan laporan detail mengenai Airfast, termasuk sudah berapa lama perusahaan itu bekerja sama dengan Newmont," katanya.

Lokasi jatuhnya helikopter tersebut sudah dipasang garis polisi. Aparat keamanan juga mengamankan lokasi tersebut sampai tim KNKT memulai penyelidikannya. (*) sumber: antaramataram

Tidak ada komentar:

Posting Komentar