Jumat, 11 November 2011

PNPM-GSC Mampu Turunkan Angka Balita BGM

Lombok Utara - Keberadaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Generasi Sehat dan Cerdas (PNPM-GSC), dinilai mampu  menurunkan angka bayi balita Bawah Garis Merah (BGM).

Penilaian tersebut dikemukakan ketua TPMD PNPM Desa Sukadana Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, Karman, SH, ketika memaparkan dan menetapkan program skala prioritas GSC, di aulan kantor desa setempat (11/11/11).

Menurut Karman, sejak masuknya PNPM GSC di Desa sukadana, jumlah bayi dan balita yang terkena BGM  153 orang, yang pada tahun 2011 mampu diturunkan menjadi 115 anak melalui program peningkatan kesehatan bayi-balita.

“Desa Sukadana termasuk desa urutan pertama yang terbanyak bayi-balita BGM. Namun dengan adanya dana GSC yang dalam programnya menangani kesehatan dan pendidikan, kini jumlah bayi-balita BGM mulai menurun”, kata Karman didepan para kepala dusun, kader posyandu dan tokoh masyarakat se desa Sukadana.

Sementara FK PNPM GSC Kecamatan Tanjung, R. Nyakradi, yang mewakili Faskab GSC Lombok Utara menjelaskan, bahwa PNPM GSC pada intinya memiliki dua tujuan besar yaitu, meningkatkan derajat kesehatan dan pendidikan masyarakat.

“Kesehatan dan pendidikan anak merupakan infestasi  atau tabungan masa depan. Karena bila kesehatan dan pendidikannya terjamin, tentu anak tersebut akan menjadi cerdas, terampil dan memiliki wawasan serta  karakter dan pola pikir positif di masa depan”, jelasnya.

Dikatakan, PNPM GSC dalam pendanaannya melihat beberapa sisi, seperti bidang kesehatan diantaranya mengatasi bayi-balita BGM, tingkat kehadiran ibu hamil ke posyandu, dan tingkat kehadiran bayi-balita melakukan penimbangan di posyandu terdekat dan lain-lain.

Sementara bidang pendidikan yaitu mendanai anak yang putus sekolah karena orangtuanya kurang mampu dan anak usia sekolah namun belum masuk ke lembaga pendidikan yang usianya antara 7 – 15 tahun. “Untuk mengatasi itu, diperlukan keterlibatan semua pihak termasuk kepala dusun dan masyarakat setempat”, kata Nyakradi yang juga ketua BPD Desa Sukadana.

Dan khusus bayi balita BGM, menurut aktivis ini, perlu mendapat penanganan serius, lebih-lebih di Desa Sukadana merupakan urutan pertama di Kabupaten Lombok Utara  yang jumlah bayi-balita BGM nya terbanyak. “Bila kita gagal mengatasi bayi-balita BGM, itu artinya kita akan meninggalkan generasi yang lemah di masa yang akan datang”, tegasnya.

R. Nyakradi minta kepada peserta Musyawarah Desa (MD) sebelum melakukan penetapan kegiatan yang didanai PNPM GSC perlu ditentukan program skala prioritas. 

Kepala desa Sukadana, Sojati dalam kesempatan tersebut mengaku, bahwa PNPM GSC cukup membantu masyarakat terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan dan pendidikan. “Kami harapkan program yang sudah ditetapkan, dapat dijalankan oleh para pelaku PNPM ditingkat desa”, pintanya.(ari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar