Rabu, 20 Juli 2011

Satu Meninggal dan Dua Orang Dirawat Setelah Makan Kepiting

Lombok Utara – Rameta, 45 tahun warga Dusun Karang Pendagi, Desa Gondang, Kecamatan Gangga meninggal dunia akibat keracunan setelah makan kepiting. Mantan kadus ini meninggal setelah mendapatkan perawatan rumah sakit di Mataram. Sementara itu, dua orang putranya yang juga mengonsumsi kepiting itu masih mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Informasi yang diproleh di lapangan, keluarga ini makan lauk sambal kepiting pada Senin (18/7) saat sarapan pagi. Selain Rameta, dua orang putranya, Zaenudin dan Rudi juga ikut sarapan kepiting itu.

Setelah sarapan tidak ada masalah. Rameta berangkat ke sawah. Namun kira-kira 30 menit, dia kembali pulang. Dia mengeluhkan bibirnya yang tidak bisa merasakan apa-apa. Saat bersamaan Zaenudin juga merasakan telinganya terasa bengkak. Ada rasa ngilu di bibirnya. Karena masih merasa sehat, Zaenudin mengantar bapaknya ke Puskesmas terdekat.

‘’Nah setelah sampai di puskesmas Zaenudin juga ikut lemas. Mereka sama-sama keracunan,’’ kata Sahidi, tetangga korban.

Siang hari itu juga Zaenudin dan Rameta dilarikan ke rumah sakit di Mataram. Kondisi badan mereka sudah lemas dan seperti tidak sadarkan diri. Mereka mengeluh pada bibir, telinga, dan kepala mereka terasa pusing.

Sementara itu di rumah, Rudi yang ikut mencicipi kepiting itu merasak mual dan pusing. Dia pun dilarikan ke puskesmas. ‘’Rudi hanya makan sedikit, makan sambalnya,’’ katanya.

Rameta dan putranya Zaenudin setiba di rumah sakit langsung mendapatkan perawatan intensif. Namun sayang, nyawa Rameta tidak tertolong, pagi kemarin dia menghembuskan nafas yang terakhir. Saat sarapan, dia memang yang paling banyak makan kepiting. ‘’Keluarganya yang lain masih shock, anaknya yang dirawat setelah tahu bapaknya meninggal shock juga,’’ ujarnya.

Kepala Desa Gondang Jauhari membenarkan warganya keracukan makan kepiting. Senin siang itu, tiga orang warga yang satu keluarga itu dibawa ke puskesmas terdekat.
‘’Yang dua orang dibawa ke rumah sakit,’’ katanya.

Dari informasi yang koran ini dapatkan di warga dan tetangga korban, kemungkinan besar korban mengonsumsi kepiting Batu. Kepiting yang berwarna hitam seperti batu ini memang dikenal beracun dan tidak pernah dikonsumsi warga.
‘’Ada beberapa kepiting yang beracun, salah satunya kepiting batu ini,’’ kata Sahidi.

Dituturkan Sahidi selama ini masyarakat di tempatnya sudah terbiasa makan kepiting. Warga tahu mana kepiting yang aman dikonsumsi dan kepiting yang beracun. ‘’Keluarga Rameta kurang teliti,’’ ujarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar