Selasa, 19 Juli 2011

SMPN Satap II Bayan Kekurangan Ruang Belajar

Lombok Utara - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satap II Bayan yang terletak di Dusun Semokan Desa Sukadana Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara masih kekurangan ruang belajar dan belum mendapat perhatian dari pemerintah.

Demikian dikatakan, I. Nyoman Dana, S.pd, salah seorang guru SMPN Satap II Bayan, ketika ditemui disela-sela kesibukanya mengikuti lomba gerak jalan, (19/7/11) di kantor camat Bayan. Menurut guru honorer ini, jumlah siswa baru yang mendaftar pada tahun 2011 sebanyak 53 orang. “Untuk menampung siswa kelas I-III yang jumlahnya ratusan orang membutuhkan lima ruang kelas belajar, namun yang tersedia hanya tiga kelas saja”, kata Nyoman Dana.

Sementara dua orang guru Satap II, Sarianom dan Seniwati, yang mengaku bahwa di sekolah tempatnya mengajar belum mendapat perhatian dari pemerintah KLU, karena selama ini tidak pernah mendapat bantuan dana rehab, padahal hampir semua ruang belajar yang dimilkinya mengalami kerusakan.

Selain itu lanjutnya, masih kurangnya meja bangku yang dimiliki, sehingga harus meminjam di SD yang berada disebelahnya yaitu SD II Sukadana. “Disatu sisi para siswa di Satap II duduk diatas bangku pinjaman, tapi disisi lain, sekolah tempatnya meminjam meubelier ini siswa kelas I harus duduk dilantai. Jadi dalam hal ini kami berharap agar pemerintah memperhatikan semua kekurangan yang ada”, pintanya.

Untuk menjalankan proses belajar mengajar, pihak sekolah menggunakan beberapa ruangan, seperti ruangan kantor dan aula yang dimamfaatkan sebagai ruang kelas. “Ia, terpaksa aula dan kantor guru kita jadikan ruang kelas bagi siswa agar mereka bisa masuk pagi semuanya”, kata puluhan guru yang semuanya tenaga honorer ini.

Salah seorang anggota komisi III DPRD KLU, Sukirman ketika dikonfirmasi mengaku masih banyak persoalan yang terjadi di lembaga pendidikan, seperti kekurangan ruang belajar, meubelir, dan lainnya. Dan semuanya ini kita akan berusaha mengatasinya. “Karenanya, saya meminta kepada lembaga pendidikan dan para UPTD agar melengkapi semua datanya, sehingga pada pembahasan anggaran bisa kita perjuangkan”, katanya.

Apakah kita kekurangan dana untuk mengatasi masalah pendidikan ini? Menjawab pertanyaan tersebut, Sukirman mengaku bahwa KLU bukan kekurangan dana, akan tetapi belum memilki data yang valid. “Jadi perosalannya sekarang ini tinggal melengkapi datanya saja, sehingga dewan bisa menganggarkan apa saja yang dibutuhkan oleh sekolah yang bersangkutan termasuk SMPN Satap II Bayan”, tegasnya.

“Tentu kita tidak bisa membantu sekaligus semua kekurangan yang ada di lembaga pendidikan di KLU, namun kita akan lakukan secara bertahap. Saya yakin beberapa tahun kedepan semuanya sudah bisa kita atasi bersama”, pungkas Sukirman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar