Rabu, 15 Desember 2010

Masih Minim, Infrastruktur Pendukung di Tiga Gili

Lombok Utara - Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lombok Utara, Eko Suranto mengaku beberapa infrastruktur pendukung di tiga gili yakni Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air masih minim. Terutama dalam hal penerangan, ketersediaan air dan jalan serta sarana umum lain.

Beberapa infrastruktur yang notabene urgen untuk mendukung perkemangan pariwisata di tiga gili itu ternyata belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara pengibaran bendera NTB di dasar laut Gili Trawangan Selasa (14/12) kemarin.

“Beberapa infrastruktur pendukung seperti jalan, penerangan, ketersediaan air dan sarana umum masih memprihatinkan di tiga gili ini, dan saya berharap pemerintah provinsi lebih fokus untuk memprhatikan hal itu,” tandasnya seraya menanyakan realiasasi pipa air bersih ke tiga Gili tersebut.

Disampaikan, adanya proyek pemasangan pipa selama ini dari pemerintah provinsi selama ini belum diketahui kepastianya. Pasalnya menurut pengakuannya pihaknya belum mendapatkan informasi dari pihak terkait di provinsi. “Kalau pemasangan pipa itu benar adanya, tentu izin pengurusannya pasti melalui pihak kami dulu. Namun sampai sekarang itu tidak ada,” akunya. Sejauh ini, untuk memenuhi kebutuhan air di tiga Gili itu masih disuplai dari daerah bangsal yakni daerah sekitar pemenang.

Selain infrastruktur ketersediaan air bersih, dirinya juga menanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam memperhatikan fasilitas jalan ke tiga gili ini. Diakui sepanjang jalan ditiga gili masih belum representatif sehingga menggangu kenyamanan para wisatawan. “Selain itu kami meminta fasilitas penerangan juga untuk daerah tuga gili itu,” ucapnya.

Apalagi dengan makin banyaknya wisatawan baik lokal dan internasional yang datang ke tiga gili itu. Berdasarkan data terakhir, jumlah pengunjung tahun ini mengalami peningkatan dari 6.000 pengunjung Wisman menjadi 7.000 ribu lebih pengunjung. “Dengan minimnya infrastruktur pendukung maka akan berpengaruh terhadap jumlah pengunjung ke daerah ini,” imbuhnya

Hal senada juga disampaikan GM Hotel Vila Ombak, Imam Wahyudi. Ia mengeluhkan ketersediaan infrastruktur di Gili Trawangan. Terutama minimnya fasilitas umum di daerah itu. “Gili inikan asset daerah yang menjadi daerah wisata dan menjadi kebanggaan NTB, tapi kenapa kok pemerintah belum memperhatikan saran dan prasaranya,” keluhnya.

Menurutnya, Gili terwangan saat ini menjadi pilihan utama para wisatawan baik dari lokal maupun mancanegara. Kedepan dia memastikan Gili di Lombok ini akan menjadi pilihan utama para turis. Pasalnya, para turis sudah mulai jenuh dengan wisata Bali. “Satu-satunya pilihan terdekat seterlah Bali adalah Lombok ini,” tandasnya.

Namun untuk mewujudkan dan menggaet wisatawan, tentu membutuhkan servis yang baik, baik itu servis dari pelayanan hotel, sarana prasarana dan kondusipitas keamanan. “Itu yang penting untuk menarik minat mereka” selorohnya. (her) (www.suarantb.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar