Minggu, 17 Juni 2012

Petani Tembakau Lombok Hadapi Berbagai Persolan

Mataram - Sejak diterapkannya kebijakan pemerintah melakukan konversi minyak tanah ke batu bara untuk kebutuhan omprongan tembakau, para petani tembakau di wilayah pulau Lombok dihadapkan dengan berbagai persoalan. Beberapa permasalahan yang dihadapi atara lain belum optimalnya penggunaan batu bara, sehingga para petani berinisiatif mencampur batu bara dengan kayu bakar untuk kebutuhan omprongan.

Akibatnya, permintaan kayu bakar dipastikan meningkat signifikan. Kepala Dinas Kehutanan NTB Abdul Hakim mengatakan, kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak terhadap maraknya perambahan hutan oleh oknum tertentu yang memanfaatkan moment omprongan tembakau.

Untuk itu, pihak inas Kehutanan Nusa Tenggara Barat mengoptimalkan operasi gabungan guna mengantisipasi maraknya illegal loging pada musim omprongan tembakau di wilayah pulau lombok. Sebagian besar petani tembakau di pulau Lombok menggunakan kayu bakar yang dicampur dengan batu bara untuk kebutuhan omprongan, sehingga kebutuhan kayu dipredikis meningkat signifikan.

Abdul Hakim menambahkan, sejauh ini belum ada temuan terjadinya perambahan hutan disejumlah kawasan hutan di NTB yang digunakan untuk kebutuhan omprongan tembakau. Namun baru-baru ini pihaknya sudah mengamankan dua buah truk kayu kemiri dari hutan kemasyarakatan sesaot Kecamatan Narmada Lombok barat untuk kebutuhan bahan bangunan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar