Lombok Utara, - Lombok Utara sebagai salah satu daerah otonomi yang baru berusia tiga tahun memiliki berbagai persoalan masyarakat yang harus segera dituntaskan. Ada dua pekerjaan rumah (PR) atau tantangan besar yang harus segera di atasi yakni persoalan rendahnya partisipasi kwalitas pendidikan dan tingkat kemiskinan yang mencapai 43,14 persen dan masuk angka rata- rata kemiskinan yang lebih tinggi di NTB yakni 21,55 persen.
Hal tersebut dikatakan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH saat menjadi pembina upacara dalam perayaan Hut KLU yang ke -3 Kamis (21/7). Acara yang berlangsung di lapangan umum Supersemar Tanjung itu juga dihadiri pejabat teras dari Provinsi NTB Drs. Asikin Amin yang mewakili Gubernur NTB termasuk dari Polres dan Dandim Lombok Barat.
Djohan menayatakan, persoalan rendahnya kawalitas dan partisipasi pendidikan dan kesehatan tentu akan mempengaruhi sistim pemerintahan, tetapi pemda KLU tetap betekad untuk melakukan pengetasan, penurunan dan perbaikan secara bertahap.
Saat ini Lombok Utara memiliki Sekolah Dasar Negeri (SDN) sebanyak 132 unit, Madrasah Tsanawiyah 35 unit, SMPN 15 unit, SMAN 6 unit MA 20 unit temasuk beberapa Sekolah menengah kejuruan (SMK). “Persoalan pendidikan, angka kemiskinan, kesehatan termasuk minimnya lapangan pekerjaan tentu membutukan penangan secara maksimal dari semua pihak , “ungkap Djohan.
Meski berbagai persoalan dihadapi KLU sebagai daerah otonomi baru, namun patut disyukuri berbagai prestasi dapat diraih baik ditingkat provinsi, nasional dan internasional dan berbagai prestasi itu sudah sejajar dengan kabupaten/kota yang sudah maju, “tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Lombok Utara, H. djohan Sjamsu, SH didampingi Wakil Bupati, H. Najmul Akhyar, SH.MH juga memebrikan beberapa bantuan dan penghargaan secara sibolis kepada masyarakat, kelompok masyarakat yang memiliki potensi, termasuk penghargaan kepada sejumlah pengusaha pariwista yang memiliki andil besar dalam pembangunan Lombok Utara. (adam)
Hal tersebut dikatakan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH saat menjadi pembina upacara dalam perayaan Hut KLU yang ke -3 Kamis (21/7). Acara yang berlangsung di lapangan umum Supersemar Tanjung itu juga dihadiri pejabat teras dari Provinsi NTB Drs. Asikin Amin yang mewakili Gubernur NTB termasuk dari Polres dan Dandim Lombok Barat.
Djohan menayatakan, persoalan rendahnya kawalitas dan partisipasi pendidikan dan kesehatan tentu akan mempengaruhi sistim pemerintahan, tetapi pemda KLU tetap betekad untuk melakukan pengetasan, penurunan dan perbaikan secara bertahap.
Saat ini Lombok Utara memiliki Sekolah Dasar Negeri (SDN) sebanyak 132 unit, Madrasah Tsanawiyah 35 unit, SMPN 15 unit, SMAN 6 unit MA 20 unit temasuk beberapa Sekolah menengah kejuruan (SMK). “Persoalan pendidikan, angka kemiskinan, kesehatan termasuk minimnya lapangan pekerjaan tentu membutukan penangan secara maksimal dari semua pihak , “ungkap Djohan.
Meski berbagai persoalan dihadapi KLU sebagai daerah otonomi baru, namun patut disyukuri berbagai prestasi dapat diraih baik ditingkat provinsi, nasional dan internasional dan berbagai prestasi itu sudah sejajar dengan kabupaten/kota yang sudah maju, “tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Lombok Utara, H. djohan Sjamsu, SH didampingi Wakil Bupati, H. Najmul Akhyar, SH.MH juga memebrikan beberapa bantuan dan penghargaan secara sibolis kepada masyarakat, kelompok masyarakat yang memiliki potensi, termasuk penghargaan kepada sejumlah pengusaha pariwista yang memiliki andil besar dalam pembangunan Lombok Utara. (adam)
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar