Lombok Barat - Guna mempermudah masyarakat Lombok Barat utamanya yang berada di daerah-daerah terisolir, Perusahaan Asosiasi Kelistrikan Nasional (PAKLINA) NTB akan segera melakukan kemitraan dengan Pemda Lombok Barat. Namun PAKLINA NTB nantinya akan mengusahakan pemasangan listrik bagi masyarakat tertinggal di Lombok Barat melalui sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), agar masyarakat di kawasan terisolir di Lombok Barat bisa menikmati listrik. Paklina NTB akan mengusahakannya melalui sstem kredit bagi masyarakat tak mampu.
Ketua DPD PAKLINA NTB, H. Anom pada lomba Fun Bike memriahkan HUT RI di Labuapi, Sabtu (30/7) lalu menyatakan, rencana pihaknya untuk membantu kelistrikan di daerah terpencil Lombok Barat tersebut setelah Bupati H. Zaini Arony menawarkan Paklina untuk bekerjasama membantu masyarakat Lobar di daerah tertinggal yang membutuhkan listrik. “Kita siap meresepon kenginan Pemkab Lobar,” kata H. Anom.
Bahkan menurut H. Anom, PAKLINA NTB sebelumnya juga telah melakukan kerjasama dengan Asosiasi Kepala Desa (AKAD) Lombok Barat dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren NTB guna mempermudah masyarakat yang ingin memasang listrik dengan cepat, murah, aman dan berkualitas. “Kerjasama dengan AKAD dilakukan dimana Kades mempasilitasi warganya yang ingin memasang listrik cukup dengan melampirkan KTP, rekening PLN tetangga, selanjutnya kita berkoordinasi dengan PLN. Setelah PLN menyetujui, listrik segera kita pasang dan langsung nyala,” tukas H. Anom.
Menurut H. Anom, kehadiran PAKLINA NTB sebetulnya ingin memberantas aksi pencaloan listrik yang sudah meresahkan masyarakat akhir-akhirr ini dengan pungutan biaya yang terlalu tinggi. Ia mencontohkan para calo listrik ini tidak segan-segan memungut biaya pemasangan listrik sebesar antara Rp. 3,5 juta hingga Rp. 4 juta. Namun kenyataannya banyajk masyarakat tertipu dan dirugikan ulah [ara calo ini dan tak jelas listrik bisa menhyala. Namun melalui PAKLINA ini calon pelanggan cukup menhyerahkan Rp. 1.917.000 saja, dijamin listrik langsung menyala,” ungkap H. Anom.
Sejak Paklina NTB beroperasi, nhingga saat ini pihaknya berhasil memasang 6000 sambungan listrik se-NTB. Pakina NTB sendiri memiliki sejumlah rayon diantaranya rayon Ampenan, rayon Cakranegara, rayon , rayon Kediri Lombok Barat, rayon KLU, rayon Lombok Tengah dan rayon Lombok Timur. Bahkan PAKLINA NTB telah membuka cabang di Sumbawa Besar dan KSB. “Target PLN area NTB hingga Desember tahun ini sebanyak 100 ribu pelanggan harus dituntaskan. Karena itu PAKLINA NTB melalkukan terobosan dan jemput bola sekaligus mensosialisasikannnya ke masyarakat agar masyarakat tidak gampang tergiur oleh ajakan para calo listrik liar yang banyak merugikan konsumen,” jelas H. Anom. (her/ari)
Ketua DPD PAKLINA NTB, H. Anom pada lomba Fun Bike memriahkan HUT RI di Labuapi, Sabtu (30/7) lalu menyatakan, rencana pihaknya untuk membantu kelistrikan di daerah terpencil Lombok Barat tersebut setelah Bupati H. Zaini Arony menawarkan Paklina untuk bekerjasama membantu masyarakat Lobar di daerah tertinggal yang membutuhkan listrik. “Kita siap meresepon kenginan Pemkab Lobar,” kata H. Anom.
Bahkan menurut H. Anom, PAKLINA NTB sebelumnya juga telah melakukan kerjasama dengan Asosiasi Kepala Desa (AKAD) Lombok Barat dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren NTB guna mempermudah masyarakat yang ingin memasang listrik dengan cepat, murah, aman dan berkualitas. “Kerjasama dengan AKAD dilakukan dimana Kades mempasilitasi warganya yang ingin memasang listrik cukup dengan melampirkan KTP, rekening PLN tetangga, selanjutnya kita berkoordinasi dengan PLN. Setelah PLN menyetujui, listrik segera kita pasang dan langsung nyala,” tukas H. Anom.
Menurut H. Anom, kehadiran PAKLINA NTB sebetulnya ingin memberantas aksi pencaloan listrik yang sudah meresahkan masyarakat akhir-akhirr ini dengan pungutan biaya yang terlalu tinggi. Ia mencontohkan para calo listrik ini tidak segan-segan memungut biaya pemasangan listrik sebesar antara Rp. 3,5 juta hingga Rp. 4 juta. Namun kenyataannya banyajk masyarakat tertipu dan dirugikan ulah [ara calo ini dan tak jelas listrik bisa menhyala. Namun melalui PAKLINA ini calon pelanggan cukup menhyerahkan Rp. 1.917.000 saja, dijamin listrik langsung menyala,” ungkap H. Anom.
Sejak Paklina NTB beroperasi, nhingga saat ini pihaknya berhasil memasang 6000 sambungan listrik se-NTB. Pakina NTB sendiri memiliki sejumlah rayon diantaranya rayon Ampenan, rayon Cakranegara, rayon , rayon Kediri Lombok Barat, rayon KLU, rayon Lombok Tengah dan rayon Lombok Timur. Bahkan PAKLINA NTB telah membuka cabang di Sumbawa Besar dan KSB. “Target PLN area NTB hingga Desember tahun ini sebanyak 100 ribu pelanggan harus dituntaskan. Karena itu PAKLINA NTB melalkukan terobosan dan jemput bola sekaligus mensosialisasikannnya ke masyarakat agar masyarakat tidak gampang tergiur oleh ajakan para calo listrik liar yang banyak merugikan konsumen,” jelas H. Anom. (her/ari)
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar