Lombok Utara - Kekayaan Potensi wisata dan menejemen pengelolaan yang berbasis masyarakat didaerah Lombok Utara yang mampu menopang sumber pendapatan asli daerah hingga 70 persen lebih, membuat sejumlah daerah tertarik mengadopsi system pengelolaan sektor pariwisata KLU, salah satunya pemerintah kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Guna menggali lebih dalam menejemen pengelolaan sektor pariwisata di KLU, sejumlah anggota Komisi D DPRD Ponorogo secara khusus, Selasa (26/7) kemarin melakukan kunjungan kerja (kenker) Kekabupaten Lombok Utara. Kedatangan rombongan komisi D, DPRD Ponorogo ke KLU, diterima Kepala Dinas Hubparkominfo, KLU, Sinar Wugiyarno, SH serta dinas Pendapatan Daerah.
Pada kesempatan itu, Sinar Wugiyarno mengatakan, bahwa sektor pariwisata Daerah Lombok Utara sebagaian besar merupakan kawasan wisata laut, selain itu berupa kawasan agro wisata dan wilayah pegunungan, salah satunya Gunung Rinjani yang telah menjadi kawasan Taman Nasional.
Salah satu faktor pendukung sektor pariwisata Lombok Utara, menurut Sinar adalah masih kentalnya kearifan lokal seperti, kesenian tradisional, ritual adat dan lokus budaya, yang secara tidak langsung menambah daya tarik wisatawan berkunjung ke KLU. Tidak hanya itu, dalam hal investasi wisata, pemda KLU menerapkan kebijakan yang mudah, murah dan cepat, termasuk melayani pengusaha langsung ditempat usaha.
Sementara ketua komisi D, DPRD Ponorogo dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa sektor pariwisata kabupaten Ponorogo saat ini hanya mampu memberikan kontribusi terhadap PAD, yakni hanya sekitar dari 20 persen dan sebagaian besar PAD disumbangkan dari sektor pajak industri dan retribusi. Hal ini karena memang potensi pariwisata di Ponorogo tidak terlalu banyak, disamping belum dikelola secara professional oleh pemda setempat, “jelasnya.
Dikatkannya kunjungan ke KLU cukup berkesan terutama, setelah mendatangi kawasan wisata bahari tiga gili, Ia menegaskan, dari kunjungan ke KLU, beberapa sistim pengelolaan pariwisata yang sesuai dengan karakter daerah Ponorogo dan itu akan menjadi referensi dengan harapan dapat diaplikasikan didaerahnya. (adam)
Guna menggali lebih dalam menejemen pengelolaan sektor pariwisata di KLU, sejumlah anggota Komisi D DPRD Ponorogo secara khusus, Selasa (26/7) kemarin melakukan kunjungan kerja (kenker) Kekabupaten Lombok Utara. Kedatangan rombongan komisi D, DPRD Ponorogo ke KLU, diterima Kepala Dinas Hubparkominfo, KLU, Sinar Wugiyarno, SH serta dinas Pendapatan Daerah.
Pada kesempatan itu, Sinar Wugiyarno mengatakan, bahwa sektor pariwisata Daerah Lombok Utara sebagaian besar merupakan kawasan wisata laut, selain itu berupa kawasan agro wisata dan wilayah pegunungan, salah satunya Gunung Rinjani yang telah menjadi kawasan Taman Nasional.
Salah satu faktor pendukung sektor pariwisata Lombok Utara, menurut Sinar adalah masih kentalnya kearifan lokal seperti, kesenian tradisional, ritual adat dan lokus budaya, yang secara tidak langsung menambah daya tarik wisatawan berkunjung ke KLU. Tidak hanya itu, dalam hal investasi wisata, pemda KLU menerapkan kebijakan yang mudah, murah dan cepat, termasuk melayani pengusaha langsung ditempat usaha.
Sementara ketua komisi D, DPRD Ponorogo dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa sektor pariwisata kabupaten Ponorogo saat ini hanya mampu memberikan kontribusi terhadap PAD, yakni hanya sekitar dari 20 persen dan sebagaian besar PAD disumbangkan dari sektor pajak industri dan retribusi. Hal ini karena memang potensi pariwisata di Ponorogo tidak terlalu banyak, disamping belum dikelola secara professional oleh pemda setempat, “jelasnya.
Dikatkannya kunjungan ke KLU cukup berkesan terutama, setelah mendatangi kawasan wisata bahari tiga gili, Ia menegaskan, dari kunjungan ke KLU, beberapa sistim pengelolaan pariwisata yang sesuai dengan karakter daerah Ponorogo dan itu akan menjadi referensi dengan harapan dapat diaplikasikan didaerahnya. (adam)
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar