Selasa, 26 Juli 2011

Ratusan TNI/Polri NTB Kepung Kawasan Wisata Gili Trawangan

Lombok Utara - Ratusan personil TNI dari beberapa kesatuan dan aparat Polri Daerah Nusa Tenggara Barat dan Sat Pol PP KLU, Selasa (26/7/11) mendatangi kawasan wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok utara. Kedatangan ribuan personil TNI/Polri tersebut menggunakan kapal perang lengkap dengan persenjataan perang dan peralatan perkemahan, yang diberangkatkan dari pelabuhan Lembar, Lombok Barat dan langsung mendarat dipelabuhan gili Trawangan dan beberapa titik pesisir pantai diwilayah itu.

Kedatangan rombongan kapal perang TNI/Polri kegili Trawangan itu, sontak membuat situasi Trawangan tegang seperti dalam keadaan darurat perang. Sejumlah wisatawan asing dan warga setempat terkejut keheranan dan ketakutan. Tidak hanya itu areal pesisir yang biasanya ramai menjadi tempat berjemur turis, tiba-tiba sepi lantaran kedatangan pasukan bersenjata lengkap, bahkan sejumlah pekerja asing yang bekerja digili Trawangan banyak yang pergi meninggalkan pulau saat itu, karena melihat puluhan aparat pemerintah yang mengikuti personil TNI/Polri yang dikira akan menertibkan kelengkapan izin tinggal dan visa kerja. Beberapa wisatawan dan warga yang ditemui wartawan mengira akan terjadi peperangan atau operasi penangkapan jaringan teroris.

Kepala Biro Operasi Polda NTB, Kombes Pol Pujiono, yang memimpin pasukan, ditemui wartawan sesaat setelah tiba di Trawangan, enggan berkomentar bahkan perwira polisi itu, dengan nada tinggi mengatakan, bahwa kedatangan aparat kepolisian dan pasukan TNI itu, dalam rangka melakukan penertiban terhadap beberapa peraturan pemerintah yang tidak dipatuhi warga Terawangan yang telah disepakati Gubernur NTB dan pihak Kepolisian.

Pujiono yang didampingi beberapa perwira Polda NTB itu juga menegaskan, operasi penertiban itu akan dilakukan terhadap berbagai aktivitas masyarakat dan pengusaha, mulai dari maraknya aksi premanisme, miras illegal termasuk masalah pendudukan tanah secara illegal oleh masyarakat. “Kita akan disini hingga kondisi Trawangan benar-benar tertib, “katanya seraya mengatakan masalah penegakan dan ketertiban hukum merupakan tugas polisi, dan warga wajib menerima sepanjang berada diwilayah NKRI.

Sementara itu terkait kedatangan ribuan pasukan TNI/Polri itu, Zaenudin mantan kadus gili Trawangan yang juga tokoh masyarakat setempat mengatakan, keberadaan pasukan itu akan membuat Trawangan menjadi tegang, dan para turis akan kabur, terlebih jika ada penertiban bangunan, warga berpotensi bergejolak dan tidak kondusif, “ungkpanya.

Sementara H. Sukirno, kuasa hukum PT. Wanawisata Alam Hayati (PT.WAH) dihubungi melalui saluran telpon mengatakan, informasi yang saya dapatkan kedatangan arutsan aparat TNI dan Polri itu untuk melakukan penertiban miras, narkoba, preman termasuk penertiban lahan yang bermasalah, “katanya.

Lantas bagaiman dengan persoalan PT.WAH? “mungkin bukan persoalan lahan kami saja yang akan ditertibkan tetapi penggeregahan lahan yang lain juga akan ditertibkan, aparat menjalanakan tugasnya berdasarkan SK Gubernur, silahkan konfirmasi kepihak yang lebih berwenang, “singkatnya. (adam/Ari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar