Rabu, 20 Juli 2011

Abrori Tunjuk Pengacara

PIMPINAN Ponpes Umar Bin Khattab Ustadz Abrori akhirnya menunjuk penasihat hukum yang akan mendampingi sampai ke tahap pengadilan. Tersangka dan keluarga menunjuk Tim Pembela Muslim (TPM) Jakarta untuk mendampinginya.

Kepada Suara NTB Selasa (19/7) petang kemarin, Ahmad Michdan dari TPM menegaskan telah menerima surat kuasa dari Ustd Ali, ayah Abrori. “Saya dalam beberapa hari ini akan ke Mataram, juga ke Bima untuk mengumpulkan data,” kata Ahmad Michdan via ponsel.

Menanggapi penyidikan polisi yang mengarahkan penanganan kasus Abrori dan para santrinya ke pasal terorisme, dianggapnya terlalu berlebihan. Bahkan terlalu dini karena belum ada fakta yang menunjukkan bahwa kliennya melakukan tindakan teror, sebagaimana dituduhkan.

Sepengetahuan Michdan, yang dilakukan oleh Abrori bersama santrinya adalah proteksi diri karena merasa diintai dan didiskreditkan oleh aparat. Kondisi itu muncul pascakejadian pembunuhan oleh Umar Sa’ban terhadap seorang anggota polisi di Polsek Bolo.

Setelah kejadian itu ponpes pimpinan Abrori disebut – sebut sebagai dalang di balik aksi sadis tersebut. Ponpes Umar Bin Khattab pun diintai aparat. “Jadi wajar pimpinan dan anggota ponpes melakukan proteksi diri,’’ ujarnya.

Dikatakannya, sampai saat ini polisi belum bisa membuktikan bahwa yang meledak adalah bom rakitan. Akan tetapi, katanya, Polda NTB sudah menyimpulkan ledakan itu berasal dari bom rakitan. Dia balik menyebut, ada yang tidak transparan dalam pemeriksaan para tersangka oleh aparat, sehingga terkesan ada fakta – fakta yang ditutupi.

Seperti ditemukannya rangkaian bahan peledak, senjata tajam, termasuk buku – buku dan kaset jihad. “Soal buku dan kaset jihad itu kan biasa, belum tentu itu jadi rujukan untuk berbuat radikal,” tandasnya. Tapi dari informasi yang diterimanya, yang dilakukan Abrori adalah merakit bom untuk membela diri dari rencana serangan polisi ke ponpes tersebut.

Justru unsur – unsur teror itu dilakukan oleh aparat dengan mengintai ponpes dan menguak ruang informasi, bahwa pelaku pembunuhan Umar Sa’ban atas perintah pihak ponpes Umar Bin Khattab. “Inilah yang memancing amarah mereka sehingga berniat melakukan perlawanan,” tandasnya.

Cara – cara teror itu sangat jelas ditunjukkan aparat saat mendatangi ponpes dan melakukan penggeledahan. Sehingga sekali lagi ditekankannya, perbuatan radikal atau teror yang diarahkan ke pimpinan ponpes Umar Bin Khattab terlalu dini dan berlebihan. Polisi dimintanya harus transparan dan mengungkap kronologis sebenarnya. (ars)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar