Kamis, 07 November 2013

Tiga Calon Kades Sukadana Siap Bersaing

Lombok Utara - Tiga calon kepala desa Sukadana Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, 28 November mendatang siap bersaing memperebutkan suara terbanyak  dari pemilih. Ketiga calon tersebut masing-masing nomor urut 1. Niranom yang kini menjadi Kadus Batu Tepak, nomor 2. Sojati kades incamben dan nomor urut 3, Muhidin, S.Pd.

Divisi perlengkapan pada panitia Pilkades Sukadana, Dedy Setiawan, SH, ketika ditemui Radar Lombok, 6/11 dikediamannya di Desa Sukadana mengatakan, ketiga calon kades ini sudah dinyatakan lulus previkasi persyaratan sebagai calon dan akan bersiang memperebutkan suara pemilih pada 28 November 2013.

“Ketiga calon ini adalah putra terbaik dari Desa Sukadana yang sudah lulus previkasi dan sudah ditentukan nomor urutnya. Dan pada tanggal 22 November panitia akan menggelar debat calon untuk menyampaikan visi dan misi serta programnya seandainya terpilih menjadi kepala desa”, jelas Dedy Setiawan.

Dikatakan, pada minggu ini semua panitia mempersiapkan logistik yang dibutuhkan pada pemilihan Kades di 16 Tempat Pemungutan Suara (TPS)  se Desa Sukadana dengan total anggaran pemilihan sebesar Rp. 61 juta. “Terkait dengan jumlah pemilih saya belum tahu pasti, tapi dalam data lebih 5000 warga yang wajib pilih di Desa Sukadana”, katanya.

Kendati pemilihan Kades sudah dekat, lanjut Dedy, namun suasana keamanan khususnya di Desa Sukadana tetap kondusif. “Kita berharap mudah-mudahan kondisi keamanan ini tetap terjaga hingga penentuan kepala desa terpilih”, pungkas Dedy.
Selengkapnya... »»  

Masih Banyak Desa Belum Menyelesaikan LKPJ ADD

Lombok Utara - Kendati sudah memasuki bulan November 2013 dan Dana Alokasi Desa (ADD) tahap pertama sudah dicairkan beberapa bulan lalu, namun hingga saat ini masih banyak desa di Kabupaten Lombok Utara yang belum menyelesaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) penggunaan anggaran ADD.

Demikian dikatakan Kabid Pemerintah Desa pada kantor BPM PPLKB Pemdes Lombok Utara, Agus ketika membuka kegiatan pelatihan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD), dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban  (LKPJ) serta Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (IPPD),  7/11 di aula kantor camat Bayan yang diikuti 27 peserta dari 9 desa yang ada di Kecamatan Bayan.

Menurut Agus,  bila sudah lewat bulan Desember, maka setiap desa yang belum menyelesaikan laporan ADD nya akan menerima konsekuensi yang sudah disepakati bersama yaitu pemotongan dana ADD bagi desa yang terlambat laporannya. “Konsekuensi pemotongan dana ADD ini sudah disepakati oleh semua desa se KLU terutama bagi desa yang terlambat menyampaikan laporan penggunaan ADD”, jelas Agus.

Terkait dengan pelatihan LKPJ, LPPD dan IPPD, yang digelar YLKMP kerjasama dengan Access, lanjut Agus, di Kecamatan Bayan termasuk pelatihan klaster III. Sementara klaster I sudah dilakukan di Kecamatan Pemenang dan Tanjung dan klaster II dilaksanakan di Kecamatan Kayangan dan Gangga. “Pelatihan ini sangat penting  diikuti oleh para BPD, Sekdes dan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD)”, katanya.

Sementara koordinator program dari YLKPM, Minardi, S.PdI  mengatakan, kegiatan pelatihan ini
berlangsung selama tiga hari yaitu mulai tanggal 7 – 9  November 2013. Pelatihan ini dalam upaya menuju tata keperintahan lokal demokratis sebagai perwujudan terhadap transparansi dan akuntabilitas bagi penyelenggara pemerintahan desa. “Pelatihan ini hasil kerjasama YLKMP dengan Pemda KLU yang didukung Access”, katanya.

Tujuan pelatihan ini, lanjut Minardi yaitu meningkatkan kapasitas dan komitmen Pemdes tentang penysunan  LPPD, LKPJ, IPPD yang direalisasikan dalam bentuk laporan setiap tahun dan laporan pertanggungjawaban pada akhir masa jabatan Kades. “Output yang kita harapkan dari pelatihan ini adalah meningkatnya pemahaman perserta terkait dengan teknis dan mekanisme penyusunan LPPD, LKPJ dan IPPD”, tegas Minardi.

Sedagkan camat Bayan, Sahti, MPd yang diwakili Kasi Pemerintahan,  Aripin, S.Sos dalam pengantarnya minta kepada peserta untuk mengikuti pelatihan dengan tekun, sehingga seusai pelatihan dapat menyusun, terampil dan menginformasikan LPPD melalui media-media yang ada di desa kepada warga.

Selengkapnya... »»  

HPS Wahana Mempromosikan Keberhasilan NTB

Lombok Utara - Penyelengaraan Hari Pangan Sedunia (HPS) XXXIII tingkat provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dipusatkan di Kabupaten Lombok Utara  sebagai momen penting untuk wahana mempromosikan keberhasilan pemerintah provinsi NTB didalam menyediakan pangan yang cukup dan bergizi khususnya produk pangan lokal.

Demikian dikemukakan wakil gubernur NTB, HM. Amin,  ketika membuka HPS ke XXXIII di Tanjung-Lombok Utara.  Menurutnya kegiatan HPS ini untuk melihat kembali peran sector pertanian sebagai sektor andalan  dalam pembangunan ekonomi, serta menekankan kembali arti pentingnya sektor pertanian dalam rangka ketahanan pangan, mengurangi kemiskinan dan pengangguran serta meningkatkan daya saing ekonomi secara nasional.

Dalam rangka HPS ini, wagub NTB berharap dapat lebih menarik perhatian konsumen dan menumbuhkan minat investor, pelaku usaha agribisnis dan semakin luasnya pangsa pasar  serta berdampak positif terhadap perkembangan iklim usaha, daya saing harga dan kapasitas produksi pertanian maupun peternakan NTB.,
Sementara tema nasional dalam HPS 2013 adalah “Optimalisasi Sumber Daya Lokal Menuju Kemandirian Pangan”. Tema ini berate Indonesia kaya akan sumber daya alam sebagai sumber pangan lokal yang memiliki nilai gizi adalah menjadi tanggungjawab pemerintah.

Sedangkan tema yang diambil HPS tingkat provinsi NTB adalah “Peningkatan Konsumsi Pangan Hewani yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) dalam upaya Penjaminan Keamanan Pangan dan Gizi Masyakat.  (Link media: www.suarakomunitas.net)

Selengkapnya... »»  

Rabu, 06 November 2013

Dieng, Negeri Cantik Di Atas Awan

Selama ini liburan lebih sering diasosiasikan dengan pantai dan laut. Tapi mungkin sebagian dari kamu lebih memimpikan berlibur di daerah pegunungan yang sejuk dengan pemandangan ‘hijau’, kamu tidak perlu mencari terlalu jauh. Kawasan Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah bisa dimasukkan ke dalam agenda perjalanan kamu berikutnya.

Nama Dieng memang sudah tidak asing lagi bagi traveler Indonesia, bahkan turis mancanegara juga banyak lho yang mengunjungi daerah ini. Wajar saja, selain pemandangan alam yang indah, Dieng juga punya banyak tempat wisata yang unik untuk dikunjungi seperti Telaga Warna yang legendaris, sumber mata air yang bertebaran, kompleks candi Hindu dan budaya Kejawen yang masih kental dianut masyarakatnya.

Untuk mencapai Dieng, terlebih dulu kamu harus menuju Wonosobo yang berjarak sekitar tiga jam dari Magelang. Dari Terminal Wonosobo, kamu bisa melanjutkan perjalanan selama satu jam menggunakan mikrobus ke arah Dieng. Tibalah kamu di Dataran Tinggi Dieng yang terletak sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut. Bisa dibayangkan hawa dinginnya bukan? Jadi, sebelum memulai perjalanan, pastikan kamu mengepak jaket atau sweater tebal untuk melindungi tubuh kamu dari udara dingin pegunungan.

Karena Dieng sudah menjadi daerah wisata, kamu tidak perlu bingung mencari penginapan. Di sini, kamu bisa memilih berbagai penginapan mulai dari harga Rp50.000 hingga Rp250.000 per malam. Tentu saja dengan fasilitas yang berbeda. Kalau kamu punya bujet lebih untuk penginapan, pastikan kamu memilih penginapan yang menyediakan air panas. Kamu pasti membutuhkannya saat mandi pagi!

Banyak sekali tempat wisata yang bisa kamu kunjungi selama berada di Dieng. Tapi, Pegi Pegi akan bagikan beberapa tempat wisata yang paling populer di kawasan yang kerap disebut Negeri
Di Atas Awan itu:

Telaga Warna

 
Telaga Warna

Telaga Warna merupakan danau belerang yang berwarna biru kehijauan dan berada berdampingan dengan Telaga Pengilon yang berwarna kecoklatan. Di sekeliling kedua danau kamu akan dibuat tercekat dengan keindahan hutan lebat yang masih sangat alami.

Kawah Sikidang
Dalam bahasa setempat, Sikidiang berarti “si kijang”. Karena Kawah Sikidiang selalu bergolak dan munculnya berpindah-pindah tempat, bahkan melompat seperti kijang. Mengunjungi wisata kawah vulkanik ini kamu harus berhati-hati melangkah, karena meskipun area lumpur panas sudah dipagari demi menjaga keamanan, masih ada beberapa lubang yang mengeluarkan uap panas. Selain itu, kamu juga dilarang menyalakan api dan membuang puntung rokok di kawasan wisata ini.

Kompleks Candi Arjuna
Kompleks Candi Arjuna adalah kompleks candi terbesar di Dieng dan sangat sayang kalau kamu lewatkan. Terletak hanya beberapa ratus meter dari jalan raya utama Wonosobo-Dieng, di sini kamu bisa menemukan beberapa candi lain yang lebih kecil seperti Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi sembadra. Kalau kamu beruntung, kamu bisa mendapati sekitar diselimuti kabut yang membuat suasana semakin mirip dengan negeri dongeng.




Bukit Sikunir dan Telaga Cebong

Bukit Sikunir merupakan tempat populer di Dieng untuk menyaksikan matahari terbit dan bisa kamu masukkan dalam agenda kamu kalau kamu tidak keberatan mendaki. Terletak kurang lebih 8 kilometer dari Desa Dieng Kulon, kamu akan disambut oleh jernihnya Telaga Cebong di kaki bukit. Untuk menaiki bukit, sudah disediakan jalur mendaki yang aman bagi pengunjung dan menghabiskan waktu kira-kira setengah jam. Kelelahan kamu akan segera terlupakan ketika kamu menyaksikan detik-detik terbitnya matahari pagi yang membuat langit sejenak berubah warna menjadi emas.

Dieng Plateau Theatre

Bangunan indah dan unik ini biasa memutar film dokumenter tentang sejarah singkat Dieng dan masyarakatnya. Jadi, sebelum kamu mengeksplorasi Dieng, ada baiknya kamu mengunjungi teater ini lebih dulu supaya lebih mengenal daerah yang juga dikenal dengan anak-anak berambut gimbalnya.
Doly Fajrin <dolyfajrinpanjaitan@gmail.com>
Selengkapnya... »»  

Pimpinan Yamtia Minta Dukung Jona

Lombok Utara - Pimpinan pusat Yayasan Maraqitta’limat provinsi Nusa Tenggara Barat (Yamtia NTB), TG. Drs. H. Hazmi Hamzar, SH minta kepada semua jama’ah   Yamtia se Kabupaten Lombok Utara untuk terus mendukung pemerintahan Bupati dan wakil bupati,  Djohan Sjamsu, SH + H. Najmul Akhyar, SH. MH. (Jona).

Kedua pemimpin KLU ini, menurut penilaian TGH. Hazmi Hamzar sudah banyak berbuat untuk kemajuan Lombok Utara.  “Apa yang diperogramkan kedua pemimpin Lombok Utara untuk kemajuan masyarakat perlu kita dukung bersama”, tegasnya.

Dibidang pendidikan, lanjutnya anggota DPRD NTB ini,  bupati dan wakil bupati sudah banyak membantu yayasan Maraqitta’limat, termasuk mendorong berdirinya puluhan lembaga pendidikan Maraqit di KLU, seperti STKIP Hamzar, SMK Santong dan SMK Kesehatan Hamzar di Kecamatan Bayan. 

TGH. Hazmi Hamzar bahkan dengan tegas mengatakan seandainya kedua pemimpin KLU ini maju kembali sebagai calon bupati dan wakil bupati pada tahun 2015 mendatang  maka jama’ah Yamtia akan memberikan dukungan. “Kita akan dukung bila kedua pemimpin KLU ini maju kembali untuk priode kedua”, katanya didepan ratusan jama’ah pengajian di panti asuhan Santong Kecamatan Kayangan 3/11/13.

Sementara puluhan jama’ah Yamtia seusai pengajian mengaku, bupati dan wakil bupati KLU sudah banyak berbuat untuk mengatasi kemiskinan dan angka pengangguran yang masih cukup tinggi di KLU. “Kadua pemimpin ini,  kami nilai cukup mumpuni dalam mengatasi berbagai persoalan di Dayan Gunung ini termasuk menurunkan angka kemiskinan dan memajukan lembaga pendidikan”, ungkap jama’ah Yamtia.
Selengkapnya... »»  

Jalan Gumantar – Tenggarong Akan Diperbaiki

Lombok Utara - Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH berjanji bahwa jalan yang menghubungkan Dusun Gumantar ke Tenggarong Kecamatan Kayangan akan diperbaiki pada tahun anggaran 2014.
 
Hal tersebut dikemukakan pada saat melakukan safari jum’at awal November lalu di masjid Ashohabah Dusun Tenggarong Desa Gumantar Kecamatan Kayangan.  Menurutnya, sudah menjadi kewajiban warga Tioq-Tata-Tunaq  untuk mendukung setiap program pembangunan yang dilaksanakan, Lebih-lebih Dusun Tenggorong Desa Gumantar letaknya sangat jauh dari pusat pemerintahan, baik kecamatan maupun kabupaten.
 
“Maka partisipasi masyarakat dalam bergotong royong sangat diperlukan. Apalagi daerah Tenggorong ini jauh dari jangkauan, untuk itu bergotong royong sangat diperlukan dari setiap warga masyarakat yang menginginkan adanya perubahan”, katanya.
 
Di KLU, lanjut Bupati, terdapat 299 km jalan desa, maka untuk pembangunannya pun akan bergantian agar merata, sehingga seluruh masyarakat KLU bisa menikmati hasil pembangunan di daerah ini. Agar proses program pembangunan yang sedang dan akan dijalankan pada masa kepemimpinan Djohan-Najmul ini bisa berjalan dengan baik dan sukses, maka semua warga harus membantu seluruh program pembangunan dengan cara menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Sehingga cita-cita Pemerintah Daerah yang baru berusia 5 tahun ini menuju kabupaten yang maju dan beradab nantinya bisa terwujud.
 
Menjelang Pemilu Legislatif tahun 2014 mendatang, Bupati mengingatkan agar seluruh masyarakat wajib pilih untuk memberikan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya. Sebab, katanya, calon legislative yang akan bertarung memperebutkan kursi DPRD KLU yang hanya berjumlah 30 itu, nantinya akan diperebutkan oleh 360 orang calon. ”Berikanlah hak suara anda pada calon legialtif yang memiliki kredibelitas tinggi yang mungkin bisa untuk lolos, sehingga nantinya bisa mengawal pembangunan di daerah ini pada periode mendatang”, pintanya.

Selengkapnya... »»  

TKI Asal Lombok Tengah Meninggal di Malaysia, Pihak Perusahaan Tak Peduli

MATARAM - Masalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) seakan tak pernah habisnya. Kini, seorang TKI meninggal dunia akibat menderita sakit keras yang tidak mendapat tanggapan bahkan dipedulikan oleh pihak perushaan tempat ia bekerja.

Rozalik (23), TKI asal Dusun Medas Timur, Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah (Loteng), yang bekerja belum genap satu tahun di Malaysia, meninggal karena menderita sakit keras, beruntung ada kerabat dekatnya yang tidak lain adalah orang tuanya sendiri, yang mengurus kepulangan jenazah Rozalik, sehingga pihak keluarga bisa memakamkan di daerah asalnya.

Jenazah tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL), pada Senin (4/11) sekitar pukul 22.30 Wita, diserahkan langsung ke pihak keluarga oleh pihak PJTKI yang memberangkatknnya. Proses pemakaman jenazah Rozalik dilakukan pada Selasa (5/11) pagi.

Usai proses pemakaman, Tanwir, salah satu pihak keluarga kepada mataramnews.com bercerita kronoligis meninggalnya Rozalik di Malaysia. "Kami dapat informasikan dari pihak keluarga yang kebetulan juga orang tua dari Rozalik sendiri, yang bekerja sebagai TKI di Malaysia, namun tempat kerja mereka berbeda", katanya.

"Beberapa hari sebelum meninggalnya Rozalik telah bercerita soal penyakit yang dideritanya, bahkan Rozalik juga sempat minta untuk pulang ke Lombok, namun pihak perusahaan tempat ia bekerja tidak menanggapinya, bahkan pihak perusahaan mengancam jika ia mau pulang maka harus mengganti sekitar dua ribu ringgit", terang Tanwir.

Lanjut Tanwir, merasa kondisinya yang semakin parah, maka ia pergi menemui orang tuanya untuk minta dirawat. Setelah beberapa hari bersama orang tuanya, melihat kondisi anaknya semakin parah, sehingga sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun tak tertolong. Almarhum menghembuskan nafas terkahirnya di rumah sakit.

Dijelaskan Tanwir juga, sebelumnya Rozalik telah memberitahu kondisi sakitnya yang semakin parah kepada pihak perusahaan tempat ia bekerja. "Bahkan saat berada di tempat orang tuanya juga sempat memberitahukan kondisinya yang sakit via seluller ke pihak perusahaan tempatnya bekerja, namun pihak perusahaan tersebut tak menanggapinya dengan baik, bahkan tidak bertanggungjawab", terangnya.

"Kalau tidak diurus oleh orang tuanya, kemungkinan jenazahnya tidak bisa dipulangkan", katanya dengan nada kesal.

Sementara Kades Bagu, M Agus Samsilaturrahman menyatakan bahwa setelah proses pemakaman, pihak desa akan memproses dan mempermudah kebutuhan secara administrasi pihak keluarga untuk bisa mengurus dan mendapatkan hak Almarhum sebagai pahlawan devisa negara.(azami) sumber: www.mataramnews.com
Selengkapnya... »»  

Senin, 04 November 2013

Persoalan umat Adalah Kebodohan dan Kemiskinan

Lombok Utara - Persoalan yang dihadapi umat Islam sekarang ini masih terkait soal kebodohan dan kemiskinan. “Masyarakat bodoh karena miskin, dan masyarakat itu miskin karena akibat dari kebodohan”.

Penegasan itu disampaikan pimpinan pusat Yayasan Maraqitta’limat provinsi NTB, TG. Drs. H. Hazmi Hamzar, SH didepan ratusan jama’ah pada peringatan tahun baru Islam di  komplek panti asuhan Desa Santong Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, Ahad sore 3/11/13.

Menurut H. Hazmi Hamzar yang juga anggota DPRD I NTB dari praksi PPP, dalam memperingati tahun baru hijriyah ini, umat Islam harus bercita-cita untuk mencari kebahagian  dunia dan akhirat. Karena Nabi Muhammad Saw, hijrah bersama kaum Muhajjirin dari Makkah dilakukan dengan penuh keihlasan, sehingga disambut oleh kaum Anshar di Madinah juga dengan penuh keihlasan.

“Kaum Anshar Madinah malah menawarkan apa yang dimiliki kepada kaum Muhajjirin, namun yang hijrah bersama Nabi lebih memilih untuk berusaha dan berdagang di pasar Madinah, seperti yang dilakukan oleh Abdurrahman bin Auf”, jelas H. Hazmi Hamzar.

Terkait dengan kebodohan, menurut  Tuan Guru yang memiliki ratusan ribu jama’ah yang tersebar di beberapa provinsi di Indoensia ini, sejak awal kepulangannya dari ibukota Jakarta tahun 1991 telah berusaha membangun puluhan lembaga pendidikan mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi. “Kita sudah memiliki beberapa perguruan tinggi, seperti STKES, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syari’ah (STIES) Hamzar, di Kabupaten Lombok Timur, STKIP Hamzar Lombok Utara, dan pada tahun 2014 ini kita akan dirikan sekolah Kedokteran di Kabupaten Lombok Tengah dan Sekolah Tinggi Komunitas”, katanya.

Perguruan Tinggi yang didirikan untuk memenuhi program yayasan Maraqitta’limat yaitu satu rumah satu sarjana. Selain itu, didirikan juga puluhan SMK berbagai jurusan, termasuk SMK Kesehatan Hamzar yang beroprasi di Kecamatan Bayan yang usulan perijinannya sudah masuk ke Dirjen Pembinaan SMK pusat dan Dikbudpora KLU.

Sementara dalam bidang ekonomi untuk mengatasi kemiskinan jama’ah, lanjut H. Hazmi Hamzar, pihak yayasan terus berupaya  membangun ekonomi melalui lembaga keuangan seperti mendirikan koperasi.
Karenanya, ia berharap dengan berbagai program yang dilakukan ini, tidak ada lagi umat Islam yang miskin dan bodoh. “Kita harus bangkit sebelum terlambat, karena kita tidak bisa berpangku tangan dalam memajukan umat Islam ini”, tegasnya.

Selengkapnya... »»  

Minggu, 03 November 2013

Siswa SD MT Belajar Diatas Debu

Puluhan siswa-siswi Sekolah Dasar Yayasan Maraqitta’limat (SD-MT) di Dasan Lendang Lokok Re Dusun Tanjung Biru Desa Loloan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, sejak berdiri empat bulan lalu hingga sekarang masih belajar ditempat terbuka dengan beralaskan debu. Kendati tempat belajar 30 siswa-siswi SD MT belum memadai yakni menempati sebuah bangunan beratap daun kelapa tanpa dinding serta duduk diatas bangku dengan meja terbuat dari papan kayu randu (kapuk), namun tampaknya tidak mengendurkan semangat mereka untuk terus belajar, lebih-lebih delapan tenaga pengajar setiap hari siap mendampingi mereka.
Untuk menuju sekolah yang jauh dari pusat kota desa ini, dari pertigaan jalan menuju Dusun Torean, harus melalui jalan berdebu dan bebatuan yang belum mendapat perhatian dari pemerintah yang menurut ketua RT Lokok Re, Amaq Sukranim, bahwa dusun tersebut belum pernah dikunjungi oleh pejabat Pemda KLU. “Jangankan pejabat dari Pemda, pegawai kecamatanpun jarang berkunjung ke tempat kami”, katanya.
Amaq sukranim mengaku, latar belakang didirikan SD MT ini karena mengingat jarak sekolah dasar terdekat dari Lokok Re sekitar 4 km, sehingga banyak anak usia sekolah yang tidak dapat mengecap bangku pendidikan. “Memang ada sebagian anak usia sekolah yang masuk ke SD yang berada di Dusun  Telaga Segoar Desa Loloan yang jaraknya sekitar 4 km, yang pada setiap musim hujan anak-anak terpaksa tidak masuk karena jalannya yang becek dan harus melawati kali.
Melihat kondisi demikian, terbetiklah niat tulus Amaq Sukranim untuk mewaqafkan tanahnya seluas 20 are ke Yayasan Maraqitta’limat sebagai tempat mendirikan SD MT. Namun sayang, hampir 4 bulan sekolah ini berjalan, ternyata pendirian SD tersebut tidak langsung disampaikan ke pimpinan yayasan pusat. “Soal tanah dan pendirian SD MT ini sudah kami sampaikan ke pihak pimpinan cabang yayasan Maraqitta’limat Kecamatan Bayan, namun tampaknya tidak ada tindak lanjutnya, sampai-sampai saya putus asa”, kata Amaq Sukranim.
Dikatakan, sebagai ketua RT, dirinya tidak mau melihat anak-anaknya tidak sekolah, sehingga ia berupaya untuk mendirikan lembaga pendidikan serta mewaqafkan tanah miliknya yang sudah ditanami mente kepada yayasan. “Saya tidak ingin melihat anak-anak saya tidak sekolah, sehingga dengan berdirinya SD-MT ini tidak ada lagi anak yang tidak bersekolah”, tegasnya.
Sementara Kepala SD MT Lokok Re, Pri Alriadi ketika ditemui media mengatakan, keberadaan sekolah ini cukup bermamfaat bagi warga setempat, terutama bagi anak-anak usia sekolah. “Selama ini mereka harus berjalan kaki sampai 3 km untuk menuju sekolah terdekat, tapi sekarang cukup dengan 100 langkah, mereka dapat menuntut ilmu”, katanya.
Keberadaan SD MT ini sudah disampaikan ke kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Bayan. Dan pihak UPTD sendiri langsung turun ke lokasi. Hanya saja terkait ijin oprasional pihak UPTD menyarankan agar diusulkan setelah enam bulan SD ini berjalan. “Kita belum mengusulkan perijinan, dan saat ini pihak sekolah masih mengumpulkan semua syarat untuk dikirim ke Dikbudpora”,, jelas Pri Alriadi.
Terkait dengan guru,  lanjut Pri Alriadi sudah tidak ada masalah, karena kendati tidak ada honor yang diterima tapi semangatnya untuk mendidik para siswa patut diacungkan jempol. “Yang kita pikirkan sekarang ini adalah kekurangan buka tulis bagi 30 siswa yang rata-rata siswa kurang mampu”, katanya.
Nurjati, salah seorang tokoh masyarakat Desa Loloan mengaku prihatin melihat kondisi SD MT yang beratap daun kelapa dan berlantai debu pada musim panas, dan becek pada musim hujan. Selain itu, dusun tersebut juga masih kekurangan air bersih, sehingga banyak para siswa yang kadang-kadang tidak dapat mandi sebelum berangkat sekolah. Demikian juga dengan kondisi jalan yang menuju ke SD-MT yang belum diaspal. “Semua ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah baik pusat ataupun daerah”, kata Nurjati.
Pimpinan Pusat Yayasan Maraqitta’limat, TG. Drs. H. Hazmi Hamzar, SH ketika dikonfirmasi, ternyata menyambut baik keberadaan SD MT di Lokok Re, bahkan pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan SD MT. “ Untuk tahap awal kita sudah siapkan dana sebesar Rp. 5 juta sebagai biaya pembangunannya”, jelasnya singkat.
Selengkapnya... »»  

Amplop Soal Sudah Dibuka, Peserta Tes CPNS Ruangan 130 Protes

PRAYA (LOMBOK TENGAH) SK - Peserta Ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Minggu (03/11) protes lantaran hingga sekitar pukul 10.00 wita, mereka belum juga memulai ujianya. Padahal diruangan lain semuanya sudah memulai tes sejak pukul 09.00 wita, selain itu amplop soal juga sudah dibuka. Hal tersebut terjadi diruangan Nomer 130 klaster 3 Gedung Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah.

Salaha seorang peserta honorer Kategori (K) 2 bidang Teknis Penyuluh KB Marwan (60) merasa tidak nyaman dengan keterlambatan dimulainya tes CPNS tersebut.”Pak tolong dikonfirmasi kenapa kita belum mulai padahal diruangan sebelah saya lihat semuanya sudah dimulai dari jam Sembilan tadi. Ini kan sangat tidak nyaman rasanya.”Katanya.

Peserta lainya Amrin (30), mempertanyakan kenapa soal tes ujian CPNS yang tadinya sempat dibuka kemudian dibawa pergi oleh panitia. Menurutnya hal tersebut nantinya bisa memunculkan kecurigaan –kecurigaan yang justeru membuat peserta menjadi tidak konsen untuk menjawab soal.”Itu soalnya kok dibawa keluar lagi oleh panitia, ini ada apa. Jangan sampai nanti disalah satu ruangan difoto pake handphone terus soal itu disebar ke pesrta lainya yang harus menjawab soal yang sama. Lihat tadi itu soal penggantinya amplopnya juga sudah dibuka”Ujarnya.

Pantauan wartawan, tampak amplop soal yang sudah dibuka diruangan 130 yang terletak di lantai 2 gedung Klaster 3 SMKN Praya Tengah tersebut dibawa keluar ruangan dan menuruni tangga menuju kesalah satu ruangan di gedung sekolah tersebut. Setelah sekitar 1 jam lamanya, panitia kemudian kembali datang ke ruangan 130 tersebut dengan membawa amplop soal yang keadaanya juga Amplopnya sudah terbuka.

Terkait dengan hal tersebut, salah seorang panitia dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lombok Tengah Aweng (35) mengatakan, ternyata soal yang dibawa oleh pengawas ruangan ke Ruangan 130 itu salah. Peserta diruangan tersebut sebanyak 20 orang namun soal yang ada didalam amplop hanya 7 soal, untuk itu soal untuk peserta di ruangan 130 dicari diamana keberadaanya.”Ini tadi soalnya tertukar mas, ada sisa amplop soal dibawah tadi dan kita sudah menukarnya dengan soal yang benar.”Tandasnya sembari bergegas masuk ruangan 130 sambil membawa soal baru dalam amplop yang sudah terbuka.(sading)
Selengkapnya... »»  

Kapolsek Bayan Minta Pemilik Roda Dua Agar Membayar Pajak

Karang Bajo (KLU) SK - Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bayan Kabupaten Lombok Utara, I. Wy. Wirta minta kepada pemilik kendaraan roda dua agar melunasi kewajibannya membayar pajak kendaraan di kantor Dinas Pendapatan KLU pada tiap hari kerja.

Hal tersebut dikemukakan I. Wayan Wirta, ketika melakukan kunjungan kerja di Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan, beberapa waktu lalu. Selain itu ia juga minta kepada pengendara sepeda motor menggunakan helm standar dan melengkapi SIM dan surat kendaraan yang digunakan serta menyalakan lampu walau siang hari.

Tekait dengan persoalan ditingkat desa, disarankan sebelum masuk ke kepilisian sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu ditingkat desa. "Kalau ada persoalan terjadi ditingkat desa, sebaiknya diselesaikan secera kekeluargaan. Dan bila tidak mampu ditasi, maka kepala desa dapat menyampaikan ke Bimaspol, demi terciptanya nama baik desa dan kecamatan", katanya.

Sementara Kades Karang Bajo, Kertamalip mengharapkan kepada Kapolres Lombok Utara untuk mempermudah pelayanan pembuatan SIM bagi warga yang memiliki kendaraan roda dua. "Kalau bisa pelayanan pembuatan SIM di masing-masing Mapolsek, karena hampir disetiap rumah warga sudah ada sepeda motor yang selama ini pembuatan SIM harus ke Lombok Barat", katanya.

Jadi sudah selayaknya pemerintah Lombok Utara  menyediakan alat mesin cetak SIM, untuk mempermudah warga Dayan Gunung.(Kertamalip)
Selengkapnya... »»