Kamis, 25 Oktober 2012

Jemaah Indonesia Sudah Siap Wukuf

MEKKAH - Hingga Rabu (24/10/2012) sore, para jemaah haji asal Indonesia terus berdatangan di Arafah, Arab Saudi.

Mereka dijadwalkan melaksanakan wukuf pada Kamis (25/10/2012) esok, atau bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1433 Hijriyah, sekitar pukul 11.15 waktu setempat.

"Persiapan wukuf telah rampung 100 persen. Sebanyak 194.000 jemaah kita sudah siap dilayani di Arafah," kata Kepala Bidang Humas Kementerian Agama, Zainuddin Daulay, di Jakarta, Rabu sore. 

Dijadwalkan, paling lambat semua jemaah sudah tiba di Arafah pada malam hari, sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Esoknya, semua jemaah melakukan wukuf.

Persiapan wukuf mencakup pemasangan tenda, transportasi, katering, keamanan, dan pelayanan kesehatan. Jemaah yang melaksanakan safari wukuf, atau wukuf sambil berbaring di ruang perawatan karena sakit, sebanyak 120 jemaah.

Direncanakan, sambutan wukuf untuk jemaah haji asal Indonesia akan disampaikan Amirul Hajj yang juga Menteri Agama Suryadharma Ali. Khutbah wukuf oleh Naib Amirul Hajj KH Hasyim Muzadi.

Begitu selesai melaksanakan wukuf, bersamaan dengan matahari terbenam, jemaah lantas berangkat ke Muzdalifah. Di sana, mereka melakukan shalat Maghrib dan Isya dengan cara jama' dan qashar.

"Setelah itu, jemaah menuju Mina untuk melempar jumrah," katanya. sumber. bangkapos

Selengkapnya... »»  

BAPAK EMPAT ANAK SETUBUHI TIGA PUTRI KANDUNG

Jakarta, 25/10 (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Timur membekuk JN (43) yang tega menyetubuhi tiga putri kandungnya sendiri di rumahnya sejak masih berusia remaja.
Kasubag Humas Polres Jakarta Timur, Kompol Didik Haryadi di Jakarta, Kamis mengatakan mereka berinisial WT (20), anak kedua KN (18), anak ketiga WN (17).
"WT digauli sejak usia 14 tahun, KN digauli sejak usia 15 tahun sdangkan WN digauli sudah lima atau empat kali," kata Didik Haryadi.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, tersangka yang sehari-hari berprofesi sebagai wirausahawan limbah pabrik mengaku lupa menghitung aksinya yang dilakukan kepada putri pertama dan keduanya.
"Sementara, kepada putri ketiga, dia mengaku baru menyetubuhinya sebanyak lima kali," katanya.
Didik Haryadi menambahkan, JN menyetubuhi putrinya secara bergantian tanpa diketahui istrinya sendiri berinisial CS (40).
"Lantai bawah rumahnya itu dapur, ruang tamu dan ruang makan. Lantai dua tidak ada sekat-sekat. Tidurnya bareng-bareng, berjejer-jejer. Melihat anaknya, nafsu, kemudian dia gauli," ujar Didik.
Saat melakukan aksinya, pria yang masih rutin berhubungan intim dengan istrinya tersebut tak menyertai dengan ancaman. Ketiga putrinya diketahui hanya merasa takut pada sang ayah dan memilih memendamnya sendiri.
Terungkapnya kasus bejat tersebut terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Putri kedua pelaku berinisial KN merasa tertekan batinnya atas perlakuan bejat ayah kandungnya.
Dia kemudian melaporkan peristiwa yang menimpanya kepada adik kandung sang ibu berinisial BS (35).
Berang melihat kelakuan kakak iparnya, BS meneruskan laporan tersebut kepada kakaknya, istri pelaku. Saat itu juga mereka melapor ke Polsek Metro Cakung untuk segera meringkus pelaku.
Tanpa perlawanan, pria bejat tersebut langsung digelandang ke Polres Metro Jakarta Timur untuk diperiksa.
"Saat diperiksa, pelaku mengakui perbuatannya. Tidak ada barang bukti yang diambil, pengakuan korban dan pelaku cukup untuk menjerat dia," kata Didik.
JN dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
"Pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara," kata Didik. Sumber antara

Selengkapnya... »»  

Rabu, 24 Oktober 2012

Tabrak Anjing, Siswa SMKN Bayan Babak Belur

Lombok Utara - Salah seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Bayan Kabupaten Lombok Utara, Hariandi (17) babak belur setelah menabrak anjing di jalan Bagek Kembar Desa Kayangan, 24/10/12.

Kepala Dusun Begek Kembar yang berada di TKP saat kejadian mengatakan, Hariadi warga Desa Sesait, pada pagi rabu sekitar pukul 07.00 wita hendak berangkat ke sekolah dengan menggunakan sepeda motor Supra X 125 dengan kecepatan tinggi dari arah selatan. Tiba-tiba  seekor anjing  melintas dari arah barat menyeberangi jalan raya.Sontak saja Andi kehilangan keseimbangan dan akhirnya tabrakanpun tidak bisa dielakkan.

Melihat kejadian tersebut, sepontan Amsudin dan warga lainnya berhamburan ke TKP. Korban langsung di beri pertolongan dan dibawa ke Puskesmas Kayangan untuk mendapatkan perawatan.Sedangkan sepeda motor Supra X milik korban ringsek dan dititipkan di rumah penduduk yang dekat dengan TKP.

Pantauan Mataramnews di Puskesmas Kayangan, korban masih berbaring dan merintih kesakitan, bahkan  sempat tak sadarkan diri.Sekujur tubuhnya babak belur,kaki, tangan,perut,muka terkelupas akibat tercium aspal.Sedangkan pakaian seragam khas sekolah SMK yang dikenakannya sobek akibat tabrakan itu.

Rudi, salah seorang petugas Puskesmas setempat mengatakan, hingga selesainya pelayanan perawatan terhadap korban, belum ada  pihak keluarganya yang datang.Namun guru beserta siswa-siswi teman sekolahnya datang menjenguk.

Selengkapnya... »»  

DINILAI SESAT’’ BALAI PENGAJIAN DIBAKAR

LHOKSEUMAWE - Diduga mengajarkan aliran sesat, dua unit balai di Dayah Babul Ma’arif di Desa Manyang, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara milik Tgk Zarkasyi, dibakar orang tak dikenal, Rabu (24/10) sekitar pukul 03.30. Namun,dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa.

Dua balai pengajian kontruksi papan, dengan ukuran 4x6 meter tersebut rata dengan tanah setelah dilalap api. Dua balai ini persis berada dalam Komplek Dayah Darul Ma’arif. Pun demikian, dayah ini sempat diancam bakar oleh sekolompok orang beberapa waktu lalu, karena dinilai mengajarkan ajaran sesat kepada santri.

Penyelesaian terhadap dugaan warga ini terhadap Tgk Zarkasyi yang dinilai sesat , pihak Muspida Plus Aceh Utara dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh, pernah mengkaji bentuk pengajaran di Babul Darul Ma’arif. Ketika itu, pimpinan dayah Tgk Zarkasyi, 47 tahun, sempat diamankan oleh kepolisian, karena diduga sesat.

Saksi mata Nurdin’’ Saya sedang lelap tidur ketika awalnya dibakar, saya tidak mengetahui persis kejadiannya. Saya terbangun ketika api sudah membesar, sontak saja saya meminta tolong. Tak lama kemudian, sejumlah Polisi dari Polsek Meurah Mulia tiba di lokas,” kata Nurdin, yang rumahnya sekitar 50 meter dari TKP.

Sambungnya, saat kejadian Tgk Zarkasyi tidak ada di rumah, dia berobat di luar kota, tapi puluhan kita suci Alquran hangus terbakar api, karena tidak ada orang sempat menyelamatkan.

sedangkan Geuchik desa setempat, Muhammad, sebelumnya ada tulisan disebarkan warga, maka terhembus bahwa di dayah ini mengajarkan aliran sesat, tulisan ini ‘Dayah dibawah pimpinan Tgk Zarkasyi itu tidak mewajibkan sembahyang, tidak mewajibkan puasa, bahkan suami istri boleh bersetubuh saat berpuasa’.

“Sejak hembusan isu ini, Dayah Tgk Zarkasyi ditentang warga agar dihentikan aktivitas pengajian. Atas permintaan ini, beliau menghentikan aktivitas pengajian, tetapi shalat berjamah lima waktu tetap ada,” ucap Geuchik Muhammad.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso melaui Kapolsek Meurah Mulia, Ipda Sofyan yang dijumpai Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan tentang kejadian ini sedang mengusut motif dan pelakunya. Wahyu MK - 01/0001-SK/2010, www.suarakomunitas.net
Selengkapnya... »»  

Lombok Utara Dinyatakan Steril Dari Aksi Pencurian Anak, Warga Diminta Tak Terprovokasi

Lombok Utara - Meski belum ditemukan ada kejadian penculikan anak/orang diwilayah Lombok Utara, namun aksi brutal warga Kediri dan Narmada Lombok Barat yang menghakimi seorang pria, minggu sore hingga meregang nyawa karena diduga salah satu anggota sindikat pelaku penculik anak, membuat warga di lima kecamatan daerah Lombok Utara diselimuti keresahan.

AKBP. Rony Azwawi, SH,SIK (Kapolres KLU)
Selain mulai membatasi aktivitas kegiatan anak-anak mereka diluar rumah, bahkan rela menunggu selama jam belajar sampai jam pulang sekolah untuk memastikan keamanan anak-anak mereka. Warga disejumlah desa juga melakukan ronda sejak siang hingga pagi.  

Issu penculikan anak itu rupanya membuat masyarakat Lombok Utara meningkatkan kewaspadaan guna memastikan tidak terjadi dikampung halaman mereka, terlebih menyebar informasi bahwa kelompok pelaku pencurian anak tersebut, melarikan diri kelombok utara daerah yang selama ini dikenal paling aman.

Sementara disisi lain Kapolda NTB melalui Kapolres Lombok Utara, AKBP. Rony Azwawi, SH,SIK., yang dihubungi  wartawan, senin siang (22/10) menyatakan, hingga sejauh ini daerah Lombok Utara steril dari kejadian penculikan anak. 

“issue tentang adanya gerombolan penculik anak yang disebar melalui pesan singkat/SMS (Short Massages Service)  itu sama sekali tidak benar dan dipastikan adalah SMS gelap dari oknum tertentu yang ingin memperkeruh suasana,” Tandas Rony. 

“Untuk itu kita menghimbau agar masyarakat tidak panik dan tidak menanggapi issu penculikan itu secara berlebihan, namun harus tetap waspada,”. Sebab berita seperti itu akan selalu dihembuskan oleh pihak tak bertanggujawab untuk membuat daerah NTB khususnya pulau Lombok menjadi rusuh, setelah keributan di Bima dan daerah lainnya bergejolak yang disulut oleh issu semacam itu, kata Kapolres.

Disebutkan Mantan Wakapolresta Mataram itu, untuk mengantisipasi kejadian anarkisme sekaligus sebagai upaya menghilangkan keresahan masyarakat, pihaknya telah menerjunkan sebanyak 235 orang personil kepolisian Mapolres Lombok Utara yang dibagi menjadi Tiga Shift guna melakukan sosialisasi tentang kebohongan issu tersebut. 

“Aparat keamanan yang juga bekerjasama dengan Pemda, unsur TNI dan para tokoh masyarakat itu,  juga kita ditugaskan untuk memantau setiap perkembangan terkait beredarnya issu penculikan anak itu,” ujarnya. (Lalu Supriadi)

Selengkapnya... »»  

Penyabar Isu Menyesatkan, Adalah Pengkhianat Bangsa

Penyebar isu penculikan di Pulau Lombok yang menelan lima korban, perlu diusut tuntas pelakunya. Karena dari isu tersebut masyarakat terprovokasi melakukan tindakan main hakim sendiri. Padahal hingga saat ini belum ada satu buktipun yang menunjukkan, bahwa ada anak hilang karena diculik.

Dari isu yang belum jelas kebenarannya mengakibatkan beberapa saudara kita tewas mengenaskan. Ada yang dikeroyok ramai-ramai dan ada yang dibakar hingga hangus tanpa ditanya lebih dulu. Tentu kejadian ini ada dalangnya. Dan dalang dibalik layar inilah perlu diusut tuntas oleh Polda NTB.

Akibat perbuatan yang tidak berprikemanusiaan dengan menyebarkan isu penculikan ini,  saudara kita yang tidak bersalah menjadi korban keberingasan masyarakat yang terprovokasi.  Apa yang terjadi di Kediri Kabupaten Lombok Barat yang menyerbu kantor Polsek dan membunuh dengan sadis, yang belakangan diketahui korbannya bernama Badrun alias Amaq Rohmani, warga Dusun Dasan Koak Desa Mekar Sari Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur, itu patut disayangkan.

Badrun alias Amaq Rohmani (40), memang orang miskin alias tidak mampu yang berprofesi sebagai peminta-minta dari rumah yang satu ke rumah lainnya untuk memenuhi hajat hidupnya. Namun naas, ketika beliau menjalankan profesinya, ia diteriaki maling dan penculik, dan langsung diamankan di kantor Polsek Kediri.  Namun pada sore hari minggu 21/10, ribuan masa menyerbu kantor Polsek setempat dan merusak sel tempat ditahannya Badrun. 

Pukulan benda tumpul dan lemparan batu melayang ditubuh korban hingga menghembuskan napas terakhir. Sementara pihak kepolisian kalah banyak dari warga yang menyerbu, sehingga tidak bisa berbuat apa-apa. Pertanyaan kita, siapakah pengerah masa untuk melakukan penyerbuan  ke kantor Polsek Kediri?  Karena setiap penyerbuan tentu ada dalangnya, dan ini perlu diungkap dan diusut oleh pihak kepolisian serta ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Sementara korban lainnya, Dedi Sunandar Abdullah (32) warga Tente  Kecamatan Woha Kabupaten Bima, dan Arif  Muludin Hidayat (25) asal Bima yang tinggal di Tebaban, Suralaga Kabupaten Lombok Timur, tewas dibakar masa didepan Polsek Kuta Kabupaten Llombok Tengah pada senin, 22/10. Ketiga korban sudah dijemput keluarganya untuk dimakamkan.

Korban isu menyesatkan lainnya adalah Putu Suarjana (32)  warga BTN Sueta Indah Kecamatan Cakranegara Kodya Mataram yang terbunuh di Desa Selat Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Sedangkan Suhaimi, (28) warga Semoyang Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah, tewas dikeroyok masa di desa Sukaraja Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur.

Melihat kejadian tersebut, wajar bila sebagian besar masyarakat mengecam tindakan warga yang suka main hakim sendiri. Bahkan Kapolres Mataram, AKBP  Kurnianto Purwoko yang dicatut dalam pesan singkat geram dan menyebut pelaku penyebar isu itu tidak berprikemanusiaan. 

“Penyebar isu itu adalah orang yang sama sekali tidak bertanggungjawab. Mereka ingn melihat situasi keruh dan tidak kondusif di Lombok, sehingga cara keji digunakan sebagai alat untuk membuat keresahan”, tegas Kurniato.

Lombok sudah mulai aman dan kondusif, namun masyarakat harus tetap waspada dan jangan mudah terprovokasi. Dan akan ada pesan singkat  mengarah ke isu SARA.

Kapolda NTB, Brigjen Pol. Muhamad Iriawan mengatakan dari data dua inteljen yang masuk, akan ada pesan singkat yang disebarkan orang yang tidak bertanggungjawab yang berbau SARA dan ingin memprovokasi warga sehingga lahir bentrokan.

Menurut Kapolda, isu yang  disebarkan tidak jauh dengan apa yang pernah terjadi di Bima yakni “dukun santet”. Kemudian isu Kristenisasi terang-terangan dengan modus memakai mobil membagi-bagikan uang kepada warga. “Provokasi harus dicegah, dan masyarakat jangan mudah percaya. Dan inteljen kami sudah turun mengatasi ini, termasuk kerjasama dengan provider agar bisa memblokir  supaya isunya tidak menyebar”, jelasnya.

Penyebar isu menyesatkan merupakan tindakan orang-orang yang berkeinginan untuk memecah belah kerukunan masyarakat. Mereka, dapat dikatakan sebagai pengkhianat bangsa. Karenanya masyarakat jangan mudah terpancing oleh isu SARA yang digelontorkan oleh para penghianat bangsa dengan maksud dan tujuan untuk memecah belah rakyat.

Sebagai masyarakat, kita harus membantu petugas  mengelola keamanan dan ketertiban di lingkungan.  Masyarakat tidak perlu lagi menanggapi isu secara berlebihan, apalagi mengambil tindakan dengan cara-cara keji seperti melakukan tindakan main hakim sendiri, yang korbannya adalah saudara kita yang tidak bersalah, karena itu merupakan perbuatan yang tak berprikemanusiaan.

Selengkapnya... »»  

Mabes Polri Perintahkan Kapolda NTB Usut Pelaku Penyebar Isu Penculikan

Jakarta,  – Mabes Polri membantah pesan singkat (SMS) yang beredar di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tentang informasi adanya penculikan anak dan penjualan organ tubuh, berasal dari Kapolres. Masyarakat diminta dewasa menyikapi hal-hal seperti ini sehingga tidak terpancing melakukan kekerasan apalagi hingga menghilangkan nyawa orang lain.

"Jadi dalam sms itu diasumsikan bahwa penyebarnya adalah seorang Kapolres yang ada disana, dan itu kami lihat tentu sangat provokatif. Tidak benar SMS dikeluarkan dari pihak kepolisian," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Selasa (23/10/2012).

Dia pun meminta masyarakat tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang selama ini beredar. Menurut Boy, hal itu merupakan dampak dari proses adanya kekerasan-kekerasan yang dilakukan oleh masyarakat. "Ini tentu suatu kondisi yang harus disikapi oleh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi,"ujarnya.

"Kami berharap warga masyarakat yang ada di Nusa Tenggara Barat untuk tidak terprovokasi dengan adanya pemberitaan melalui sms yang tidak benar terkait dengan adanya orang-orang yang melakukan penculikan,"katanya lagi.

Beredarnya pesan singkat berisi info penculikan anak dan penjualan organ tubuh di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini sempat menghebohkan warga. Warga pun menghakimi lima orang yang diduga pelaku penculikan anak hingga tewas.

Lebih lanjut, Boy Rafli mengatakan, Kapolri telah memerintahkan Kapolda NTB agar mengusut secepatnya siapa pelaku penyebar isu tersebut yang membuat heboh masyarakat.”ucapnya.(Erwin Siregar) Sumber: Sumbawanews.com.
Selengkapnya... »»  

KAPOLDA NTB: Isu Penculikan Anak Tak Terbukti, Situasi Lombok Sudah Aman

Mataram - Dalam konferensi Pers, Selasa (23/10/2012) di Lesehan Griya Asri Kota Mataram, Kapolda NTB, Brigjen Pol. M. Iriawan mengatakan bahwa isu penculikan anak yang telah menyebabkan 5 orang tewas akibat dihakimi massa dalam 2 hari terakhir, masing-masing 2 korban tewas di Desa Kediri dan Selat Narmada Lombok Barat, 2 Korban di Kute Kecamatan Pujut Lombok Tengah dan 1 korban tewas di wilayah Keruak Lombok Timur.

Menurut Iriawan, tidak satupun korban yang tewas dihakimi massa terbukti telah melakukan penculikan, sementara itu situasi kambtibmas di wilayah Lombok hari ini sudah Mulai aman. Isu penculikan yang disebar berawal dari sebuah pesan singkat (SMS) yang mengatasnamanakan Kapolres Mataram yang intinya menghimbau masyarakat agar mewaspadai orang yang memakai mobil Xenia dengan Plat DH serta tato kawat berduri di lenganya.

Dalam hal ini, Kapolda NTB mengatakan bahwa pihaknya sudah mengambil langkah dengan menghubungi Gubernur NTB yang sedang berada di Mekkah dan semua Bupati / Walikota serta menyebarkan intel ke seluruh wilayah NTB terutama pulau Lombok.

Adapaun motivasi merebaknya isu ini menurut hasil analisa pihak Polda NTB adalah adanya kecemburuan dari pihak lain terkait sudah mulai pesatnya pembangunan di NTB. serta berkembangnya sektor pariwisata di Pulau Lombok, selain itu Penerbangan ke wilayah NTB yang tidak pernah sepi-sepi menyebabkan kecemburuan bagi pihak yang tidak bertanggung jawab yang kemudian berinisiatif membuat kekacauan di wilayah NTB. Motif lainya akan diberikan kemudian.

Soal isu penculikan, Kapolda NTB berani menjamin bahwa pelaku maupun korban penculikan tidak ada di NTB.

"Hari ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah mengumpulkan semua perangkat daerah untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing," kata Iriawan. mataramnews.com



Selengkapnya... »»  

Polres Loteng Tindak Lanjuti Insiden Tewasnya Dua Pemuda di Kute

Loteng - Kapolres Loteng, AKBP Budi Karyono SH dihadapan sejumlah wartawan Rabu (23/1/2012) di Aula Mapolres Lombok Tengah (Loteng) mengatakan, pihaknya akan menindak lanjuti kasus yang menewaskan dua pemuda yang berstatus sebagai penjual minyak urut. Insiden tewasnya dua pemuda di Desa Kuta Kecamatan Pujut Senin siang kemarin.

Menurutnya, kedua kasus yang menewaskan dua pemuda yang berstatus sebagai tukang jual minyak urut tersebut dalam proses tindak lanjut, pihaknya juga telah memerintahkan anggota untuk melakukan langsung olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dalam olah TKP tersebut beberapa barang bukti (BB) telah diamankan ke Polres Loteng dan akan menjadi bukti nantinya.

Dijelaskan, tewasnya dua pemuda yang merupakan penjual minyak urut tersebut sejauh ini pihaknya belum berani memberikan alamat kedua korban yang tewas dalam insiden dugaan tersebut. "Hal itu dilakukan untuk mengkroscek lebih falid alamat kedua korban jiwa," jelasnya.

Kapolres juga meminta kepada para awak media untuk mengkanter informasi opini yang ditemukan di lapangan agar informasi ke masyarakat tidak simpang siur dan tidak jelas yang membuat masyarakat Loteng resah.

”Saat ini juga kami telah perintahkan semua Polsek untuk tingkatkan patroli malam untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat Loteng,” ungkapnya. sumber: mataramnews.com

Selengkapnya... »»  

Diduga Penculik Anak, Dua Orang Diamankan Warga

Lombok Utara - Diduga akan melakukan penculikan anak, dua orang masing-masing berinisial S dan A diamankan warga Dusun Jugil Desa Sambik Bangkol Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara, pada senin malam sekitar pukul 23.00 wita.

Menurut beberapa saksi mata, malam itu warga yang melakukan ronda melihat sebuah mobil masuk ke dalam kebun dekat perkampungan, yang didalamnya terdapat lima orang penumpang yang menggunakan cadar. Setelah didekati oleh warga, tiba-tiba tiga orang yang menggunakan cadar langsung keluar dan kabur. Sementara dua orang lainnya berhasil diamankan warga.

Ketika warga menanyakan tujuannya, keduanya mengaku  dirinya anak tuan guru dan akan mengukur tanah. Selain alasan yang tidak jelas, kawanan yang menggunakan  mobil berplat Lombok namun ber STNK Jakarta tersebut,  juga tidak bisa berbahasa Sasak.

Karena warga tidak mau main hakim sendiri seperti kejadian dibeberapa tempat di Pulau Lombok, akhirnya S dan A diserahkan ke petugas Polsek Gangga untuk diamankan. Kendati demikian ratusan warga berdatangan sambil membawa parang dan golok. Agar tidak terjadi amuk masa, petugas Polda NTB menjemuput keduanya untuk penyidikan lebih lanjut.  


Selengkapnya... »»  

Selasa, 23 Oktober 2012

SETELAH ISU PENCULIKAN ANAK, WASPADA ISU LAINYA

MATARAM - Hingga saat ini sudah lima korban tewas dalam insiden amuk massa yang terpancing isu penculikan anak di daerah Nusa Tenggara Barat. Kapolda Nusa Tenggara Barat Brigjen Polisi Drs. Mochamad Iriawan, SH, MM, mulai angkat bicara terkait isu menyesatkan yang meresahkan masyarakat tersebut.

Dalam keterangan persnya di Mataram, Kapolda meminta masyarakat waspada terhadap isu lain yang akan terjadi kedepannya di daerah NTB. Pasalnya, setelah isu penculikan anak ini berhasil diredam kemungkinan isu lain untuk membuat daerah ini tidak kondusif yakni isu dukun santet dan isu kristenisasi dengan modus membagi-bagikan uang oleh para pemain. “nanti mereka pura-pura menggunakan mobil dan membagi-bagikan uang. Lalu itu di sebarkan melalui SMS,” ungkap Iriawan.

Kapolda menilai, para aktor dibalik upaya mengacaukan situasi keamanan di daerah NTB telah membaca karakter masyarakat yang di nilai gampang terprovokasi. Menurut irwan gerakan pelaku penebar SMS isu meresahkan itu sangat sistemastis dan terstruktur  “masyarakat harus waspada. Para pelaku juga telah membaca karakter masyarakat di daerah ini,” imbuhnya.

Kapolda juga membantah jika kepercayaan masyarakat NTB terhadap Polisi sudah mulai berkurang. Menurutnya, peristiwa perusakan kantor Polsek Kediri Kabupaten Lombok Barat, Minggu (21/10) sore lalu itu semata-mata bukan karena kepercayaan publik terhadap Polisi telah berkurang, melainkan karena masyarakat ingin mengambil korban yang diduga pelaku penculik anak. Namun karena jumlah ribuan massa yang beringas membuat aparat kepolisian yang berjaga saat itu tidak mampu menghalau amuk massa yang datang dengan emosi.

Akibat insiden itu, satu orang pria yang di anggap anggota sindikat pelaku pencuri anak tewas seketika setelah di amuk massa menggunakan benda tumpul, seperti kayu, besi dan batu. “Sel tahanan tempat korban bersembunyi juga berhasil dibobol dan dihancurkan “ sesal Iriawan.

Kapolda juga mengakui isu sara dengan modus penculikan anak ini sudah mulai merambah ke wilayah pulau Sumbawa. “namun persentasenya kecil dan tidak sebesar peristiwa di Lombok,” ungkapnya.

Kapolda menuturkan, dalam pesan singkat (SMS) yang mengaku pesan langsung dari Kapolres Mataram, disebutkan sejumlah kendaraan yang digunakan para pelaku penculik anak. Diantaranya mobil Avanza plat DH, dua jenis sepeda motor masing-masing juga menggunakan plat DH. “Padahal semua jenis plat yang disebutkan dalam isu sms itu adalah plat dari daerah Kupang NTT,” ujarnya. Didalam SMS meresahkan itu juga disebutkan Kapolda, bahwa para sindikat penculik sedang membutuhkan 400 korban termasuk korban anak-anak. Ciri-ciri korban menurut SMS itu yakni memiliki tato kawat berduri dibagian lengan dan tubuhnnya.

Kapolda mengatakan, pihaknya telah meminta bantuan kepada seluruh operator Provider Celuler di  seluruh NTB untuk mengirim pesan balasan agar masyarakat tidak terprovokasi dengan SMS penculikan anak yang telah beredar. “kita telah membentuk tim untuk mengungkap kasus ini,”ujarnya.

Petugas telah berhasil mengidentifikasi TKP. “Saat ini kita sedang mencari saksi dan bukti . “untuk saat ini belum akan disebutkan dulu untuk menghindari munculnya persoalan baru,” tambahnya. Hingga saat ini belum ada tersangka yang ditetapkan. Para pelaku, menurut Iriawan sejauh ini belum bisa diidentifikasi berasal dari kelompok mana. Namun ia berjanji akan segera membawa pelaku penyebar isu sesat itu kedepan meja persidangan. (Lan) Sumber: http://www.portalentebe.com
Selengkapnya... »»  

Pesan Singkat Menenangkan Warga

Pagi Selasa, 23/10/12, sekitar pukul 08.51 wita, beberapa warga menerima pesan singkat dengan namber KAPOLDA NTB berisi: "Saudaraku, Jangan mudah percaya pada SMS yang tidak jelas sumbernya apalagi menyebarluaskan hal tersebut sama dengan mendukung pelaku kejahatan dalam menimbulkan keresahan". Dan selang beberapa menit masuk kembali pesan kedua yang isinya:"Saudaraku, sayangilah jiwa sesama dengan tidak menghakimi seseorang yang belum jelas kesalahannya akibat dari isu penculikan, sudah banyak korban yang tidak salah". 

Pesan singkat ini masuk setelah korban isu penculikan anak bertambah dari dua orang menjadi lima orang yang terjadi tanggal 22 Oktober kemarin. Kejadian pertama menimpa Suhaimi, 28 tahun. Korban tewas dihakimi massa di wilayah Desa Sukaraja, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.

Selain di wilayah Lombok Timur, kasus serupa terjadi di wilayah Kuta, Lombok Tengah. Korbannya dua orang sekaligus, yakni Dedi, 25 tahun dan Ibeng, 25 tahun. Kedua korban tewas diamuk massa di sekitar Mapolsek Kuta, Kecamatan Pujut sekitar pukul 10.30 Wita. Selain dibunuh, warga juga membakar jasad korban hingga tidak berbentuk. Sepeda motor jenis Yamaha Vega nomor polisi DR 6065 LH yang digunakan korban turut dibakar massa.

Ketiga korban menambah daftar korban tewas akibat isu penculikan menjadi lima orang. Sebelumnya, P Sarjana, 32 tahun tewas diamuk massa di Narmada, dan satu korban tewas di Kediri yang belum diketahui identitasnya.

Selain korban tewas, pada hari yang sama juga berdar isu adanya warga yang diduga sebagai penculik menceburkan diri ke sungai di bawah jembatan Datar, Kediri. Isu ini juga sangat meresahkan karena sejak Minggu malam hingga kemarin siang warga terus memadati sekitar jembatan untuk mencari tahu kebenaran informasi tersebut.

Selain itu, di wilayah kediri juga menyebar isu adanya anak yang menjadi korban penculikan yang ditemukan meninggal. Namun semua isu tersebut dibantah Kapolres Lobar AKBP Sigit Ari Widodo. ‘’Informasi mengenai adanya penculik atau warga yang menyeburkan diri tidak benar,’’ katanya. Pihaknya sejak Minggu malam bersama Tim SAR sudah berupaya melakukan penyisiran di TKP untuk menemukan jasad yang dimaksud namun tidak ada.

Bantahan senada juga disampaikan Kapolsek Kediri AKP Burhanudin. Polisi hingga saat ini belum menemukan bukti jika memang ada warga atau terduga penculik yang sengaja menyeburkan diri ke sungai.  "Tidak ada itu orang terjun atau bunuh diri. Kami juga heran kabar ini siapa yang menghembuskan, " tandasnya.

Apa yang terjadi belakangan ini, membuat masyarakat sadar, bahwa tindakan main hakim sendiri bukan tindakan yang beradab, akan tetapi perbuatan biadab. "Saya prihatin melihat amuk masa belakangan ini, orang yang belum jelas kesalahannya dibakar. Padahal Lombok ini dikenal dengan daerah religius.", kata Muhammad Katur, Kades Sambik Elen Kecamatan Bayan menanggapi isu yang beredar.

Puluhan warga juga menyayangkan tindakan main hakim sendiri bahkan menanyakan, begitu murahkah harga nyawa manusia sehingga dibantai dengan sadis. "Setiap sesuatu apalagi itu hanya berupa isu, perlu disikapi dengan kepala dingin bukan dengan emosi, dan warga menilai tindakan main hakim sendiri itu bukan perbuatan beradab, tetapi biadab", tegas puluhan warga. (klik. www.suarakomunitas.net)














Selengkapnya... »»  

Mengerikan, Isu Penculikan Mulai Makan Korban

Pulau Lombok yang dikenal dengan pulau seribu masjid yang semula aman dan adem ayem dari berbagai isu negative, tiba-tba dikejutkan dengan munculnya isu penculikan anak yang kini sudah mulai makan korban. Dan tidak tanggung-tanggung korbannya pun adalah orang-orang yang sudah diamankan petugas keamanan di sel tahanan.
Isu penculikan anak yang konon akan diambil organ tubuhnya  itu, mulai merebak sejak bulan lalu, namun isu itu tidak begitu dihiraukan oleh mayarakat yang tinggal di pulau Lombok.  Isu itu mulai menjadi bahan pembicaraan, setelah munculnya berita adanya penyerbuan ribuan warga di kantor Mapolsek Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat yang menewaskan salah seorang yang diduga melakukan penculikan.
Tak ayal isu tersebut begitu cepat merebak di pulau Lombok khususnya dan provinsi Nusa tenggara Barat (NTB) secara umum, karena selain sebgai headline beberapa media cetak, juga menjadi berita semua TV swasta secara nasional. Berbarengan dengan kejadian tersebut, tersebar isu menyesatkan melalui pesan singkat yang mengatasnamakan Kapolres Mataram, yang isinya meminta agar warga tetap waspada terhadap penculikan anak. Para penculik disebutkan menggunakan mobil Avanza.
Kendati pesat singkat itu sudah dibantah oleh Kapolres Mataram dan disebut sebagai isu yang menyesatkan, namun tetap saja menyebar di kalangan masyarakat luas. Anehnya sebagian masyarakat ditingkat bawah mempercayai pesan singkat tersebut dan menyebarkan kepada keluarga dan kawan-kawannya.
Kejadian di Kediri pada 21/10  dan pesat singkat tersebut kini menjadi bahan pembicaraan warga. Isu penculikan anak di pulau lombok, membuat warga benar-benar was-was. Masyarakat semakin cepat terpancing jika menemukan orang asing dengan gelagat mencurigakan.
Pada hari yang sama, korbanpun bertambah yaitu seorang pria yang diketahui bernama I Putu Suarjana tewas setelah dihakimi massa di wilayah kota air Narmada. Jenazah korban telah dikembalikan ke pihak keluarga untuk di makamkan.
Sebelum tewas korban dicurigai warga sebagai anggota penculik anak. Namun pihak keluarga membantah hal tersebut. Pasalnya, korban yang berprofesi sebagai sales marketing itu adalah seorang pekerja keras dan sangat perhatian kepada keluarga.
“Kalau untuk pekerjaan seperti itu saya sangat yakin dia tidak begitu. Hubungan korban dengan masyarakat juga terkenal baik,” tutur Gede Made Sarjana, salah satu anggota keluarga korban.
Senin, 22/10,  dua korban kembali jatuh dan cukup mengerikan, yakni cara dibakar masa Ironisnya tewas tak jauh dari Polsek Kute, setelah kedua korban sempat mengamankan diri di Polsek setempat. Kedua korban yakni Dedi dan Ibeng keduanya diketahui sebagai warga Ngali Bima. Massa membakar kedua orang tersebut berikut satu unit sepeda motor karena diduga sebagai pelaku penculikan.
Menurut saksi mata di TKP menyebutkan, sekitar pukul 10.00 Wita, kedua  korban sedang membeli minum di warung Inaq Supi (perempatan Dusun Batu Riti Ds. Kuta) untuk membeli minuman, yang kemudian keduanya didatangi petugas Polsek Kuta karena adanya laporan dari warga sekitar salah satunya a.n Jeri, bahwa kedua orang tersebut diduga pelaku penculikan. "Kedua korban kita kenal dan tidak mungkin sebagai pelaku penculikan,"katanya.
Menurutnya, sepeda motor yang digunakan diamankan di kantor Polsek Kuta untuk diperiksa sekaligus untuk diamankan agar tidak dihakimi massa, karena dikhawatirkan adanya tindakan main hakim sendiri oleh masyarakat sekitar.
Massa yang sudah beringas berkumpul di Kantor Polsek Kuta, dan memaksa agar kedua orang tersebut dikeluarkan. Massa yang sudah emosi kemudian mengambil sepeda motor milik korban dan membakarnya di lapangan sebelah Kantor Polsek Kuta. Massa kemudian melanjutkan pengerusakan kantor Polsek dan berhasil membawa paksa kedua orang tersebut ke lokasi pembakaran sepeda motor yang kemudian turut membakar kedua orang tersebut. "Massa banyak dan tidak bisa di bendung, sambil melempar kantor Polsek,"tegasnya.
Kapolres Lombok Tengah AKBP Budi Karyono, membenarkan adanya dua orang yang di duga sebagai pelaku penculikan di hakimi massa hingga tewas. Sampai saat ini pihaknya masih menyelidiki motif penganiayaan dan menyebarnya isu penculikan ini. "Kami masih mendalami motif penyebaran isu penculikan ini,"katanya.
Akibat isu tersebut, warga terutama ibu-ibu rumah tangga, dihantui rasa was-was melepas anaknya berangkat sekolah. Bahkan ada yang mengaku tidak berani keluar dari desanya, karena hawatir menjadi korban salah sasaran warga yang sudah kadung termakan isu penculikan.
Korban sudah mulai berjatuhan, akibat isu penculikan anak. Apakah ini karena lambannya penanganan isu meresahkan itu oleh berbagai pihak serta lemahnya analisa masyarakat terhadap isu yang berkembang?  Kita tidak perlu lagi saling menyalahkan.
Saatnya kita atasi bersama isu yang berkembang sebelum banyak memakan korban.  Bila tidak mulai dari sekarang menjaga keamanan lingkungan kita, kapan lagi. Negara kita adalah Negara hukum, jika ada orang yang mencurigakan sebaiknya diserahkan ke petugas keamanan terdekat. Waspada!!!
Selengkapnya... »»  

Senin, 22 Oktober 2012

DIDUGA PELAKU PENCULIKAN TEWAS DIBAKAR

LOMBOK TENGAH-Isu penculikan terhadap anak kian meluas, korbanpun berjatuhan. Senin (22/10) dua orang tewas di bakar  massa. Ironisnya tewas tak jauh dari Polsek Kute, setelah kedua korban sempat mengamankan diri di Polsek setempat.

Kedua korban yakni Dedi dan Ibeng keduanya diketahui sebagai warga Ngali Bima. Massa membakar kedua orang tersebut berikut satu unit sepeda motor karena diduga sebagai pelaku penculikan.

Berdasarkan keterangan saksi dari lokasi kejadian a.n Baiq Suryani, yang mengatakan antara lain : Sekitar pukul 10.00 Wita, kedua  korban sedang membeli minum di warung Inaq Supi (perempatan Dusun Batu Riti Ds. Kuta) untuk membeli minuman, yang kemudian keduanya didatangi petugas Polsek Kuta karena adanya laporan dari warga sekitar salah satunya a.n Jeri, bahwa kedua orang tersebut diduga pelaku penculikan. "Kedua korban kita kenal dan tidak mungkin sebagai pelaku penculikan,"katanya.

Menurutnya, sepeda motor yang digunakan diamankan di kantor Polsek Kuta untuk diperiksa sekaligus untuk diamankan agar tidak dihakimi massa, karena dikhawatirkan adanya tindakan main hakim sendiri oleh masyarakat sekitar.

Massa yang sudah beringas berkumpul di Kantor Polsek Kuta, dan memaksa agar kedua orang tersebut dikeluarkan. Massa yang sudah emosi kemudian mengambil sepeda motor milik korban dan membakarnya di lapangan sebelah Kantor Polsek Kuta. Massa kemudian melanjutkan pengerusakan kantor Polsek dan berhasil membawa paksa kedua orang tersebut ke lokasi pembakaran sepeda motor yang kemudian turut membakar kedua orang tersebut. "Massa banyak dan tidak bisa di bendung, sambil melempar kantor Polsek,"tegasnya.

Sementara itu Kapolres Lombok Tengah AKBP Budi Karyono, yang di temui di TKP, membenarkan adanya dua orang yang di duga sebagai pelaku penculikan di hakimi massa hingga tewas. Sampai saat ini pihaknya masih menyelidiki motif penganiayaan dan menyebarnya isu penculikan ini. "Kami masih mendalami motif penyebaran isu penculikan ini,"katanya.

Di katakan Kapolres, pihaknya tetap akan mengantisipasi meluasnya isu tersebut, sebab sejauh ini isu tersebut tidak benar adanya. (ML) sumber: http://www.portalentebe.com
Selengkapnya... »»  

BUTUH PENANGANAN CEPAT,DAMPAK ISU SESAT TAMBAH KORBAN

LOMBOK BARAT_Isu penculikan anak di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, kian meresahkan masyarakat pulau seribu masjid ini. Padahal isu tersebut sudah di pastikan menyesatkan alias tidak benar, mengingat belum ada fakta yang membenarkan isu tersebut Akibatnya jumlah korban jiwa bertambah menjadi dua orang. Satu orang kritis dan dirawat di Rumah Sakit. Sebuah mobil rusak diamuk massa di wilayah dusun Trajon, Kediri Lombok Barat.

Isu sesat yang meresahkan itu membuat masyarakat semakin beringas dan selalu curiga terhadap setiap orang asing yang memiliki gelagat mencurigakan. Data kepolisian menyebutkan, dua orang sempat dikejar massa di wilayah Datar Lombok Barat namun dua orang yang panik tersebut berhasil kabur.

Minggu (21/10) kemarin, kantor Polsek Kediri, Lombok Barat, hancur di amuk massa. Selain itu, satu orang tahanan polsek tewas oleh massa karena dianggap sebagai anggota sindikat penculik anak.

Isu penculikan anak di pulau lombok, membuat warga benar-benar was-was.Masyarakat semakin cepat terpancing jika menemukan orang asing dengan gelagat mencurigakan. “katanya anak yang diculik itu mau dipenggal mungkin. Saya nggak tau pak. Orang-orang bilang begitu”, ungkap pak Har, warga dusun Gersik yang merasa khawatir dengan isu tersebut.

Hingga saat ini, korban tewas amuk massa bertambah menjadi dua orang. satu orang tanpa identitas yang diperkirakan adalah seorang pengemis itu tewas di Mapolsek Kediri minggu (21/10) sore dan kini jenazahnya masih di Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB. Di hari yang sama, seorang pria yang diketahui bernama I Putu Suarjana tewas setelah dihakimi massa di wilayah kota air Narmada. Jenazah korban telah dikembalikan ke pihak keluarga untuk di makamkan.

Sebelum tewas korban dicurigai warga sebagai anggota penculik anak. Namun pihak keluarga membantah hal tersebut. Pasalnya, korban yang berprofesi sebagai sales marketing itu adalah seorang pekerja keras dan sangat perhatian kepada keluarga. “kalau untuk pekerjaan seperti itu saya sangat yakin dia tidak begitu. Hubungan korban dengan masyarakat juga terkenal baik,” tutur Gede Made Sarjana, salah satu anggota keluarga korban kepada Portal Entebe, senin (22/10). Akibat isu menyesatkan itu, kini korban meninggalkan seorang anak yang masih duduk dikelas 3 SD dan seorang istri yang kini tengah mengandung.

Pantauan Portal Entebe senin pagi, sehari pasca insiden pengrusakan dan pembunuhan kantor Polsek Kediri tetap beraktifitas seperti biasa melayani masyarakat. Namun kondisi bangunan Polsek masih menyisakan puing-puing reruntuhan akibat amuk massa. Garis polisi (police line) kini telah dipasang. Bercak darah korban tewas serta sisa-sisa batu untuk menganiaya korban masih terlihat berserakan.

“Kita tetap aktifitas seperti biasa pak. Cuma anggota kita perbanyak untuk tetap berjaga-jaga. Termasuk yang cadangan yang lepas dinas kita pakai. Tahanan kita titipkan sementara di Polres,” ungkap Kapolsek Kediri, AKP Burhanudin. Ia juga menyayangkan tindakan anarkis warga yang merusak kantornya dan menimbulkan korban jiwa. “kita akan ungkap karena ini kan menghilangkan nyawa orang,” tambahnya.

Burhanudin juga menghimbau kepada masyarakat agar jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang belum tentu benar dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang bisa merugikan orang lain.

Kini siapa yang patut disalahkan. Dua korban tewas dan satu kantor Polsek dirusak akibat masyarakat terpancing isu penculikan anak. Lambannya penanganan isu meresahkan itu oleh berbagai pihak serta lemahnya analisa masyarakat terhadap isu yang berkembang juga dinilai menjadi salah satu pemicu terjadinya insiden berdarah tersebut. (Lan). sumber: http://www.portalentebe.com
Selengkapnya... »»  

ATAS NAMA ISU, KEKERASAN KIAN MELUAS

MATARAM-Kekerasan mengatasnamakan isu 'penculikan anak' kembali menelan korban. Selain menghakimi korban, warga semakin bertindak brutal dengan membakar korban tanpa pembuktian tuduhan terlebih dahulu.

Pasca menghakimi korban, diduga pelaku penculikan anak di kediri, kekerasan serupa kembali terjadi di Lombok Tengah. Dua orang tak dikenal dibakar hidup-hidup oleh massa yang beringas. Sepeda motor yang dikendarai korban juga dibakar.

Di perbatasan Lombok Tengah, pengguna kendaraan sewa juga dihadang kelompok massa. Meski tiga awak kendaraan ini berhasil meloloskan diri, namun seorang warga tewas di amuk massa. Tak puas dengan itu, kendaraan korban juga ludes dibakar massa.

Dampak lain dari rangkaian peristiwa kekerasan mengatasnamakan isu ini berdampak pada ketakutan kelompok masyarakat lain. Banyak warga yang akhirnya pikir-pikir keluar rumah. Dampak positifnya, masyarakat menjadi lebih waspada dengan tetap menjaga lingkungan masing-masing lebih aman.

Kepala Kesatuan dan kebangsaan politik dalam negeri (Kesbangpoldagri) NTB, Nasibun, mengingatkan masyarakat tetap tenang dan tidak bertindak sendiri mengatasnamakan orang banyak. Jika menemukan seseorang mencurigai, sebaiknya diserahkan ke pihak berwajib.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda NTB) meningkatkan kewaspadaan, menjaga NTB tetap aman. Polda NTB juga sudah menambah kekuatan personil di polsek-polsek untuk meningkatkan pengamanan wilayah. (mik) sumber: http://www.portalentebe.com
Selengkapnya... »»  

Masya Allah, Isu Penculikan Anak Resahkan Warga

 Isu penculikan anak yang diberitakan media masa dan melalui pean singkat belakangan ini cukup membuat warga Pulau Lombok resah. Pasalnya setelah kejadian pengroyokan ribuan warga di sektor Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, minggu sore,  21/10 hingga menewaskan yang disinyalir pelaku penculikan.

Seperti diberitakan beberapa media baik nasional maupun lokal menyebutkan, peristiwa tragis yang menelan korban itu berawal sesaat setelah warga Desa Gersik, Kediri, menangkap seorang pria dengan gelagat mencurigakan. "Pas anak saya teriak langsung saya bangun. Terus orang itu lari dan dikejar sama warga", tutur Jalal, warga Desa Gersik yang menjadi saksi awal penangkapan orang misterius tersebut.

Sementara itu, Hj. Martini, seorang ibu rumah tangga warga Dusun Gersik, mengaku curiga dengan kedatangan pria asing yang berpura-pura menjadi pengemis disalah satu rumah warga. "Matanya lirik sana sini melihat anak saya”, katanya.
 Mendengar kabar itu wargapun emosi, dan langsung mendatangi kantor Polsek Kediri dan langsung menyerbu hingga menewaskan orang misterius tersebut.

Sementara pada hari yang sama di Dusun Dasan Baru, Desa Murbaya, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah juga di hebohkan oleh munculnya beberapa orang tak dikenal dengan menggunakan penutup kepala dan helm tertutup.

Dua orang diketahui menggunakan sepeda motor dan Seorang lagi menggunakan mobil jenis Avanza. Sayangnya tak seorangpun menaruh curiga dengan keberadaan mobil asing dan dua orang ber-helm terutup yang sejak sore nongkrong di sebuah area yang agak sepi di ujung barat kampung dasan Baru dengan menggunakan bahasa Madura. 

Sebelum warga curiga, beberapa orang asing yang menggunakan mengenakan peci putih, baju koko dan sarung serta membawa sebuah karung beras sempat meminta minta kepada warga dengan alasan untuk sebuah bangunan pondok pesantren.

Dan Sekitar pukul 08.00 PM, pengendara sepeda motor kembali memasuki area kampung dan tiba tiba salah seorang dari mereka menyambar tangan seorang anak warga Dusun Dasan Baru yang kebetulan lewat di dekatnya dan hendak membawanya pergi.

Untungnya anak tersebut menangis dan berteriak histeris sehingga warga sekitar berhamburan mengejar pelaku. Namun gelapnya lokasi akibat kurangnya lampu penerangan disekitar kampung membuat proses pengejaran terhenti, dan yang diduga pelaku lolos dari kejaran warga.

Kejadian yang sama juga terjadi di Desa Suntalangu Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. Menurut Eros, reporter Primadona FM yang tinggal tidak jauh dari tempat kejadian mengatakan, orang misterius tersebut berpura-pura mendatangi warga meminta sumbangan dengan membawa photo copy surat. “Tapi setelah diperiksa ternyata surat tersebut tidak jelas”, kata Eros.

Kejadiannya pada sore minggu kemarin, dimana pelaku masuk ke rumah salah seorang warga, dan tiba-tiba seorang anak kecil berteriak maling, sehingga warga berhamburan keluar. Karuan saja kedua orang itu tidak bisa lari dari kepungan ratusan warga dan langsung digiring ke Sektor Kecamatan Suela untuk diamankan. Karena khawatir akan terjadi amukan warga, kemudian oleh pihak Polsek Suela mengamnakan keduanya di Mapolres Lombok Timur.

Dampak dari kejadian tersebut, kadang-kadang warga  Lombok yang kebetulan lewat di satu kampung  dan tidak dikenal juga dicurigai sebagai penculik. Seperti kejadian di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat pada hari yang sama.

Musibah ini menimpa Alek (30) alias Dahlan, Warga Kramat Daye, Narmada Lobar. Ia menjadi korban kesalah fahaman, karena diduga sebagai pelaku penculikan ketika sedang melintas disekitar Dasan Tereng Narmada dengan menggunakan sebuah mobil yang didalamnya terdapat empat orang anak. Namun beruntung, aksi massa tersebut cepat ditangani polisi dengan mengamankan korban ke Polsek Narmada.

Warga yang mengetahui korban dibawa menuju Polsek, langsung berduyun-duyun mendatangi Polsek yang hendak menghakimi korban. Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa ternyata empat orang anak yang satu mobil dengan korban itu tidak lain merupakan keponakannya sendiri.

Sebelumnya, saat warga menghadang mobil yang dikemudikan oleh korban setelah sebelumnya mendapatkan mobil tersebut merupakan mobil penculik yang membawa anak-anak korban penculikan.

Sementara itu, Kadus Kramat Daye, Amirudin menjelaskan bahwa saat itu Alex menjemput keempat keponakannya yang akan diantarkan ke Murniati, yang tidak lain adalah ibu dari anak-anak tersebut di Sedau. Namun saat itu, mobil yang dikemudikan Alex dicegat warga saat dalam perjalanan ke Sedau. 

Kapolda NTB, melalui Kabid Humas AKBP Sukarman Husein, kepada wartawan diruang kerjanya minggu (21/10) malam mengatakan, Isu penculikan anak yang marak beredar ditengah masyarakat lombok nusa tenggara barat, baik dari mulut kemulut maupun lewat sms dipastikan tidak benar alias menyesatkan. Pasalnya, sejauh ini aparat kepolisian belum mendapat laporan dan fakta-fakta terkait kebenaran isu menyesatkan tersebut. Diduga ada oknum yang dengan sengaja menyebarkan isu sesat tersebut agar daerah NTB tidak kondusif.

Sukarman juga menyayangkan sikap massa yang terkesan anarkis di mapolsek Kediri, Lombok Barat, minggu sore itu  Bahkan jatuhnya korban jiwa di Kantor Polisi mengindikasikan bahwa masyarakat belum sepenuhnya memahami hukum di negeri ini.

Selain itu, para orang tua di beberapa sekolah sudah mulai antri mengantar dan menunggu pulang anak-anak mereka. Dan saatnyalah petugas memberikan rasa aman bagi warganya dan hentkan main hakim sendiri. Jangan sampai karena hanya curiga orang yang tak bersalah jadi korban. Ingat, jangan setelah ada korban baru  turun tangan. Mari kita bantu tugas polisi untuk mengamankan kampung kita. (ari/dari berbagai sumber)
Selengkapnya... »»  

Jelang Idul Adha Harga Sembako Masih Stabil

Lombok Utara, - Kepala Bidang Perdagangan Disprindagkop Kabupaten Llombok Utara (KLU), I. Komang Karta, 22/10 mengatakan, menjelang datangnya Idul Adha 1433 H, harga bahan makanan pokok masih stabil.

Yang potensial mengalami kenaikan, menurut I Komang Karta adalah beras. Namun dari hasil pantauannya di beberapa pasar seperti daging harganya masih dikisaran Rp. 72 hingga 75 ribu perkilo. Dan untuk gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, telur dan minyak tanah belum mengalami perubahan harga.

“Untuk harga daging pada moment idul ahda, dari tahun ke tahun memang ada peningkatan meski, meski tidak terlalu signifikan. Kalau untuk permintaan daging di pasaran, pada dasarnya tidak setinggi saat lebaran idul fitri,” katanya lagi.

Untuk memastikan harga sembako saat lebaran nanti, komang mengaku pihkanya telah menyusun rencana sidak kembali di sejumlah pasar, seperti di pasar tanjung, pemenang dan gangga. Bahkan untuk mengantisipasi lonjakan harga, terutama beras, pihaknya akan menggelar pasar murah di sejumlah kecamatan.


Selengkapnya... »»  

Karena Curiga, Dua Orang Tak dikenal Digiring ke Mapolsek Suela

Lombok Timur - Merebaknya isu penculikan anak belakangan ini membuat warga resah. Akibatnya setiap orang yang dilihat asing sellalu dicurigai, bahkan langsung digiring ke Mapolsek terdekat.

Inilah yang terjadi di Dusun Batu Basong Desa suntalangu Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur, minggu sore 21/10/12. Dua orang asing yang dibawa ke Polsek Suela semula hendak melakukan penggalangan dana. Namun salah seorang diantara warga curiga setelah melihat surat yang ditunjukkan tidak jelas.

"Karena surat yang katanya ijin penggalangan dana tidak jelas,malah setelah diperiksa ternyata copian surat tanah sehingga warga menggiring keduanya ke Mapolsek Suela, agar tidak diamuk masa", kata Amaq Hirwan, warga setempat.

Kejadian tersebut cukup cepat menyebar ke masyarakat, karena dalam hitungan menit ratusan warga mendatangi Mapolsek Suela. Untung petugas Polsek Suela mengambil tindakan cepat untuk mengamankan kedua orang yang dicurigai pencullik anak tersebut ke Mapolres Lombok Timur, sehingga tindakan main hakim sendiri tidak terjadi.

"Keduanya masih beruntung tidak diamuk masa, karena petugas langsung llangsung mengamankan di Mapolres Lombok Timur", kata Eros yang  menyaksikan kerumunan masa di Mapolsek Suela.


Selengkapnya... »»  

Diduga Penculik, Bawa Keponakan Paman Jadi Babak Belur

Lobar, MATARAMnews - Seorang warga yang diduga sebagai penculik anak menjadi sasaran amuk massa, Minggu sore (21/10/2012). Musibah ini menimpa Alek (30) alias Dahlan, Warga Kramat Daye, Narmada Lobar. Ia menjadi korban kesalah fahaman, karena diduga sebagai pelaku penculikan ketika sedang melintas disekitar Dasan Tereng Narmada dengan menggunakan sebuah mobil yang didalamnya terdapat empat orang anak. Namun beruntung, aksi massa tersebut cepat ditangani polisi dengan mengamankan korban ke Polsek Narmada.

Warga yang mengetahui korban dibawa menuju Polsek, langsung berduyun-duyun mendatangi Polsek yang hendak menghakimi korban. Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa ternyata empat orang anak yang satu mobil dengan korban itu tidak lain merupakan keponakannya sendiri.

Sebelumnya, saat warga menghadang mobil yang dikemudikan oleh korban setelah sebelumnya mendapatkan mobil tersebut merupakan mobil penculik yang membawa anak-anak korban penculikan.

Sementara itu, Kadus Kramat Daye, Amirudin menjelaskan bahwa saat itu Alex menjemput keempat keponakannya yang akan diantarkan ke Murniati, yang tidak lain adalah ibu dari anak-anak tersebut di Sedau. Namun saat itu, mobil yang dikemudikan Alex dicegat warga saat dalam perjalanan ke Sedau.

"Saya sudah kasi tau warga bahwa korban bukan penculik, karena itu keponakannya sendiri, namun tidak didengar," kata Amirudin ketika ditemui di Polsek Narmada.

Sedangkan Kasubag Humas Polres Mataram menjelaskan bahwa kejadian tersebut merupakan kejadian karena ada kesalahfahaman. Karena itu, ia meminta agar warga jangan cepat terpengaruh dan terprovokasi isu-isu yang tidak jelas. Sumber: www.mataramnews.com

Selengkapnya... »»  

Seorang Diduga Pelaku Penculikan Anak Dihakimi Warga Hingga Tewas di Kediri

Lobar, MATARAMnews - Isu penculikan anak yang beredar melalui pesan singkat (SMS) telah meresahkan masyarakat. Bahkan SMS tersebut oleh masyarakat seperti di daerah Lombok Tengah (Loteng) dilanjutkan dengan diumumkannya melalui pengeras suara di setiap Masjid, guna memberitahukan warga agar semua orangtua untuk menjaga anak-anaknya.

Akibatnya, di desa Kediri Kecamatan Kediri Lombok Barat, ribuan warga menghakimi salah seorang yang diduga sebagai pelaku penculikan anak hingga tewas. Bahkan pelaku tersebut sempat di bawa ke Polsek Kediri, Minggu sore (21/10/2012).

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, ribuan massa yang menghakimi pelaku hingga tewas di depan Polsek Kediri mengakibatkan beberapa bagian kantor Polsek Kediri rusak parah. Sedangkan, menurut warga menduga pelakunya sebanyak tiga orang, namun yang dihakimi oleh warga satu orang hingga tewas, dan dua orang lainnya berhasil kabur.

"Tiga orang yang diduga pelaku ditemukan sedang membawa dua orang anak sedang menangis, satu orangnya berhasil dihakimi masa, dua orangnya lagi kabur, sampai saat ini masih dikejar warga,"jelas beberapa warga ditempat kejadian.

Sementara, selang beberapa jam kemudian sekitar pukul 18.30 Wita di jembatan Kediri perbatasan desa bengekel terlihat warga sedang melakukan pemengejaran terhadap pelaku lainnya yang diduga sebagai pelaku penculikan. Dari informasi warga, diduga pelaku tersebut kabur dengan menelusuri sungai.

Sedangkan akibat kejadian itu, jalan provinsi dari Kediri hingga Bengkel macet total, hingga beberapa anggota polisi diterjunkan guna mengamankan lalu lintas jalan tersebut.

Sementara itu, dari pantauan media ini hingga pukul 20.00 Wita, mulai dari Mapolsek Cakranegara, Polsek Narmada, Polsek Kediri hingga Polsek Pringgarata nampak siaga menyiapkan anggotanya guna mengamankan kejadian tersebut. Sumber: www.mataramnews.com
Selengkapnya... »»  

Kasus Penculikan Anak Hebohkan Warga Dusun Dasan Baru

Lombok Tengah - Bila sebelumnya kita membaca berita yang menegaskan bahwa kasus penculikan anak yang akhir akhir ini merebak di Lombok cuma isu yang menyesatkan, kali ini justru seorang blogger bercerita tentang peristiwa percobaan penculikan anak yang benar benar terjadi. 

Isu tentang maraknya kasus penculikan anak di daerah Lombok tengah memang sudah merebak sejak beberapa minggu yang lalu. Namun simpang siurnya atau terlalu banyaknya versi cerita yang beredar membuat sebagian orang menjadi kurang percaya dan bahkan mengabaikan berita tersebut. 

Namun beberapa menit yang lalu, Masyarakat Dusun Dasan Baru, Desa Murbaya, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah di hebohkan oleh munculnya beberapa orang tak dikenal dengan menggunakan penutup kepala dan helm tertutup yang sudah berada di kampung tersebut sejak sore tadi. 

Dua orang diketahui menggunakan sepeda motor dan Seorang lagi menggunakan mobil jenis Avanza. Sayangnya tak seorangpun menaruh curiga dengan keberadaan mobil asing dan dua orang ber-helm terutup tersebut yang sejak sore nongkrong di sebuah area yang agak sepi di ujung barat kampung dasan baru. 

Selain orang orang tersebut, pada siang harinya di dusun itu ada beberapa orang asing menggunakan bahasa Madura datang kerumah rumah penduduk untuk meminta sumbangan yang menurut orang tersebut di peruntukkan bagi sebuah Ponpes di Madura. Karena penampilan orang tersebut yang mengenakan peci putih, baju koko dan sarung serta membawa sebuah karung beras maka tak seorangpun warga yang menaruh curiga. Hanya saja, sangatlah jarang ada orang dari luar pulau yang datang meminta minta apalagi sampai ke pelosok kampung. 

Apakah orang tersebut ada kaitannya dengan pelaku? Hal ini masih menjadi teka teki. Sekitar pukul 08.00 PM, pengendara sepeda motor memasuki area kampong dan tiba tiba salah seorang dari mereka menyambar tangan seorang anak warga Dusun Dasan Baru yang kebetulan lewat di dekatnya dan hendak membawanya pergi. 

Untungnya anak tersebut menangis dan berteriak histeris sehingga warga sekitar berhamburan mengejar pelaku. Meskipun upaya penculikan gagal, tetapi kejadian tersebut sontak membuat seisi kampong menjadi heboh. Suasana Dusun Dasan Baru menjadi sangat mencengangkan karena hampir seluruh warga dasan baru dan beberapa dusun tetangga serta aparat polisi turut mengejar pelaku yang lari menuju arah kuburan umum yang ada di kampung tersebut sedangkan si pengguna motor dan mobil telah terlebih dahulu kabur. 

Sayangnya warga hanya konsentrasi mengejar pelaku yang berlari kea rah kuburan saja tanpa menghiraukan Pelaku lainnya yang menggunakan kendaraan. Gelapnya lokasi akibat kurangnya lampu penerangan disekitar kampung membuat proses pengejaran menjadi sangat sulit terlebih lagi pelaku melarikan diri kearah perkebunan yang sangat gelap. 

Hingga saat ini, pelaku tak diketahui keberadaannya. Hingga saat ini, masyarakat Dusun Dasan Baru di bantu oleh warga dusun tetangga dan aparat kepolisian masih melakukan pengejaran. Kejadian ini hendaknya menjadi pelajaran bagi para ibu yang memiliki anak kecil agar lebih berhati hati menjaga anak dan lebih sigap jika melihat orang asing berkeliaran.
Akan tetapi walaupun begitu berita ini menurut saya juga masih perlu klarifikasi lebih lanjut, kita baca aja dlu yuk... Sumber: http://kampungmediasopoqangen.blogspot.com
Selengkapnya... »»  

Minggu, 21 Oktober 2012

ISU PENCULIKAN ANAK DI LOMBOK MENYESATKAN

MATARAM-Isu penculikan anak yang marak beredar ditengah masyarakat lombok nusa tenggara barat, baik dari mulut kemulut maupun lewat sms dipastikan tidak benar alias menyesatkan. Pasalnya, sejauh ini aparat kepolisian belum mendapat laporan dan fakta-fakta terkait kebenaran isu menyesatkan tersebut. Diduga ada oknum yang dengan sengaja menyebarkan isu sesat tersebut agar daerah NTB tidak kondusif.

Demikian ditegaskan Kapolda NTB, melalui Kabid Humas AKBP Sukarman Husein, kepada wartawan diruang kerjanya minggu (21/10) malam. Sukarman juga menyayangkan sikap massa yang terkesan anarkis di mapolsek Kediri, Lombok Barat, minggu sore itu  Bahkan jatuhnya korban jiwa di Kantor Polisi mengindikasikan bahwa masyarakat belum sepenuhnya memahami hukum di negeri ini.

"Kami prihatin tentang peristiwa pengrusakan kantor Polsek Kediri dan pembunuhan itu. Kami berharap masyarakat bisa lebih menahan diri dan jangan mudah terpancing isu menyesatkan tersebut", tegasnya. Sukarman juga menghimbau masyarakat agar bisa lebih cermat melihat isu yang berkembang dan menyerahkan kepercayaan penanganannya kepada aparat hukum.

"Kami dari pihak kepolisian akan menurunkan tim untuk melakukan investigasi terkait kebenaran isu itu. Kami juga akan menegakkan hukum bagi siapa saja yang telah melanggar", tandas Sukarman. Dia juga berjanji akan segera melakukan penyelidikan untuk mencari tahu motif apa yang digunakan pelaku sehingga menyebar isu yang meresahkan masyarakat. "Sms yang mengatasnamakan kapolres itu juga tidak benar. Jadi masyarakat jangan terlalu cepat terpancing", himbaunya.

Seperti informasi sebelumnya, kantor mapolsek Kediri Lombok Barat diserbu ribuan massa, Minggu (21/10) sore. Menyusul ditangkapnya seorang pria misterius yang dicurigai sebagai anggota sindikat penculikan anak yang beberapa pekan terakhir menjadi isu hangat di tengah masyarakat Lombok. Pria misterius tersebut tewas seketika setelah dihakimi massa yang beringas. Selain itu kantor mapolsek Kediri juga diluluhlantakkan massa yang emosi. Hal ini disayangkan terjadi mengingat isu penculikan anak di pulau seribu masjid ini sejauh ini belum bisa dibuktikan kebenarannya. (Lan) Sumber: http://www.portalentebe.com

Selengkapnya... »»  

BUNTUT ISU PENCULIKAN ANAK,POLSEK KEDIRI DISERBU,SATU TEWAS

LOMBOK BARAT-Ribuan massa menyerbu Polsek Kediri, Kabupaten Lombok Barat NTB, Minggu (21/10) sore. Menyusul tertangkapnya seorang pria yang dicurigai sebagai salah satu anggota sindikat penculikan anak yang beberapa minggu terakhir menjadi isu hangat diperbincangkan masyarakat. Akibatnya, Polsek Kediri hancur. Seorang pria misterius yang dituduh anggota sindikat pencuri anak juga tewas setelah dihakimi massa yang beringas di Kantor Polisi.

Peristiwa tragis yang menelan korban itu berawal sesaat setelah warga Desa Gersik, Kediri, menangkap seorang pria dengan gelagat mencurigakan. "Pas anak saya teriak langsung saya bangun. Terus orang itu lari dan dikejar sama warga", tutur Jalal, warga Desa Gersik yang menjadi saksi awal penangkapan orang misterius tersebut.

Sementara itu, Hj. Martini, seorang ibu rumah tangga warga Dusun Gersik, mengaku curiga dengan kedatangan pria asing yang berpura-pura menjadi pengemis disalah satu rumah warga. "Matanya lirik sana sini. Terus dia bawa karung dan terus dia liat anak saya. Kalo memang dia pengemis kan biasanya pengemis itu ucap salam dulu tapi ini diam aja terus langsung masuk dan duduk dirumah orang", ungkapnya berapi-api. Ia juga mengaku khawatir dengan isu penculikan anak yang marak beredar ditengah masyarakat. "Iya kan banyak isu-isu saya dengar dari orang-orang. Anaknya dimasukin kedalam karung", lanjutnya.

Pria misterius itu lalu dibawa ke Polsek Kediri. Mengetahui hal itu, sekelompok warga yang merasa keberatan dengan diserahkannya orang yang dicurigai anggota penculik anak itu langsung mendatangi Kantor Polisi. Namun ternyata, kedatangan ratusan warga yang emosi itu berhasil memancing ribuan warga lainnya untuk datang ke Polsek.

Entah darimana awalnya, tiba-tiba emosi warga tidak bisa terbendung. Terlebih saat sejumlah anggota Polisi berusaha menghalangi warga yang ingin mengeluarkan korban dari dalam sel untuk dihakimi beramai-ramai. Batu melayang, atap Polsek hancur, kaca jendela pecah dilempar batu dan kayu. Beberapa kali hampir terjadi baku hantam antara warga yang emosi dengan warga lain yang berusaha meredam.

Sementara itu dari belakang bangunan sel, warga terus berusaha menemukan seorang pria yang dicurigai penculik anak yang saat itu diamankan didalam sel. Warga merusak tembok dan atap bangunan Polsek. Selain itu sejumlah warga dengan membawa batu dan kayu langsung melompat kedalam sel. Sontak, korban yang saat itu terjebak tewas ditangan massa yang beringas.

Anehnya, meski korban sudah tewas namun massa yang emosi terus menghempas tubuh dan kepala korban menggunakan kayu dan batu. Mayat korban yang kondisinya sudah hancur bersimbah darah itu kemudian diikat dengan tali dan diseret ketengah jalan raya. Karena kalah jumlah, Polisi tidak berdaya menghadapi ribuan warga yang beringas.

Kapolsek Kediri, AKP Burhanudin, menyesalkan tindakan massa yang main hakim sendiri. Padahal pihaknya baru saja mengamankan korban dan belum sempat diperiksa. "Kita kan belum apa-apakan korban itu tiba-tiba datang massa dan orang itu tewas", sesalnya. 

Kapolsek juga mengaku belum mendengar tentang adanya isu penculikan anak yang saat ini tengah menghangat ditengah masyarakat. "Saya belum pernah sampai sekarang mendengar isu itu pak. Sejauh ini belum ada fakta-fakta tentang itu", tandasnya. (Lan)Sumber: http://www.portalentebe.com

Selengkapnya... »»  

Proyek Infrastruktur Tahun 2012 Diperkirakan Kwalitasnya Buruk

Lombok Utara, Suara Komunitas- Sejumlah pihak dan lembaga masyarakat memperkirakan kawalitas infrastruktur Kabupaten Lombok Utara tahun anggaran 2012 akan jauh lebih buruk dibandingkan dengan tahun lalu. Penilaian ini terjadi dikarenakan hingga pertengah akhir tahun sebagain besar proyek belum dikerjakan termasuk infrastruktur jalan.

Penilaian tersebut di lontarkan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Nusantara Parliament Watch Kabupaten Lombok Utara, Bagiarti, SH Surakomunitas, Sabtu (20/10) kemarin. Menurutnya, penilain itu sangat wajar dan beralasan mengingat hingga bulan Oktober 2012 sebagian proyek fisik belum dikerjakan. “Kita khawatir kwalitasnya akan buruk, belum lagi musim hujan dan pekerjaan akan ternganggu termasuk pekerjaan cendrung dikebut oleh pihak kontraktor untuk mencapai target.

Dikatakanya, burukya kwalitas infrastruktur di KLU disebabkan karena beberapa faktor, seperti, lemahnya partispasi pengawasan dari masyarakat termasuk dari dinas terkait. “Kondisi ini kita lihat dari proyek infrastruktur tahun lalu yang rata-rata kwalitasnya kurang baik. Umur jalan misalnya hanya 4 hingga 6 bulan sudah rusak,”sebutnya. 

Selain lemahnya fungsi pengawasan, ada juga oknum yang bermain dengan proyek, caranya terlalu banyak mengambil keuntungan atau fee sehingga kwalitas dan kwantitas proyek cendrung dikurangi. “Banyak oknum yang meminta fee atau menjual proyek ke pihak tertentu untuk mencari keuntungan pribadi, “sindirnya.

Sekretaris Dinas PU Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Utara, Agus Tisno,S.Sos dikonfirmasi terkait hal ini membatah kwalitas proyek tahun 2012 akan buruk, karena menurut dia waktunya masih panjang dan sudah diperhitungkan.”Tiga bulan pengerjaan sudah pasti dapat rampung, termasuk kita akan tingkatkan pengawasan dilapangan, “ungkapnya.

Memang yang kita khawatirkan jika musim hujan datang, yang rentan kwalitasnya buruk adalah inftrastruktur jalan jenis Lapen, sedangkan jenis Hotmix tidak menjadi persoalan meski musim hujan, “tambahnya seraya mengatakan semua proses sudah di selesaikan tinggal pengerjaan saja. (dam)

Selengkapnya... »»  

Material Numpuk, Pelabuhan Gili Trawangan Kumuh

Lombok Utara, Suara Komunitas- Gili Trawangan sebagai salah satu daerah pariwisata andalan di Nusa Tenggara Barat tampaknya harus berbenah diri dari persoalan kebersihan dan sanitasi. Lihat saja pelabuhan Gili Trawangan sebagai pintu masuk kawasan pariwisata yang kali pertama di lihat para wisatawan asing dan domestik yang kini dipenuhi dengan tumpukan material bangunan yang setiap harinya bertambah. Ujungnya pemadangan mata pun tak sedap jika melihat tumpukan kerikil, batu, kayu dan berbagai bahan bangunan lainnya.

Sepintas pelabuhan tersebut yang seyogyanya harus ditata rapi dan apik, kini seakan sudah beralih fungsi sebagai gudang penyimpanan atau tempat khusus untuk bahan bagunan dan peralatan material lainnya. 

Cristin, salah satu wisatawan asing asal Australia kepada wartawan Sabtu (20/10) kemarin mengaku sangat terganggu dan tidak nyaman dengan pemandangan di sekitar pelabuhan Gili Trawangan. “ Gili Trawangan is beautiful beach, but verry dirty and many rubbish (gili Trawangan memiliki pantai yang indah tetapi di sekitar pelabuah dipenuhi sampah dan kotor-red), “ungkap Cristin dengan logat barat.

Sedangkan Ary, salah satu wisatawan asal Jakarta mengatakan, jika pihak pemerintah setempat membuat aturan tegas bagi pemilik material untuk di angkut dan dibereskan dalam waktu yang sudah ditetapkan, tentu sekitar pelabuhan tidak akan terkesan kumuh dan semerawut karena tumpukan bahan bangunan dan lainnya, “tutur Ary menyarankan.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Komunikasi Informatika (Dishubparkominfo) Kabupaten Lombok Utara melalui Kepala Bidang (Kabid) Pariwsiata, Abdul Azis Abubakar menyatakan, pihaknya sedang melakukan sosisialisasi dan pendekatan kepada hotel dan pemilik material yang numpuk di kwasan pelabuhan gili Trawangan, kemudian akan ditindak lanjuti dengan surat resmi. Tetapi jika tidak di indahkan maka dinas akan melakukan tindak tegas dan penertiban, “singkatnya. (dam)

Selengkapnya... »»  

Minim Pemahaman Masyarakat Tentang Program PNPM

Lombok Utara, Suara Komunitas- Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang dihajatkan pemerintah agar masyarakat lebih mandiri ternyata masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami makna dari program tersebut, bahkan sebagaian masyarakat masih memaknai Program PNPM adalah Proyek yang sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah.

Faktadilapangan, banyak masyarakat yang belum paham betul dengan makna program PNPM, dimana seyogyanya masyarakat juga di tuntut untuk berperan aktif, mandiri dan berswadaya. Kondisi tersebut mengemuka pada setiap kegiatan program pembangunan PNPM ditingkat dusun, dimana dalam program pembangunan itu selalu dimaknai dengan proyek yang berorientasi pada uang.

“Baru dilihat ada material PNPM dirumah dikirakan kita dapat duit,”ungkap Kepala Dusun Orong Klas Desa Sokong Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara, I Wayan Dana ditemui Suarakomunitas belum lama ini.

Hal senada juga dikatakan Fasilitator Desa (FD) PNPM Desa Sokong, Sumianto, selain masih minimnya pemahaman masyarakat tetang maksud, tujuan serta hajat pemerintah dengan adanya program PNPM, masyarakat juga masih lemah dalam keterlibatan pengawasan. Lemahnya fungsi pengawasan dari masyarakat juga di akibatkan karena masyarakat belum paham sepenuhya dengan program PNPM sehingga di perlukan pendekatan dan pembelajaran dengan melibatkan secara utuh masyarakat itu sendiri. 

”Apa pun alasanya, pendekatan dengan meilbatkan semua pihak ditingkat bawah atau grass root harus dilakukan dengan sungguh-sungguh sehingga semua program yang ditelurkan pemerintah dapat terlaksana dengan baik sehingga tepatan sasaran atau menyentuh langsung dengan kebutuhan masyarakat,”timpalnya. (dam)
Selengkapnya... »»