Sabtu, 17 Desember 2011

Sejarah Singkat Berdirinya Maraqitta'limat Buol, Toli-toli


Buol, Toli-toli. Mengingat akan pentingnya penddidikan agama  bagi  warga transmigrasi  khususnya saat itu dan  umumnya  ummat islam yang berada dilokasi transmigrasi, maka muncullah sebuah gerakan yang  diseponsori  oleh tokoh tokoh Agama dan tokoh masyarakat dari semua elemen  untuk mendirikan sebuah institusi keagamaan  berupa pondok pesantren. Sehingga atas dasar musyawarah tersebut  pada tanggal 1 Juli 1993  didirikan sebuah musholla dengan ukuran  9x8 metrer persegi. Oleh sekelompok masyarakat transmigran asal  Tembeng putik (Lombok timur)  bangunan tersebut digunakan sebagai tempat mendidik anak-anak mengaji dan membaca kitab-kitab klasik rendahan  seperti matan jurumiyah hadis arba’in  dan daqo’ikul khobar. Sejalan dengan lajunya pembangunan maka setahun kemudian dibangun lagi sebuah bangunan  dengan ukuran 9x6 m2 prsegi sebagai tempat  anak anak menginap.

Waktu demi waktu terus bergulir mengiringi lajunya perkembangan di segala aspek kehidupan sosial. Tetapi keberadaan pondok pesantren  Maraqitta’limat yang dikelola dengan keterbatasan menejemen sumber daya manusianya terus terpuruk. Sehingga menghampiri kemacetan proses belajar mengajar.

Melihat kondisi selama beberapa tahun belum banyak perkembangannya maka muncullah pemikir pemikir baru dari kalangan masyarakat seperti  Anwar ari (Azizul anwar) Amaq Syukran, Ma’mun Rohiman  untuk memotifasi Ust. Nazam  agar melakukan berbagai upaya dalam rangka memenej  semua asset masyarakat  yang dalam hal ini pondok pesantren maraqitta’limat.

Dalam interval waktu yang tidak terlalu lama berbagai  cobaan dan rintangan selalu membututi  ust. Nazam dalam  mengupayakan pondok pesantren ini  agar dapat berdiri sama dengan  pondok pesantren lain di wilayahnya. Alhamdulillah tepatnya pada tanggal 18 April  2007  pondok pesantren ini mendapat piagam  dari Kantor  Departemen  Agama Kabupaten Buol dengan  Nomor : Kd.22.06/4/Kp.08.8/197/2007 Dengan No.Statistik. 51.2.72.06.08.005. Piagam tersebut ditandatangangi oleh Kandepag  Buol  Bapak  SOFYAN AB.TIMUMUN, Sag. dan pada tahun yang sama.
   
Peletakan  batu pertama pembangunan  gedung asrama  santri dilakukan oleh  Bupati Buol  yang pada waktu itu  Bapak  Drs.Abdul Karim Hanggi dan wakil beliau  Bapak Ali Naok,Ba. Sambil beliau menyerahkan sejumlah buku  sebagai langkah awal  pengembangan perpustakaan pondok pesantren. Dengan terbitnya  piagam dimaksud menandakan bahwa keberadaan pondok pesantren maraqitta’limat  telah memenuhi syarat untuyk menyelenggarakan  program pendidikan terutama  program wajib belajar sembilan tahun. Yang berarti  berhak juga mendapatkan  dana operasional pesantren (BOS).

Pondok pesantren Maraqitta’limat menerima dana BOS  pada  tahap III dan IV TH 2007 SEJUMLAH. Rp.11 000.000,- dana tersebut sebagian besar dipakai untuk merehab  asrama santri  yang saat itu masih berkubang beratapkan langit.
Bebagai upaya terus dilakukan termasuk mengusulkan kepada pemerintah daerah Kabupaten Buol melalui proposal tertanggal 10  Mei 2007, yang kemudian direspon oleh Bupati Buol (Bapak H.Amran.H.A.Batalipu,SE,MM) Sehingga pada tanggal 15 September  2008 Pondok pesantren  Maraqitta’limat melaui Dinas pendidikan pemuda dan olahraga  Kabupaten Buol  mendapat bantuan gedung  dan sarana, prasarana pendidikan dengan jumlah Rp.3.28.400.000,-dari DAK bidang pendidikan  tahun anggaran 2008.

Kini pondok pesantren Maraqitta’limat telah memiliki  empat ruang belajar dan enam ruang asrama serta satu unit musholla ditambah  tiga bilik MCK.

Keberadaan Pondok pesantren maraqitta’limat di kabupaten Buol  sangat responsible, karena sebagai partner pemerintah daerah dalam mewujudkan program pendidikan gratis yang bermutu berlandaskan moralitas agama  dalam rangka membentengi generasi bangsa  untuk menentukan arah masa depan yang lebih gemilang. (Nazam)



PROFIL PONDOK PESANTREN MARAQITTA’LIMAT

A.Nama Pondok  pesantren          :  Pondok pesantren  MARAQITTA’LIMAT
     Badan hokum                            :  Yayasan Maraqitta’limat Buol
     Notaris  No                                 :  06-03-2007
     Reggistrasi  Men.Hu.Ham        ;  No; C-359 HT.01.02.2007
                                                             Tgl: 05 November 2007.
                                           
      No.Piagam Wajardikdas          :  Kd.22.06/4/Kp.08.8/197/2007
      No.Satistik                                  :  51.2.72.06.08.005
      Alamat                                        : Jl.Rinjani No.10 Modo
      Desa                                            :  Modo
      Kecamatan                                 :  Bukal
      Kabupaten                                 :   Buol
      Propinsi                                      :   Sulawesi tengah

      Pendiri;                                        1.Ust.Nazam
                                                            2.Ma’mun  Rohiman.
                                                            3.Amaq.Syukran
                                                            4.Ust Anwar  Arif
                                                            5.Loq.Su’aidi
                                                            6.Ust.Syamsudin Syamsuriyah

       Pimpinan PPs                               : Ust. N  a z a m
       Sarana dan prasarana pondok pesantren  maraqitta’limat terdiri Dari
       Lahan  seluas 10 Ha terdiri dari 1 Ha lokasi bangunan dan 9.Ha.lahan
       Penngembangan, yang sementara ditanamai berbagai komoditi seperti Nilam
       Sayuran/holtikultura ,seperti bawang merah ,Cabwe, dan tanaman kacang kacangan.
     
       Disamping usaha tersebut diatas pondok pesantren Maraqitta’limat juga
       mengembangkan usaha,koprasi pondok pesantrenKOPTANAPONTREN
       POSKESTREN (pos kesehatan pondok pesantren   yang tenaga  baru dua orang
       Keluaran AKPER  Toli  Toli.
     
       Sementara  usaha dibidang ketrampilan terdiri dari anyaman bambu dan rotan
       Pertukangan kayu dan batu perbelan.
     
       Kesenian yang dikembangkan  pondok pesantren  Maraqitta’limat adalah seni kalig
       Rafi,qiro’at  dan nasyid,serta rebana qosidah.
      
       PENDIDIKAN
       
       1.Formal.
          Pendidikan diniyah dasar    dengan jumlah santri; 10 putra dan 10 putri
          Pendidikan diniyah menengah(PDM) 20 putri dan 10 putri
          Pendidikan  Diniyah   A t a s(PDA) = 10 putra dan 15 putri
          Madrasah diniya ini  telah terdaftar di depag kab.Buol  DENGAN
          No.piagam 41.2.72.06.08.004
       2.Informal
          Salafiyah ula  dengan jumlah santri= 64  orang putra/putri
           Salafiyah wustho dengan jumlah siswa= 31 orang putra putri
             
        3.Non formal
           Majlis ta’lim  bernama majlis ta’lim Al.Aurad
           T.P.A = 3 BUAH (1.TPA.Daslailul muttaqin.2.TPA Tangga pendidikan,
           3.TPA Nurul Huda.
         
           Kitab kajian antara lain: Bulugul maram,matan jurumiyah ,daqoikulkhobar fathu
           Karib, fathul mu’in,sarah dahlan  dan lain lain.
           KATEGORI SANTRI
           1 santri mukim terdiri dari 40 orang putra putri
           2.Santri tidak mukim  60 orang
           3. selebihnya santri kalongan
          VISI Pondok pesantren Maraqitta’limat.                                                                                   “        MULIA DALAM AHLAQ,DAN UNGGUL DALAM IPTEK”
    
          MISIPondok pesantren Maraqitta’limat antara lain.

         1.Pemberdayaan komponen pondok pesantren sesuai dengan kompetensi
         2.Mengusahakan pembangunan fisik  denganb sarana prasarana yang memadai
         3. Menciptakan lingkungan pondok pesantren yang aman,nyaman  dan kondusif.
         4.mengedepankan kereligiusan dalam upaya pematrian  watak ilmuan yang aga
            mawan dan  dan agamawan yang ilmuan.
        5.Pengelolaan kurikulum pondok pesantren yang integral  dan kompetitif.
               

         USAHA SOSIAL PONDOK PESANTREN MARAQITTA’LIMAT
         Pondok pesantren Maraqitta’limat disamping mengelola pendidikan juga                         
         berupaya membantu masyarakat  dalam bentuk panti Asuhan untuk mena
         mpung yatim piatu,piati,yatim dan  kaum du’afa’ terdiri dari: yatim = 10 ora
         Piatu= 5 orang dan yatimpiatu= 10 orang du’afa’ 15 orang .jumlah semua =40
                                                                      
        Usaha sosial lain yang sementara direncanakan adalah;
         PUSAT PENDIDIKAN DAN REHABILITASI PENYANDANG CACAT.
Selengkapnya... »»  

Usaha Maraqitta'limat Buol dalam Membentengi Generasi Muda

Buol, Toli-toli. Sejarah telah banyak berbicara  bahwa keambrukan suatu bangsa  diakibatkan karena kebodohan, keterbelakangan, dan kebablasan  moral agama anak bangsanya. Oleh karena itu  pencegahan prefentif melalui pendidikan agama dan keagamaan tidak boleh dipandang remeh.

Pondok pesantren Maraqitta’limat tampil dengan berbagai menu pendidikan  dan usaha sosial dalam rangka membentengi generasi bangsa  untuk meniti jalan menuju  generasi bangsa yang mardhotillah. Seperti; mengembangkan potensi sumberdaya manusia yang berkwalitas ganda  melalui program  pembinaan Dai, pendidikan formal keagamaan seperti  pendidikan Diniyah  Dasar, pendidikan diniyah menengah (PDM), PENDIDIKAN Diniyah Atas (P.D.A) informal keagamaan seperti pengajian kitab-kitab klasik sebagai  pelestarian sejarah peradab Islam yang pernah diperhitungkan dunia.

Disamping   itu pondok pesantren  Maraqitta’limat  juga melaksanakan pendidikan  nonformal seperti;  Taman pendidikan ALQur’an, taman kanak-kanak AlQur’an, Majlis ta’lim. Sedangkan usaha sosial  yang kini sementara diprogramkan  dan sementara berjalan adalah Panti  Asuhan Maraqitta’limat yang kepengurusannya dilimpahkan kepada santri-santri  senior dalam rangka penerapan pembelajaran  menejemen sosilal kemasyarakatan. (Nazam)

Selengkapnya... »»  

3 Dari 8 Peramapok Bersenjata Api Berhasil Diringkus Tim Buser Polsek Cakranegara

MATARAM - Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Cakranegara berhasil meringkus 3 dari 8 perampok bersenjata api (Bersenpi) yang beraksi di rumah salah satu warga di Gontoran, Bertais, Mataram pada November lalu. Ketiga perampok yang ditetapkan sebagai tersangka ini berinisial Sd ( 37)  warga Gontoran, Kelurahan Bertais. AK ( 25)  warga Bugbug Utara, Lingsar, Lombok Barat dan Jm (27)  warga Dasan Duak, Sukarare Jonggat,Lombok Tengah.

Ketiganya ditangkap pada hari yang sama yakni Senin lalu (12/12) namun dalam waktu yang berbeda.
Dari hasil penyelidikan, Tim Buser Cakranegara pertama kali meringkus tersangka Sd dirumahnya Senin lalu (12/12) sekitar pukul 15.00 Wita yang juga  tinggal satu lingkungan dengan korban yakni Gontoran. Selang dua jam dari penangkapan Sd, polisi berhasil membekuk AK di Terminal Mandalika sekitar pukul (17/100).

“Setelah menangkap Supardi, lalu dikembangkan sehingga, ia (Sd) mengajak polisi ke terminal mencari AK yang seorang buruh disana sehingga berhasil kita tangkap,” kata Kasubag Humas Polresta Mataram AKP Arief Yuswanto di Mapolresta Mataram, Rabu kemarin (14/12).

Setelah menangkap keduanya, pengembanganpun terus dilakukan sehingga polisi pun tidak lama bisa menangkap Jm sekitar pukul 20.00 Wita atau tiga jam setelah penangkapan AK. “Jm kita tangkap saat melintas di jalan diwilayah Lombok Barat,” terang mantan Kapolsek Mataram ini.

Dari penangkapan tiga  perampok yang seluruhnya berjumlah delapan ini. Polisi behasil mengamankan satu unit laptop sebagai barang bukti. Dimana laptop ini merupakan hasil kejahatan kawanan perampok di rumah Gde Mardana, (30) warga, Gontoran, Kelurahan Bertais, November lalu. “Laptop diamankan dari tangan Sd,”tegasnya.

Diungkapkan dari hasil pencurian ini para perampok membagi hasilnya. Dimana dari pemeriksaan polisi, Sd mendapatkan Rp 16 juta dan membawa laptop. AK mendapatkan bagian Rp 12 Juta dan Jm mendapatkan jatah Rp 12 juta. Dibeberkan pula, jika aksi perampokan ini didalangi oleh Sd yang masih terhitung tetangga dengan korbannya.

“Kepada polisi, ia  (Sd) mengaku sebelum merampok pernah kesana. Ia juga yang memanggil dan mengajak 7 rekannya untuk merampok kerumah tersebut,” ungkap Arief.  Sementara itu, sambung Arief, lima rekan lainnya yang masih buron terus diendus dan diburu Buser Cakra.

Tim Buser pun membawa keluar tiga tersangka untuk mencari lima rekannya yang masih buron tersebut. “Nama-nama kelimanya sudah dikantongi dan kelimanya adalah warga Lombok Tengah,” bebernya.  Ketiganya dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan atau ancaman kekerasan dan dijerat hukuman 9 tahun penjara.(Joko/Mtr)
Selengkapnya... »»  

Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Lombok Utara disambut Kritik Masyarakat

LOMBOK UTARA - Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL)  Kabupaten Lombok Utara (KLU) 14/12 melakukan konsultasi publik mengenai Strategi Sanitasi Kabupaten Lombok Utara (SSK) di Aula kantor Dinas Kesehatan KLU. Peserta konsultasi publik SSK ini dihadiri dari unsur SKPD, Tokoh masyarakat, PKK dan Lembaga Sosial Masyarakat.

Menurut Sekretaris Pokja AMPL KLU, Faisal,  Konsultasi public ini bertujuan untuk menggalang aspirasi dari pihak-pihak terkait dalam hal ini partisipasi masyarakat sebagai masukkan untuk perbaikan Buku Putih yang telah disosialisasikan sebulan yang lalu. “Kami dan anggota Pokja berharap pertemuan kali ini menghasilkan masukan yang sifatnya membangun untuk strategi sanitasi lima tahun ke depan,” tegas Faisal.

Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) ini merupakan perencanaan jangka menengah berjangka lima tahun. SSK ini menjadi pedoman bagi SKPD dalam pembangunan daerah di KLU. Dengan demikian maka perlu perencanaan yang matang. SSK ini memiliki tiga sector yakni pengelolaan air limbah, pengelolaan sampah, dan pengelolaan drainase.

Anggota Pokja AMPL KLU terdiri dari Bappeda, Dinas Kesehatan, KLH, dan Dinas PU dan Tamben. Bappeda sebagai leading sector diharapkan memiliki perencanaan dan koordinasi dengan para pihak dalam pembangunan. Selain masukkan, kritikan bertubi-tubi dilontarkan oleh peserta konsultasi kepada anggota pokja. Kritikan ditujukan ke semua anggota pokja AMPL (Bappeda, KLH, PU, dan Dinkes). Di antara anggota Pokja itu yang paling banyak mendapat sorotan adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Tamben.

Samsul Muhyin, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Gondang, mengatakan bahwa Dinas PU dan Tamben seharusnya melakukan pembangunan fisik berdasarkan perencanaan yang partisipatif, tidak asal-asalan dalam pelaksanaan proyek.

“ Pembangunan yang dilakukan Dinas PU dan Tamben tidak sesuai dengan perencanaan pembangunan, seperti pemasangan Trotoar di Desa Gondang yang mengakibatkan banjir di pemukiman warga yang sebelumnya ada trotoar tidak pernah banjir. Yang saya herankan, Trotoar tidak masuk dalam usulan RPJM Desa Gondang,” kata Muhyin.

Senada dengan Samsul Muhyin. Kepala Desa Gondang, Ahmad Jauhari, menimpali kritikan yang ditujukan kepada Dinas PU dan Tamben. Ahmad Jauhari bercerita bahwa Pemasangan Trotoar di Desa Gondang mendapat keluhan dari masyarakat. “ Masayarakat Desa Gondang sudah berulang kali mengeluhkankan pemasangan trotoar di Desa Gondang, yang mana mereka mengancam akan membongkar Trotoar itu,” ujar Kades Gondang dengan ekspresi wajah yang tegang.

Konsultasi public Strategi Sanitasi Kabupaten yang memakan waktu lima jam ini diselingi dengan pendapat alias aspirasi yang bersifat substantif dari Samsul Muhyin. Aktivis LSM ini, menekankan bahwa SSK perlu analisa lebih jauh dan paling tidak harus melengkapi program kegiatan secara konkrit dan detail. “Strategi Sanitasi Kabupaten Lombok utara mestinya dibuat lebih detail seperti program pemberdayaan untuk masyarakat, seperti apa yang dimaksud. Dan harusnya sudah dilengkapi dengan Logical Frame. Kerangka program yang utuh seperti, Volume, Lokasi, penanggungjawab, dan besaran nominal uang.” ujar Samsul muhyin dengan pasti.

Aktivis kelautan dan pesisir ini juga menegaskan Strategi Sanitasi Kabupaten Lombok Utara mesti memperhatikan tata ruang dan tata wilayah. SSKLU wajib memperhatikan penataan kelola limbah industry dan rumah sakit serta pengelolaan sampah yang terpadu dan tak lupa drainase yang terintegrasi dengan system manajemen kebencanaan. “Strategi Sanitasi KLU harus memperhatikan wilayah dan ruang yang berbasis perencanaan dan partisipatif untuk kesejahteraan masyarakat. Dan yang paling utama adalah pengarusutamaan pengurangan resiko bencana dalam aspek pembangunan SSKLU.” Pungkas Samsul Muhyin.

Selengkapnya... »»  

Warga Serbu Pengobatan Gratis

Tingkat Kesehatan Mayrakat Masih Rendah
Lombok Utara - Ratusan warga Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, sejak pagi hingga siang hari Sabtu 17/12 menyerbu tempat pelayanan kesehatan gratis yang dipusatkan di SDN 1 Bayan.

Kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap kesehatan masyarakat. “Ini sebagai bentuk kepedulian kita kepada masyarakat khususnya yang kurang mampu, untuk dilayani pengobatan secara gratis dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Infanteri yang ke 66”,  ungkap Komandan datasemen Kesehatan Korem 162 Wira Bahkti (WB), Letkol. MD. Putra , ketika ditemui di sela-sela kesibukannya melayani masyarakat.

Menurut MD Putra, kegiatan pelayanan kesehatan ini ditangani oleh tiga dokter dan puluhan perawat dari Korem 162/WB yang dibuka mulai pukul 08.00 – 14.00 wita dengan targel pelayanan 300 orang. “Target kita 300 orang, tapi yang sudah mendaftar malah sampai 350 orang lebih. Dan kita akan berusaha melayani semaksimal mungkin”, katanya.

Dikatakan, penyakit yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat adalah penyakit kulit. Hal ini disebabkan karena lingkungan dan air yang dikonsumsi kurang bersih. “Jadi kita minta kepada warga untuk menjaga lingkungan sekitar dari sampah-sampah yang tempat berkembang biaknya kuman-kumat penyakit. Demikian juga dengan air yang dikonsumsi sebaiknya perlu dimasak lebih dulu”, jelasnya.

Sementara Kepala Desa Karang Bajo, Kertamalip, ketika dimintai tanggapannya mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada kepada Korem 162/WB yang telah memberikan pengobatan secara gratis kepada warganya. “Kalau kita lihat banyaknya warga yang datang, tentu ini menunjukkan tingkat kesehatan masyarakat itu masih rendah atau memang mereka enggan datang ke Pustu atau Puskesmas untuk memeriksa kesehatannya”, kata Kertamalip.

Pantaun media ini menunjukkan, kendati pendaftaran pengobatan gratis sudah melampaui target yang sudah ditentukan, namun tidak menyurutkan antusiasme warga untuk datang memeriksa kesehatan dirinya, sehingga puluhan warga yang datang belakangan tidak kebagian nomor atau kartu pelayanan. “Saya memang terlambat datang, sehingga saya tidak mendapat kartu”, kata Umar salah seorang warga yang tidak mendapat kartu.

Umar mengaku akan menunggu sempai pelayanan selesai, dengan harapan ada sisa obat dari mereka yang sudah mendapat kartu layanan gratis. “Ia kita tunggu sampai selesai dululah, siapa tahu ada sisa obat sehingga dapat pelayanan kesehatan gratis dari TNI Infanteri yang dikenal obatnya cukup paten”, katanya.

Pelayanan pengobatan gratis ini berjalan aman dan lancar, dan diawali dengan pendaftaran, tensi darah dan dilanjutkan ke ruang pemeriksaan dan pemberian obat sesuai dengan penyakitnya. “Kita usulkan kepada TNI, agar pelayanan kesehatan gratis ini bisa dilakukan setiap tahun”, harap ratusan warga. (ari)

Selengkapnya... »»  

Puluhan personil Pol PP KLU Serbu DPRD, Panggar Ancam Tak Bahas APBD 2012


LOMBOK UTARA - Sejumlah anggota panitia anggaran DPRD Kabupaten lombok utara, jumat sore kemarin terlibat adu mulut dengan puluhan anggota polisi pamong praja KLU yang nyaris memicu keributan fisik, saat berlangsungnya rapat koordinasi antara TPAD KLU dengan panitia anggaran APBD 2012.

Kericuhan antara panggar dengan Satpol PP itu, terjadi akibat sebuah pertanyaan dari panitia anggaran DPRD yang sehari sebelumnya disebar ditiap dinas SKPD, dimana pertanyaan itu bernada menyinggung yang berbunyi, “Satpol PP hanya jual Tampang dan bekerja tidak maksimal,”.

Munculnya pertanyaan panggar tersebut sontak membuat kepala satuan Pol PP KLU, Drs.Abdul Hamid berang, karena menilai panggar DPRD telah melecehkan institusi yang dipimpinnya. Kasat Pol PP yang panas itu, langsung menerobos gedung DPRD bersama puluhan personil berpakaian lengkap dengan tameng dan tongkat, serta langsung membredel para anggota panggar dengan pertanyaan balik meminta klarifikasi mengenai apa tendensi pertanyaan melecehkan tersebut.

Kedatangan pol PP keruang sidang itu langsung membuat rapat, berubah menjadi ajang saling tuding dan adu argumen, yang memaksa ketua DPRD,Mariadi, Sag menghentikan rapat koordinasi. Beruntung kericuhan antara anggota panggar dengan pol PP itu dapat segera dihentikan, meski membuat sejumlah anggota panggar walk out dan meninggalkan ruang rapat tanpa kejelasan.
 
Kepala satuan pol PP KLU, Drs.Abdul Hamid yang ditemui pewarta Suara Komunitas usai keributan di DPRD mengatakan, pertanyaan panggar itu sangat melecehkan institusi Pol PP dan sangat tendensius bahkan membuka konfrontasi dengan pol PP. Menurutnya selama ini pihaknya bekerja sesuai dengan aturan dan protap penampilan yang telah ditetapkan.

“Wakil Rakyat tidak seharusnya melontarkan bahasa yang tidak layak seperti itu, dan jika ada persoalan menyangkut kinerja personil, seharusnya DPRD bisa menyelesaikan dengan cara yang lebih sopan,” cetus Hamid dengan mimic muka memerah.

Terkait pertanyaan melecehkan itu, kasatpol PP mantan camat pemenang itu menyatakan sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang masalah tersebut dan akan mencari tahu siapa dan apa tujuan panggar dibalik pertanyaan itu.

Sementara itu, beberapa anggota panggar DPRD KLU yang dikonfirmasi terkait kericuhan itu, enggan berkomentar, bahkan mereka lebih memilih meninggalkan ruang rapat dan menyatakan mereka tidak akan membahas APBD 2012 akibat tindakan Pol PP itu. Ardianto,SH salah seorang anggota panitia anggaran DPRD KLU menjelaskan, bahwa pertanyaan yang muncul dari legislatif itu mungkin merupakan wujud fungsi pengawasan wakil rakyat kepada pihak eksekutor anggaran (eksekutif), yang dinilai masih sangat lazim.

"dan jika pertanyaan itu membuat mereka tidak nyaman, seharusnya satuan Pol PP menjawab dengan klarifikasi yang proporsional, bukan justeru dengan melakukan aksi demo, yang ternyata kemudian membuat rapat tidak bisa berjalan dengan baik," pungkas politisi senior gumi Dayan Gunung itu.

Hal yang sama dikatakan Djekat Demung, anggota panggar lainnya. Dikatakan Djekat, aksi unjuk kekuatan yang dilakukan pihak pol PP itu cukup membuat shock para anggota panitia anggaran, sekaligus membuat mereka kecewa, ini bisa saja berbuntut secara fsikologis dan memicu molornya lanjutan pembahasan APBD 2012 yang sudah mendekati deadline hingga 31 desember 2011, jelas Djekat. (ed/buce)
Selengkapnya... »»  

PNPM-P Harus bersinergi dengan Program Pemerintah Daerah


LOMBOK UTARA - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan merupakan program unggulan pemerintah pusat dan harus bersinergi dengan program pemerintah daerah.

Demikian dikatakan, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Lombok Utara (KLU), drs. H. Jayadi N, ketika dimintai tanggapannya tentang keberadaan PNPM, beberapa waktu lalu.
 Menurutnya, PNPM-MP dihajatkan akan mampu mewujudkan kemandirian masyarakat pada suatu wilayah tertentu berdasarkan potensi lokal yang ada.

“PNPM yang bertumpu pada konsep pembangunan berbasis kemasyarakatan memiliki keyakinan bahwa kemandirian suatu bangsa hanya akan terwujud jika  akselerasi pembangunan bermula dari struktur ketatanegaraan dan kebangsaan yang paling bawah yaitu pedesaan”, katanya.

Mengingat Negara Indonesia merupakan bangsa yang majemuk maka keniscayaan terhadap keanekaragaman sosial budaya, ekonomi dan politik harus menjadi dasar pertimbangan dalam pengambilan dan pelaksanaan setiap kebijakan.
“Dengan demikian diperlukan suatu formulasi atau strategi yang terencana, terarah, dan terukur dalam pelaksanaan PNPM-MP berdasarkan karakteristik masing-masing daerah”, tegasnya.

Menurut Jayadi,  jika mengacu kepada latar belakang lahirnya program PNPM ada kesamaan semangat dan cita-cita dengan lahirnya konsep otonomi daerah yang lebih kita kenal dengan desentalisasi kebijakan.
“Keduanya bisa kita katakan sebagai antitesa (konsep baru) terhadap problem sistem pemeritahan Negara sentralistik yang penuh dengan kediktatoran, monopoli ekonomi dan praktek-praktek korupsi”, jelasnya.

Dijelaskan, sinergitas dimaksudkan untuk menghindari terjadinya tumpang tindih antara Program PNPM-MP dengan program pemerintah KLU, baik terhadap kelompok sasarannya maupun terhadap target capaiannya sehingga biaya yang dikeluarkan tidak mubazir.
“Contohnya dalam pembangunan sarana dan prasarana jalan desa. Mengingat PNPM-MP memiliki keterbatasan finansial maka PNPM lebih diarahkan kepada prasarana jalan seperti pembukaan jalan Baru dan pembentukan badan jalan, maka tugas selanjutnya seperti pengaspalan jalan dan lain-lainnya akan di ambil alih oleh pemerintah daerah”, katanya.

Dengan demikian, sambung Kepala BPMD yang juga Satker PJOKab PNPM-MP ini, untuk menjamin terjadinya sinergitas antara PNPM-MP dengan Pemda KLU maka semua tahapan-tahapan program mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan Evaluasi harus terintegrasi dengan baik menjadi satu kesatuan yang utuh.
Namun demikian, lanjutnya, yang paling pokok adalah kesadaran akan pentingnya integrasi program oleh masing-masing pelaku itu sendiri baik pelaku PNPM-MP maupun dari pihak Pemerintah Daerah.

“Salah satu persoalan yang perlu dihindari adalah ego sektoral, jadi perlu ditekankan bahwa integrasi bukan berarti intervensi tetapi untk menjamin keterpaduan dan keselarasan program”, imbuhnya.

Selain itu ia juga mengakui kalau sistem yang dijalankan PNPM-MP sangat relevan (sesuai) dengan perkembangan politik terkini. “Kita akui secara tekstual sistem yang dijalankan PNPM-MP mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi sangat mencerminkan nilai-nilai demokratis. Inilah yang disebut sistem pembangunan partisifatif. Jadi masyarakat tidak sekedar objek semata tapi juga sekaligus terlibat sebagai pelaksana dari semua proses tahapan pembangunan”, jelas Nurdin.

Sistem yang baik akan menjadi kekuatan untuk melahirkan integritas, professionalisme dan koordinasi. Akan tetapi, lanjutnya, sistem yang baik juga membutuhkan person atau orang yang baik dan professional. Sebagai manusia biasa kita sering lalai bahkan melupakan tentang pentingnya profesionalisme. “Untuk itu Bapak Bupati KLU sering kali dalam pidato beliau menekan kan akan pentingnya koordinasi dan sinergitas dengan semua kalangan”, ujar sosok pigur yang low profil ini.

Menanggapi seruan pemerintah daerah Lombok Utara terkait pentingnya membangun sinergi antara PNPM dengan Pemda, Faskab PNPM-MP Lombok Utara Baiq Nurhayati, SP. Menegaskan,  sinergitas antara Pelaku PNPM dan Pemda mutlak diperlukan, demikian halnya dengan pentingnya integrasi program muali dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Sinergitas dan integrasi program akan mempermudah dilakukannya pengukuran terhadap indikator capaian pelaksanaan kegiatan.

Dijelaskan,  kedua hal tersebut sebenarnya sudah dilaksanakan sejak awal program PNPM-MP diluncurkan, misalnya PNPM juga terlibat dalam perencanaan pembangunan mulai dari Musrenbangdes sampai Musrenbangkab untuk tingkat kabupaten. “Salah satu bukti sinergitas bisa kita amati dari program prioritas Pemda KLU seperti listrik, jalan dan air, maka dengan demikian program Prioritas PNPM-MP juga harus seirama dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten”, ungkap Faskab yang biasa disapa mbak Nung.

Diakui selama ini yang menjadi persoalan adalah kurangnya koordinasi antara Pelaku PNPM dengan Pemerintah Daerah terutama Pelaku PNPM ditingkat Desa. Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa kurang mampu membangun koordinasi dengan pemerintah Desa. “Kondisi ini disebabkan oleh paradigma actor-aktor pembangunan yang cenderung digiring dan terkontaminasi oleh pemikiran subjektif dan terpengaruh oleh politik praktis”, pungkasnya . (ari).
Selengkapnya... »»  

HUT TNI Infanteri ke-66 Diisi Berbagai Kegiatan

Lombok Utara,  - Dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Infanteri ke-66, sejak 15 – 19 Desember 2011, digelar berbagai kegiatan yang diawali dengan  penyerahan beberapa simbol peleton, seperti sumpah, amanat, ikrar korps Infanteri dan perintah kilat Panglima Bersar Jenderal Soedirman.

Acara peleton beranting Yudha Wastu  pramuka jaya  berlangsung di lapangan umum Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, 16/12 dengan insfektur upacara, Letkol. Inf. Asep Nurdin dari Korem 162 Wira Bhakti.

Asep Nurdin, seusai acara  mengatakan, tujuan kegiatan ini selain meningkatkan jiwa korsa dan profesianaslisme prajurit infantry dalam mendukung tugas pokok Kodam IX Udayana, juga memupuk sejarah yang ditinggalkan oleh pendahulu bangsa ini, seperti Panglima Jenderal Soedirman.

“Selain itu kita juga lakukan penghijuan di lapangan umum Dusun Lengkukun Desa Kayangan Kecamatan kayangan dan kerja bahkti di pasar umum Kayangan serta pengobatan gratis bagi masyarkat yang dipusatkan di desa Karang Bajo Kecamatan Bayan, dengan mendatangkan sekitar 20 dokter dari Korem 162 WB”, katanya.

Dikatakan, untuk acara pucak peringatan HUT TNI Infanteri  akan dipusatkan di kantor exs bupati Lombok Barat di Mataram pada 19 Desember 2011.  “Kita lakukan kegiatan awalnya di Dayan Gunung, karena mengingat Kabupaten Lombok Utara merupakan kabupaten baru mekar sehingga perlu kita perkenalkan program infantry dengan harapan para kemenanggulangan TNI dengan masyarakat lebih dekat lagi”, jelas  Asep Nurdin yang juga sebagai Kepala Seksi Oprasi Korem 162/WB ini. (ari)

Selengkapnya... »»  

Selasa, 13 Desember 2011

Tim PNPM Verifikasi 23 Usulan Kelompok SPP Perguliran

R. Kertawadi, SH (UPK Bayan)
Lombok Utara - Tim verifikasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kecamatan Bayan kabupaten Lombok Utara, dalam beberapa minggu terakhir ini, telah melakukan verifikasi usulan 23 kelompok Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP) perguliran yang tersebar di sembilan desa.

Demikian dikatakan, anggota tim verifikasi, Sumadep 12/12 ketika memprosentasikan hasilnya pada acara musyawarah perengkingan kelompok di kantor Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Bayan.

Anggaran dana yang dibutuhkan oleh ke 23 kelompok SPP perguliran tersebut sekitar Rp. 504 juta.  “Yang menjadi kesulitan ketika melakukan verifikasi di lapangan, masih adanya anggota kelompok menggunakan surat keterangan domisili. Agar dana SPP itu tepat sasaran di setiap kelompok sudah dibentuk pendamping”, kata Sumadep.

Ketua UPK PNPM, R. Kertawadi, SH dalam kesempatan tersebut mengatakan, melakukan musyawarah dalam menentukan kelayakan dan kebijakan kelompok SPP ini merupakan salah satu inti program.

“UPK hanya memantau pelaksanaannya, dan tidak serta merta menyepakati hasil tim verifikasi sampai kita mengetahui kelompok mana yang layak diberikan dan kelompok mana yang tidak layak. Dan penentuannya pada musyawarah sekarang ini”, jelasnya.

Sementara PJOK PNPM Kecamatan Bayan, Darmanom, S.Sos meminta kepada tim verifikasi agar betul-betul melihat kelompok yang memiliki usaha, sehingga dana yang akan dicairkan tepat sasaran.

Hadir dalam pertemuan tersebut, FK PNPM GSC, Nurul Hidayati, Kepala Desa Karang Bajo, Kertamalip serta beberapa tim lainnya.(ari)
Selengkapnya... »»  

Senin, 12 Desember 2011

Komisi I DPRD KLU Dukung Pemekaran Desa

Lombok Utara - Masih rendahnya tingkat pelayanan masyarakat sebagai akibat luasnya wilayah dan minimnya jaangkauan akses di Kab. Lombok Utara (KLU) mendorong sebagaian masyarakat untuk mengajukan usulan pemekaran Desa ke Pemerintah Daerah. Demikian diungkapkan A. Sahadip salah seorang tokoh Desa Sesait yang juga anggota Komite Pemekaran Desa Sesait menjadi Desa Lokok Ara Senin (11-12-2012).

Menurutnya, jika mengacu kepada luas wilayah dan Jumlah penduduk serta tingkat sebaran penduduk di Kab. Lombok Utara maka, sangat dimungkinkan untuk dilakukannya pemekaran Desa. Contohnya Desa Sesait dengan jumlah pendudk mencapai puluhan ribu dan merupakan Desa terluas di Lombok Utara maka, untuk memaksimalkan pelayanan Desa Sesait harus dimekarkan menjadi 5 Desa, terang A. Sahadip.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kadus Aur Kuning Hasenan atau yang biasa disapa Aman Arist. Dikatakannya, bahwa jika pemerintah benar-benar ingin mendekatkan pelayanan dan tercapainya pembangunan yang merata ke semua wilayah maka salah satu upaya adalah dengan dilakukannya Pemekaran Desa. Dengan semakin dekatnya kantor pelayanan atau kantor desa maka kemajuan, kesejahteraan dan kemandirian suatu masyarakat juga akan terwujud.

Kabupaten Lombok Utara misalnya, sambung Kadus yang masih muda dan energik ini. Sebelum Kab. Lombok Utara dimekarkan dari Kab. Lombok Barat semua orang tahu bagaimana kondisi Gumi Tioq Tata Tunaq sebelumnya, sangat terbelakang dibandingkan dengan daerah-daerah lain. Bebeda dengan kondisi saat ini, setelah Dayan Gunung menjadi sebuah Kabupaten Otonom, pembangunan disegala bidang bisa segera dipacu dalam rangka kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. Jadi keberadaan kantor pelayanan terhadap pemukiman masyarakat sangat besar dampaknya bagi perkembangan masyarakat itu sendiri, tegasnya.

Selain itu ia juga sangat berharap kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati dan Lembaga DPRD KLU untuk mengakomodir keinginan mulia masyarakat yang menghendaki pembentukan Desa Baru di KLU. Kami yakin, ungkap Aman Arist, dengan telah dilaksanakannya sosialisasi oleh Eksekutif bersama Legislatif terkait peraturan yang mengatur Pemekaran dan penggabungan wilayah dan Desa, setidaknya telah menunjukkan Komitmen Pemerintah Daerah. Apalagi pada hari Sabtu (09-12-2012) yang lalu, Komisi I DPRD KLU kembali melakukan survey ke Desa-Desa yang mengajukan Pemekaran. Kami sangat bangga kepada Lembaga Dewan KLU yang sangat perduli dengan aspirasi masyarakat, pujinya.

Berdasarkan pantauan Suara Komunitas saat mengikuti kegiatan Kunjungan Kerja Komisi I DPRD KLU di Desa Sesait dan Dusun Leong Tengah Desa Tegal Maja pada hari sabtu lalu, yang dihadiri Ratusan tokoh-tokoh masyarakat menunjukkan betapa semangatnya masyarakat dalam memperjuangkan peningkatan pelayanan. Dalam kesempatan itu, Komisi I yang didampingi Wakil Ketua I DPRD KLU Syarifudin, SH. Menyatakan dukungannya terhadap keinginan masyarakat tersebut.

Ketua Komisi I Jasman Hadi dalam sambutannya mengungkapkan bahwa apa yang dikehendaki oleh masyarakat merupakan murni kewenangan masyarakat. Hal ini, sambungnya, berdasarkan mekanisme yang diatur dalam PP 72 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Desa dan UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam undang-undang tersebut menghendaki bahwa setiap pemekaran wilayah termasuk pemekaran desa harus bertitik tolak kepada keinginan masyarakat.

Dengan demikian, lanjut jasman, Komisi I DPRD KLU yang merupakan wakil-wakil masyarakat di pemerintahan akan melakukan pengawalan terhadap semua aspirasi masyarakat. Lebih-lebih, ungkap jasman, Pemekaran Desa dihajatkan untuk pendekatan pelayanan dan pemerataan pembangunan. Sama halnya dengan Jasman, Sekretaris Komisi I Ardianto, SH. Juga sangat merespon apa yang menjadi harapan mayarakat.  Kendati sampai saat ini belum dibuatnya Perda Lombok Utara yang mengatur tentang Pemekaran Desa, ujar Adianto, Lombok Utara boleh menggunakan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Induk yaitu Perda Lombok Barat selama perda belum di buat oleh Kabupaten yang dimekarkan.

Sementara itu anggota Komisi I DPRD KLU Djekat DM, S.Sos. pada kesempatan yang sama lebih banyak mengupas tentang substansi dari pemekaran wilayah. Dikatakan Djekat, bahwa dalam konteks Otonomi Desa, apa yang dikehendaki oleh masyarakat   selama tidak bertentangan dengan Konstitusi atau Undang-undang Dasar merupakan bagian dari kewenangan yang melekat. Yang dimaksudkan dengan Kewenangan yang melekat adalah, lanjutnya, setiap keputusan berdasarkan hasil musyawarah mufakat ditingakatan Desa berdasarkan nilai-nilai lokal yang diakui oleh masyarakat itu sendiri. Maka, Pemerintah Daerah harus mampu menjembatani dan memfasilitasi keputusan tersebut. "Demikian halnya dengan Pemekaran Desa", jelas Djekat.

Jadi, sambungnya, tidak ada alasan bagi pemerintah Daerah termasuk juga alasan minimnya anggaran sebagai alasan untuk tidak mengakomodir keinginan Masyarakat dalam hal Pemekaran Desa, apalagi hal itu merupakan kebutuhan mendasar dalam rangka mendekatkan pelayanan bagi masyarakat yang selama ini jauh dari jangkauan kantor Ibu Kota Kabupaten. "Mari kita belajar ke Kab. Lombok Timur", ungkapnya. 

Dikatakannya bahwa Bupati Lombok Timur sangat mendukung masyarakatnya yang menginginkan pemekaran Desa, kendatipun anggaran untuk desa-desa yang baru belum disiapkan. Akan tetapi karena masyarakat menghendaki untuk lebih dekatnya pelayanan yang berdampak kepada kemandirian masyarakat. sehingga Pemda Lombok Timur merespon dengan cepat apa yang dihajatkan mayarakatnya. "Untuk diketahui bahwa beberapa dari Desa Persiapan tidak banyak berharap kepada ketersediaan anggaran, karena yang lebih dibutuhkan adalah terjadinya pendekatan Pelayanan", ucap Djekat.

Wakil Ketua Komisi I DPRD KLU syarifudin, SH. Dalam sambutan terakhirnya juga memberikan dukungannya bagi terwujudnya peningkatan pelayanan dan meratanya pembangunan. Jika tidak ada aral melintang, ucap Syarif, walaupun saat ini ada moratoruim Presiden terhadap pemekaran wilayah dan Desa, selama Undang-undangnya belum dicabut maka,  kesempatan bagi terwujudnya keinginan masyarakat untuk pemekaran Desa masih terbentang luas. "Yang terpenting masyakat jangan mudah terpropokasi oleh issue-issue yang dapat melemahkan semangat masyarakat yang menuntut haknya", jelas syarif singkat. (HW/010).


Selengkapnya... »»  

Rakom Primadona Akan Terima Bantuan RBM Dalam Bentuk Dana

Lombok Utara - Untuk melengkapi peralatan Radio Komunitas (Rakom) primadona, seperti tiang antena, computer serta peralatan lainnya, Pokja Ruang Belajar Masyarakat (RBM) PNPM akan menggelontorkan bantuan dana sebesar Rp. 12,7 juta lebih. 

Dari hasil pertemuan pengurus Rakom Primadona yang dilakukan beberapa waktu lalu menyepakati  akan menerima bantuan dalam bentuk dana yang harus disaksikan berbagai pihak seperti Fasilitator PNPM Kabupaten KLU. “Kami sepakat akan menerima bantuan dalam bentuk dana, bukan dalam bentuk barang”, kata Kertamalip, kepala Desa Karang Bajo yang sekaligus pengurus Rakom Primadona.

Terkait adanya tawaran dari Pokja RBM yang akan memberikan bantuan dalam bentuk barang, pengurus Rakom Primadona menolak. “Kalau dalam bentuk barang kita lebih baik menolak, karena sejak awal sudah dijanjikan dalam bentuk dana, dan semuanya sudah ada MOU yang harus ditandatangani”, tegas Kertamalip.

Dikatakan, jika dinilai dengan harga barang yang sekarang, tentu dengan dana sejumlah itu tidak cukup untuk membeli peralatan belum lagi termasuk ongkos tukang yang mengerjakan tiang antena yang akan menggunakan pipa medium A. Itu sebabnya kami minta dalam bentuk dana sehingga kekurangan pendanaan itu bisa kami siapkan dan berswadaya dari sekarang.

“Rakom ini sudah sering mendapat kunjungan dari Word Bank yang mengawasi PNPM, dan pada kunjungannya beberapa bulan lalu, telah kami usulkan bantuan untuk rakom, dan saat itu beliau menyarankan agar menghubungi pelaku ditingkat kabupaten dan kecamatan”, ungkap Kertamalip.

Bagaimana kalau tetap diberikan dalam bentuk barang? “Kita akan tetap tolak. Dan bila diberikan dalam bentuk dana itu harus disaksikan langsung oleh Faskab, bahkan bila perlu BPMD KLU, dan kami tidak mau tertutup menerima bantuan, karena ini miliknya publik”, tegas Kertamalip.

Sementara Faskab PNPM KLU, Baiq Nurhayati, ketika ditemui kemarin mengaku siap mengusahakan dalam bentuk dana, bukan dalam bentuk barang, yang penting pengerjaan dan pelaporannya sesuai dengan RAB, syukur kalau bisa dikembangkan.(010)
Selengkapnya... »»  

Minggu, 11 Desember 2011

Puluhan Siswi Aliyah Kesurupan

Lombok Timur - Puluhan siswi  Madrasah Aliyah NW Kotaraja dihebohkan olehh  kejadian kesurupan, dan kasus ini terjadi tiga hari berturut-turut, sejak Senin lalu. Akibat kesurupan  ini, membuat para siswa lain dan guru menjadi panik.

“Setiap kali terjadi kesurupan, kurang lebih 20 siswi  yang menjadi korban,” ujar Suryadi salah seorang warga sekitar sekolah.kemarin.dan kasus tersebut terjadi selama tiga hari berturut. “Para siswa yang kesurupan itu mengamuk disekitar area sekolah,” katanya, dan hal ini untuk pertama kali terjadi selama sekolah tersebut berdiri diwilayah itu.

 ‘’Ini kejadian pertama. Sebelumnya tidak pernah. Kami semua panik melihatnya. Proses belajar pun menjadi terganggu,’’ tutur Arman, salah seorang siswa MA NW Kotaraja tersebut.

Dikatakannya, kasus kesurupan ini, yang menimpa para siswi ini, berhenti, setelah pihak sekolah mendatangkan seorang ustad untuk melakukan pengobatan. Dengan amalan yang dibacakan, siswi yang kesurupan langsung sadar, dan dibawa pulang, agar tidak menular ke siswi lainnya,” kata Arman, seraya menambahkan , kasus kesurupan ini, sempat menjadi tontonan masyarakat, dan bagi yang memiliki ilmu mereka ikut membantu menyembuhkan siswi yang kesurupan

“Ada juga orang tua siswi yang kesurupan datang, untuk mengobati anaknya,” tuturnya, seraya mengatakan, uniknya kasus kesurupan tersebut, menimpa para siswi yang dinilai memiliki paras cantik.  Kalau siswi yang kecantikannya biasa-biasa tidak kesurupan,” katanya, sambung Suryadi salah seorang warga setempat . “Sebenarnya lokasi sekolah ini, sejak dulu dinilai angker, tetapi tumben kali ini ada yang kesurupan,” katanya (dim/Alf/gom)
Selengkapnya... »»  

62 Persen Pelajar SMP Ngaku Pernah Berzinah

Tifatul : 27 Persen Mengaku Pernah Melakukan Abortus

MATARAM – Informasi menghentakkan disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring yang juga mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Saat Temu Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Mataram, NTB, Minggu (11/12) sore, dia mengungkapkan sekitar 62 persen siswa-siswi SMP di Indonesia mengaku pernah melakukan hubungan seks dan 27 persen mengaku pernah melakukan abortus.

Menurut dia, hal tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan salah satu lembaga Survei dan Penelitian terhadap siswa-siswi SMP di sejumlah kota besar di Indonesia, termasuk di dalamnya Kota Mataram.

“Dari hasil survei itu, 62 persen siswa-siswi SMP mengaku pernah melakukan zinah (hubungan seks). Dan, sebanyak 27 persen siswi SMP mengaku pernah melakukan abortus,” ungkap Tifatul yang disambut decak ratusan kader PKS yang mengikuti Temu Kader di Sekretariat DPW PKS NTB, Jalan Lingkar Selatan, Mataram itu.

Sebelum itu dia terlebih dulu menjelaskan, dari siswa-siswi SMP yang disurvei, sebanyak 97 persen mengaku pernah menonton video porno. “Sebenarnya itu sama dengan 100 persen, karena toleransi survei itu  kan tiga persen lebihnya dan tiga persen kurangnya,” tandas Tifatul dalam acara yang dipandu salah satu kader PKS yang juga Wakil Ketua DPRD NTB Suryadi Jaya Purnama (JP).

Lebih jauh dikemukakan, 91 persen para siswa-siswi SMP tersebut mengaku pernah berciuman dan oral seks. Berikutnya, 62 persen mengaku pernah melakukan hubungan seks dan 27 persen mengaku pernah abortus.

Untuk mengatasi persoalan ini, kader-kader PKS tidak bisa lepas tangan begitu saja atau hanya menyerahkan kepada parpol lain. “Kita harus ikut membenahi aqidah para generasi bangsa. Hidupkan dan tegagkkan sunnah nabi,” imbuh Tifatul yang pada pagi harinya ikut bermain futsal di Pendopo Wakil Gubernur NTB, Jalan Panji Tilar, Ampenan. (won/gomong.com)

Selengkapnya... »»  

LSDM Gelar Sosialisasi Lumbung Bersaing

Lombok Utara - Lembaga Satya Dharma Mataram (LSDM) 10/12, menggelar sosialisasi Lumbung Bersaing di Balai Pusaka Sebaya Tanta Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.

Direktur LSDM, Baiq Indraningsih mengatakan, Lumbung Bersaing NTB merupakan program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan dalam rangka percepatan pencapaian target Millenium Develoment Goals (MDGs) yang meliputi multisektor yaiti ekonomi, pendidikan, kesehatan, teknologi dan lingkungan.

Azas penting dalam melaksanakan kegiatan Lumbung Bersaing NTB adalah dari-oleh dan untuk masyarakat, yang dalam proses kegiatannya ditekankan pada dua dimensi yaitu memberikan wewenang dan kepercayaan kepada masyarakat menentukan sendiri kebutuhannya, merencanakan dan mengambil keputusan secara terbuka dan penuh tanggungjawab serta menyediakan dukungan lingkungan yang kondusif, mewujudkan peran masyarakat dalam pembangunan, untuk upaya peningkatan kesejahteraan mereka sendiri.

Program ini dikembangkan di kabupaten Lombok Utara yang didasari dari hasil diskusi yang dikembangkan antar pengelola program dengan BPMPD NTB. Pemilihan KLU sebagai wilayah program karena mengingat IPM KLU terendah yakni 58,40 dari 10 kabupaten/kota di NTB. Selain itu berdasarkan data dari BPS 2010, prosentase kemiskinan di KLU mencapai 43,14 persen diatas angka kemiskinan provinsi yaitu 21,55 persen. Demikian juga dengan prosentase angka putus sekolah SMP 2009/2010 sebesar 4.08 persen diatas rata-rata 1,46 persen.

Tujuan sosialisasi ini, menurut Indraningsih agar semua pihak bisa mengetahui dan memahami program yang dilaksanakan, penyemaan presepsi untuk kelancaran dan keberlanjutan program serta membangun komitmen dan dukungan semua pihak.

Hadir dalam acara pembukaan sosiliasasi yang dilanjutkan dengan pelatihan fasilitator ini antara lain, kepala Bapeda KLU, Nanang Matalata, Kepala BPMPD NTB diwakili Chairul, Faskab PNPM KLU, Baiq Nurhayati serta puluhan undangan lainnya.(sk-010)

Selengkapnya... »»  

Atasi Kemiskinan, Pemerintah KLU Gelontorkan Dana Rp. 136 Miliar

Lombok Utara, - Sebagai kabupaten baru, Lombok Utara tentu mengalami berbagai persoalan yang perlu segera mendapat penanganan serius dari pemerintah. Mulai dari persoalan kemiskinan, pendidikan, kesehatan hingga pembangunan infstruktur jalan terus dipacu. Bahkan khusus untuk mengatasi kemiskinan, pada tahun 2011, pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) telah menggelontorkan dana sekitar Rp. 136 miliar.

Angka kemiskinan, menurut Kepala Bapeda KLU, Ir. Nanang Mattalata, ketika membuka acara sosialisasi dan pelatihan Lumbung Bersaing NTB 10/12, di Balai Pusaka Sebaya Tanta Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan, mencapai 43,14 persen diatas angka kemiskinan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni 21,55 persen.

Prosentase kemiskinan ini masih bersifat sangat sementara, karena apa yang dihasilkan oleh BPS, belum dilakukan audit. Kendati demikian, pemerintah KLU terus berupaya mengatasinya dengan mengucurkan berbagai program, seperti memberikan modal usaha bagi pedagang kecil, bantuan untuk rumah kumuh, termasuk  dana dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

Dalam sebuah pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu, sambung Nanang, wakil presiden RI, Budiono menguangkapkan, bahwa angka kemiskinan tertinggi di Indoensia adalah Papua mencapai 30 persen. Akan tetapi di KLU jauh lebih tinggi dari angka itu, yakni mencapai 43,14 persen. 

“Angka kemiskinan ini membawa dampak positif bagi KLU, karena pemerintah dan lembaga pusat banyak meluncurkan program ke KLU, baik pembangunan di bidang fisik maupun dibidang sosial kemasyarakatan dalam rangka mempercepat menurunkan angka kemiskinan. Untuk menurunkan angka kemiskinan khususnya di KLU memiliki target 2,5 persen setiap tahun , ”, kata Nanang.

Sementara hasil pendataan rumah kumuh di KLU berjumlah 12 ribu unit, yang pada tahun 2011 ini  baru ditangani sekitar 600 unit. Dan direncanakan pada tahun 2012 mendatang akan dilakukan perbaikan rumah tak layak huni 700 sampai 1000 unit. 

“Pendataan ini dilakukan pemerintah dibantu Bumdes LKM (Lembaga Keuangan Mikro) sudah turun melakukan pemotretan rumah kumuh. Kita perkirakan pada tahun 2015 nanti, paling tidak bisa tertangani 60 persen, sebab angka kemiskinan itu dapat juga dilihat dari rumah penduduk tak layak huni”, jelasnya.

Dalam rangka mendorong usaha masyarakat, pada tahun 2011 pemerintah KLU telah menggelontorkan dana Rp. 1,5 miliar  kepada wirausaha baru yang masing-masing mereka diberikan modal Rp. 1 juta dengan sistem berkelompok. Dan pada tahun 2012 sudah dialokasikan dana untuk usaha baru Rp. 3 miliar. “Dan uang yang diberikan pada wirausaha harus dapat dipertanggungjawabkan”, katanya.

Menyoroti  infrastruktur jalan desa dan kabupaten, pada tahap awal kondisinya cukup memprihatinkan, kecuali jalan provinsi, sehingga pada awal mulai membangun KLU adalah mengutamakan pembangunan infrastruktur jalan untuk membuka akses-akses ekonomi dan dusun terisolir.

Dalam bidang  kesehatan, Kecamatan Bayan menduduki urutan pertama dari jumlah anak kurang gizi dan gizi buruk, sehingga diprogramkan sejuta telur. “Ini upaya pemerintah untuk mengatasi persoalan kesehatan, termasuk pembangunan rumah sakit yang dilakukan secara bertahap”, jelas Nanang.
Dibidang pendidikan, lanjut Nanang, masih berkonsentrasi pada pembangunan fisik, yang pada tahun 2011 sedikitnya akan dibangun 86 penambahan ruang belajar baru.

Khusus dibidang pemberdayaan perempuan, Kepala Bapeda KLU mengaku belum melihat adanya perempuan yang mendorong kearah yang lebih maju, kecuali hanya sebatas pekerjaan rutin, seperti menjadi kader posyandu, PKK atau menjadi Dharma Wanita. “Saya lihat belum ada programnya mengarah kepada yang lebih maju, kecuali masih sebatas sosialisasi, padahal masih banyak yang dapat dikembangkan di kabupaten yang bermotto tiok-tata-tunak ini”, pungkasnya.(ari)

Selengkapnya... »»