Sabtu, 10 September 2011

Syarifudin Menderita Penyakit Aneh

Kluet Timur, Aceh Selatan - Syarifudin (40) warga Dusun Tanoh Munggu, Desa Durian Kawan, Kabupaten Aceh Selatan menderita penyakit aneh. Lima jari tangannya didera suatu penyakit yang belum diketahui jenisnya. Pada jari itu terlihat hangus seperti terkena siraman air panas. 
Penderitaan tersebut sudah dirasakan Syarifudin sejak 11 bulan lalu, awalnya diderita pada satu jari kiri. Syarifudin mengaku sudah berobat ke Puskesmas terdekat bahkan hingga ke Orang Pintar. "Petugas di Puskesmas juga tidak tahu ini penyakit apa, mereka menyarankan minum obat dan berhenti merokok," ungkapnya kepada SK beberapa hari lalu . 
Ayah dari empat orang anak ini memilih memotong ke-ima jari tangannya lebih dari 2 inci karena tak sanggup lagi menahan sakit , masing-masing tiga jari sebelah kiri dan dua jari sebelah kanan yang menderita sakit dan mengalami pembusukan. Jari manis tangan sebelah kanan nekat dipotong sendiri dengan pisau silet sementara 4 jari pada kanan kiri diamputasi di Puskesmas Kecamatan Kandang beberapa waktu lalu. 
Sebelumnya Syarifudin mengaku harus menjual sepetak sawah untuk biaya membeli obat ke apotik dan Orang Pintar , namun penyakit itu terus berlanjut sehingga saat ini sudah menyerang pada bagian Jempol kaki kanannya .
"Saya tawakal kepada Allah mungkin ini sudah takdir bagi saya meski orang lain menyebut saya ini diguna-guna," lanjutnya. Akibat penyakit yang dideritanya, Syarifudin tidak bisa mencari nafkah keluarga selama hampir setahun dan hanya berharap kepada istri yang memperoleh penghasilan sebagai buruh tani.(deny) Sumber: Suarakomunitas.net
Selengkapnya... »»  

Diduga Tembakan Polisi Hancurkan Kaca Rumah Warga Sekongkang

Sumbawa Barat – Langkah represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam menangani aksi unjukrasa warga Kecamatan Sekongkang menuai kritikan. Pasalnya, diduga kuat peluru yang berasal dari tembakan aparat kepolisian mengenai sejumlah kaca rumah warga Sekongkang. 
Tidak itu saja, tembakan “Membabi buta” aparat yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pemukiman warga Desa Sekongkang Atas Sumbawa Barat juga, menghancurkan kaca mobil milik masyarakat yang sedang diparkir digarasi. “kaca rumah dan kaca mobil hancur karena peluru nyasar, kami takut bisa saja peluru itu mengenai warga dalam kampung,” terang Nia, salah satu warga Sekongkang. 
Diejelaskan, tembakan terus saja dilakukan oleh brimob yang ada di kilo 8 akses road (jalan tambang). Padahal, warga yang melakukan aksi tidak pernah melakukakan tindakan perlawanan. Bahkan, peluru nyasar hampir mengenai anaknya yang sedang duduk di ruang tamu. “Anak saya kaget dengan suara kaca pecah, untung saja dia langsung tiarap di kursi tamu mendengar suara itu,” kilahnya. 
Melihat kondisi seperti itu, Nia, mempertanyakan, kinerja kepolisian yang diketahui selama ini sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Harusnya polisi menjaga rakyat bukan malah melindungi pengusaha,” kami rakyat yang seharusnya di lindungi oleh polisi, bukan kami ditembak kaya begini, apalagi menggunakan peluru tajam” sesalnya. 
Pantauan langsung MataramNews di Desa Sekongkang Atas, tembakan aparat kepolisian terjadi akibat adanya pergerakan masyarakat yang ingin menguasai kembali jalan tambang. Bahkan, warga melakukan pembakaran dua unit mesin lampu penerangan dilokasi itu. Kemudian, warga juga melakukan pembakaran ban di lokasi pipa konsentrat (pasir emas) milik PTNNT.(MS) Sumber: mataramNews
Selengkapnya... »»  

Warga Sekongkang Dibubar Paksa, Sejumlah Orang Jadi Korban

Sumbawa Barat - Aparat Kepolisian terpaksa harus membubarkan secara paksa, warga Sekongkang yang melakukan pemblokiran di jalan tambang PT.Newmont Nusa Tenggara (PT.NNT), Jum'at, (9/9/2011). Akibat tindakan reprensif itu, sejumlah warga menjadi korban dan harus dialarikan ke Puskesmas kecamatan setempat. 
Pantauan MataramNews di lokasi aksi, beberapa kali negosiasiasi yang dilakukan oleh pihak kepolisan meminta warga agar menghentikan aksi tersebut, namun upaya itu tidak mampu meredam keinginan warga untuk melakukan akasi pemblokiran jalan tambang PTNNT. Akhirnya, diduga hilang kesabaran. Pembubaran paksapun dilankukan oleh aparat sekitar pukul 15.45 wita.
Puluhan kali tembakan peringatan di lakukan oleh aparat, pelaku aksi langsung berlarian menuju persawahan yang ada di samping lokasi aksi tersebut. Akibat pembubaran itu, sedikitnya 5 korban luka harus dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan. 
Ada juga seumlah korban yang terpaksa harus dirujuk ke puskesmas Taliwang, karena tidak mampu diatasi oleh pihak puskesmas Sekongkang. "Setelah selesai sholat Jum'at kami langsung dibubarkan paksa oleh polisi, banyak warga yang terinjak dan terkena tendangan polisi," kata Haris, salah satu warga yang demo. 
Dijelaskan, warga yang melakukan aksi tidak pernah melakuan tindakan anarkis apalagi merusak aset milik perusahaan. Bahkan, warga memberikan ruang kepada karyawan untuk melewati lokasi aksi, "kami tidak lakukan pembakaran dan pengerusakan barang newmont, murni kami minta pekerjaan dari newmont," ungkapnya. 
Manageman PTNNT sampai saat ini, tidak satupun yang mau menemui warg yang melakukan aksi. Warga hanya dijanji dan terus dijanji oleh newmont. Warga juga sudah beberapa kali memberikan penjelasan kepada pihak kepolisian bahwa warga tidak akan anarkis. "Kami murni diadu domba dengan polisi oleh manageman newmont, warga menjadi korban dengan adanya newmont," kilahnya. 
Manager Publik Relation PTNNT, Rubi Purnomo, yang dikonfirmasi MataramNews mengatakan, pemblokiran jalan oleh warga Sekongkang melanggar hukum dan sesuai dengan prosedur, pihak yang berwajib telah membuka kembali pemblokiran jalan akses ke lokasi tambang Batu Hijau. "Sesuai dengan prosedur pihak yang berwajib membuka kembali akses jalan menuju lokasi tambang Batu Hijau," jelasnya via SMS. 
Manageman PTNNT sambung Rubi akrabnya, kembali menyampaikan bahwa tim investigasi sedang menyelesaikan penyelidikan terhadap dugaan negatif yang terjadi sehubungan dengan seleksi tahap awal proses rekrutmen."Kepada seluruh lapisan masyarakat dimohon untuk bersabar, sehingga investigasi selesai dan PTNNT dapat menginformasikan kelanjutan dari proses perekrutan ini" lanjutnya. (MS) Sumber MataramNews
Selengkapnya... »»  

Gunangsi Ditemukan Tewas Gantung Diri

Lombok Utara - Diduga karena depresi, Gunangsi (60) warga Dusun Lendang Jeliti Desa Sukadana Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, 10/9, ditemukan tewas gantung diri di pohon mente dekat rumahnya. 
Menurut warga di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tewasnya Gunangsi pertama kali ditemukan oleh Lasanom, sekitar pukul 08.00 wita, ketika dirinya pergi ke kebun miliknya. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan sesosok manusia yang sudah meninggal tergantung di pohon mente. 
Penemuan tersebut langsung disampaikan ke warga setempat. Karena penasaran, puluhan wargapun berdatangan menyaksikan Gunangsi yang sudah tidak bernyawa dan melaporkan ke Polsek Bayan. “Saya terkejut melihat korban, karena pada pagi itu saya bermaksud ke kebun, tapi ternyata yang saya temukan adalah Gunangsi yang menggantung dirinya menggunakan tandan peduan dan irisan bambu di pohon mente dengan ketinggian sekitar 4 meter”, kata Lasanom. 
Sementara Sidik, mantan Kepala Dusun Lendang Jeliti mengatakan, Gunangsi yang tewas gantung diri ini sudah lama hidup menyendiri setelah bercerai dengan istrinya puluhan tahun lalu. Dia tinggal disebuah rumah beratap daun kelapa dan berpagar bedek yang didirikan di tanah kebun miliknya. 
Selain itu korban juga dikenal orang kuper alias kurang pergaulan dengan masyarakat dan bekerja sebagai buruh pasar mingguan di Dusun lendang Gagak Desa Sukadana. “Beliau jarang bergaul dengan masyarakat, karena jarang mau menerima pendapat orang lain”, ungkap Sidik. 
Hal ini juga diakui oleh puluhan warga lainnya, kalau almarhum Gunangsi lebih senang hidup menyendiri setelah bercerai dengan istrinya dua puluh tahun lalu, sehingga tak heran bila kedua putranya tak pernah datang ke rumahnya yang terletak dipinggir jalan Dusun Lendeng Jeliti ini.
Kepala Dusun Lendang Jeliti Risana, mengatakan, Gunangsi adalah salah satu warganya yang tidak pernah mau hadir bila diundang pertemuan membahas berbagai hal di dusunnya. “Setiap kali diundang petemuan almarhun tak pernah mau hadir, dan senadainya hadir hanya pendapatnya saja mau didengar, dan barangkali hal inilah yang membuat beliau lebih senang hidup menyendiri ”, tegasnya. 
Salah seorang putranya Niwanom (21) juga mengaku jarang datang ke rumah ayahnya. “Saya memang jarang bertandang ke rumah ayah, karena dia sedikit agak keras”, tuturnya singkat. 
Pantauan media ini menunjukkan, rumah milik Gunangsi memang cukup jauh dari perkampungan warga. Sementara didepan pintu masuk rumahnya terdapat sebuah tulisan tangan diatas papan yang bunyinya “Aku, pokoknya aku enggak kasi masuk di rumah ini biarpun siapapun”. Tulisan ini menunjukkan, bahwa almarhum adalah termasuk orang tertutup. “Tak heran bila dia mengalami depresi atau tekanan batin”, kata puluhan warga setempat. Setelah diturunkan dan divisum oleh petugas dari Polsek Bayan dan Peskesmas setempat, jenazah Gunangsi langsung dibawa ke pemakaman setempat untuk dikubur. 
Karena sesuai dengan aturan adat, bahwa warga yang meninggal gantung diri tidak diperbolehkan masuk ke dalam kampung, dan harus langsung dibawa ke tempat pemakaman untuk dimandikan, dikapani dan disholatkan serta dimakamkan. “Kita hanya lakukan pemandian jenazah di tempat pemakaman, karena aturan adat tidak diberikan masuk kedalam gubug kalau orang meninggal di luar perkampungan”, kata Risana. 
Kapolres Lombok Barat melalui Kapolsek Bayan, IPDA Kadek Metria, S.Sos, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Memang benar Gunangsi tewas gantung diri di pohon mente dan mengalami lebam dilehernya akibat jeratan tali yang digunakan”, jelasnya singkat.
Selengkapnya... »»  

Status Tambora Naik ke Level Siaga

Warga Panik, Radius Tiga Kilometer Dikosongkan 

Dompu - Status Gunung Tambora telah ditingkatkan dari waspada (level II) menjadi siaga (level III). Peningkatan status ini didasari adanya peningkatan aktivitas Gunung Tambora dengan meningkatnya aktivitas kegempaan dan visual yang dikhawatirkan akan memicu peningkatan aktivitas vulkanik yang lebih besar. Peningkatan status Tambora ini membuat warga sekitar Tambora panik, karena khawatir akan ada letusan. Tidak hanya itu, sebagian warga bahkan memilih mengungsi. 
Petugas pemantau Gunung Tambora di Desa Doropeti Kecamatan Pekat, Abdul Haris kepada Suara NTB Jumat (9/9) kemarin, mengatakan, status Gunung Tambora telah ditingkatkan statusnya dari waspada menjadi saga sejak Kamis (8/9) pukul 16.00 wita. “Untuk saat ini terekam terjadi gempa tremor vulkanik yang terus menerus. Terpantau juga ada asap setinggi 6 meter dari bibir kaldera kawah Tambora,” katanya. Saksi Taufik bahkan mengatakan, kondisi di atas Tambora tampak gelap. ‘’Ada kepulan asap dan warna merah dan terdengar letusan dari Gunung Tambora. 
Kita sudah siap – siap dengan keluarga sambil menunggu aba – aba untuk menyelamatkan diri,” kata Taufik, warga Pekat. Sejumlah warga yang bermukim di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Nangakara dan Sorinomo memilih menjauhi kampungnya karena suasana gelap. ‘’ Namun sore hari kami kembali pulang karena sudah tidak gelap lagi,’’ kata Taufik.
Kekhawatiran warga ini semakin menjadi-jadi ketika mendapati surat berisi perkiraan daerah yang akan terkena danpak letusan Gunung Tambora yaitu wilayah Soritatanga, Doropeti, Pekat dan bahkan di hampir seluruh wilayah Pekat dan Tambora. “Untuk Hodo, tidak sampai kena,” kata Taufik yang mengaku mendapat informasi itu dari warga lain. 
Camat Pekat, Syaifullah mengakui adanya kepanikan warga karena berkembangnya informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Padahal hingga saat ini pihaknya belum mengeluarkan informasi resmi untuk diumumkan kepada warga melalui kepala desa. 
Informasi yang disampaikan pihaknya kepada kepala desa untuk diteruskan ke warga beberapa waktu lalu sesuai surat Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi Dompu yang menindaklanjuti surat dari Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Bandung tentang status Tambora yang waspada. ‘’Setelah itu, kami belum mengeluarkan surat resmi lain. Untuk itu kepada warga diminta untuk tidak mudah terprovokasi soal ancaman Tambora dari orang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,’’sarannya. 
Berdasarkan keterangan resmi PVMBG Bandung yang telah menaikan status Gunung Tambora dalam situsnya bahwa terjadi peningkatan aktivitas Gunung Tambora teramati dengan meningkatnya aktivitas kegempaan dan visual, terutama Gempa Vulkanik Dalam dan Vulkanik Dangkal. 
Gempa Vulkanik Dalam (VA) terus mengalami peningkatan hingga 7 September 2011 sejumlah 32 kali hanya dalam 6 jam. Peningkatan aktivitas vulkanik berupa Gempa Vulkanik Dalam dan Vulkanik Dangkal dikhawatirkan akan memicu peningkatan aktivitas vulkanik yang lebih besar. Berdasarkan hasil analisa data visual dan kegempaan, maka terhitung tanggal 8 September 2011, pukul 16.00 WITA, status kegiatan Gunung Tambora dinaikkan dari waspada (level II) menjadi siaga (level III). 
Peningkatan status ini berdasarkan data visual dan kegempaan yang terekam dari arah Pos Pengamat Gunung Api Tambora di Desa Doropeti Kecamatan Pekat. Dimana kondisi visual Tambora tidak teramati adanya hembusan asap kawah dari Kaldera Tambo sejak dinaikan statusnya menjadi waspada kecuali pada 5 September, yaitu teramati adanya hembusan asap kawah berwarna putih tipis setinggi 10 meter dari bibir kaldera. Sementara jenis gempa yang terekam pada 30 Agustus, gempat tremor menerus dengan amplitude maksimum 1-8.5 mm (dominan 5 mm), 1 Gempa Low Frequency (LF), 5 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 9 kali kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA), 2 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dan 10 Gempa Tektonik Jauh (TJ) pada 30 Agustus. Namun pada 7 September, terekam Gempa Tremor menerus dengan amplitude maksimum 0.5-5 mm (dominan 1 mm), 6 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 40 kali kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA), 1 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 5 Gempa Tektonik Jauh (TJ). 
Karenanya, masyarakat di sekitar gunung Tambora dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan melalukan aktivitas apapun di gunung Tambora dalam Kawasan Rawan Bencana III (KRB III) dan dalam radius 3 km dari pusat aktivitas gunung Tambora. Masyarakat di sekitar gunung Tambora diharap tenang, tidak tepancing isyu-isyu tentang letusan gunung Tambora. 
Di sisi lain, PVMBG akan selalu berkoordinasi dengan Pemerintah NTB selaku Ketua Satkorlak Penanggulangan Bencana (PB) dan Pemda Dompu dan Bima selakuk Ketua Satlak PB tentang aktivitas gunung Tambora. Masyarakat pun diharapkan selalu mengikuti arahan dari SATLAK PB dan SATKORLAK PB. 
Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M Yasin yang dikonfirmasi usai menerima kunjungan Kapolda NTB di Polres Dompu, Jumat kemarin mengatakan, pihaknya akan berangkat ke Pekat untuk mendampingi masyarakat setempat dan menenangkannya terkait dengan peningkatan status dari waspada ke siaga. Hal ini dilakukan agar warga sekitar lereng Tambora tidak terlalu panic menyikapi peningkatan status Tambora dan tetap beraktifitas seperti biasa, namun tetap waspada. “Kita juga telah menempatkan tim – tim rahasia yang akan melakukan koordinasi setiap saat,” ungkap Bambang. 
Sementara itu, beberapa Kepala SKPD telah berangkat ke Pekat dan terbagi dalam lima tim untuk bersilaturrahmi dengan masyarakat Pekat yang tersebar di Desa Doropeti, Sorinomo, Nangamiro, Pekat, dan Dusun Pancasila Desa Tambora). Isya nanti (Jumat malam) tim ini akan melakukan salat berjamaah dan dilanjutkan dengan kegiatan silaturrahmi,” kata Kepala Bagian Humas Setda Dompu, Iwan Iskandar, A.Pi. (ula)Sumber: Suara NTB
Selengkapnya... »»  

BPBD Dompu Siap Tangani Bencana Tam

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu, siap melakukan penanganan jika terjadi musibah di Gunung Tambora. ‘’Itu harus kita lakukan pasalnya Taruna Tanggap Bencana (TAGANA) masih dalam pengawasan Dinas Sosial," kata Kepala BPBD Dompu, Islam kepada pers Jumat (9/9). 
Koordinasi lintas sektor, termasuk menggandeng Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Dompu terus dilakukan. 
Anggaran penanggulangan bencana yang dianggarkan dalam APBD Dompu tahun 2011, belum dipakai dan masih tersimpan. Anggaran itu akan digunakan untuk melakukan evakuasi warga jika nentinya musibah itu datang dan bila tindakan evakuasi diperlukan. Islam mengaku segala perlengkapan untuk melakukan penanganan bencana, telah tersedia di daerah ini. 
Bahkan sejak didirikan awal tahun lalu, BPBD Dompu terus melakukan simulasi pertolongan bencana kepada warga. "Dompu terkenal dengan daerah wilayah gempa dan kita sudah siap jika pada praktiknya nanti terjadi musibah," katanya. 
BPBD berencana menuju Kecamatan Pekat untuk mengatisipasi dan memberikan pengarahan kepada warga. Selain itu, BPBD juga akan memberikan pelatihan serta simulasi untuk jalur evakuasi warga.(ant/Bali Post) Sumber: Suara NTB
Selengkapnya... »»  

Kamp Karyawan Newmont Dilempari Bom Molotov

SUMBAWA BARAT--Kamp karyawan milik PT Newmont Sekongkang Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dilempari bom Molotov yang diduga dilakukan oleh penyusup sebagai bentuk aksi balasan akibat pembubaran paksa yang dilakukan kepolisian setempat hingga berujung bentrok, Jumat. 
Kepolres Sumbawa Barat AKBP Hadi Gunawan, di Sekongkang mengatakan, polisi diterjunkan ke lokasi sekitar pukul 19.30 wita dan mendapati satu ruangan di camp karyawan terbakar dan satu unit mobil perusahaan ikut dirusak. "Kebakaran cepat bisa kita atasi. Namun kaca depan dan samping sebuah mobil pecah karena dirusak. Polisi mengidentifikasi pelaku ada lima orang. Mereka bagian dari aksi massa yang memblokir jalan tadi. Kami sudah kantongi nama kelimanya dan segera akan dipanggil," katanya. 
Ia membantah telah terjadi kepanikan di lokasi kamp dan kantor Newmont. Polisi, kata Hadi Gunawan, kini sepenuhnya telah menguasai keadaan. Sejumlah area camp karyawan sudah diamankan dan kini dijaga ketat. Aksi penyusup dilaporkan masih terus diwaspadai menyusul timbulnya kemarahan warga. 
Saat ini, kata Kapolres, polisi menurunkan 191 polisi terdiri dari 150 personil polres Sumbawa Barat dibantu 41 pasukan brimob Polda NTB. Kapolres membantah bahwa polisi telah menentapkan status wilayah kecamatan sekongkang dan lokasi tambang Newmont kini siaga penuh. 
Polisi hanya mengatakan, ketidakpuasan warga atas tindakan represif polisi masih ters meluas. Maka itu, polisi tetap disiagakan untuk mencegah terjadinya aksi yang lebih massif. "Kita sudah minta penambahan dua pleton pasukan brimob atau sekitar 70 personel untuk membantu personil yang ada," kata dia. 
Sementara itu, kondisi kota Kecamatan Sekongkang sendiri dialaporkan lengang. Dibeberapa tempat, masih terlihat warga berkumpul. Aksi protes dan perlawanan warga dilaporkan terus meluas didua desa tersebut menyusul cideranya dua orang tokoh agama dan masyarakat setempat. H. Najamuddin Desa dan Rasidin Imam masjid dan tokoh masyarakat Sekongkang Atas terpaksa dirawat di puskesmas Taliwang karena menderita luka dibagian wajah dan kaki ketika benturan antara polisi dan massa meletus.Sumber: Antara
Selengkapnya... »»  

Jumat, 09 September 2011

Lautan Makna di Balik Takbir

Oleh: H. Muhammad Widus Sempo, MA 
dakwatuna.com - Takbir menyiratkan lautan makna yang tidak bertepi. Ia senantiasa memberikan makna baru bagi mereka yang ingin menggoreskan pena mengungkap rahasia-rahasianya. Dengan takbir, para pejuang kemerdekaan merebut tanah air dari belenggu penjajah, mengorbankan raga dan jiwa demi tegaknya kedaulatan negara dan terciptanya harkat dan martabat bangsa. Mereka memberikan segala bentuk pengorbanan demi generasi bangsa di kemudian hari dengan memekikkan (الله أَكْبَر). 
Dengan perilaku seperti ini, mereka telah mengikuti jejak Nabi Saw yang senantiasa bertakbir di saat menaklukkan Khaibar. 
Anas bin Malik meriwayatkan: “di perang Khaibar, Rasul Saw menegakkan shalat subuh sebelum tiba waktu fajar, kemudian menunggangi kudanya dan berkata: ((الله أَكْبَر), Khaibar akan takluk). Dan sungguh benar, sesungguhnya kami telah menaklukkan mereka di pagi harinya.”[[1]] 
Dengan takbir, umat Islam di seantero alam membuat ruang-ruang langit bergetar kuat oleh gema takbiran. (الله أَكْبَر) yang menggerakkan hati umat untuk datang berbondong-bondong mengumandangkan takbir sebagai tanda kemenangan dari perjuangan spiritual dalam menahan lapar, haus, dan hawa nafsu di bulan suci Ramadhan. (الله أَكْبَر) yang menyediakan fasilitas-fasilitas gratis bagi mereka yang ingin memperoleh ridha, rahmat, dan kedekatan spiritual terhadap-Nya di bulan suci itu. 
(الله أكْبَر) yang memberi bulan Ramadhan nuansa ibadah yang sangat berbeda dengan bulan-bulan lain. Sebulan sebelum datangnya bulan suci ini, ia telah hidup di hati, senantiasa dikenang, dan didamba-dambakan. Sebulan lagi ia akan datang menyapa, tetapi kehadirannya telah memenuhi sendi-sendi manusia yang cinta kepada anugerah ilahi dari apa yang disuguhkan Ramadhan. Di pagi hari Id, dengan penuh kegembiraan yang luar biasa mereka menghaturkan tanda kesyukuran atas taufik dan hidayah-Nya dalam menjalani ibadah-ibadah ramadhaniah dengan menyorakkan (ألله أَكْبَر). 
Di padang Arafah sana, jamaah haji di seluruh dunia mengisi ruang-ruang langit negeri Allah dengan gema takbiran. (الله أكْبَر) yang mengumpulkan mereka dari pelbagai belahan dunia dengan satu tujuan suci, menyiratkan makna-makna ukhrawi dari pelbagai ibadah haji; pakaian putih mereka menyiratkan kebersihan fisik dan rohani pribadi muslim yang taat agama, mengingatkan manusia tentang kematian, pintu menuju alam akhirat, menandakan persamaan derajat di sisi Allah SWT, meski status sosial mereka berbeda-beda, serta memberitahu hakikat kehidupan dunia ini, bahwa sumber keselamatan dunia-akhirat bukan dengan membanggakan diri, harta, dan keluarga, tetapi dengan berpegang teguh kepada syariat Islam. 
Ibadah kurban menyuarakan kedekatan spiritual hamba yang senantiasa dituntut untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mengabaikan segala sesuatu yang dapat menjadi penghalang dalam meniti jalan-jalan ukhrawi. Tentunya, di sana ada kebulatan tekad, pengorbanan yang luar biasa demi mencapai kemuliaan ini. 
Yah, karena pada saat itu, mereka meninggalkan keluarga demi memenuhi panggilan ilahi yang dititahkan kepada Nabi Ibrahim as dalam firman-Nya: وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS. al-Hajj [22]: 27) 
Di pagi hari raya Idul Adha, rumah-rumah Allah di seluruh dunia ikut serta menyemarakkan syiar-syiar haji dengan menyorakkan (الله أكْبَر). Dengan takbir, wajah-wajah dunia kala itu dapat menangkap pesan-pesan ilahi yang mengilustrasikan persatuan dan persamaan. 
Di sana ada satu hakikat yang mampu menyatukan umat, menepis segala bentuk perbedaan, seperti: kulit, bahasa, suku, dan lain-lain, dan mengayomi langkah umat dalam meniti kehidupan dunia-akhirat. 
Tentunya, hakikat itu adalah hakikat ketauhidan yang menegaskan bahwa setiap manusia sama di hadapan Allah SWT, tidak ada perbedaan di antara mereka kecuali ketaqwaan. 
Di antara mereka mungkin ada yang bertanya: “Kenapa azan dibuka dengan (الله أَكْبَر)” bukan dengan ucapan lain, seperti: (سُبْحَانَ الله), atau (الحَمْدُ لِله)? Kepada Anda Al-Qur’an menjawab di ayat berikut ini: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ “Wahai orang-orang beriman! apabila telah ada seruan menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli!” (QS. al-Jum’ah [62]: 9). 
(الله أَكْبَر) bukan hanya mengingatkan waktu shalat, tetapi ia juga memperingatkan bahwa segala sesuatu yang menyibukkan Anda dari urusan-urusan duniawi, maka Allah lebih besar darinya. Jika Anda belajar, maka Allah lebih besar dari apa yang Anda sedang pelajari. Jika Anda bercocok tanam, atau sedang menuai hasil, maka Allah lebih besar dari kesibukan bercocok tanam dan memetik buah. 
Dan jika Anda membeli dan menjual, maka Allah lebih besar dari perdagangan itu, meski ia mendatangkan keuntungan yang berlipat ganda. Allah lebih besar dari segala kesibukan duniawi yang menyita waktu Anda untuk tidak mendatangi waktu shalat. 
Dengan takbir, manusia menjunjung tinggi etos kerja, di sana ada pembagian waktu antara waktu kerja dan shalat. Dengan takbir pula, mereka memahami bahwa shalat adalah tiang agama, dan mengetahui bahwa segala bentuk usaha dan pekerjaan yang ditekuni akan sia-sia, jika ia melupakan Sang Pencipta yang Maha Besar dan Agung yang telah memberikan kekuatan fisik dan otak untuk bekerja. 
Pada waktu shalat, jutaan umat Islam memenuhi ruang-ruang rumah Allah yang menghentakkan dari lubuk hati yang paling dalam dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan (الله أَكْبَر). Jika ada yang bertanya: “kenapa pada takbir ihram kita mengucapkan (الله أَكْبَر), bukankah Allah lebih besar dari segala sesuatu?” 
Syekh Mahmud Khalil Khusari memberikan jawaban seperti ini: “takbiran tersebut bermaksud memuliakan Allah, dimana Dia berada di derajat kemuliaan yang mustahil dicapai oleh siapa pun. Dia lebih besar untuk disetarai kebesaran dan keagungan-Nya. Dia-lah zat yang Maha Besar dan Agung.”
[[2]] Dengan takbir, para pemerhati Al-Qur’an memenuhi ruang-ruang udara dengan (الله أَكْبَر). Setiap kali keindahan bahasa kalam ilahi menyuguhkan makna-makna suci yang mampu mengguncang jiwa dan pikiran, maka mereka pun serta merta bersujud dan melantunkan takbir dengan penuh haru. 
Mereka yang menemukan nilai-nilai kehidupan dengan menelaah kedalaman makna kalam ilahi tidak mampu menahan diri untuk tidak ikut serta mengucapkan (الله أَكْبَر). 
Dengan takbir, mereka yang tengah terpaku menyaksikan manifestasi nama-nama Allah (Asmaul Husna) di alam semesta, dengan spontan memperdengarkan kepada seluruh entitas kehidupan (الله أَكْبَر). 
Setiap kali ukiran-ukiran ilahi yang tergambar jelas menghiasi kehidupan setiap makhluk di alam raya ini nampak di penglihatan mereka, maka dengan sendirinya takbiran pun dilantunkan syahdu. (الله أَكْبَر) yang telah menghiasi alam raya ini dengan ukiran-ukiran ilahi yang menjadi dalil utama bagi mereka yang berakal bahwa di sana ada zat yang Maha Kuasa, Pencipta dari segala sesuatu, dan Mengetahui apa yang dinampakkan dan yang disembunyikan. 
Di sana ada samudera makna yang dilukiskan (الله أَكْبَر) yang tidak kunjung habis. (الله أَكْبَر) yang menjadikan (الله أَكْبَر) menyiratkan makna yang tidak terhingga, ucapan kebesaran dan keagungan yang senantiasa dilantunkan para hamba Allah yang menemukan hikmah-hikmah kehidupan di balik kalam ilahi dan manifestasi nama-nama-Nya di jagat raya ini. 
(الله أكْبَر) yang menjadikan aku lemah menangkap hikmah-hikmah ilahi yang termaktub di dalam setiap takbiran. 
Olehnya itu, di penghujung tulisan ini, saya mengajak pemerhati tema-tema keislaman untuk senantiasa membaca dzikir di bawah ini, sebagai perwujudan dari ketidaksanggupan dan kelemahan kita menelusuri kedalaman makna (الله أَكْبَر): اللَّهُ أَكْبَرُ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ. 
Catatan Kaki: 
[[1]] Imam Bukhari, Shahih Bukhari, kitab Shalatul Khawf, bab at-Takbir wa alGalasi bi as-Subhi wa as-Shalah inda al-Igarah wa al-Harb, hadits. No: 947, hlm. 236 [
[2]] Lihat: Syekh Mahmud Khalil al-Khusary, Fathul Kabir fil Istiâsah wa at-Takbir, hlm. 16 (buku beliau ini diupload di website ini: http://www.elhosary.tk/)
Selengkapnya... »»  

Kedudukan Ilmu Tauhid Dalam Islam

Oleh: Tim Kajian Manhaj Tarbiyah A.

Iman adalah Asas Amal (الإِيْمَانُ أَسَاسُ العَمَلِ) 
dakwatuna.com – Mengapa Allah SWT tidak menerima amal kecuali dari mukmin (yang beriman kepada Allah dengan iman yang sesuai syariat Islam)? 
Sebab orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, tak mengharapkan pahala dari-Nya, tidak takut dengan hukuman-Nya, beramal tanpa pernah menginginkan keridhaan-Nya, dan tak peduli apakah yang mereka lakukan halal atau haram, maka mereka jelas tidak berhak memperoleh ganjaran pahala atas amal mereka meskipun amalnya baik. Karena mereka adalah orang-orang kafir (mengingkari kenabian Muhammad SAW) yang tidak berusaha mencari agama Allah yang benar, tidak mau mendengar penjelasan ilahi yang dibawa oleh para rasul alaihimussalam, di samping itu, jika mereka mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepada mereka, mereka mengolok-olokkannya, sehingga wajar kalau amal mereka tertolak dan mereka mendapat sangsi atas kekafiran mereka.
وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَّنثُورًا [٢٥:٢٣] 
“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan,[1] lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (QS. Al-Furqaan: 23). 
مَّثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ ۖ أَعْمَالُهُمْ كَرَمَادٍ اشْتَدَّتْ بِهِ الرِّيحُ فِي يَوْمٍ عَاصِفٍ ۖ لَّا يَقْدِرُونَ مِمَّا كَسَبُوا عَلَىٰ شَيْءٍ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الضَّلَالُ الْبَعِيدُ [١٤:١٨] “Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.” (QS. Ibrahim: 18)
وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا وَوَجَدَ اللَّهَ عِندَهُ فَوَفَّاهُ حِسَابَهُ ۗ وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ [٢٤:٣٩] 
“Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.” (24: 39). 
Sebagai contoh : John (misalnya) masuk ke sebuah kebun besar yang bukan miliknya, ia menemukan beragam buah-buahan di dalamnya, lalu ia makan dan minum serta melakukan berbagai perbuatan: mencabut beberapa pohon dan menanam pohon yang lain tanpa seizin pemilik kebun. Sementara Muhsin (misalnya) masuk ke dalam kebun yang sama namun ia berkata pada dirinya sendiri: “Saya tidak akan melakukan apa-apa sebelum saya bertemu dengan pemilik kebun atau orang yang ditugaskan oleh pemilik kebun mewakilinya.” Lalu ia mulai mencarinya. 
Pada saat bertemu, pemilik kebun marah dan menolak apa yang dilakukan oleh John tapi John tidak peduli dan tetap melakukan apa yang ia kehendaki tanpa izin pemilik kebun. Sedangkan Muhsin mendengarkan dan mentaati semua arahan pemilik kebun. Siapakah yang berhak mendapat penghargaan dari pemilik kebun, John ataukah Muhsin? Apakah John berhak mendapatkan ucapan terima kasih apalagi bayaran atas apa yang telah ia lakukan meskipun baik? 
Orang yang berakal pasti berkata bahwa Muhsinlah yang berhak mendapat penghargaan karena ia menuruti arahan dan aturan pemilik kebun, sedangkan John tidak memperolehnya karena perintah dan larangan dari pemilik kebun telah ia ketahui namun ia tak mau peduli, sehingga meskipun ada sebagian perbuatannya dianggap baik tetap saja ia tidak berhak memperoleh penghargaan. 
Demikianlah, bumi ini dan semua isinya adalah milik Allah secara mutlak, para rasul-Nya adalah wakil Allah di bumi, orang yang beriman seperti “si Muhsin” yang beramal sesuai petunjuk Allah Penciptanya, dan orang kafir seperti “si John” yang berperilaku tanpa mau mengikuti petunjuk dan syariat Allah dan berpaling dari apa yang telah disampaikan rasul-Nya. 
B. Pintu Islam :
Dua Kalimat Syahadat (بَابُ الإِسْلاَمِ : الشَّهَادَتَانِ) 
Mengapa Islam menjadikan dua kalimat syahadat sebagai rukun yang pertama? Sebab kalimat syahadatain kita adalah: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ 
Pengakuan dan pernyataan dengan syahadat pertama berarti: Anda meyakini dan membenarkan bahwa alam semesta ini ada Pencipta yang telah mengadakannya dari ketiadaan, mengatur dan menyempurnakannya, bahwa Dialah satu-satunya yang berhak disembah – tak ada sekutu bagi-Nya – bahwa Anda adalah salah satu ciptaan-Nya. Sedangkan syahadat kedua berarti Anda beriman, membenarkan dan meyakini bahwa Muhammad adalah utusan Allah SWT, 
Dia mengutusnya dengan membawa petunjuk dan penjelasan tentang hal-hal yang halal yang diridhai-Nya dan penjelasan tentang yang haram yang menyebabkan murka-Nya, bahwa dengan ketaatan Anda mengikuti Muhammad SAW berarti Anda telah merealisasikan ketaatan kepada Allah. Dan sudah sama-sama kita ketahui bahwa jika Anda tidak beriman dengan tauhid maka syahadat Anda dapat dikatakan batal atau tidak diterima. 
JADI, kita harus mempelajari ilmu tauhid agar syahadat kita diakui, keislaman kita benar, dan agar amal kita diterima di sisi Allah SWT.
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ [٤٧:١٩]
“Maka Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah.” (QS. Muhammad: 19)
شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ [٣:١٨] 
“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imran:18). Oleh karena itu, ilmu tauhid adalah dasar semua ilmu agama dan sekaligus ilmu yang paling baik. 
C. Kesimpulan (الخُلاَصَةُ)
Allah SWT tidak akan menerima amal orang-orang kafir, Dia hanya menerima amal mereka yang muslim (beriman kepada Allah sesuai syariat yang dibawa rasul-Nya). 
Alasannya: karena orang kafir bisa jadi melakukan amal yang baik namun tidak menginginkan keridhaan Pencipta dan Pemilik dirinya bahkan ia tidak peduli apakah Allah ridha atau murka, maka ia berhak dihukum dan tak berhak mendapat pahala. Pintu masuk Islam adalah dua kalimat syahadat. 
Sedangkan syahadat tidak akan sempurna jika seseorang tidak mengetahui ilmu tauhid. Oleh karenanya ilmu tauhid adalah ilmu paling penting menurut agama Islam.
Selengkapnya... »»  

STIKES Hamzar Gelar PPMB

Lombok Timur – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Hamzar Mamben Lombok Timur sejak hari Rabu 7/9 lalu menggelar Program Pengenalan Mahasiswa Baru (PPMB). 
Kegiatan yang diikuti 112 mahasiswa baru dari dua program studi keperawatan dan kebidanan ditandai dengan pelepasan balon oleh ketua STIKES Hamzar, Drs. HM Nagib M.Kes. 
Ketua Panitia Pelaksana, Lalu Win Ispandiar, PPMD dilaksanakan hingga hari Jum’at 9/9, dengan beberapa program pengenalan, seperti apel, bhakti sosial, pengarahan serta program lainnya. 
Ketua Dewan Pembina Yayasan Maraqitta’limat, TGH. Hazmi Hamzar berpesan, hendaknya dengan ilmu yang dimiliki, akan dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi nantinya. 
Ia juga mengingatkan akan perlunya membangun komunikasi antar mahasiswa dan para dosen pengajar, sehingga hubungan emosional akan terjalin baik. Kedepan STIKES Hamzar yang kini memiliki mahasiswa 700 orang akan lebih dikembangkan. “Saat ini kita akan lakukan pengembangan dua unit gedung dengan 12 lokal dengan anggaran Rp. 2,5 miliar”, jelasnya. 
Guna mengembangkan kualitas mahasiswanya, STIKES Hamzar akan melakukan studi banding ke Jawa Timur dan Pert, Australia. Khusus ke Australia, selain STIKES Hamzar, juga dilakukan bagi STKIP Hamzar yang kini telah mulai dibuka di Kabupaten Lombok Utara, atas prakarsa dari Kopertis wilayah VIII Bali.
Selengkapnya... »»  

Dengar Nasihat Nenek, Nazaruddin Mau 'Bernyanyi' Lagi

JAKARTA - Usai mendengar nasihat dari neneknya, tersangka kasus suap Sesmenpora, Muhammad Nazaruddin, mendapat pencerahan. Nasihat itu membuatnya berubah sikap untuk mau memberikan keterangan apapun terkait sejumlah kasus korupsi yang menderanya. 
Menurut Ketua Komite Etik KPK, Abdullah Hehamahua, pada saat Nazaruddin diperiksa Komite Etik, Kamis (8/9) kemarin, mantan bendahara umum Partai Demokrat itu mengatakan pada saat lebaran neneknya yang berusia 80 tahun datang menjenguk dia dan nasihati dia kalau urusan duniawi harus diselesaikan di dunia. Jangan sampai tidak selesai dan menjadi penghambat di akhirat nanti, “Ya dia bercerita seperti itu, dia patuh pada nasihat neneknya,” kata Abdullah. Setelah mendengar nasihat itu, Nazaruddin kemudian menghubungi pengacaranya untuk memberikan keterangan pada KPK. 
Komite ETik KPK yang tadinya sudah tidak mengharapkan Nazaruddin karena ia selalu bungkam akhirnya berubah. Komite mau mendengarkan keterangan Nazaruddin untuk menjadi bahan mengambil kesimpulan atas dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan sejumlah pejabat KPK. 
Seperti diketahui, Nazaruddin pada saat pelariannya ke luar negeri selalu berbicara mengungkap dugaan keterlibatan pihak-pihak lain termasuk pejabat KPK dalam sejumlah kasus korupsi. Namun ketika ia ditangkap dan dibawa ke tanah air berubah bungkam dan tidak mau memberikan keterangan kepada penyidik KPK maupun Komite Etik KPK dengan alasan keselamatan keluarganya. Redaktur: Didi Purwadi Reporter: Muhammad Hafil, Sumber: republika
Selengkapnya... »»  

Lagi, Warga Blokir Jalan Menuju Tambang Newmont

Taliwang (Suara NTB)- Puluhan warga dari beberapa desa di Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali melakukan pemblokiran jalan menuju tambang PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) di KM 8, Kamis (8/9) kemarin. Aksi yang berlangsung sekitar pukul 16.00 Wita itu, wujud protes warga yang kecewa dengan batalnya pertemuan terkait rekrutmen karyawan yang dijadwalkan berlangsung kemarin. Warga terpaksa kembali melakukan aksi tersebut setelah sebelumnya hampir seharian menunggu pihak manajemen PTNNT di Kantor Camat Sekongkang. 
Di tempat itu, rencananya akan berlangsung pertemuan guna membahas proses rekrutmen karyawan lokal yang dibuka PTNNT yang kemudian menuai protes. Beberapa warga mengatakan, pihaknya kecewa dengan sikap PTNNT. Sebab agenda pertemuan yang akan dilaksanakan hari ini (kemarin, red) adalah hasil kesepakatan warga dengan manajemen PTNNT tanggal 8 Agustus lalu. Di mana pihak perusahaan menyatakan bersedia melaksanakan pertemuan tanggal 8 September guna memberikan klarifikasi sekaligus solusi rekrutmen karyawan lokal yang saat ini masih diprotes warga. Warga pun beranggapan, tidak ada niat baik dari PTNNT untuk mengakomodir tuntutan mereka karena janji akan melakukan pertemuan hari ini batal dilaksanakan. 
Dengan alasan bahwa pihak manajemen tidak lengkap dimana yang dapat hadir hanya H. Syarafudin Djarot Manager Comunity Relation dan Rahmat Makasau Manager HRD. Sedangkan Arif Perdana Kusuma selaku Senior Manager Eksternal yang dianggap bisa langsung mengambil kebijakan tidak bisa hadir karena tidak di tempat. ‘’Itu alasan mereka saja Arif tidak ada di tempat. Padahal kami dulu membubarkan diri karena janji mereka itu. Nah apalagi sekarang di KM. 8 Newmont sedang membuat pagar pembatas agar kita tidak bisa masuk ke sana,’’ jelas Nani Susanti salah seorang warga yang turut dalam aksi. 
Warga semakin kecewa karena selain dibatalkan, tak satu pun perwakilan manajemen yang datang ke tempat pertemuan dan hanya menjanjikan bahwa pertemuan akan diagendakan ulang pada tanggal 13 September mendatang. Akhirnya setelah berkoordinasi, warga pun melancarkan aksi pemblokiran jalan yang menjadi satu-satunya akses penghubung PTNNT dari Pelabuhan Benete ke lokasi tambang maupun sebaliknya. Hampir sama dengan aksi sebelumnya, kali ini warga juga melengkapi diri dengan sejumlah benda tajam. Mulai dari pentungan, golok, tombak hingga alat panah ikan (harpun). Namun begitu, selama aksi warga tidak melakukan tindakan anarkis atau pengerusakan karena aparat kepolisian langsung mengambil tidakan pengamanan dan melokalisir pergerakan warga.
Akibat aksi pemblokiran di KM. 8 secara mendadak, tidak sedikit proses perjalanan pulang karyawan sift siang yang akan pulang terganggu. Bus yang ditumpangi para pekerja yang akan pulang melalui Benete terpaksa terhenti di KM. 8 karena warga tidak memberikan jalan untuk lewat. 
Akhirnya para pekerja pun terpaksa berjalan kaki dan baru dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus yang siap menjemput mereka di ruas jalan lain menuju Benete. Hingga berita ini ditulis, warga masih tetap bertahan di lokasi di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian. Mereka berjanji tetap akan bertahan di lokasi sampai manajemen PTNNT mengakomodir tuntutannya. 
Di mana salah satu tuntutan mereka agar 213 orang warga Sekongkang dapat bekerja di PTNNT dan kuota 235 orang yang telah dinyatakan lulus dalam proses seleksi karyawan lokal sebelumnya dibatalkan. Sementara, Manager Public Relation PTNNT, Rubi Purnomo hingga berita ini ditulis belum memberi penjelasan. Konfirmasi yang dilayangkan Suara NTB via SMS terkait tanggapan PTNNT menyusul aksi blokir jalan serta langkah-langkah yang ditempuh perusahaan tambang ini sehubungan dengan aksi ini, belum dijawab. (bug/049)
Selengkapnya... »»  

Kamis, 08 September 2011

Hasil Survei: Ahmadiyah Bukan Saudara Seiman, Tapi Saudara Sebangsa

JAKARTA - Hasil survei Setara Instute yang dipaparkan di Hotel Atlet Century, kompleks Senayan, Kamis (8/9), menunjukkan toleransi antarumat beragama mengalami penurunan. 
Fenomena ini dilihat dari pandangan responden bahwa 55,2 persen dari 3.000 responden tidak menampik bahwa tingkat toleransi antar agama cenderung menurun beberapa tahun ini. Hanya 26,9 persen yang mengira bahwa kondisi toleransi tak separah yang diduga. Salah satu mata survei adalah soal Ahmadiyah. 
Berdasarkan hasil survei, isu Ahmadiyah selama ini ternyata tak banyak dibicarakan oleh masyarakat. Hanya 15,3 persen responden yang mengaku mengetahui Ahmadiyah. 
Hal ini dianalisia oleh Setara sebagai suatu hal yang perlu dipertanyakan lebih lanjut. Walaupun 52,6 persen responden menyatakan bahwa Ahmadiyah bukan merupakan saudara seiman, namun mayoritas responden sebesar 68,1 persen beranggapan bahwa Ahmadiyah merupakan saudara sebangsa.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa umumnya masyarakat dapat memilah sikap keagamaan dan sikap kebangsaan di sisi lain. "Jadi masyarakat tidak keberatan untuk hidup berdampingan dengan Ahmadiyah," kata Hendardi, ketua Setara Instutute. Redaktur: Siwi Tri Puji B: Sumber Republika
Selengkapnya... »»  

KLU Belum Miliki Sarjana PAUD

Lombok Utara - Sebagai daerah otonomi baru, Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus berpacu meningkatkan sumber daya manusia agar tidak ketinggalan dengan daerah lainnya. Hal ini ditunjukkan dengan berdirinya ratusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hanya hingga saat ini guru yang mengajar di PAUD rata-rata tamatan SLTA belum ada yang S-1 PG-PAUD. 
Untuk mengatasi hal tersebut, Yayasan Maraqitta’limat (Yamtia) Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengambil peluang tersebut dengan mendirikan Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzar dengan membuka jurusan S-1 PG-PAUD. “Di Indonesia hanya sepuluh Perguruan Tinggi (PT) yang memperoleh ijin penyelenggaraan PG-PAUD”, kata ketua STKIP Hamzar Lombok Utara, H. Mashal, SH. MM yang ditemui di ruang kerjanya 8/9 seusai penutup kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik Kampus (OPAK). 
Diakui, pada awalnya, beliau mengaku sedikit ragu membuka jurusan S-1 PG PAUD di Lombok Utara, namun setelah melihat antusias para mahasiswa yang masuk di PG-PAUD cukup menggembirakan yang jumlahnya sampai 50 orang. “Memang untuk mendidik karakter harus diawali dengan pendidikan sejak dini bagi anak-anak dan membutuhkan guru yang professional dibidangnya”, jelasnya. 
Di KLU sendiri, lanjutnya hingga saat ini guru PAUD belum ada yang sarjana dibidangnya, padahal untuk mendidikan anak-anak mungil yang berusia 0-6 tahun dibutuhkan keteladanan dan ketelatenan para guru. “Anak seusia ini belum bisa diajar membaca dan menulis, karena dapat merusak memori otak mereka”, katanya.(ari)
Selengkapnya... »»  

Remaja Asal Sulawesi Selatan Tewas Terjatuh Dari Tebing Bukit Malimbu

Pemenang (Suarakomunitas)-Ditengah keramaian dan kegembiraan masyarakat lombok utara, yang tengah merayakan tradisi hari Lebaran Topat (Ketupat-red) rabu 07/9 siang kemarin dikawasan pesisir pantai Malimbu, desa Malaka, kecamatan Pemenang kabupaten lombok utara. 
Warga tiba-tiba dikejutkan dengan kejadian tewasnya seorang wisatawan yang terjatuh dari bukit Malimbu, setinggi kurang lebih 30 meter, tidak jauh dari wilayah tersebut. Informasi yang berhasil dihimpun Suarakomunitas dari beberapa saksi mata menyatakan, sekitar pukul 2.00 Sore, korban yang masih berumur belasan tahun itu bersama teman yang bernama Agus Santoso terlihat berdiri disekitar perbukitan malimbu yang mengarah langsung ketebing pantai, dan mengambil Gambar atau mengabadikan keindahan pemandangan alam sekitar. 
Selama sekitar setengah jam mereka melakukan pemotretan, namun entah karena korban berdiri terlalu dekat dengan bibir tebing bukit, tiba-tiba korban tergelincir kebawah dan tak dapat diselamatkan oleh temannya, Agus Santoso, dan jatuh kebawah bukit yang dipenuhi batu cadas yang menyebabkan korban tewas ditempat. Melihat kejadian yang menimpa temannya, Agus santoso lantas berteriak meminta tolong warga sekitar, warga dan wisatawan yang mendengar kejadian itu, tidak berani mengevakuasi korban, mereka lalu menghubungi Mapolsek pemenang.
Kapolsek pemenang langsung meluncur ke TKP sambil membawa kendaran ambulan dari puskesmas pemenang, dimana ternyata dari arah yang berbeda meluncur juga Kabag Ops Polres Lombok Barat, Kompol.M.Luthfi. Setibanya di TKP aparat kepolisian langsung melakukan evakuasi korban dan melakukan identifikasi singkat sebagaimana dibenarkan Kapolsek Pemenang, Ipda.Heru Windiarto. 
Menurut Windiarto kondisi kepala yang menyebabkan ia tewas dan Dalam identifikasi itu ditemukan kartu identitas korban yang menerangkan, korban bernama Aidirrahman, umur 19 tahun. asal desa Managili, Kecamatan Palangga, Kabupaten Goa, Provinsi Sulawesi Selatan. Sekitar pukul empat sore, Mayat Korban langsung dibawa kerumah sakit Bhayangkara, mataram, untuk di identifikasi lebih lanjut termasuk untuk dilakukan Visum. 
Sementara itu, keluarga korban yang dihubungi langsung oleh teman korban, dalam beberapa jam tiba dikota mataram, menjemput Mayat Aidirrahman untuk dibawa pulang ke Sulawesi selatan. (Edgsfm)
Selengkapnya... »»  

Lebaran Topat di Pulau Lombok

Dari ‘’Saur Niat’’ hingga Artis Ibu Kota 
BANYAK cara warga merayakan Lebaran Topat yang berlangsung Rabu (7/9) kemarin. Ada yang mendatangi keluarga untuk silaturahmi, ziarah ke makam, ke objek wisata dan menikmti panorama pantai. Di Karang Langu, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU) warga merayakan Lebaran Topat sambil ‘’Saur Niat’’ atau membayar nazar atas apa yang pernah diniatkan beberapa waktu lalu dan melangsungkan perang topat. 
Di Karang Langu perayaan Lebaran Topat berlangsung terasa beda dengan di tempat lain. Usai zikiran di masjid setempat, sejumlah warga mengambil ternak untuk dikumpulkkan di jalan depan masjid setempat. Pada leher ternak itu digantung sejumlah ketupat dan sebuah ayam panggang. 
Setelah pemilik ternak menyampaikan nazarnya, sejumlah warga kemudian merebut ketupat dan ayam panggang itu. Ketua Remaja Masjid Darussalam Karang Langu Budiawan menerangkan tradisi ini berlangsung sejak dahulu setiap perayaan Lebaran Topat. 
Usai warga memperebutkan ketupat dan ayam panggang, warga kemudian mengadakan perang topat dengan cara saling lempar menggunakan ketupat yang diperebutkan tadi. Kendati saling lempar tradisi ini tak pernah menimbulkan perkelahian antarwarga. Sebelum ternak dituntun ke jalan, pemilik ternak mengalungkan ternaknya dengan ketupat dan ayam panggang di rumahnya. Ini diakukan sebagai rasa syukur kepada Tuhan yang dalam bahasa warga setempat disebut ‘’saur niat’’ atas apa yang pernah janjikan beberapa waktu lalu. 
Itu pula yang dialami Ririn (20) yang dikalungkan dengan ketupat dan ayam panggang. Ibu satu orang anak ini, kata Budiawan pernah sakit dan ia bersama suaminya kurang harmonis. Setelah diniatkan oleh keluarganya, kini Ririn sehat dan rukun bersama suaminya. 
Ada empat ekor sapi, dua ekor kuda dan seekor kambing dikalungkan dengan ketupat dan ayam panggang saat perayaan lebaran topat di Karang Langu, Rabu kemarin. Sejumlah ternak itu, sambung Budiawan pemiliknya pernah berniat akan mengalungkan ketupat dan ayam panggang jika ternak itu sehat dan melahirkan anak yang banyak. 
‘’Setelah nazar itu diucapkan oleh pemilik ternak, puluhan warga rebutan mengambil ketupat dan ayam panggang. Setelah itu baru dilakukan perang topat,’’ kata Budiawan. Perayaan Lebaran Topat di KLU berlangsung di sejumlah pantai, seperti Pantai Sira, Lempenge, Ketapang di Tampes dan di Pantai Tembobor. Demikian juga dengan di Teluk Nara, Kelui, Malimbu dan beberapa tempat di pinggir pantai Kecamata Pemenang juga ramai dikunjungi warga.
Tak kalah ramainya juga di Tiga Gili banyak dikunjungi wisatawan domestik. Di Lobar Lain di KLU, lain pula di Lombok Barat (Lobar). 
Seiring dengan perkembangan zaman, perayaan lebaran topat kini mulai dirangkai dengan beberapa kegiatan mulai dari ziarah makam hingga hiburan dari artis ibu kota. Seminggu setelah Lebaran, warga Lombok mengadakan Lebaran Topat yang juga sebagai penutup dari pelaksanaan Puasa Sunnah Syawal yang dilaksanakan sejak tanggal 2 sampai 7 Syawal. 
Dalam masyarakat Lombok, Lebaran Topat disebut juga sebagai Lebaran Nine (Lebaran Wanita). Sebutan Lebaran Nine pada hari raya ketupat merupakan cara masyarakat Lombok membedakan dengan lebaran yang dilaksanakan sesudah bulan Ramadhan atau yang disebut Lebaran Mame (Lebaran Pria). Pada Lebaran Nine ini yang dilakukan oleh masyarakat Lombok adalah bersilaturahmi dan berziarah ke makam keramat. Biasanya makam-makam yang dikunjungi adalah Makam Loang Baloq dan Makam Batu Layar yang berada di kawasan Batu Layar. 
Dalam perayaan Lebaran Topat (Lebaran Ketupat) atau Lebaran Nine ini biasanya masyarakat Lombok dan komunitas suku Sasak menggunakan ketupat yang disusun seperti tumpeng kemudian diarak bersama-sama menuju ke makam keramat dan nantinya dibagi-bagikan kepada seluruh masyarakat. Sedikit berbeda dengan perayaan dan prosesi Lebaran Topat yang digelar pihak Pemkab Lobar di tahun ini, setidaknya empat artis ibu kota dihadirkan saat perayaan Lebaran Topat yang dipusatkan di Pantai Duduk, Senggigi. 
Ironisnya lagi, acara sakral tersebut nampaknya tak berpengaruh bagi para artis yang di antaranya adalah Tiga Macan itu karena busana yang dikenakan menurut sebagian orang yang menyaksikan jauh dari kata sopan. Terlepas dari sexy atau tidaknya para penyanyi dangdut itu, prosesi Lebaran Topat yang digelar Pemkab Lobar berjalan cukup aman dan lancar. 
Masyarakat pun yang turut menyaksikan prosesi itu merasa puas, begitu juga dari kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara. Bupati Lombok Barat Dr. H. Zaini Arony MPd dalam sambutannya menyatakan, perayaan lebaran ketupat ini bukan semata-mata merupakan prosesi keagamaan. Tetapi seiring dengan perubahan waktu dan zaman, perayaan lebaran ketupat ini juga mengandung makna sosial budaya tanpa meninggalkan kesan religi atau keagamaan. 
“Dimensi religi dilakukan dengan ziarah makam ke salah satu tokoh yang merupakan penyebar agama islam di pulau Lombok,” ujarnya seraya menambahkan kegiatan Lebaran Topat ini telah menjadi calender of event pemkab Lobar dan akan terus dilestarikan. 
Lebih jauh dikatakan, momentum Lebaran Topat juga dianggapnya sangat penting jika dilihat dari segi sosial budaya dan religi. Mengawali proses Lebaran Topat, ritual ziarah makam di Batu Layar dilakukan. Camat Batu Layar Drs. Mudjitahidin bersama unsur muspika, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat menggelar selakaran dan upacara ngurisan di sekitar makam yang dipadati pengunjung. 
Agar lebih bernilai seni, rombongan berangkat menuju lokasi menggunakan cidomo yang telah dihias. Hadir dalam acara lebaran topat itu, Wakil Bupati Lobar Dr. H. Mahrip SE.MM, Ketua DPRD NTB H.L. Sujirman, Danrem 162/Wirabakti Kolonel Inf Heru Suryono, Danlanud Mataram Kolonel (Pnb) Antariksa Anondo, Kapolres Lobar AKBP Sigit Ari Widodo SIK, Dandim 1606 Letkol Inf. Waris Adi Nugroho, Ketua DPRD Lobar H. Umar Said S.Ag, serta beberapa jajaran pejabat Pemkab Lobar.
Di Loteng Meski Lebaran ketupat atau yang dikenal dengan istilah Lebaran Topat belum diakui sebagai salah satu hari besar nasional, namun bagi kalangan masyarakat pulau Lombok khususnya Lombok Tengah (Loteng), Lebaran itu justru memiliki arti penting. 
Berbagai macam kegiatan dan acara pun digelar hampir oleh seluruh elemen masyarakat untuk menyemarakkkan Lebaran khusus tersebut. Mulai menggelar rowah (dzikiran) di rumah sampai pelesiran ke berbagai objek wisata yang ada. Kalau dulu, perayaan Lebaran Topat hanya dikenal di Kabupaten Lombok Barat (Lobar). 
Tapi tahun 2011 ini tidak lagi. Pemkab Loteng sendiri juga tidak mau ketinggalan merayaan lebaran yang digelar pada seminggu setelah Idul Fitri ini. Dengan menggelar perayaan besar-besaran yang dipusatkan di lokasi Bendungan Batujai Praya Barat. Diisi dengan berbagai kegiatan dan lomba-lomba yang diikuti berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan didaerah ini. Kegiatan perayaan 
Lebaran Topat tahun ini, memang bukan yang pertama kali digelar di Bumi Tatas Tuhu Trasne ini. Pasalnya, dua tahun yang lalu perayaan serupa juga pernah dilaksanakan. Meski kemudian tidak lagi digelar tahun 2010 lalu, karena alasan keamanan. Mengingat Loteng pada tahun itu tengah menggelar pesta politik berupa Pilkada. 
Namun kalau dibandingkan dengan perayaan sebelumnya, perayaan Lebaran Topat tahun ini terkesan jauh lebih semarak. Bukan hanya dilihat dari banyaknya kegiatan yang digelar tapi juga dari perhatian yang diberikan masyarakat. “Tahun ini perayaan lebaran topat jauh lebih meriah dan semarak,” aku seorang pengunjung. 
Animo masyarakat untuk datang menyaksikan perayaan Lebaran Topat di lokasi Bendungan Batujai tersebut, memang terbilang luar biasa. Aparat keamananpun harus dibuat kewalahan mengatur arus mobilisasi masyarakat yang mencapai ribuan orang sekaligus. Mereka yang datang pun bukan hanya dari masyarakat Loteng saja. Tapi juga dari daerah lain di pulau Lombok. “Yang datang bukan hanya dari Loteng saja. Tetapi dari daerah lain juga banyak,” ungkap Ketua Panitia kegiatan, H.L. Putria. 
Dikatakannya, perayaan Lebaran Topat kali ini digelar bukan bertujuan untuk hiburan semata. Akan tetapi lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan bisa menjadi ajang silaturahmi antarmasyarakat. Maupun masyarakat dengan pemerintah daerah. Sekaligus untuk memperkenalkan dan melestarikan khasanah budaya masyarakat Loteng. Khususnya tradisi Lebaran Topat itu sendiri. “
Ke depan perayaan Lebaran Topat juga kita harapkan bisa menjadi salah satu even pariwisata yang memiliki peran penting dalam memajukan sektor pariwisata Loteng,” timpal Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Loteng ini. 
Perayaan Lebaran Topat sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak Selasa (6/9) malam kemarin, dengan pagelaran wayang kulit. Keesokan harinya, kegiatan dimulai dengan parase Pesaje yang diikuti oleh seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Pemkab Loteng, kecamatan hingga organisasi kemasyarakatan lainnya. Para peserta pun tampil percaya diri dengan menampilkan karya terbaiknya dalam menyusun dulang sesaji. 
Usai diarak, pesaje yang sudah dihias sedemikian rupa kemudian dinilai oleh tim juri. Keluar sebagai juara pertama BP4K Loteng, disusul Kecamatan Praya Timur dan juara ketiga SMPN 1 Praya. Usai parade pesaje, Bupati Loteng, H. Moh. Suhaili, didampingi anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Loteng, kemudian membelah topat tanda dimulainya perayaan. 
Tidak lama berselang, puluhan masyarakat terlihat berebut menangkap ikan khusus yang sudah dilepas oleh panitia. Bagi mereka yang berhasil menangkap ikan yang sudah diberikan tanda khusus tersebut, berhak atas hadiah yang sudah disiapkan oleh panitia. Sebagai penutup perayaan, masyarakat kemudian disuguhkan hiburan musik dangdut. 
Tidak tanggung-tanggung, sejumlah artis ibu kota termasuk penyanyi dangdut Rita Sugiarto, sengaja didatangkan untuk menghibur masyarakat yang datang menyaksikan perayaan lebaran topat. Bupati dan Wabup Loteng pun berkesempatan untuk berduet langsung dengan artis dangdut terkenal tersebut. Sebanyak 10 grup band lokal juga tampil menghibur masyarakat hingga sore hari. (sam/smd/kir) @Copyright Suara NTB
Selengkapnya... »»  

Wisatawan Asing Gili Trawangan, Terkena Demam Gatal dan Diare

Lombok Utara – Sebagian wisatawan asing yang sedang berlibur di pulau terindah Gili Trawangan, Lombok Utara keluhkan beberapa penyakit, diantaranya demam, gatal-gatal alergi dan diare. Hal ini diungkapkan petugas dokter jaga Villa Ombak Clinic, yang ditemui MataramNews di tempat prakteknya, Rabu (7/9/2011). 
Menurutnya, pasien yang datang akhir-akhir ini memiliki keluhan seperti demam, gatal-gatal, alergi dan diare, ini disebabkan akibat cuaca yang kurang baik saat ini dan faktor makanan yang dikonsumsi. Setiap harinya lima hingga delapan pasien yang datang ke klinik. 
Pasien yang datang ke klinik ini kebanyakan wisatawan asing yang sedang berlibur. “Saya di pulau ini rencananya lima hari, namun baru dua hari di sini, terserang diare,” terang pasien wisatawan asal negara Belanda dengan bahasa indonesia yang terpatah-patah. 
Sementara obyek wisata Gili Trawangan memiliki tiga pusat pelayanan kesehatan, salah satu diantaranya adalah Villa Ombak Clinic. Dalam pelayanannya diakui sangat memberikan kemudahan bagi pasien baik warga setempat maupun wisatawan asing yang berkunjung. Sehingga tidak heran jika wisatawan asing lebih memilih untuk pusat pelayanan kesehatannya di Villa Ombak Clinic. 
“Jika saya mengalami sakit, saya selalu datang berobat ke klinik ini,” tutur para pasien yang sedang berobat di Villa Ombak Clinic. (Gs/Gal)MataramNews
Selengkapnya... »»  

Murdin: Sediakan Lahan 1,40 Ha Untuk Penghijauan

Lombok Utara - Karena prihatin atas terjadinya kebakaran lahan penghijauan di Dusun Lendang Galuh Desa Kayangan beberapa waktu lalu, Murdin, salah seorang warga Dusun Karang Tal Desa Kayangan Kecamatan Kayangan menyediakan lahan miliknya sebagai lokasi penghijauan seluas 1,4 hektar. 
Lahan penghijauan yang berlokasi di Dusun Air Bari Desa Gumantar Kabupaten Lombok Utara tersebut dikelola bekerjasama dengan H. Abidin Mustakim, warga asal Kabupaten Bima yang pernah meraih penghargaan Kalpataru dari Presiden RI, karena ketekunannya menghijaukan lahan kering di KLU. 
H. Abidin yang dutemui 8/9 kemarin mengaku telah menyediakan ratusan bibit berbagai jenis tanaman, seperti gamalina, lamtoro gung, gol, sengon, samba, waru, bidara dan jenis bibit pohon lainnya. “Semua jenis pohon ini kita akan tanam di areal yang sudah disedikan oleh Murdin”, katanya. 
Sebelum dilakukan penanaman, lanjut Abidin, terlebih dahulu diwali dengan menggali lubang minimal dua bulan sebelum bibit pohon ditanam. Maksudnya, agar tanah yang sudah dilubangi dapat beradaptasi dengan sinar matahari, karena banyak mengandung unsure hara yang dibutuhkan tanaman baru. 
“Untuk lahan yang disediakan Murdin, sangat cocok dengan tanaman jati putih, karena disamping arealnya bebatuan, juga dalam waktu bersamaan dibangun sumur bor. Jadi momen ini sangat tepat, dan program penghijauan ini dapat disebut dengan Kehati, artinya keanekaragaman hayati dimana semua makhluk bisa hidup berdampingan di tempat itu”, jelasnya. 
Sementara Murdin mengatakan, bila penghijauan ini berhasil, dirinya memiliki rencana akan menjadikan lokasi penghijauan ini sebagai tempat observasi dan penelitian sekaligus sebagai tempat rekreasi untuk generasi masa datang. “Semoga saja niat ini akan menjadi nyata,” harapnya.
Selengkapnya... »»  

Rabu, 07 September 2011

Cermin Ketakwaan

Oleh: H Roni Tabroni MSi
Salah satu janji Allah dalam Alquran bagi siapa saja yang melakukan puasa Ramadhan adalah derajat ketakwaan (al-Baqarah [2]: 183). Sebuah posisi yang sangat mulia. Dengan ketakwaan, manusia senantiasa menjadi makhluk yang selalu menjalankan perintah Allah dan tidak melanggar segala aturannya. 
Tatanan kebangsaan kita akan senantiasa menuju ke arah yang lebih baik, jika memang derajat takwa itu senantiasa didapat, baik oleh rakyat maupun para pejabat. 
Sebulan penuh setiap Umat Islam menempa diri untuk menjadi makhluk yang terbaik, sehingga dapat melakukan transformasi kesalehannya dalam perilaku tidak hanya individu tetapi berimplikasi kepada kesalehan sosial. Sedangkan problem kemungkaran yang menjadi salah satu agenda terberat di Indonesia saat ini adalah persoalan korupsi. 
Kita tentu patut berharap banyak bahwa setiap orang terutama para pejabat dapat mengubah sikap dan sistem yang korup menjadi lebih baik lagi. Jika saja setiap pasca-Ramadhan kita berharap menjadi suci dan kembali ke fitrah, maka senantiasa harapan kita menjadi bagian dari umat Nabi Muhammad yang kelak akan mendapat syafaatnya di akhirat. Namun, jika kita tetap melakukan kemungkaran, maka kita akan tersingkir dari golongan Nabi Muhammad. Karenanya, Nabi SAW bersabda, "Barang siapa yang merampok dan merampas, atau mendorong perampasan, bukanlah dari golongan kami (yakni bukan dari umat Muhammad SAW)." (HR Thabrani dan al-Hakim). 
Dalam keterangan yang lain Nabi Saw bersabda "Siapa saja yang mengambil harta saudaranya (tanpa izin) dengan tangan kanannya (kekuasaan), ia akan dimasukkan ke dalam neraka, dan diharamkan masuk surga." Seorang sahabat bertanya, "Wahai Rasul, bagaimana kalau hanya sedikit saja?' Rasulullah SAW menjawab, "Walaupun sekecil kayu siwak," (HR Muslim, an-Nasai, dan Imam Malik dalam al-Muwwatha). 
Khusus bagi para pemimpin, konteks korupsi sebenarnya ada dua, selain menghindari perilaku korup, dia juga memiliki tugas untuk memberantasnya secara tegas. 
Dalam sebuah keterangan, Khalifah Umar bin Khattab telah memberikan contoh dalam pemberantasan korupsi ini. Ibnu Sa'ad mengetengahkan kesaksian asy-Syi'bi yang mengatakan, "Setiap mengangkat pemimpin, Khalifah Umar selalu mencatat kekayaan orang tersebut. Selain itu, bila meragukan kekayaan seorang penguasa atau pejabat, ia tidak segan-segan menyita jumlah kelebihan dari kekayaan yang layak baginya, yang sesuai dengan gajinya." 
Umar bin Khattab dikenal dengan sikapnya yang tegas dalam memberantas korupsi. Proses pemberantasan tidak mesti menunggu pengaduan dari masyarakat, tetapi langsung turun tangan jika ditemukan pejabat yang melakukan korupsi. Ramadhan tahun ini telah berlalu, kini waktu yang akan membuktikan, apakah para pemimpin kita telah benar-benar meraih ketakwaan atau tidak. Paling tidak dapat diukur dari dua hal apakah mereka dapat terhindar dari kasus-kasus korupsi atau tidak? 
Kemudian, seberapa serius proses pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh mereka terhadap orang lain yang melakukan korupsi? Jika ternyata kenyataannya kondisi bangsa ini tidak membaik, maka kita kembali menanti sampai datangnya bulan ramadhan tahun depan, dan begitulah seterusnya. Wallahu a'lam. Republika
Selengkapnya... »»  

Ketua STKIP Hamzar Bangga Atas Keberhasilan Opak

Lombok Utara - Ketua Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzar Lombok Utara, H. Mashal, SH. MM, mengaku bangga atas keberhasilan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para mahasiswa baru pada Orientasi Pengenalan Akademik dan Kampus (Opak). 
Opak yang dilaksanakan sejak 5 – 9 September 2011 diikuti oleh 175 mahasiswa baru, yang diawali dengan kegiatan halal bi halal yang dihadiri bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH, dan Pembina Yayasan Maraqitta’limat (Yamtia) provinsi NTB, TGH. Hazmi Hamzar serta para mahasiswa dan ratusan jama’ah lainnya. 
Menurut H. Mashal yang juga pimpinan pusat Yamtia NTB, keberhasilan Opak ini perlu terus ditingkatkan, karena ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat berguna khususnya bagi para mahasiswa baru. “Saya kagum melihat antusiasme para mahasiswa baru dan panitia Opak. Karena berbagai program kegiatan yang diawali dengan halal bi halal, pembinaan, bhakti sosial dan berbagai kegiatan lainnya diikuti dengan penuh semangat, dan ini perlu kita tingkatkan pada tahun-tahun kedepan”, kata H. Mashal yang ditemui di STKIP Hamzar 7/9. 
Dikatakan, mahasiswa tahun ini, bukan saja berasal dari Kabupaten Lombok Utara, namun juga banyak yang berasal dari Kabupaten Lombok Timur, karena khususnya di KLU, STKIP Hamzar merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi yang sudah mengantongi ijin dari Kemdiknas RI.
Menanggapi berdirinya STKIP Hamzar, bupati KLU, H. Djohan Sjamsu mengaku bersyukur, sebab Yamtia yang bergerak dibidang dakwah, pendidikan dan sosial ini telah memiliki kiprah yang cukup besar untuk peningkatan sumber daya manusia di KLU. “Keberadaan STKIP Hamzar ini patut kita dukung bersama, karena ini merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang kita miliki dan sudah berijin. Insya Allah kedepan pemerintah daerah akan membantu lembaga pendidikan swasta termasuk dibawah naungan Yamtia”, jelasnya. 
Sementara Ketua Panitia Opak, Hajrul Azmi, mengatakan, panitia telah melakukan tugas secara optimal dan tanpa mengenal siang dan malam, agar semua yang sudah di programkan dalam Opak ini dapat berjalan sesuai dengan harapan. “Bahkan kami kadang-kadang lupa makan, karena mengingat banyaknya kegiatan yang harus panitia siapkan”, pungkas Hajrul, yang juga mahasiswa semester III ini. (ari)
Selengkapnya... »»  

Tanaman Penghijauan Lendang Galuh Terbakar

Lombok Utara - Ratusan tanaman penghijauan Dusun Lendang Galuh Desa KayanganKkecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, Sabtu 3 September lalu hangus terbakar. 
Menurut salah seorang warga, Edi Kartono mengatakan, kebakaran lahan penghijauan tersebut terjadi pada siang hari dan menghanguskan hektaran lahan yang terletak disebelah selatan lapangan umum Kayangan, dan sumber api diperkirakan berasal dari punting rokok yang sengaja dibuang oleh orang yang tidak bertanggungjawab. 
“Saat kebakaran angin begitu kencang, sehingga sulit dipadamkan”, jelas Edi Kartono yang ditemui dikediamannya 7/9. Sementara H. Abidin yang selama ini dikenal sebagai perintis penghijauan lahan kering menyesalkan peristiwa kebakaran tersebut. 
“Saya sangat kaget begitu melihat lahan penghijauan yang saya rintis habis dilalap si jago merah, padahal program itu dilakukan dari hulu ke hilir yang ditanami ratusan pohon pelindung pada tahun 2010 lalu”, katanya. Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian yang cukup besar, karena tidak kurang 295 pohon yang sudah ditanam yang rata-rata berusia satu tahun. “Pohon yang kita tanam seperti ketapang, jarak, beringin, kusambuk, asam dan beberapa jenis pohon pelindung lainnya”, jelas H. Mustakim yang pernah meraih Kalpataru dari Presiden RI. 
Sekcam Kayangan, R. Kertamono, juga menyayangkan kejadian tersebut. Namun dia meminta peristiwa seperti ini kita jadikan sebagai renungan agar warga tidak membuang punting rokok secara sembarangan.
Selengkapnya... »»  

Mahasiswa STKIP Hamzar KLU Dilatih Bersikap Sosial

Lombok Utara - Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzar Kabupaten Lombok Utara yang mengikuti Orientasi Pengenalan Akademik Kampus dilatih untuk bersikap sosial. Hal ini dibuktikan dengan mengumpulkan bantuan yang akan dibagikan kepada yang berhalk menerimanya. 
Demikian diungkapkan ketua panitia Opak STKIP Hamzar, Hajrul Hazmi, ketika ditemui di ruang kerjanya di komplek perguruan yayasan Maraqitta’limat Lekok Aur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan, 7/9. 
Acara yang diawali dengan halal bi halal yang dihadiri Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH pada hari senin 5/9 lalu itu akan berakhir pada hari kamis 8 September 2011 yang diikuti oleh 175 calon mahasiswa baru. 
“Selain pengenalan kampus dan wawasan kebangsaan, juga para calon mahasiswa dilatih bersikap sosial dengan menyambangkan berupa tikar, beras, dan mi instan yang akan dibagikan kepada warga setempat”, kata Hajrul. 
Sementara Ardian Aswanto, sekertaris panitia mengatakan, pada hari Kamis 8/9, para mahasiswa akan menggelar bakti sosial di pinggir jalan dan masjid yang bertujuan untuk sebagai intraksi antar masyarakat dengan mahasiswa baru.(ari)
Selengkapnya... »»  

Provokator Ditangkap, Polda NTB Tetapkan Lima DPO

Mataram - Aparat kepolisian terus memburu pelaku pengerusakan alat-alat milik PT. Indotan, Kecamatan Sekotong Lombok Barat (Lobar). Dari informasi sementara, lima orang ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Sementara data di Polda NTB hingga Selasa (6/9) kemarin, selain lima orang dalam pengejaran aparat, polisi juga berhasil seorang provokator. 
“Inisialnya, O, J, S, A dan M,” kata Direktur Reskrim Umum Polda NTB, Kombes Pol Drs. Heru Pranoto, M.Si membeberkan inisial pelaku yang berstatus DPO. Selain lima DPO, sebelumnya sudah diamankan tiga tersangka pelaku pengerusakan aset perusahaan tambang asal Kanada itu. Penangkapan pelaku secara bertahap. Kamis (31/8) sebelumnya, ditangkap M dan S. 
Penangkapan itu memicu reaksi, khususnya dari warga Desa Kedaro Kecamatan Sekotong, berujung bentrok antara warga dengan polisi Sabtu lalu di depan Mapolres Lombok Barat. Dari kejadian itu, diamankan 10 orang tersangka. Satu diantaranya adalah pelaku pengerusakan alat tambang milik Indotan. ‘’Sehingga total tersangka untuk kasus pengerusakan PT Indotan ada tiga orang, lima lainnya masih DPO,’’sebut Heru. 
Selebihnya adalah tersangka kasus penyerangan Mapolres Lombok Barat (Lobar). Salah satu diantaranya diketahui sebagai provokator kerusuhan itu, berinisial HS. Satu tersangka lainnya batal diperiksa karena meninggal, yakni Saliki (40). Penyidikan kasus itu kini sepenuhnya ditangani Polda NTB. Selasa siang kemarin, 12 tersangka diangkut dari Mapolres Lobar dengan mobil tahanan dan dikawal ketat meunuju Polda NTB. Tiba sekitar pukul 13.00 Wita, para tersangka digiring ke ruang tahanan Siaga Ops, bahkan informasinya digabung dengan tujuh tersangka teroris, termasuk Ustadz Abrori. 
Ditambahkan Heru, para tersangka selanjutnya akan diperiksa maraton di Ditreskrim Umum. Kendati demikian, koordinasi masih dilakukan dengan Mapolres Lobar untuk menghadirkan saksi – saksi. Sementara disimpulkannya, untuk kasus penyerangan Mapolres, jumlah tersangka dianggap cukup. Pengembangan penyidikan diarahkan kepada pelaku pengerusakan aset PT Indotan yang terjadi dua kali. Terkait laporan keluarga almarhum Saliki ke Mapolda NTB, diakui sudah diterimanya. Laporan tersebut masih dipelajari pihaknya. “Tapi sepenuhnya, ini tanggungjawab Bidang Propam, langsung tanya ke sana perkembangannya,” kata Heru. Sementara, Selasa (6/9) kemarin, Bidang Profesi dan Pengamanan Polda NTB mendatangi Mapolres Lobar pascabentrok warga dengan polisi. 
Kedatangan tim Propam tersebut untuk menyelidiki peristiwa yang menewaskan seorang warga, Saliki (40) tersebut. Sementara untuk penanganan kasus pengerusakan dan pembakaran alat berat milik PT Indotan Lombok Barat Bangkit (ILBB) telah diambil alih oleh pihak Polda NTB. Pantauan Suara NTB di Mapolres Lobar, suasana tegang terlihat di Polres Lobar. Suasana tegang tersebut bukan lantaran terus mencuatnya isu kembali terjadinya aksi unjuk rasa yang dilakukan warga Kedaro Sekotong, melainkan karena kedatangan tim Propam Polda NTB. 
Setidaknya, beberapa ruangan menjadi tempat pengumpulan data tim Propam. Mulai dari ruangan Waka Polres Lobar Kompol Cheppy Ahmad S.Ag hingga ruang rapat utama (Rupatama) dijadikan tempat pengumpulan data pihak Propam. Kemudian tim Propam juga terlihat mengumpulkan data dari pihak Reserse Polres Lobar, mulai dari Kasat Reskrim hingga tim penyidik Sat Reskrim Polres Lobar. Seperti diberitakan, turunnya tim Propam itu untuk memastikan, apakah ada pelanggaran protap dalam penanganan pengunjukrasa dari masyarakat Kedaro Sekotong Lobar tersebut. Disaat bersamaan, Kapolda NTB Irjen Polisi Drs. Arif Wachyunadi juga turun langsung ke Mapolres Lobar disambut Kapolres Lobar AKBP Sigit Ari Widodo SIK. 
Kapolres Lobar AKBP Sigit Ari Widodo SIK mengakui, penanganan kasus tersebut sudah diambilalih Polda NTB. Atas dasar itulah, 10 orang tersangka yang berhasil diamankan terkait kasus pengerusakan dan pembakaran alat berat dan base camp milik PT Indotan telah dipindahkan dari tahanan Polres ke sel tahanan Polda NTB. Sepuluh tersangka itu masing-masing, Ah (28), Mar (40), Rah (27), Us (29), Jin (41), HY (52), LH (26), Sup (30) dan Mun alias MA (29).
Mengenai indikasi tindakan aparat diluar Protap, Kapolres Lobar tersebut menyerahkan sepenuhnya ke tim Propam untuk menindaklanjutinya. Pun ketika ditanya mengenai jenis peluru yang dipergunakan jajarannya untuk menembak warga, pria yang baru beberapa bulan menjabat Kapolres Lobar itu mengarahkan wartawan ke tim Propam. “Tanya ke Propam saja,” cetusnya. (ars/smd)Sumber: Suarantb
Selengkapnya... »»