Kamis, 07 Juli 2011

Seorang TKW Dari Lotim Terancam Hukuman Pancung

Mataram, 5 Juli 2011 Infosketsa. “saya tidak bisa bicara, saya hanya bisa bilang kalau saudara saya katanya diancam hukuman mati di Arab Saudi, karena alttelah membuang bayinya, dengan cara dilempar lewat jendela. Padahal dia mau pulang kampung” kata Misiati, saudara Muslihatun Binti Nursa’e (40), warga kampung Gelumpang RT 22 Desa Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, yang kini terancam hukuman mati di Abha Arab Saudi.

Misiati mengaku baru mengetahui kabar tentang hukuman yang ditimpakan pada kakaknya Muslihatun dari Dinas Tenaga Kerja Lombok Timur, dua pekan lalu. Menurut dia kabar itu sangat mengejutkan keluarga, termasuk anak semata wayang Muslihatun, Hermawan (12). “padahal kami ini menunggu kedatangannya pulang. Karena dia menelpon akan pulang 25 Juni kemarin” katanya.

Kepergian Muslihatun ke Arab Saudi Februari 2008 silam mengadu nasib, karena tak tahan hidup dalam keterbatasan, dia meninggalkan anaknya yang waktu itu masih berusia 10 tahun. Menurut keluarga Muslihatun rajin menelpon akan tetapi tak pernah mengabarkan ada masalah yang tengah dihadapi.

Baiq Nurma Sarti, pengurus Gabungan Organisasi Wanita (OGW) Lombok Timur pada JG mengatakan pihaknya tengah mendampingi keluarga Muslihatun dan membantu pihak keluarga mencari kabar tentang saudara mereka yang tengah menghadapi masalah di Arab Saudi. Dia mengatakan kabar mengenai hukuman mati itu belum positif, akan tetapi mereka semakin yakins etelah ada kabar dari pemerintah kabupaten Lombok Timur. Berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga, 25 Juni lalu Muslihatun pulang dengan 5.000 TKI/TKW lainnya mengunakan kapal laut. Akan tetapi di Targil waktu mau naik kapal, dia diperiksa, setelah disidik jari petugas penahannya. “kami kemudian dapat kabar kalau dia dituduh telah membunuh bayi majikannya,” katanya.

Keluarga sebenarnya ingin langsung ke Jakarta mengadukan masalah ini ke Komisi IX DPR RI, akan tetapi mengurungkan niatnya karena lebih memilih berkoordinasi dengan Dinas tenaga Kerja Kabupaten Lombok Timur.

Dalam pertemuan antara Pemerintah Provinsi NTB, PTTKIS, LTSP (lembaga Terpadu Satu Atap), serta LSM Pemerhati Buruh Migran di Mataram, kasus Muslihatun juga menjadi salah satu bahan pembahasan. Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI NTB, I Komang Subadra mengatakan data kasus Muslihatun telah menjadi laporan Pemerintah NTB ke Kementrian Luar Negeri. Muslihatun juga termasuk dalam 14 kasus TKI bermasalah di Arab Saudi, Malaysia dan Brunai Darussalam

Subadra mengatakan data awal yangd isampaikan Konsulat Jendral RI di Arab Saudi, Muslihatun dilaporkan telah membuang bayi majikannya dari jendela hingga tewas. Blum diketahui secara pasti penyebab TKW itu melakukan perbuatan itu “akan tetapi sempat dilaporakan di jengkel dan marah pada majikannya, dia mengatakn juga sedang bingung dan serta, sehingga membuang bayi majikannya. Tetapi belum ada kejelasan apakah dibuang dari lantai berapa. Kami masih akan mengumpulkan data-data pastinya” katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh BP3TKI NTB, Muslihatun berangkat tahun 2008 silam melalui PJTKI Avida Avia Duta, namun belakangan proses keberangkatannya melalui PTAmanah Fajar Internasional.
Seperti halnya kjasus Sumartini, TKW asal Sumbawa yang terancam hukuman pancung, kasus TKW asal Lombok Timur ini juga telah dikoordinasikan dengan Kementerian Luar negeri dan KBRI di AArab saudi untuk diupayakan langkah-langkah advokasi. ( Inanalif/infosketsa.com )


Mataram, 5 Juli 2011 Infosketsa. “saya tidak bisa bicara, saya hanya bisa bilang kalau saudara saya katanya diancam hukuman mati di Arab Saudi, karena alttelah membuang bayinya, dengan cara dilempar lewat jendela. Padahal dia mau pulang kampung” kata Misiati, saudara Muslihatun Binti Nursa’e (40), warga kampung Gelumpang RT 22 Desa Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, yang kini terancam hukuman mati di Abha Arab Saudi.

Misiati mengaku baru mengetahui kabar tentang hukuman yang ditimpakan pada kakaknya Muslihatun dari Dinas Tenaga Kerja Lombok Timur, dua pekan lalu. Menurut dia kabar itu sangat mengejutkan keluarga, termasuk anak semata wayang Muslihatun, Hermawan (12). “padahal kami ini menunggu kedatangannya pulang. Karena dia menelpon akan pulang 25 Juni kemarin” katanya.

Kepergian Muslihatun ke Arab Saudi Februari 2008 silam mengadu nasib, karena tak tahan hidup dalam keterbatasan, dia meninggalkan anaknya yang waktu itu masih berusia 10 tahun. Menurut keluarga Muslihatun rajin menelpon akan tetapi tak pernah mengabarkan ada masalah yang tengah dihadapi.

Baiq Nurma Sarti, pengurus Gabungan Organisasi Wanita (OGW) Lombok Timur pada JG mengatakan pihaknya tengah mendampingi keluarga Muslihatun dan membantu pihak keluarga mencari kabar tentang saudara mereka yang tengah menghadapi masalah di Arab Saudi. Dia mengatakan kabar mengenai hukuman mati itu belum positif, akan tetapi mereka semakin yakins etelah ada kabar dari pemerintah kabupaten Lombok Timur. Berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga, 25 Juni lalu Muslihatun pulang dengan 5.000 TKI/TKW lainnya mengunakan kapal laut. Akan tetapi di Targil waktu mau naik kapal, dia diperiksa, setelah disidik jari petugas penahannya. “kami kemudian dapat kabar kalau dia dituduh telah membunuh bayi majikannya,” katanya.

Keluarga sebenarnya ingin langsung ke Jakarta mengadukan masalah ini ke Komisi IX DPR RI, akan tetapi mengurungkan niatnya karena lebih memilih berkoordinasi dengan Dinas tenaga Kerja Kabupaten Lombok Timur.

Dalam pertemuan antara Pemerintah Provinsi NTB, PTTKIS, LTSP (lembaga Terpadu Satu Atap), serta LSM Pemerhati Buruh Migran di Mataram, kasus Muslihatun juga menjadi salah satu bahan pembahasan. Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI NTB, I Komang Subadra mengatakan data kasus Muslihatun telah menjadi laporan Pemerintah NTB ke Kementrian Luar Negeri. Muslihatun juga termasuk dalam 14 kasus TKI bermasalah di Arab Saudi, Malaysia dan Brunai Darussalam

Subadra mengatakan data awal yangd isampaikan Konsulat Jendral RI di Arab Saudi, Muslihatun dilaporkan telah membuang bayi majikannya dari jendela hingga tewas. Blum diketahui secara pasti penyebab TKW itu melakukan perbuatan itu “akan tetapi sempat dilaporakan di jengkel dan marah pada majikannya, dia mengatakn juga sedang bingung dan serta, sehingga membuang bayi majikannya. Tetapi belum ada kejelasan apakah dibuang dari lantai berapa. Kami masih akan mengumpulkan data-data pastinya” katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh BP3TKI NTB, Muslihatun berangkat tahun 2008 silam melalui PJTKI Avida Avia Duta, namun belakangan proses keberangkatannya melalui PTAmanah Fajar Internasional.
Seperti halnya kjasus Sumartini, TKW asal Sumbawa yang terancam hukuman pancung, kasus TKW asal Lombok Timur ini juga telah dikoordinasikan dengan Kementerian Luar negeri dan KBRI di AArab saudi untuk diupayakan langkah-langkah advokasi. ( Inanalif/infosketsa.com )
Selengkapnya... »»  

Rabu, 06 Juli 2011

Walah...Demokrat Sebut Nazaruddin Hantu

JAKARTA - Partai Demokrat menyatakan terganggu dengan ulah mantan Bendahara Umumnya, M Nazaruddin. Partai penguasa itu berharap Nazaruddin segera ditangkap oleh aparat penegak hukum.

“Kami berhadapan dengan hantu Nazaruddin, dia mengganggu kami dan kami berharap dia segera ditemukan oleh penegak hukum,” kata Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (6/7).

Ramadhan mengatakan, pihaknya tidak pernah lagi berhubungan dengan Nazaruddin. Nazaruddin dianggap lebih memilih berbagi cerita kepada media. Ramadhan mengatakan, pihaknya sadar mencari Nazaruddin bukanlah hal yang mudah. Banyak kesulitan yang harus dihadapi. "Kita tidak punya alat deteksi seperti aparat penegak hukum, makanya kami serahkan semuanya pada mereka," ujarnya.

Seperti diketahui, Nazaruddin yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK itu saat ini tidak sedang berada di Indonesia. Saat ini, keberadaannya tidak diketahui. Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Polri untuk melakukan pencarian terhadap Nazaruddin.
Redaktur: Siwi Tri Puji B-REPUBLIKA.CO.ID,
Selengkapnya... »»  

PT. BEGE NTB Sosialisasikan Tanaman Jarak Kepyar

Lombok Utara - Direktur utama PT. BEGE (Better Earth Green Energy) NTB, Jacly (6/7/11) mensosialisasikan tanaman jarak kepyar kepada kelompok tani Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.

Jacly dalam pemaparannya mengungkapkan, bahwa PT. BEGE telah beroprasi di pulau Lombok selama tiga tahun dan mengembangkan tanaman jarak kepyar untuk diolah menjadi obat, alat kecantikan dan lainnya. “Kita jadikan Indonesia ini menjadi basis produksi jarak kepyar sebagai hasil tambahan untuk petani, karena jarak ini bisa ditanam silang dengan kacang, jagung atau lainnya”, katanya.

Dikatakan PT yang dipimpinnya itu telah banyak menginvestasikan modal di pulau Lombok dengan sistim kemitraan dengan petani. “PT akan memberikan bibit jarak secara gratis kepada petani, dan setelah panen langsung bisa dijual di PT. BEGE dengan harga Rp. 4000/kg”, jelasnya.

Sementara Kepala Desa Karang Bajo, Kertmalip dalam pengantarnya menegaskan, bahwa beberapa tahun lalu para petani pernah menanam jarak kepyar, namun setelah panen tidak ada pembeli yang dating, karena pihak PT menghilang. “Kejadian seperti ini yang menjadikan petani enggan menanam jarak”, tegas Kertamalip.

“Keberadaan PT BEGE ini mudah-mudah mampu membangkitkan semangat para petani untuk menanam kembali jarak kepyar, lebih-lebih akan dibantu pembibitan dengan harga yang sudah pasti dari pihak PT”, harapnya.

Acara yang berlangsung di aula kantor desa Karang Bajo tersebut selain dihadiri oleh kepala desa, juga tampak hadir beberapa kepala dusun dan kelompok tani yang berasal dari Karang Bajo dan desa Senaru. (Ari)
Selengkapnya... »»  

Muktamar Berakhir, Suryadharma Ali Kembali Pimpin PPP

BANDUNG - Suryadharma Ali akhirnya keluar sebagai pemenang atas Akhmad Muqowam dan Ahmad Yani dalam pemiluhan Ketua Umum PPP Periode 2011-2015 pada Muktamar VII PPP. SDA berjanji akan bekerja lebih keras untuk menjadikan PPP lebih baik di masa depan.

Di akhir perhitungan suara, SDA memenangkan perolehan dengan 859 suara atau 72 persen dari total suara sah. Sisanya, Muqowam meraih 281 suara (23 persen) dan Yani dengan 39 suara (3 persen). Total suara sah berjumlah 1.179 dari 1.184 suara yang masuk. Terdapat satu suara yang abstain dan empat suara yang batal.

Begitu seluruh suara selesai dihitung, pimpinan sidang, Hasrul Azwar meminta SDA dipersilahkan masuk untuk memberikan pernyataan kemenangan. Teriakan takbir dan salawat mengiringi langkah SDA saat memasuki ruang sidang yang berada di Hotel Panghegar, Bandung.

Berdiri di atas panggung dan dikelilingi para pendukungnya, SDA mengucapkan terima kasih atas ketepilihannya yang kedua kali. "Ini luar biasa, untuk itu saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya," ucap SDA kepada para muktamirin yang langsung menyambutnya dengan takbir.

Kepada dua kandidat yang berhasil dikalahkannya, SDA juga mengucapkan apresiasinya. "Terima kasih kepada Akhmad Muqowam dan Ahmad Yani yang telah memanfaatkan demokrasi di PPP yang telah berkembang."

Kemudian SDA juga mengajak seluruh kader yang hadir untu menindaklanjuti kemenangannya dengan bekerja sama, "Kita akan menapaki kemenangan, kebaikan dan menempatkan PPP sebagai partai yang dicintai rakyat."

Sebelum meninggalkan panggung, SDA menyambut ucapan selamat dan rangkulan dari salah satu pesaingnya, Ahmad Yani. Saat berdiri di atas panggung, wajah Yani menampakkan raut wajah kecewa yang cukup jelas.

Proses pemilihan Ketua Umum berlangsung pada pukul 19.30 dan melanjutkan dengan penghitungan pada pukul 22.00. Penghitungan baru berakhir sekitar empat jam kemudian pada pukul 02.00 dini hari.
Selengkapnya... »»  

Kelompok Islam Garis Keras Ada Di Dompu

DOMPU - Jaringan maupun kelompok ideology islam garis keras rupanya telah lama beraktifitas di Kabupaten Dompu. Bahkan diyakini, sewaktu-waktu ledakan aktifitas kelompok ini bisa mengancam keamanan dan stabilitas daerah setempat.

‘’Sementara ini keadaan masih kondusif, kita tetap memonitoring aktifitas mereka sejak beberapa tahun terakhir,’’ ujar Dandim 1614 Dompu, Drs Kusdiro. Menurutnya kelompok islam garis keras ini telah lama beraktifitas di Bumi Nggahi Rawi pahu melalui pondok pesantren yang ada.

Sinyalemen adanya kelompok tersebut di Dompu, kata Kusdiro terdeksi sejak kedatangan abubakar Baasyir di daerah setempat. Sayangnya Dandim enggan memberitahukan apakah kelompok ini memiliki keterkaitan dengan jaringan abubakar baasyir. ‘’Kita sudah mengantisipasi lebih awal kalaupun ada gerakan yang dapat mengancam keamanan daerah,’’ ujarnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar peka terhadap adanya gerakan yang mencurigakan dari kelompok manapun dan melaporkannya kepada aparat kemananan. Meskipun saat ini dalam keadaan aman namun patut untuk diwaspadai.

‘’Kita upayakan menggalakkan kembali tamu wajib lapor sebagai langkah antisipasi TNI bersama masyarakat,’’ terangnya. Informasi yang berhasik dihimpun wartawan, ternyata sudah banyak donator dari berbagai kalangan yang akan membiayai aktifitas kelompok ini termasuk kalangan PNS dan pengusaha yang ada di Dompu. Disamping itu, dua pondok pesantren ternama di Dompu juga disebut-sebut memiliki kaitan erat dengan keberadaan kelompok ini. (iq)MataramNews.com
Selengkapnya... »»  

Rekrut Tenaga Kerja Harus Sesuai Prosedur

Sumbawa Barat - Ketua panitia Khusus (Pansus) Tenaga Kerja DPRD Sumbawa Barat, Sudarli, S.Pd, menegaskan, agar semua pihak yang terlibat dalam proses perekrutan tenaga kerja, harus mengikuti prosedur dan aturan sesuai kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan.

“Jangan sampai menyalahi ketentuan, rekrut tenaga itu sesuai dengan persyaratan yang sudah tertera,” katanya saat ditemui MataramNews, Selasa, (5/7/2011).

Sesuai persyaratan yang dibutuhkan oleh perusahaan, pelamar harus menyertakan ijazah terakhir minimal SMA sederajat, umur 18 sampai dengan 35 tahun, kartu pencari kerja dari Dinas Tenaga Kerja Sumbawa Barat, dan foto copi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sumbawa Barat, “jika pelamar tidak berijazah SMA, maka jangan diterima atau dimanipulasi. Begitu juga dengan umur pelamar jangan sampai dipalsukan,” tegasnya saat ditemui diruangan Kabid Tenaga Kerja KSB.

Menurut Sudarli, yang juga anggota DPRD KSB dari dapil Jereweh, Maluk dan Sekongkang (Dapil III), perekrutan tenaga kerja oleh desa, camat dan Dinas Tenaga Kerja itu, harus juga memperioritaskan warga lokal KSB. Terlebih lagi warga yang ada di lingkar tambang Batu Hijau PT.Newmont Nusa Tenggara (PTNNT). Kalaupun ada warga luar KSB yang memiliki KTP KSB, minimal dia sudah bermukim selama 5 tahun di daerah ini baru bisa diterima.

“Boleh saja orang luar yang punya KTP KSB diterima, tapi minimal dia sudah tinggal di KSB selama 5 tahun,” kilah politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Intinya, sambung Ketua DPC PKB KSB itu, proses perekrutan tenaga kerja itu, harus mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) nomor 9 tahun 2010, “lakukan seleksi dengan akurat dan utamakan warga lokal KSB,” cetus Sudarli.(MS)MataramNews.com
Selengkapnya... »»  

Ratusan Tamatan SMP Terancam Putus Sekolah

DOMPU, – Sedikitnya ratusan siswa yang baru menyelesaikan jenjang sekolah SMP terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Itu diakibatkan ditutupnya secara serentak pendaftaran masuk SMA baik sekolah Swasta maupun Negeri sesuai keputusan Dinas Dikpora.

Padahal, siswa yang ingin mendaftar harus menjalani ujian penyaringan terlebih dahulu. Sejumlah siswa yang tidak tercover dalam penerimaan tentu saja kelimpungan harus mendaftar ulang kemana karena semua sekolah telah menutup pendaftaran.

‘’Keputusan Pemerintah ini sangat merugikan masyarakat,’’ ungkap Saleh salah seorang wali murid yang anaknya tidak diterima di salah satu SMA di Dompu. Dari kejadian ini, banyak siswa dan orang tua ingin mendatangi Dinas Dikpora untuk meminta kejelasan. Sikap ini tentu saja bertentangan dengan program Pemerintah wajib belajar 12 tahun.

Mendapat keluhan dari berbagai orang tua siswa, Koordinator Komunitas Pemerhati pendidikan Dompu Rihul Rahman ST meminta kepada Pemerintah agar secepatnya bersikap untuk mencarikan solusi bagi ratusan siswa yang tidak dapat mendaftar ulang.

‘’Tidak mungkin mereka harus menanam jagung, dan rumput laut hanya karena tidak dapat mendaftar ulang,’’ tukasnya.

Anggota Komisi III DPRD Dompu Ilham yahyu saat rapat evaluasi Dikpora juga menyampaikan keluhan ratusan siswa yang tidak bisa mendaftar ke SMA lantaran sudah tidak ada lagi sekolah yang menerima pendaftaran. Ia menghimbau kepada pihak Dikpora agar segera mencarikan solusi secepat mungkin

‘’Ini sangat berbahaya sekali, Pemerintah tidak boleh diam saja,’’ ungkap politisi yang dijuluki’’ macan Dewan’’ itu.

Kepala Dinas Dikpora Dompu H M Aleksander menjamin bagi siswa yang tidak tercover masuk SMA, pihaknnya secepatnya akan mencarikan solusi.

‘’Hari Rabu (6/7/2011) kami akan mengumpulkan seluruh Kasek membahas masalah ini,’’ jelasnya singkat. (iq)MataramNews,com
Selengkapnya... »»  

PKK Karang Bajo, Juara I Lomba Memasak

Lombok Utara - Tim penggerak PKK Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, meraih juara I lomba memasak yang digelar Pertamina NTB di aula kantor camat Bayan.

Lomba yang diikuti 10 kelompok ini diadakan dalam rangka sosialisasi penggunaan LPG oleh Pertamina NTB untuk masyarakat Kecamatan Bayan pada Selasa sore (5/7/11). Sementara juara II dan III diraih kelompok PKK Kecamatan Bayan dan Desa Anyar.

Juru bicara Pertamina NTB, Andi Lumintang dalam sosialisasi LPG mengatakan, bila masyarakat yang sudah diberikan kompor gas, namun tetap menggunakan minyak tanah itu berarti merugikan diri sendiri, karena minyak tanah semakin hari akan semakin naik harganya.

Untuk regulator LPG, lanjut Andi, harus menggunakan yang berlogo SNI 7369 keluaran tahun 2008. Demikian juga dengan tabung gas berlogo SNI 7368. “Yang berlogo SNI inilah yang lolos uji coba yang dilakukan pemerintah”, kata Andi Lumintang.

Diharapkan kepada penerima LPG, harus berhati-hati, sebab cepat atapun lambat pasti akan datang para sales yang mengaku dari Pertamina. “Jadi kalau datang ke rumah bapak-bapak dan ibu seorang sales jangan sampai diterima, karena Pertamina sendiri tidak pernah melakukan hal seperti itu”, tegas Andi Lumintang.

Ditemui seusai acara, Andi Lumintang mengaku, bahwa kegiatan sosialisasi ini sudah memasuki putaran ke sembilan di NTB. Sementara untuk KLU, di mulai dari kecamatan Bayan. “Setiap sosialisasi kita selalu isi dengan lomba memasak bagi ibu-ibu PKK, dan bagi yang diundang diberikan 1 kg beras dan 3 mi instan”, pungkasnya.
Selengkapnya... »»  

Pengurusan KTP di KLU Semakin Mempersulit Masyarakat Miskin

Lombok Utara - Pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kabupaten Lombok Utara, dinilai semakin mempersulit masyarakat miskin atau kurang mampu, karena harus mengurus di kantor Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Dukcapiltransnaker) ditingkat kabupaten.

Penilaian tersebut dikemukakan Kepala Dusun Lokok Aur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan-KLU, M. Thamrin, ketika ditemui di sela-sela kesibukannya mengikuti sosialisasi LPG, Selasa sore (5/7/11).

Menurutnya, setelah dipindahkan kepengurusan KTP dari masing-masing kantor camat ke Dukcapiltransnaker KLU, banyak masyarakat yang mengeluh, karena disamping mengeluarkan biaya pembuatan KTP juga harus ditambah dengan biaya transfortasi. Pemindahan tempat pembuatan KTP ini bukan semakin mempermudah masyarakat, justru semakin menyusahkan masyarakat miskin”, tegas M. Thamrin.

Deijelaskan, masyarkat kecil belum tahu alasan pemerintah memindahkan tempat pembuatan KTP, sementara mereka terus mendorong masyarakat harus memiliki identitas. “Ini kan artinya sama dengan bohong-bohongan. Bagaimana mau mengentaskan kemiskinan kalau hanya sekedar mengurus KTP harus ke kota kabupaten, yang biaya transfortasinya sampai ratusan ribu rupiah. Kalau tetap seperti ini kan kasian masyarakat yang berasal dari ujung timur KLU ini”, katanya.

Yang paling menyedihkan, lanjut Tamrin, membuat KTP ini tidak cukup satu kali bolak-balik ke kantor Dukcapiltransnaker, karena kadang-kadang mati lampu, sehingga membuat warga terpaksa datang berkali-kali. “Dan barangkali inilah yang belum dipikirkan oleh pemerintah”, imbuhnya.

Hal senada juga diakui Kepala Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan, M. Katur. “Kita pernah diajak study banding ke Kudus untuk melihat secara langsung bagaimana pemerintah desa disana membuat KTP secara online. Namun ternyata setelah pulang, bukan hasil study banding itu yang diterapkan, malah sebaliknya, pembuatan KTP yang semula di masing-masing kantor camat diambil alih oleh Dinas Dukcapiltransnaker”, kata Katur heran.

Ditegaskan, tujuan pemekaran sebuah kabupaten adalah untuk mendekatkan dan mempermudah pelayanan bagi masyarakat, bukan sebaliknya setelah KLU mekar mundur dua langkah ke belakang. “Masak cuma mengurus selembar KTP tidak dipercayakan kepada desa atau kecamatan, ini kan lucu”, ketus Katur.

M. Tamrin dan M. Katur berpendapat senada, ketika ditanya tentang kemajuan pembangunan KLU setelah memiliki pemerintah yang depinitif. “Selama ini kita belum lihat kemajuan pembangunan di KLU, kecuali pembangunan yang didanai ADD dan PNPM. Karenanya kita berharap agar pemerintah KLU perlu terus bekerja keras dan mengembalikan pembuatan KTP dan Akte Kelahiran ke desa atau kecamatan, agar masyarakat miskin
Selengkapnya... »»  

Selasa, 05 Juli 2011

Selamat Jalan Pak KH. Zainuddin MZ

KH Zainuddin MZ: Calon Orator Sejak Kecil

Zainuddin Muhammad Zein atau biasa dikenal KH Zainuddin MZ lahir di Jakarta, 2 Maret 1951, meninggal di Jakarta, 5 Juli 2011 dalam usia 60 tahun. Ia adalah seorang pemuka agama Islam di Indonesia yang populer melalui ceramah-ceramahnya.

Ia mendapat julukan Dai Sejuta Umat karena dawahnya yang dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR), kemudian digantikan oleh Bursah Zarnubi.

Zainuddin merupakan anak tunggal buah cinta kasih pasangan Turmudzi dan Zainabun dari keluarga Betawi asli. Sejak kecil memang sudah terlihat bakatnya dalam seni orasi.

Di rumah kakeknya, Udin—panggilannya—kecil kerap naik ke atas meja untuk berpidato di hadapan tamu-tamu yang berkunjung. Bakat berpidatonya itu tersalurkan ketika Udin masuk Madrasah Tsanawiyah hingga tamat Aliyah di Darul Ma’arif, Jakarta.

Di sekolah ini ia belajar pidato dalam forum Ta’limul Muhadharah (belajar berpidato). Dalam ceramahnya ia sering menyisipkan humor dan banyolan yang mengundang gelak tawa audiensnya.

Kebiasaannya membanyol dan mendongeng terus berkembang. Dalam tiap penampilan, ia selalu memukau teman-temannya. Kemampuannya itu pun terus terasah, berbarengan dengan permintaan ceramah yang kian mengalir deras.


KH Zainuddin MZ: Dai Sejuta Umat

Innalillahi wa inna illahi roji'un... Selamat jalan Bapak Dai Sejuta Umat, smoga diterima di sisi-Nya. Amin.

Selamat jalan ayah, terima kasih atas segala ilmu yang telah engkau berikan kepada kami. Kuingin melihat engkau tersenyum di pangkuan Allah SWT. Amin.

Telah pulang guru bangsa kita, Bapak KH Zainuddin MZ. Semoga mauidzah hasanah dan Semangat perjuangan beliau tetap terwariskan kepada generasi penerus bangsa dan amal hasanahnya diterima di sisi Allah SWT. Amin.

Demikianlah bait-bait pernyataan bela sungkawa dari para penggemar setia KH Zainuddin di halaman akun Facebook sang Dai. Ketiga ungkapan duka cita dan kehilangan di atas adalah secuil di antara 32,404 orang penggemar Zainuddin di akun situs jejaring sosial tersebut.

Tak heran, julukan dai dengan sejuta umat memang layak disandang Zainuddin. Dalam tiap ceramah maupun khutbahnya, ulama yang mempopulerkan kata "Betul" ini selalu dihadiri ribuan jemaah, di mana pun ia berdakwah. Dan kini kata "Betul" ini ditiru oleh pelawak Kiwil, lengkap dengan intonasi, logat dan multiplikasi suara sang Dai.

Suami Hj Kholilah ini semakin dikenal masyarakat ketika ceramahnya mulai memasuki dunia rekaman. Kasetnya tak hanya beredar di seluruh pelosok Nusantara, tapi juga merambah ke beberapa negara Asia.

Sejak itu, dai yang punya hobi mendengarkan lagu-lagu dangdut ini mulai dilirik oleh beberapa stasiun televisi. Bahkan dikontrak oleh sebuah biro perjalanan haji yang bekerjasama dengan televisi swasta untuk bersafari bersama artis ke berbagai daerah, dalam sebuah program yang disebut "Nada dan Dakwah".


KH Zainuddin MZ: Ketika Sang Dai Berpolitik


Kepiawaian ceramahnya sempat mengantarkan Zainuddin merambah dunia politik. Pada 1977 hingga 1982, ia bergabung dengan partai Islam berlambang Ka’bah, Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Jabatannya pun bertambah. Selain dai, ia kini merangkap politikus. Sebuah pilihan yang ditengarai akan memisahkan dirinya dengan umat yang terdiri dari beragam kalangan dan golongan.

Ketika disinggung tentang ketertarikan pada politik, dulu Zainuddin kerap mengelak. "Saya tidak akan kemana-mana, namun ada di mana-mana," ujarnya. Namun slogan dan prinsip itu sepertinya memudar. Ia memang tidak kemana-mana, namun berada di suatu tempat persinggahan; PPP.

Keterlibatannya di PPP tak bisa dilepaskan dari peran guru ngajinya, KH Idham Chalid. Sebab, sang guru yang pernah menjadi Ketua umum PB NU itu adalah salah seorang deklarator PPP. Zainuddin mengaku lama nyantri di pesantren KH Idham Khalid yang berada di bilangan Cipete, yang belakangan identik sebagai kubu NU.

Sebelum masuk Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, bapak empat anak ini sudah menjadi pengurus aktif PPP, yakni menjadi anggota dewan penasihat DPW PPP DKI Jakarta.

Berkat kelihaiannya mengomunikasikan ajaran agama dengan gaya tutur yang luwes, sederhana, dan dibumbui humor segar, partai yang merupakan fusi beberapa partai Islam itu jauh-jauh hari—sejak Pemilu 1977—telah memanfaatkannya sebagai vote-getter (mesin pencari suara).


KH Zainuddin MZ: Akrab dengan Si Raja Dangdut

Bersama Raja Dangdut H Rhoma Irama, KH Zainudin MZ berkeliling berbagai wilayah mengampanyekan partai yang saat itu bergambar Ka’bah—sebelum berganti gambar bintang. Hasil yang diperoleh sangat signifikan dan memengaruhi dominasi Golkar, partai penguasa dan mesin politik Orde Baru (Orba).

Tak ayal, kondisi ini membuat penguasa Orba waswas.Totalitas KH Zainuddin MZ untuk PPP bisa dirunut dari latar belakangnya. Pertama, secara kultural dia warga Nahdliyin, atau menjadi bagian dari keluarga besar NU.

Dengan posisinya tersebut, ia mengaku ingin memperjuangkan NU yang saat itu menjadi bagian dari fusi PPP yang dipaksakan Orba pada 5 Januari 1971. Ormas lain yang menjadi bagian fusi itu antara lain Muslimin Indonesia (MI), Perti, dan PSII.

Namun keberadaan Pak Kiai di PPP tak berlangsung lama. Konflik dan intrik politik memaksanya hengkang dari partai Islam tersebut. Ia pun mendeklarasikan berdirinya PPP Reformasi pada 20 Januari 2002.

Tak berselang lama, partai baru ini pun berubah nama menjadi Partai Bintang Reformasi (PBR) dalam Muktamar Luar Biasa pada 8-9 April 2003 di Jakarta. Ia juga secara resmi ditetapkan sebagai calon presiden oleh partai ini. Namun tak kesampaian sebagai pemimpin negara, karena perolehan suara partai tidak signifikan. Ulama-politikus ini menjabat sebagai Ketua umum PBR hingga 2006.

Pada saat yang sama, sang Dai seperti tenggelam dalam dunia yang membesarkannya; dunia dakwah. Ia makin jarang tampil menyapa umatnya dengan humor segar dan banyolan khasnya, yang hampir tak dimiliki dai-dai tenar lainnya di negeri ini. Kesibukan dunia politik terlalu membelit kehidupannya.


KH Zainuddin MZ: Nada dan Dakwah

Duet dan kebersamaan KH Zainuddin MZ-Rhoma Irama berpuncak pada 1991, ketika dua insan pendakwah beda instrumen ini berkolaborasi dalam film religius "Nada dan Dakwah".

Selain dibintangi Zainunddin-Rhoma, film besutan sutradara kawakan, Chaerul Umam ini, juga dibintangi aktris cantik Ida Iasha, Deddy Mizwar, Nani Widjaja
Zainal Abidin, dan WD Mochtar.

Nada dan dakwah mengisahkan tentang masyarakat Desa Pandanwangi yang mendadak resah karena mendengar kabar bahwa tanah tempat mereka bermukim akan dibeli seorang konglomerat.

Konflik antar penduduk dan para kaki tangan konglomerat pun mulai bermunculan. Konflik itu akhirnya meluas bukan hanya pada masalah tanah, tapi juga menyentuh masalah moral dengan akan didirikannya tempat hiburan dan biliar di tanah tersebut.

Pimpinan pesantren di daerah tersebut, H. Murad yang dibantu Rhoma, berusaha menyadarkan penduduk agar tidak menjual tanahnya. Tampilnya tokoh kharismatik Zainuddin MZ, berhasil menjernihkan konflik tersebut. Bahkan berhasil menyadarkan sang konglomerat Bustani.

Akting pertama di layar lebar nyaris membuahkan Piala Citra buat sang Dai. Ia termasuk nominator peraih Pemeran Pembantu Pria Terbaik. Namun Zainuddin menolak piala bergengsi bagi insan perfilman tersebut.

Akhirnya, Dewan Juri menghadiahkan piala itu untuk Deddy Mizwar, sebagai penghargaan dalam kategori yang sama. Nada dan Dakwah sendiri berhasil meraih penghargaan dalam kategori Cerita Asli yang didapat Asrul Sani, sang penulis skenario.


KH Zainuddin MZ: "Umat Masih Merindukan Saya"

Petualangan di dunia politik ternyata tidak menenangkan batin Zainuddin. Ia merindukan dunianya yang lama, berbaur di tengah umat yang mengelukannya kala berorasi.

Lepas dari PBR, Pak Kiai kembali kembali fokus untuk berdakwah, mencoba meraih kembali pamornya yang sempat tenggelam lama. Ia mulai mengisi sejumlah pengajian dan majelis taklim di seputaran ibukota dan sekitarnya.

Suatu ketika—sekitar tiga tahun lalu—sang Dai kondang mengisi tausiyah (pengajian) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Sebagaimana dulu, ceramahnya tetap berbobot, berisi, penuh guyon dan humor, namun mengena di hati.

Jamaah yang hadir memenuhi ruang sidang pengadilan yang disulap jadi venue pengajian. Bahkan sebagian di antara mereka yang tidak mendapat tempat di ruang utama, berjejalan di bagian luar ruangan.

Saat itu, Zainuddin terlihat lebih gemuk dari beberapa tahun sebelumnya ketika ia masih sibuk berdakwah keliling Nusantara. "Alhamdulillah, kini saya mulai kembali ke umat," ujarnya, kala ditemui usai ceramah yang berlangsung satu jam lebih itu.

Tidak tertarik politik lagi, Pak Kiai? "Politik cukup sudah. Ternyata maqom (tempat) saya bukan di sana. Biarlah itu menjadi porsi orang lain," jawabnya.

Sambil berjalan beriringan menuju tempat parkir kendaraannya, Zainuddin berbicara tentang banyak hal, terutama tentang come back-nya ke dunia dakwah. "Saya tak henti bersyukur kepada Allah, ternyata umat masih merindukan saya," ujarnya sambil tersenyum. "Dan saya pun sangat merindukan mereka."

Ke depannya, ia berharap akan semakin sering mengunjungi umat, berbaur dan berbagi dengan mereka. "Saya hanya ingin fokus berdakwah sebagaimana dahulu. Saya ingin lebih dekat dengan umat," katanya seraya bergegas ke mobil yang telah menantinya di halaman depan pengadilan.

"Salam ya, buat teman-teman di kantor," ia berpesan. Lalu masuk ke dalam mobil yang membawanya pergi dari kerumunan jamaah.


KH Zainuddin MZ: Hempasan Fitnah Si Penyanyi Dangdut


Di tengah upayanya terjun kembali menekuni dakwah dan mendekati umat, KH Zainuddin MZ dihantam badai fitnah yang cukup besar medio Oktober 2010. Seorang penyanyi dangdut bernama Aida Saskia membuat pengakuan menggegerkan, mengaku menjadi korban tindakan asusila Dai Sejuta Umat.

Kasus yang sempat menggegerkan Tanah Air dan menjadi menu utama sajian media-media nasional itu terjadi tak berselang lama dengan maraknya kasus video Ariel (mantan vokalis Peterpan) dengan Luna Maya dan Cut Tari.

Aida yang muncul dari jagad antah-berantah (baca: tak dikenal) tiba-tiba mengguncang dengan rumor dan gosip yang ia umbar di media. Selama beberapa pekan, informasi di layar kaca dan media cetak dipenuhi berita seputar penyanyi dangdut kelahiran Bogor itu.

Sementara itu, Zainuddin MZ enggan buka suara mengomentari fitnah yang sangat memojokkan dirinya. Pro-kontra pun merebak.

Sebuah kelompok yang menamakan diri Forum Solidaritas Ulama (FSU), kumpulan para pendukung Zainuddin, angkat bicara. Hafiz Syahnara, juru bicara FSU, menegaskan KH Zainuddin MZ tidak pernah melakukan perbuatan keji tersebut. "Demi Allah, tidak pernah melakukan (perbuatan) itu," kata Hafiz, mengutip sumpah Zainuddin MZ.

Kata Hafiz, pernyataan sumpah ini dilontarkan Zainuddin MZ saat pertama kali mendengar kabar tersebut. "KH Zainuddin MZ sangat terganggu dengan isu ini. Namun, dia memilih diam. Begitu juga dengan istrinya. Beruntung, Pak Haji cukup sabar dan bisa menahan emosi. Jadi tidak banyak bicara."

Zainuddin MZ merasa nama baiknya telah dicemarkan. "Aida diduga telah didanai pihak ketiga untuk melakukan pembunuhan karakter terhadap Pak Haji, keluarga, dan umat," kata Hafiz.

Zainuddin sendiri, dalam sebuah wawancara eksklusifnya dengan salah satu televisi swasta, mengaku mengenal Aida sejak 2011. "Saya kenal dia lewat bapaknya, dan beberapa kali bertemu. Dan setiap pertemuan bapaknya selalu ikut serta," ia menegaskan.

Ditanya apakah dia pernah melihat Aida manggung, lalu mengajak si penyanyi makan berduaan dan seterusnya. Zainuddin menjawab tegas, "Itu hanya dongeng!"

Dia juga membantah telah menikahi Aida secara siri, apalagi menyuruhnya melakukan operasi keperawanan sebagaimana yang dituduhkan selama ini. Zainuddin mengaku heran dengan munculnya fitnah atas dirinya. "Kenapa hal-hal seperti itu muncul. Apa sih target yang mau dicapai?"

Zainuddin menduga ada skenario besar yang tengah membidik dirinya, tatkala ia mencoba eksis kembali di dunia dakwah. Dulu ia pernah dihantam lewat jalur politik, namun tak berhasil karena keburu mengundurkan diri.

Tak berlangsung lama, hempasan fitnah sang penyanyi dangdut kian lemah dan berhenti dengan sendirinya. Tak cukup kuat untuk mengusik kekokohan sang Dai, apalagi menggoyahkannya. Dan Zainuddin MZ pun kembali konsentrasi berdakwah. Bahkan mulai kerap muncul di layar kaca.


Uje tak Sangka Kalimat 'Lelah' Zainuddin Merupakan Kalimat Pamit

Ustadz Jefry Al Buqori (UJe) tak pernah menyangka. Kalimat 'lelah' yang pernah disampaikan KH Zainuddin MZ kepadanya merupakan kalimat 'mohon diri' dai kondang ini.

Uje mengaku sangat memiliki kedekatan emosional dengan Zainuddin. Sehingga, kepergian Dai yang akrab dengan sebutan Dai Sejuta Umat ini adalah sebuah kehilangan besar baginya.

Terutama kehilangan suritauladan kelapangan hati. Ia mengaku belum lama almarhum menyampaikan kepadanya:''Sekarang waktunya antum, karena ayah sudah lelah dan sakit- sakitan''.

Namun, Uje tak pernah menyangka jika kalimat 'lelah' ini merupakan permohonan beliau untuk pamit.Sumber: republika.co.id
Selengkapnya... »»  

Zainuddin MZ Ingin Kembali Ke PPP

BANDUNG - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merasa sangat kehilangan dengan meninggalnya ulama besar KH Zainuddin MZ.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam yang terasa sangat mendadak,” ujar Wakil Sekjen DPP PPP Romahurmuzy kepada okezone, di sela-sela Muktamar ke-VII PPP di Bandung, Selasa (5/7/2011).

Menurut, Romy, sapaan akrabnya, dua minggu sebelumnya Romy bersama pengurus DPP lainnya sempat bersilaturahmi terkait acara Muktamar PPP. Bahkan kata Romy, KH Zainuddin sempat menyampaikan ingin kembali ke PPP.

“Beliau, KH Zainuddin sempat ingin kembali meramaikan PPP, dua minggu yang lalu kami beserta DPP PPP sempat berkomunikasi dengan almarhum untuk kembali meramaikan PPP,” kata dia.

Akan tetapi Beliau tidak bisa menghadiri Muktamar karena berhalangan. “Namun karena satu lain hal Beliau menyatakan tidak bisa menghadiri Muktamar,” imbuhnya.

Lanjut, Romy, PPP merasa sangat kehilangan dengan tokoh ulama besar tersebut, dan menyatakan bela sungkawa yang mendalam dengan kepergian mantan tokoh PPP. Kata Romy, tokoh KH Zainuddin belum ada yang menggantikan.

“Kami sangat merasa kehilangan ulama besar, tokoh besar, pendidik umat, sebagai ulama belum ada yang menggantikan sosok beliau,” kata dia.

Romy berharap ke depan akan muncul tokoh-tokoh baru seperti KH Zainuddin MZ.(lam)
Selengkapnya... »»  

KH Zainuddin MZ Sosok Penyejuk Bangsa

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Sejumlah kalangan, baik politisi maupun profesional menyebut KH Dr Zainuddin MZ sebagai sosok penyejuk bangsa yang tak pernah lelah memberi kontribusi bagi penguatan kerukunan antarumat.

"Almarhum telah menunjukkan baktinya yang positif dalam membangun semangat kebersamaan di antara umat beraneka latar belakang di Indonesia," kata Fayakhun Andriadi, anggota Komisi I DPR RI.

Sementara Angelina Sondakh, yang bertugas di Komisi X DPR RI, menilai almarhum KH Zainuddin MZ adalah seorang pendidik masyarakat yang berwibawa dan nasionalis. Di tempat terpisah, dua profesional berbeda latar Edward Waleleng dan Stevan Vogez berpendapat bahwa KH Zainuddin MZ sebetulnya merupakan salah satu sosok ulama penting yang piawai dalam membangun spirit kejuangan bangsa.

"Dia tak hanya milik Muslim, tetapi seluruh rakyat. Karena, almarhum mampu memberikan mutiara-mutiara kata orisinil khas Indonesia. Kata-katanya langsung bisa dicerna dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat kita yang majemuk," kata Edward Waleleng. Hal senada juga dinyatakan Stevan Vogez dengan mengucapkan selamat jalan ulama besar masa kini menuju tempat peristirahatan abadi.
Redaktur: Didi Purwadi
Selengkapnya... »»  

KH Zainuddin MZ : Calon Orator Sejak Kecil

Zainuddin Muhammad Zein atau biasa dikenal KH Zainuddin MZ lahir di Jakarta, 2 Maret 1951, meninggal di Jakarta, 5 Juli 2011 dalam usia 60 tahun. Ia adalah seorang pemuka agama Islam di Indonesia yang populer melalui ceramah-ceramahnya.

Ia mendapat julukan Dai Sejuta Umat karena dawahnya yang dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR), kemudian digantikan oleh Bursah Zarnubi.

Zainuddin merupakan anak tunggal buah cinta kasih pasangan Turmudzi dan Zainabun dari keluarga Betawi asli. Sejak kecil memang sudah terlihat bakatnya dalam seni orasi.

Di rumah kakeknya, Udin—panggilannya—kecil kerap naik ke atas meja untuk berpidato di hadapan tamu-tamu yang berkunjung. Bakat berpidatonya itu tersalurkan ketika Udin masuk Madrasah Tsanawiyah hingga tamat Aliyah di Darul Ma’arif, Jakarta.

Di sekolah ini ia belajar pidato dalam forum Ta’limul Muhadharah (belajar berpidato). Dalam ceramahnya ia sering menyisipkan humor dan banyolan yang mengundang gelak tawa audiensnya.

Kebiasaannya membanyol dan mendongeng terus berkembang. Dalam tiap penampilan, ia selalu memukau teman-temannya. Kemampuannya itu pun terus terasah, berbarengan dengan permintaan ceramah yang kian mengalir deras.

Dai Sejuta Umat

Innalillahi wa inna illahi roji'un... Selamat jalan Bapak Dai Sejuta Umat, smoga diterima di sisi-Nya. Amin.

Selamat jalan ayah, terima kasih atas segala ilmu yang telah engkau berikan kepada kami. Kuingin melihat engkau tersenyum di pangkuan Allah SWT. Amin.

Telah pulang guru bangsa kita, Bapak KH Zainuddin MZ. Semoga mauidzah hasanah dan Semangat perjuangan beliau tetap terwariskan kepada generasi penerus bangsa dan amal hasanahnya diterima di sisi Allah SWT. Amin.

Demikianlah bait-bait pernyataan bela sungkawa dari para penggemar setia KH Zainuddin di halaman akun Facebook sang Dai. Ketiga ungkapan duka cita dan kehilangan di atas adalah secuil di antara 32,404 orang penggemar Zainuddin di akun situs jejaring sosial tersebut.

Tak heran, julukan dai dengan sejuta umat memang layak disandang Zainuddin. Dalam tiap ceramah maupun khutbahnya, ulama yang mempopulerkan kata "Betul" ini selalu dihadiri ribuan jemaah, di mana pun ia berdakwah. Dan kini kata "Betul" ini ditiru oleh pelawak Kiwil, lengkap dengan intonasi, logat dan multiplikasi suara sang Dai.

Suami Hj Kholilah ini semakin dikenal masyarakat ketika ceramahnya mulai memasuki dunia rekaman. Kasetnya tak hanya beredar di seluruh pelosok Nusantara, tapi juga merambah ke beberapa negara Asia.

Sejak itu, dai yang punya hobi mendengarkan lagu-lagu dangdut ini mulai dilirik oleh beberapa stasiun televisi. Bahkan dikontrak oleh sebuah biro perjalanan haji yang bekerjasama dengan televisi swasta untuk bersafari bersama artis ke berbagai daerah, dalam sebuah program yang disebut "Nada dan Dakwah".Sumber:republika.co.id
Selengkapnya... »»  

Kiai Zainuddin MZ Telah Berpulang

JAKARTA - Innalillahi wa innailahi rojiun. Kiai kondang Zainuddin MZ telah meninggal dunia pada Selasa (5/7) pagi sekitar pukul 09.15. Jenazah saat ini masih berada di Rumah Sakit Pusat Pertamina.

Berdasarkan informasi, kiai Sejuta Umat itu meninggal dunia akibat terkena serangan jantung. Kiai yang bernama lengkap Zainuddin Muhammad Zein tersebut lahir di Jakarta pada 2 Maret 1951.

Beliau adalah seorang pemuka agama Islam di Indonesia yang populer melalui ceramah-ceramahnya di televisi. Julukannya adalah 'Da'i Sejuta Umat' karena da'wahnya yang dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Ia pernah menjabat sebagai ketua umum Partai Bintang Reformasi. Redaktur: Didi Purwadi: REPUBLIKA.CO.ID,
Selengkapnya... »»  

Terancam ‘’Nganggur’’

TAK kurang dari 210 Perusahaan Pengerah TKI Swasta (PPTKIS) akan menganggur pascamoratorium pengiriman tenaga kerja ke Arab Saudi. Pemerintah perlu segera membuat nota kesepahaman dengan negara lain seperti Brunai Darussalam dan Singapura. Selama ini, perusahaan penyalur memang memperoleh keuntungan besar dari memasok TKI.

Ketua APJATI NTB, H. M. Muazzim Akbar, SIP, dalam keterangan persnya, Senin (4/7) kemarin menyatakan dukungannya terhadap rencana moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi. Bahkan, ia meminta agar moratorium dilakukan terhadap seluruh negara di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, Muazzim menegaskan bahwa pemerintah perlu segera mencarikan negara lain sebagai alternatif sasaran pengiriman TKI. Jika tidak, ada sekitar 210 PPTKIS yang akan menganggur. Selama ini, ungkap Muazzim, proses pengiriman TKI telah memberikan banyak keuntungan bagi pengusaha maupun para sponsor.

Muazzim mengungkapkan, untuk memperoleh seorang pembantu, para majikan di Arab Saudi dapat membayar hingga 2.500 dolar Amerika kepada agen – agen tenaga kerja setempat. Setelah dapat, majikan juga masih harus mengeluarkan uang untuk menggaji para TKI tiap bulan. Gaji yang diperoleh sekitar 600 real.

Muazzim menjelaskan, para agen yang ada di Saudi, biasanya membayar sebesar 1.800 dolar Amerika kepada PPTKIS di Indonesia untuk setiap TKI yang diberangkatkan. Jika dirupiahkan, kira – kira uang yang dibayarkan agensi kepada PPTKIS mencapai Rp 15 juta untuk tiap kepala. PPTKIS biasanya tidak turun tangan langsung untuk mencari TKI. Di sinilah para calo atau yang juga sering disebut sponsor atau PL (petugas lapangan) bermain.

Setiap sponsor biasanya memperoleh uang sekitar Rp 6 juta untuk satu TKI yang ia bawa hingga ke Jakarta. Uang sebesar Rp 6 juta itu nantinya digunakan untuk biaya cek kesehatan (Rp 300 ribu), asuransi (Rp 50 ribu), transport Mataram – Jakarta (Rp 1 juta) dan uang saku TKI (Rp 1 juta). Sisanya, adalah keuntungan yang dikantongi sponsor. Beberapa sponsor bisa mengantongi keuntungan lebih besar jika ia mampu memangkas ongkos.

Muazzim mengakui bahwa keuntungan yang diperoleh dari bisnis TKI memang sangat menggiurkan. Ia menyebutkan, salah satu PPTKIS besar di Jakarta, bisa memberangkatkan hingga 2000 TKI tiap bulannya. Menurut Muazzim, tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri, sebagian besar memang tidak punya keahlian khusus.

“Tenaga kerja yang kita kirim memang banyak non skill. Sebagian besar juga broken home, misalnya baru cerai dari suaminya, dari pada malu di desa, dia kerja ke luar negeri,” ungkapnya. (aan)
Selengkapnya... »»  

Polda NTB Tangkap Pengusaha Penimbun Mitan

Mataram - Disaat minyak tanah (mitan) mulai langka akibat pencabutan subsidi, belakangan ada oknum pengusaha yang memanfaatkan kondisi ini demi keuntungan pribadi dengan melakukan penimbunan. Aksi penimbunan oleh Nj (25) pemilik UD. Sd asal Praya Lombok Tengah berhasil diungkap Direktorat Reskrim Khusus Polda NTB. Tersangka pun ditahan bersama barang bukti.

Aksi penimbunan itu diungkap aparat 27 Juni lalu, setelah melakukan identifikasi lapangan berdasarkan laporan masyarakat. Aparat mengendus ada keganjilan dari kelangkaan yang terjadi. “Setelah melalui pengintaian, kami temukan puluhan drum minyak tanah di rumah tersangka,” kata Direskrim Khusus Polda NTB, Kombes Pol Drs. Tryono BP, M.Si kepada wartawan, Senin (4/7) kemarin.

Dari hasil pemeriksaan TKP di Desa Renteng Praya, timnya menemukan 125 drum berisi mitan tersimpan di halaman rumah. Setelah dihitung, isinya diperkirakan 25 sampai 26 ton mitan. Total isi mencapai 220 liter. “Padahal sesuai ketentuan, untuk pangkalan hanya dibatasi 5000 liter untuk kebutuhan penjualan. Tapi kami melihat ada kelebihan kapasitas yang ditampung dan diduga untuk kepentingan penimbunan,” bebernya. Ada dugaan penimbunan tersebut memanfaatkan situasi, sehingga pada saatnya nanti akan dijual dengan harga mahal.

Kini tersangka ditahan di Mapolda NTB. Sedangkan barang bukti disimpan di gudang sitaan negara Jalan Lingar Selatan. Soal kemungkinan ada penimbunan di wilayah lain, masih didalami pihaknya. Sebab tidak menutup kemungkinan ada oknum lain yang memanfaatkan konversi mitan ke LPG tersebut untuk mengeruk keuntungan pribadi. (ars)
Selengkapnya... »»  

Senin, 04 Juli 2011

Alasan Kondisifitas, Pembangunan RSUD KLU Tertunda

Lombok Utara - Karena alasan kondisifitas dan terjadinya pro-kontra antara eksekutif dan legislatif serta berlarutnya polemik rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara tertunda, bahkan Kepala Dinas Kesehatan KLU, dr. H. Beny Nugroho mengaku menyerah dalam melanjutkan rencana pembangunan rumah sakit.
Ini dikemukakan pada rapat pansus LKPJ dengan sejumlah SKPD diruang sidang DPRD KLU, (4/7/11). “saya tidak mampu lagi memperjuangkan program pembangunan RSUD tife C KLU yang anggarannya dibantu oleh pemerintah pusat, padahal sebelumnya kami cukup optimis anggaran sebesar Rp. 120 miliar yang dijanjikan Kementerian Kesehatan dapat direalisasikan”, katanya.
Ditegaskan, mengingat konsifitas pemerintah daerah yang kurang mendukung rencana pembangunan RSUD, sehingga pihak Dikes tidak bisa berbuat maksimal dan melakukan loby anggaran jika masih terjadi pro dan kontra, dan situasi yang terjadi ini sudah diketahui oleh pemerintah pusat.
Menaggapi peryataan tersebut, komisi III DPRD KLU, Abdul Gani, mengtatakan, seharusnya kalimat itu tidak diucapkan oleh kepala Dikes, mengingat persepsi orang akan berbeda. Ungkapan kepal Dikes itu seakan-akan mengindikasikan ketidak mampuannya dalam melanjutkan upaya pembangunan RSUD yang sudah diprogramkan tahun 2010 lalu. “Banyak program yang belum mampu dirampungkan oleh dikes, termasuk salah satunya pembanunan RSUD”, jelasnya.
Dikatakan, legislatif tidak melakukan presur terhadap Dikes dalam hal ini, namun hal-hal yang mendjai pungsi legislatif, seperti pengawasan sistem penganggaran menjadi kewajiban legislatif untuk menayakannya kepada instansi terkait. (Ari)
Selengkapnya... »»  

Pemda KLU Akan Dirikan Kemdepag

Lombok Utara - Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (Pemda-KLU), saat ini sudah merampungkan usulan pendirian Kementerian Departemen Agama tingkat kabupaten.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap banyak usulan dari lembaga pendidikan keagamaan yang ada di KLU yang sekaligus untuk mempermudah pengurusan keagamaan bagi masyarkat dan pemerintah.
Seperti diketahuiberitakan sebelumnya, sejak KLU mekar dari Lombok Barat, untuk urusan keagaaman dan sektor pendidikan agama, masih dikoordinir oleh Kemeterian Agama kabupaten Lombok Barat, sehingga praktis masyarakat Dayan Gunung, khususnya dibidang pengelolaan pendidikan agama, masih mengalami kesulitan dalam mengakses berbagai program dan kebijakan pemerintah.
Terkait proses pembentukan kantor Kementerian Agama tersebut, wakil bupati Lombok Utara, H.Najmul Akhyar ketika memantau kegiatan MTQ ke-2 KLU mengatakan, saat ini pemda tengah merampungkan kesiapan secara administrasi, termasuk dalam waktu dekat akan mengusulkan nama calon pelaksana tugas harian, kanwil kementerian agama KLU. “Ini sebagai bentuk keseriusan Pemda pada masa perubahan anggaran tahun ini, dan akan mengusulkan anggaran untuk pengadaan lokasi pembangunan kantor kanwil kanwil kementerian agama.
Karenanya, H. Najmul Akhyar meminta dukungan kepada masyarakat KLU, termasuk kepada pihak kanwil kementerian agama Lombok Barat, agar seluruh proses pembentukan Departemen Agama Lombok Utara dapat terwujud tahun ini, sehingga berbagai urusan keagamaan dan perbaikan pengelolaan sektor pendidikan agama di KLU berjalan sesuai harapan masyarakat. (Ari)
Selengkapnya... »»  

Warga Kecewa, Lahan Parkir Senaru Dikelola Dishubparkominfo KLU

Lombok Utara - Tidak adanya sosialisasi yang dilakukan dari Dinas Perhubungan Pariwisata, Komunikasi dan Informatika (Dishubparkominfo) Kabupaten Lombok Utara, atas pengambil alihan pengelolaan lahan parkir yang berada di lokasi obyek wisata Air Terjun Senaru, Kecamatan Bayan membuat para pengelola dan warga ditingkat desa kecewa.
Pasalnya, para pengelola lahan parkir obyek wisata tersebut menyetor retribusi ke pemerintah KLU setiap bulan, sesuai dengan kesepakatan antar desa dengan Dishubparkominfo KLU sebesar Rp. 200.000. “Kami sangat kecewa atas ulah Dishubparkominfo yang mengambil alih pengelolaan lahan parkir secara sepihak tanpa pernah disosialisasikan ke warga setempat, padahal lahan parkir termasuk pos penjagaan itu dibangun dengan menggunakan dana Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Senaru sampai menghabiskan anggaran Rp. 6 juta lebih”, kata Ratmana, ketua Bumdes Senaru.
Dikatakan, sejak masih bergabung dengan kabupaten Lombok Barat hingga KLU dimekarkan, lahan parkir di obyek wisata Senaru ini dikelola oleh desa. Namun sejak beberapa minggu terakhir ini, tiba-tiba pengelolaannya diambil begitu saja oleh Dishubparkominfo, tanpa pernah dimusyawarahkan dan disosialisasikan ke warga. “Kalau seperti ini caranya, berarti pemerintah tidak mau melihat desa itu maju, dan otonomi murni yang dimiliki desa tidak berarti”, tegas Ratmana.
“Kami baru tahu lahan parkir yang semula dikelola desa ini diambil begitu saja oleh pemerintah, setelah diinformasikan oleh kepala desa tanpa alasan yang jelas. Dan hal ini sama saja artinya menutup lapangan kerja dan mematikan asset yang dimiliki oleh desa”, katanya kecewa.
Hal senada juga diakui oleh Muhtarudin. Kejadian ini berawal dari permintaan Dishubparkominfo KLU yang mau menaikkan retribusi dari Rp. 200 ribu menjadi Rp. 300 ribu per bulan. “Persoalan kenaikan retribusi parkir ini sebenarnya tidak masalah asalkan kita bicarakan bersama. Dishubparkaminfo memang pernah mengundang kami untuk bertemu di aula kantor camat Bayan beberapa waktu lalu. Namun setelah kami tunggu berjam-jam, ternyata pejabat dari dinas terkait tidak datang tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba lahan parkir ini dikelola oleh mereka”, terang Muhtarudin, warga setempat.
Dan yang kami sesalkan, kata Muhtarudin, cara pemerintah yang mengambil secara diam-diam lahan parkir tersebut tanpa ada komunikasi terlebih dahulu dengan pihak desa yang dalam hal ini Bumdes selaku pengelola. Padahal biaya perbaikan lokasi parkir dan pembuatan portal semua biayanya ditanggung oleh desa. “Eh ternyata setelah jadi, malah diambil begitu saja”,katanya.
Persoalan lain, lanjut Muhtarudin, adalah permintaan dari dinas Pariwisata KLU yang akan menaikkan harga tiket masuk ke obyek wisata Air Terjun, yakni untu turis asing, dari Rp. 5000 dinaikkan menjadi Rp. 25.000,- Sementara untuk pengunjung lokal dari Rp. 2000 menjadi Rp. 5000. Sedangkan untuk anak-anak dari Rp.0 menjadi Rp. 3000 per orang. “Permintaan ini tentu saja kami tolak, karena cukup memberatkan bagi pengunjung yang mau berwisata ke Air Terjun, karena mengingat tahun lalu ketika terjadi kenaikan tiket masuk dari Rp. 1000 ke Rp. 2000, saja banyak pengunjung yang komplin dan harus kami sosialisasikan sampai enam bulan”, jelas Muhtarudin.
Karenanya, Ratmana dan Mustarudin serta warga lainnya meminta dengan tegas, agar Dishubparkominfo KLU mengembalikan pengelolaan lahan parkir yang sudah menghabiskan dana jutaan rupiah untuk perbaikannya agar dikembalikan kepada desa. Karena sesuai diatur dalam UU, bahwa desa itu memiliki otonomi murni untuk mengelola asset yang dimiliki. “Kalau mau melihat desa kami maju, berikanlah pengelolaan lahan parkir, portal maupun air terjun itu kepada desa”, tandasnya.
Selengkapnya... »»  

Minggu, 03 Juli 2011

Waspadai Rabies, Pemkot Gelar Sosialisasi di Udayana

MATARAM - Banyaknya anjing liar di Kota Mataram yang dinilai bepotensi menyebarkan penyakit rabies menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Mataram.

Terkait dengan itu Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan menggelar Sosialisasi Kewaspadaan Terhadap Penyakit Rabies di Kota Mataram, yang bertempat di Jalan Udayana bertepatan dengan kegiatancar free day, Minggu (3/7).

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Mataram, Drs. Cukup Wibowo, M.MPd, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk upaya kewaspadaan terhadap penyakit rabies yang saat ini sudah mewabah di beberapa daerah.

“Apalagi Kota Mataram, di kelilingi oleh daerah yang mulai tertular. Seperti Bali, Flores dan Sulawesi. Mumpung NTB masih bebas mari kita tingkatkan ke waspadaan,” pintanya.

Menurutnya, moment car free day sangat tepat untuk memberikan pengetahuan masyarakat tentang bahaya dan gejala penyakit rabies atau anjing gila. Sebab, masyarakat yang datang kecar free day datang dari berbagai penjuru Kota Mataram, bahkana luar Kota Mataram.

“Sehingga dinilai sangat efektif dan masyarakat dapat melakukan tindakan-tindakan antisipasi jika menemukan gejala pada hewan peliharaan mereka, serta mewaspadai gigitan anjing,” jelasnya.

Pada kesempatan itu juga, disampaikan adanya edaran dari Pemerintah Provinsi NTB dan Kota Mataram yang melarang membawa hewan dari luar. Hewan yang dapat menularkan penyakit rabies adalah hewan yang berdarah panas. Misalnya, anjing, kucing da kera/moyet. Sementara di Indonesia berpotensi menularkan rabies kepada manusia.

Oleh karena itu dalam kegiatan sosialisasi tersebut, selain pihak Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan memberikan penjelasan secara langsung terhadap semua pengunjung di jalan Udayana, juga membagi-bagikan brosur serta memutarkan filem tentang jenis hewan, ciri, gejala dan langkah-langkah serta upaya apa yang harus dilakukan jika menemukan kasus rabies.

“Kegiatan sosialisasi ini rencananya akan dilakukan setiap hari Minggu dan dilanjutkan ke tingkat kecamatan dan kelurahan,” katanya.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Mataram menyebutkan, upaya lainnya yang dilakukan adalah melakukan eliminasi anjing liar yang dilakukan setiap tahun.

Untuk tahun 2011 ini baru dilakukan dua kali yakni di Kelurahan Pagesangan dan Jempong Baru yang menghasilkan 70 ekor anjing liar tereliminasi.

Dinas Pertanian menargetkan akan memusnakan sekitar 500-600 ekor anjing liar tahun 2011, sedangkan jumlah anjing liar di Kota Mataram lebih dari 2.000 ekor.

“Kegiatan eliminasi akan dilanjutkan pada delapan keluarahan. Dengan sasaran antara lain, permukiman padat hindu, pasar dan jalan umum,” bebernya.

Ditambahkanya, selain upaya kewaspadaan rabies melalui sosialisasi dan eliminasi yang dinilai cukup efektif, Dinas Pertanian juga melakukan upaya melalui kastrasi dan sterilisasi terhadap anjing liar.

“Namun upaya ini dinilai kurang efektif, karena di samping membutuhkan biaya besar, populasi anjing juga tidak bisa berkurang,” terangnya.

Ditambahkannya, jika masyarakat menemukan tanda-tanda ribies agar segera melapor ke aparat terdekat atau membawa ke salah satu Puskesmas Hewan yang ada di tiga lokasi yakni di Ampenan, Pagesanga dan Selagalas.(*/nir/humas)
Selengkapnya... »»  

Penyelundup Narkoba Bernilai Milyaran Rupiah Tertangkap Tangan

MATARAM - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe A3 Mataram, menangkap seorang warga Negara Malaysia, karena kedapatan menyelundupkan Narkotika jenis sabu-sabu, senilai Rp 7,2 milyar.

Warga Malaysia yang tertangkap tangan membawa sabu-sabu tersebut bernama Cheam Chee Teng (46), dengan Pasport Nomor A24588137. Cheam Chee Teng, ditangkap sesaat setelah mendarat di Bandara Selaparang Mataram, Sabtu (2/7/2011), Sore, sekitar pukul 18.24 wita, dengan menggunakan pesawat Silk Air dengan nomor penerbangan MI 128. Tujuan Singapura-Mataram.

Cheam Chee Teng, kedapatan membawa Narkotika jenis kristal putih seberat 3,66 kg, yang disimpan dengan rapi dibalik dinding koper berwarna hitam miliknya. Sedianya, barang haram tersebut akan diantarkan kepada seseorang yang telah menunggu pelaku disalah satu hotel dibilangan Kota Mataram. Namun sayang, barang tersebut belum sampai ketangan pemesannya Cheam, sudah tertangkap.

Terungkapnya, aksi dari koki salah satu restauran di Malaysia ini, ketika petugas dari Bea Cukai curiga dengan gerak gerik Cheam Chee Teng. “Petugas Kami melakukan interview dan pemeriksaan intensif terhadap Cheam Chee Teng, diruang Pabean, “ucap Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Mataram, Danang Kuswidodo, dalam jumpa pers, Minggu (3/7/2011).

Menurutnya, awal penangkapan pelaku, berdasarkan analisis image yang tampak pada monitor X-ray tidak ada tampilan yang mencurigakan dalam koper milik Cheam Chee Teng, Petugas Bea dan Cukai baru berhasil menemukan sabu-sabu, ketika isi koper berupa pakian dan barang lainnya dikeluarkan, lalu melakukan pemeriksaan ulang dengan menggunakan X-ray, setelah itu barulah terlihat adanya barang yang mencurigakan dibalik kedua sisi dinding koper yang terbuat dari fiber tersebut.

Kemudian petugas memecahkan kedua dinding koper dan barulah terlihat kertas warna coklat besar yang diselimuti dengan isolasi plastik dengan ukuran selebar dinding koper dan beberapa butir pengharum (kapur barus). Dan pada bagian dalam kertas coklat tersebut dilapisi pula dengan kertas warna hitam.

Setelah kuat indikasi bahwa Cheam, warga Malaysia tersebut menyelundupkan Narkoba, kemudian pelaku digiring ke kantor Bea dan Cukai Mataram, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dari hasil uji Narcotest menunjukkan bahwa barang yang diamankan adalah berupa Narkoyika jenis sabu-sabu.

“Sepertinya pelaku ini sudah lama merencanakan aksinya karena barang yang dibawa sampai tidak terlihat di X-ray.”Tegasnya. Sementara itu menurut, Kasi Pendidikan dan Penyidikan Kantor Bea dan Cukai Mataram, I Wayan Tapamuka mengatakan, bahwa terindikasi Cheam Chee Teng, merupakan jaringan Narkoba Internasional.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara. Awalnya pelaku ini terbang pada tanggal 26 Juni dari Singapura menuju Vietnam untuk mengambil barang tersebut, kemudian baru melanjutkan penerbangan dari Vietnam transit Singapura dan langsung ke Mataram.

Sedangkan menurut pengakuan Cheam Chee Teng, bahwa ia dijanjikan akan mendapatkan upah sebesar 6 Ribu ringgit Malaysia, untuk mengantar sampai kepada pemesannya, namun ia baru dibayar sebesar 1.100 Ringgit Malaysia.

Ia, juga mengaku bahwa ia diminta untuk mengantar barang tersebut oleh Kenny di Singapura, namun sama sekali tidak mengenal ke siapa barang tersebut diantar. ”saya tidak kenal dengan orang yang akan menerimanya, namun sudah ditunggu di hotel, “Paparnya dengan bahasa melayu.

Penanganan kasus penyelundupan narkoba bernilai milyaran rupiah ini diserahkan kepada pihak Kepolisian Direktorat Narkoba Polda NTB. Dari catatan Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Mataram, telah berhasil mengungkap kasus penyelundupan Narkoba sebanyak dua kali dan ini yang kedua kali.

Pengungkapan pertama pada 2 November 2010 lalu dengan tersangka Chow Kit Nang, barang bukti sabu-sabu 3,17 kg, dan kini kasus sudah diputuskan di Pengadilan Negeri (PN) Mataram dengan hukuman seumur hidup, namun terdakwa mengajukan banding. (Ok), MataramNews.com
Selengkapnya... »»  

Lima Rakom Lombok Akan Dijadikan Uji Coba SMS Gate Way

Lombok Utara  - Lima Radio Komunitas (Rakom) Pulau Lombok, sejak awal Juli 2011 ini akan dijadikan sebagai uji coba program sms gate way untuk mendorong sosialisasi, transparansi dan akutabilas pendanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).
Demikian dikatakan Ihsan Husin, pada pertemuan dengan lima rakom di studio Primadona FM, Ancak Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, Minggu sore (3/7/11). Menurutnya, semua keluhan masyarakat dan temuan di lapangan, akan dikirim melalui sms yang akan di seleksi oleh oprator dan akan ditampilkan ke server web. Suarakomunitas.net.
“Sms gate way ini akan dicoba di lima rakom yaitu, Primadona Lombok Utara, Gelora dan BKL FM, Lombok Timur serta rakom Gelora dan Talenta FM di Kabupaten Lombok Tengah. Dan uji coba ini bekerjasama dengan raDIo komunitaS untuk aKUntabilitas dan transparanSI (DISKUSI) PNPM pusat dan COMBINE Resource Institution (CRI)”, kata Ihsan yang juga mantan ketua JRK NTB ini.
Dikatakan, kerjasama Diskusi dengan rakom di NTB sudah memasuki tahap III, dan jika sms gate way ini berjalan dengan baik, maka program ini akan dikembangkan ke puluhan rakom yang ada di NTB. Selain program tersebut, juga sudah dilakukan kerjasama tahap I dan II dengan program News, ILM, talksow dan penerbitan bulletin PNPM.
“Semua program itu sudah berjalan dengan baik dan mampu mendorong para pelaku PNPM baik ditingkat desa maupun kecamatan untuk transparansi dan akuntabilitas”, kata Ihsan.(Ari)
Selengkapnya... »»  

Hamba Duniawi

Oleh : Agustiar Nur Akbar

Sebagai seorang muslim tentu kita tahu siapa Tuhan kita. Siapa yang menciptakan kita. Siapa yang pantas kita sembah. Dan juga mengatahui penghambaan kita untuk siapa. Serta kita ini adalah hamba siapa.

Namun tahukah engkau wahai saudaraku? Sesungguhnya secara sadar tidak sadar, kita telah menjadi hamba selain Allah SWT. Mau tidak mau kita sudah termasuk orang yang menuhankan tuhan selain Dzat Yang Maha Agung lagi Maha Esa, Allah SWT. Yang kita tuhankan ini bisa juga disebut berhala modern. Sehingga kita seringkali terjerumus dan terjatuh dalam penghambaan kepadanya. Secara tidak sadar dan sadar, kita telah menyembahnya, menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada tuhan ini. Kita rela melakukan apapun demi tuhan yang tidak layak kita sembah ini.

Materi dan duniawi beserta segala macam isinya seperti popularitas, wibawa, jabatan, dan lain sebagainya. Itu semua adalah tuhan yang kita sembah selain Allah SWT. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu. Rasulullah SAW bersabda, “Celakalah hamba-hamba dinar, dirham, dan kain beludru. Jika diberi ia rela dan jika tidak diberi ia tidak rela”. (H.R Bukhari).

Imam Shon’ani dalam Subulu as Salam syarah Bulughu al-Maram menjelaskan. Bahwasanya yang dimaksud dengan hamba dinar dan dirham adalah orang yang menghambakan dirinya kepada duniawi. Ketika ia mencari dunia seolah ia adalah hamba dari dunia itu dan dunia adalah sang raja-nya. Serta ia telah benar-benar tenggelam kepada syahwat duniawinya.

Beliau juga menambahkan. Bahawasanya yang tercela dari dunia adalah ketika seorang hamba telah menenggelamkan dan menyibukan dirinya untuk dunia. Sehingga ia melupakan kewajibannnya kepada Allah SWT. Dzat yang lebih berhak diutamakan dari apapun dan siapapun.

Marilah kita renungkan bersama akan hal ini wahai saudaraku! ‘abdullah artinya hamba Allah, menuhankan Allah SWT. Dari sini kita bisa juga maknai. Bahwasanya ‘abdu ad-dirham dan ‘abdu ad-dinar, hamba dirham dan hamba dinar. Orang yang menuhankan dirham serta dinar. Dimana dirham dan dinar adalah perlambang dari materi atau duniawi. Ini seperti yang diisyaratkan Imam Shon’ani. Namun ia tidak sampai jatuh pada hukum syirik.

Ketika kita menghalalkan segala cara untuk mendapatkan materi. Ketika kita tidak menghiraukan status harta itu. Apakah ia syubhat, haram, atau halal. Yang penting kita mendapatkannya. Bukankah itu sudah termasuk dari penghambaan kepada materi? Menyerahkan diri, melakukan apapun demi materi.
Ketika kita berusaha meraih popularitas, dan berusaha mempertahankannya mati-matian. Bahkan tak jarang menempuh jalan mistik yang tidak seharusnya. Dan juga membahayakan diri sendiri dengan konskuensinya. Bahkan tak jarang demi popularitas rela merendahkan diri dengan mengobral aurat misalnya. Atau memperdagangkan diri secara langsung dan tidak langsung. Bukankah itu berati kita sudah menghambakan diri kita untuk pupolaritas, duniawi? Serta mengalahkan Allah SWT Dzat Yang Maha Agung dengan segala aturannya yang sempurna?

Penulis adalah sahabat Republika Online yang tengah menimba ilmu di Universitas Al Azhar, Kairo
Selengkapnya... »»  

Pengamat UI: Dugaan Pemalsuan Surat MK Masalah Serius

JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Boni Hargens, berpendapat kasus pemalsuan surat keputusan Mahkamah Konstitusi pada 2009 merupakan masalah amat serius dalam demokrasi.

"Kita semua tahu pemilu adalah salah satu indikator utama untuk mengukur hidup-mati demokrasi di sebuah negara," katanya dalam pernyatannya dari Berlin (Jerman) yang disampaikan kepada pers.

Dia mengatakan bahwa mutu demokratisasi ditentukan oleh seberapa transparan, jujur dan partisipatif sebuah proses elektoral. "Suhartoisme bertahan 32 tahun dan kita semua kecewa dengan sejarah gelap itu karena dirasakan roh demokrasi mati total. Kita bisa menilai demikian karena pemilu yang adalah indikator penting tadi tidak berlangsung jujur, adil, transparan dan partisipatif," katanya.

Partisipatif dalam pengertian sebuah keterlibatan yang bebas dan mandiri dari seluruh rakyat itu bukan karena mobilisasi atau pemaksaan. "Kita masih mendengar dan merasakan ada yang tidak normal dalam proses elektoral kita sesudah 1998 dan paling heboh adalah Pemilu 2009,'' katanya. ''Salah satu alasan, kemenangan salah satu partai ketika itu yang mematahkan seluruh teori tentang pembangunan dan perkembangan partai politik di dunia, di mana ia menjadi pemenang hanya dalam usia lima tahun sejak berdiri.''

Sekarang kecurigaan yang tercecer di tengah masyarakat mulai mengarah pada kebenaran dengan adanya kasus pemalsuan keputusan MK untuk Dapil Sulawesi Selatan I di mana salah satu wasit dari pemilu, yakni anggota KPU diduga terlibat. Menurut Boni yang sedang berada di Berlin untuk menyelesaikan studi, kejahatan elektoral banyak bentuknya. Orang bisa bermain mulai dari "gerrymandering" atau pembagian wilayah pemilihan (dapil) atau disebut konstituensi dalam sistem Inggris atau distrik dalam praktik di Amerika Serikat. Pembagian dapil diatur berdasarkan faktor yang menguntungkan partai tertentu atau politisi tertentu yang bisa mengatur KPU dalam pembagian dapil. Bentuk lain dari kejahatan elektoral adalah penipuan dan pencurian suara.

"Maka, kita mendesak polisi segera mengusut keterlibatan pihak yang terduga dan segera tetapkan sebagai tersangka di antara atau semua mereka yang disebut terlibat," katanya.
Redaktur: Didi Purwadi
Sumber: Antara
Selengkapnya... »»  

Sabtu, 02 Juli 2011

Geger, Bayi Kembar Siam Lahir di Puskesmas Lingsar

Lobar, MataramNews.com – Seorang ibu hamil melahirkan bayi yang membuat geger Puskesmas Lingsar, Lombok Barat (Lobar). Pasalnya, telah lahir bayi kembar siam, kelamin perempuan dengan berat badan 2,5 kilogram, anak kedua dari pasangan Mahyunah (22) dan Munasif (33), warga Buk Buk, Desa Peteluan Indah, Kecamatan Lingsar.

Diketahui sebelumnya bahwa proses kelahiran bayi itu ditangani oleh dukun beranak, karena keterbatasan fasilitas akhirnya dilarikan ke Puskesmas Lingsar, Lombok Barat.

“Kelahiran bayi kembar siam sangat mengagetkan saya, karena baru pertama kali selama hampir 35 tahun menjadi dukun beranak belum pernah menemukan bentuk bayi yang menempel seperti ini,“ tutur inaq Maniah (65), dukun beranak yang membantu proses kelahiran bayi kembar siam tersebut.

Mahyunah mengaku, selama hamil tidak merasakan tanda-tanda jika bayi yang ada dalam kandungannya itu, merupakan bayi kembar siam. Saat dikonfirmasi MataramNews, dan ditanya apakah sebelum melahirkan bayinya, pernah ada firasat buruk?, ia menjawab, “sama sekali tidak ada firasat atau tanda-tanda akan melahirkan bayi kembar siam,” katanya.

Ia juga menjelaskan, saat dirinya hamil memang terkadang sering merasakan sakit dipinggang, panas dingin dan beberapa keluhan lain yang sering dirasakan, sehingga terkadang tidak dapat beraktivitas selama dalam kehamilan.

Sementara Munasif (33), yang kesehariannya bekerja sebagai buruh kasar di Terminal Mandalika, ayah bayi kembar siam itu menuturkan, bahwa bayi yang lahir ini adalah anak kedua setelah menikah sekitar 5 tahun yang lalu. “Bayi ini lahir sekitar pukul 14.30 Wita, proses kelahirannya normal seperti kelahiran anak pertama, dan saat ini bayinya sudah dibawa ke RSUP di Mataram, untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik,” ungkapnya.

Sedangkan keluarga kerabat yang ikut menyaksikan kelahiran bayi kembar siam tersebut merasa bersyukur, bayi kembar siam yang dilahirkan selamat. “Bayinya memiliki jenis kelamin perempuan, walaupun salah satu bayinya mengalami pembiran dikepalanya, karena lamanya proses saat melahirkan,” jelasnya.

Sementara Lalu Arya, Humas RSUD Provinsi NTB menjelaskan, bahwa saat ini memang benar bayi tersebut sedang dirawat, karena kondisinya sangat lemah. Pihak dokter yang menanganinya akan terus melakukan pemeriksaan secara intensif . “Organ tubuh bayi kembar siam itu, akan diperiksa secara intensif, apakah ada yang kurang ataukah ada organ yang menyatu,” jelasnya kepada sejumlah wartawan di RSUD Provinsi NTB. (Ach.S/Imam)
Selengkapnya... »»  

SBY Perintah Tangkap, Nazaruddin Melawan

"Dia tidak akan pulang," kata pengacara Nazaruddin, OC Kaligis.

Jakarta – Sehari setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menjadi tersangka kasus dugaan suap di Kemenpora, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan. Melalui Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, Presiden menyatakan telah memerintahkan Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk menangkap Nazaruddin.

“Presiden telah memerintahkan secara langsung kepada Kapolri untuk mencari, menangkap, dan membawa pulang Nazaruddin yang ada di Singapura,” kata Julian di Kantor Presiden, Jakarta Pusat. Ia mengungkapkan, Presiden telah meminta kepolisian untuk berkoordinasi dengan KPK terkait upaya pemulangan Nazaruddin.

Pada hari yang sama, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM juga bergerak. Mereka menarik paspor Nazaruddin. Penarikan dilakukan setelah ada permintaan cegah dari KPK. “Paspornya kami tarik,” kata Dirjen Imigrasi Kemenkumham, Bambang Irawan, mengkonfirmasi.

Penarikan paspor tersebut, mengakibatkan Nazaruddin menjadi penduduk ilegal di Singapura atau di negara mana pun ia berada saat ini. Tapi untuk memulangkan Nazaruddin, ujar Bambang, pihak Imigrasi Kemenkumham harus bekerja sama dengan Singapura.

Perlawanan Nazaruddin

Nazaruddin telah sebulan lebih meninggalkan tanah air. Sehari sebelum dicekal, anggota Komisi VII DPR itu telah lebih dahulu terbang ke Singapura, tepatnya tanggal 23 Mei 2011. Alasannya, untuk berobat. Sejak saat itu sampai kini menjadi tersangka, ia tidak pernah lagi menginjakkan kaki lagi ke Indonesia.

Pengacara Nazaruddin, OC Kaligis, mengatakan kliennya tidak akan kembali ke tanah air dalam waktu dekat. Ia mengatakan, ada empat faktor yang membuat Nazaruddin enggan pulang. Pertama, Nazaruddin sudah dicekal sebelum dijadikan tersangka. Kedua, Nazaruddin sudah merasa diperlakukan sebagai tersangka, jauh sebelum status tersangka dijatuhkan kepadanya.


Ketiga, Nazaruddin merasa kasusnya dipolitisasi. Keempat, Nazaruddin merasa ada pembunuhan karakter terhadap dirinya. Untuk itu, kata Kaligis, Nazaruddin tidak akan diam saja. Ia memaparkan, satu lagi pengacara Nazaruddin yang berdomisili di Singapura, sedang mengumpulkan bukti-bukti bahwa telah terjadi politisasi dan pembunuhan karakter terhadap klien mereka.

“Bukti-bukti itu akan kami masukkan ke Pengadilan Singapura. Kalau ini dibuka di Singapura, akan sangat mengerikan,” ujar Kaligis melontarkan ancaman. Pengacara senior itu menjelaskan, niat Nazaruddin untuk memperkarakan politisasi kasus terhadap dirinya di Singapura sangat mungkin dilakukan, karena sistem hukum di negara itu memungkinkan warga negara asing mencari ‘keadilan,’ apabila pengadilan di negara asalnya diduga ‘menyimpang.’

“Nazaruddin yakin tidak akan ada pengadilan fair bagi dirinya, karena ia telah lebih dulu menjadi korban pembunuhan karakter. Menurutnya, proses hukum di Indonesia sudah bisa ditebak. Tebakan dia, ada pengadilan in absencia, kemudian dihukum,” kata Kaligis di Surabaya.

Ketua KPK Busyro Muqoddas meminta Kaligis memulangkan Nazaruddin, karena ia telah resmi menjadi tersangka. Menurut Busyro, sebagai pengacara profesional, Kaligis harus mendatangkan Nazaruddin ke Indonesia untuk menjalani pemeriksaan.

“Pengacara itu penasehat yang memiliki komitmen moral. Jadi, pengacara yang bagus dan profesional harus menunjukkan komitmen moralnya dengan mendatangkan kliennya,” tegas Busyro.

Namun Kaligis justru menyatakan tak percaya dengan obyektivitas KPK. “Kalau Nazaruddin diperiksa di Indonesia, pasti hilang obyektivitasnya,” kata Kaligis. “Oleh karena itu dia tidak mau kembali untuk sementara,” imbuhnya.

Demokrat Gerah

Nazaruddin sendiri sampai saat ini belum menyatakan kesediaannya untuk pulang ke tanah air. Ia justru mengaku bingung dengan langkah KPK yang menetapkan dirinya sebagai tersangka. “Saya bingung atas dasar apa KPK menetapkan saya sebagai tersangka,” kata Nazaruddin lewat BlackBerry Messenger (BBM) yang diterima oleh VIVAnews.

“Padahal saya tidak pernah terima uang dari urusan Menpora. Sudah luar biasa rekayasa terhadap saya,” ujar Nazaruddin lagi. Alih-alih menjawab dugaan keterlibatannya dalam kasus suap Kemenpora, Nazaruddin justru menyebut Partai Demokrat sebagai pihak yang menerima suap Kemenpora.

Para petinggi Partai Demokrat sendiri gerah dengan berbagai tudingan yang dilempar Nazaruddin dari negeri asing. “Kalau memang ada fakta, sampaikan langsung ke KPK. Jangan buat bingung KPK,” kata Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat, Marzuki Alie.

“Nazar, tolong kalau berbicara pakai bukti. Saya berpesan kepada Nazar, jangan menyebar fitnah kepada kami,” kata politisi Demokrat Ruhut Sitompul yang kerap berkomunikasi dengan Nazar. Hal senada juga disampaikan Ketua DPP Demokrat Kastorius Sinaga.

“Demokrat mendesak Nazaruddin bersikap ksatria, bukannya malah mengaburkan masalah dengan melakukan berbagai manuver lewat BBM,” kata Kastorius. Masalahnya, akankah berbagai imbauan dari Demokrat itu akan meluluhkan hati Nazaruddin dan membuatnya kembali ke tanah air guna menghadapi berbagai kasus yang menghadangnya?

Tampaknya tidak semudah itu. OC Kaligis menegaskan, kliennya akan tetap tinggal di Singapura dan terus menyiapkan perlawanan hukum dari seberang lautan. “Dia tidak akan pulang,” tegas Kaligis. (eh)

Laporan: Tudji Martudji | Surabaya
• VIVAnews
Selengkapnya... »»  

Panji Gumilang Resmi Jadi Tersangka

"Panji Gumilang sudah menjadi tersangka untuk kasus pemalsuan dokumen"

Jakarta - Mabes Polri telah resmi menjadikan Panji Gumilang sebagai tersangka. Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun ini terlibat kasus pemalsuan dokumen.

"Betul. Panji Gumilang sudah menjadi tersangka untuk kasus pemalsuan dokumen," kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Komisaris Jenderal Pol Ito Sumardi, saat dihubungi VIVAnews 2 Juli 2011.

Ito menjelaskan, penyidik Mabes Polri sudah memiliki bukti cukup. "Indikasinya sudah cukup dalam dugaan pemalsuan dokumen," ucap Ito.

Namun, Ito tidak merinci apa saja indikasi yang dimaksud.

Selanjutnya, Mabes Polri akan memeriksa Panji Gumilang sebagai tersangka Senin mendatang. "Diperiksa tanggal 4 Juli nanti," jelas Ito.

Sedangkan Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar mengatakan Panji dikenakan pasal 263 dam 264 KUHP tentang pemalsuan surat. Ini merupakan tindak lanjut dari laporan yang dilakukan mantan pengurus Al Zaytun, Imam Supriyanto.

Dengan sangkaan tindak pidana pemalsuan, Panji Gumilang terancam hukuman penjara selama 7-8 tahun.

Selama ini, Panji Gumilang juga dikaitkan dengan gerakan Negara Islam Indonesia (NII). Imam Supriyanto sendiri mengaku pernah menjabat sebagai Menteri Peningkatan Produksi NII.

Tapi, Kabareskrim Ito Sumardi mengatakan polisi belum memeriksa Panji Gumilang terkait gerakan NII. "Nanti kami gali itu," jelas Ito.

Namun, Panji Gumilang membantah soal tuduhan memimpin NII. Menurut Panji Gumilang, NII sudah selesai sejak pendiri NII, Imam Sekarmaji Marijan Kartosoewiryo, berhasil ditangkap dan dihukum mati pada tahun 1962.

"NII sudah selesai. Tidak ada. Selesai," kata Panji Gumilang. (ren)
• VIVAnews
Selengkapnya... »»  

Nasi Puyung, Memiliki Rasa Yang Khas dan Aroma Pedes

Menjamurnya rumah makan di Kota Mataram, tidak lepas dari penyajian makanan khas Lombok yang kian digemari. Contohnya sajian Nasi Puyung, yang akhir-akhir ini tumbuh dengan pesatnya. Kuliner yang satu ini berasal dari desa Puyung, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Karena berasal dari Desa Puyung itulah, maka dinamakan Nasi Puyung.

Konon, karena banyaknya pelanggan, akhirnya nama Puyung tersebar kemana-mana. Nama Nasi Puyung tidak lahir dari penjualnya, tapi lahir dari para pelanggan. Mereka menyebarkan keberadaan Nasi Puyung dari mulut ke mulut.

Papuk Isum tidak ingat betul kapan ia pertama kali menjual nasi puyung yang kini diminati masyarakat kelas bawah hingga menengah atas ini. Menginjak usianya yang sudah unzur, dalam berjualan Papuk Isum saat ini banyak dibantu anaknya Hj Saripah.

Memang, nasi puyung tampak tidak ada istimewanya. Tapi, khas rasa, aroma dan cara penyajiannya dibungkus dengan daun pisang, telah menjadikan nasi puyung dikenal luas. Bahkan, tidak jarang pembeli memesan dalam jumlah banyak untuk dibawa ke sejumlah kota sebagai oleh-oleh.

Nasi Puyung disajikan dengan cara dibungkus memakai daun pisang. Karena, saat dibuka aroma sedap akan keluar. Didalamnya selain nasi putih yang masih panas, juga terdapat lauk seperti sambal, kedelai goreng, suwiran dan daging ayam cincang serta kelapa parut goreng.

Saat mulai dimakan tidak terlalu terasa pedesnya. Namun, rasa pedas akan terasa cukup menyengat, beberapa saat setelah selesai dimakan.

Nah, jika anda berwisata ke Pulau Lombok, selain anda bisa menikmati panorama alam yang indah, silahkan anda mencoba juga wisata kuliner Nasi Balap Puyung yang sudah tersebar di sudut-sudut Kota Mataram. (GuS/Ari)
Selengkapnya... »»  

Camat Kayangan Lepas Peserta MTQ Tingkat Kabupaten

Lombok Utara  - Peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) utusan dari Kecamatan Kayangan yang akan mengikuti lomba tingkat Kabupaten Lombok Utara, Sabtu pagi (2/7/11)dilepas secara resmi oleh camat Kayangan, Tresnahadi.
Acara pelepasan di aula kantor camat Kayangan itu, dihadiri seluruh peserta dan pengurus LPTQ serta beberapa UPTD, berlangsung cukup khidmat. Camat Kayangan dalam kesempatan tersebut, meminta kepada seluruh peserta untuk berjuang sekuat tenaga, baik fikiran maupun kemampuan maksimal yang dimiliki, demi nama baik Kecamatan Kayangan.
“Keluarkan kemampuan yang ada, semaksimal mungkin. Kalau sudah kita lakukan yang demikian, kemudian kita belum beruntung, itu perkara lain, yang penting kita sudah berbuat semampu kita, setelah itu kita serahkan kepada Allah Swt,”jelas Tresnahadi.
Dikartakan, yang patut di syukuri oleh seluruh peserta dan undangan yang hadir, bahwa para peserta yang akan mewakili Kecamatan Kayangan pada MTQ Tingkat Kabupaten Lombok Utara ke 3 tahun 2011 ini, murni putra putri asal Kayangan. “Ini penting artinya, bahwa kita ingin menunjukkan dan menampilkan potensi-potensi yang dimiliki daerah Kayangan. Sejauh mana kita bisa berbicara ditingkat Kabupaten,”tegas Tresnahadi.
Memang ada indikasi penawaran-penawaran dari daerah lain, yang ingin bekerjasama dengan pihak LPTQ Kecamatan, untuk bagaimana bisa merekrut tenaga atau calon peserta dari daerah lain untuk mewakili Kecamatan Kayangan pada MTQ Tingkat Kabupaten tahun ini. “Tapi, oleh LPTQ tingkat Kecamatan tidak menginginkan demikian.Pihak LPTQ ingin menggunakan dan menampilkan putra-putri terbaik asli dari Kecamatan Kayangan”, tambahnya.
Sementara L.Muhamad Sidik, selaku Ketua LPTQ yang juga Kepala KUA Kecamatan Kayangan, mengatakan bahwa, kalau sampai terjadi seperti itu diwilayah Kayangan, maka akan membuat kita mundur sekian langkah kebelakang. “ Artinya, kapan kita bisa maju kalau setiap tahun kita menggunakan peserta dari daerah lain”, pungkasnya. (Eko/Ari)
Selengkapnya... »»  

Sabhan Umar, Santri yang Piawai Berceramah

Bima - NAMA Sabhan Umar (16) langsung meroket pascaperistiwa tragis di Mapolsek Bolo yang merenggut nyawa Brigadir (kini Bripka) Rokhmad Syaifudin. Betapa tidak, Sabhan yang sebelumnya dikenal piawai berceramah di masjid-masjid, ternyata pemuda berdarah dingin.Sabhan sempat diacungi jempol oleh warga sekitarnya karena kepiawaiannya berceramah.

Husen Hasan, Ketua RT 11 tempat di mana Sabhan dan orang tuanya bermukim menuturkan, sebelum bersekolah di Ponpes Umar Bin Khattab, Sabhan yang terkenal pendiam tersebut dikenal sebagai anak yang baik. Selain itu, Sabhan dikenal sebagai anak pintar. Karena kepiawaiannya berceramah terkadang ia tampil di masjid. ‘’Waktu itu Bulan Ramadhan. Saya akui betul ia pintar dan bisa berceramah,’’ katanya. Karena kepintarannya juga, orang tuanya juga ikut memperdalam agama. Bahkan, orang tuanya kerap mengajak warga untuk melaksanakan ibadah shalat wajib.

Namun setelah pindah ke Ponpes Umar Bin Khattab di Desa Sanolo, Sabhan menjadi sosok yang berbeda. Tingkah polahnya tak seperti dulu. Ia lebih sering berada di Ponpes tersebut sehingga warga termasuk Ketua RT 11 tak tahu pasti tentang kesehariannya. ‘’Ia jarang pulang, makanya kami tidak tahu pasti tentang kesehariannya,’’ ujar Husen.

Bahkan, tingkah Sabhan mulai terlihat aneh ketika neneknya meninggal beberapa waktu lalu. Sabhan tak memperbolehkan orang tuanya untuk mengaji dan mendoakan almarhum neneknya. Padahal mengaji dan mendoakan almarhum merupakan sunnah dalam syariah Islam. Karena tingkahnya yang mulai terlihat menyimpang tersebut, dua saudaranya Yamin dan Siki menentang ajaran Sabhan dalam keluarga.

Hingga akhirnya peristiwa tragis tersebut terjadi, Sabhan membunuh anggota Polsek Bolo dengan berpura-pura hendak membuat laporan. Awalnya, beberapa saat setelah peristiwa tersebut terjadi, pihaknya menduga almarhum ditusuk oleh preman yang tak terima atas tindakan polisi. Namun ternyata pelakunya adalah Sabhan, sosok pemuda pendiam yang pernah berceramah di masjid. ‘’Tak menyangka jika pelakunya Sabhan, karena dia orangnya pendiam,’’ ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Desa Rato, Muhammad Afan SE. Menurut Afan, keseharian pelaku biasa saja. Sama seperti diutarakan Husen, Afan juga menyebutkan jika warganya tersebut pernah menjadi santri di Dompu sebelum masuk Ponpes Umar Bin Khattab. (use)
Selengkapnya... »»  

Tersangka Pembunuh Anggota Polsek Bolo Terindikasi JAT

Bima - Kapolres Bima AKBP Fauzan Barito, SH mengatakan, Sabhan Umar (16) tersangka pelaku pembunuh Brigadir Rokhmat Syaipudin, anggota Polsek Bolo, Kabupaten Bima, terindikasi terkait jaringan Jamaah Ansyorut Tauhid (JAT). Tersangka, warga Dusun Sigi, Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima ini sudah tiga tahun menjadi santri di Pondok Pesantren Umar bin Khattab, Desa Sonolo, Kecamatan Bolo.

“Yang jelas dia santri di Ponpes Umar Bin Khattab Desa Sanolo yang masih terkait dengan JAT,” tegas Fauza menjawab Suara NTB. Namun saat ini, katanya, pihaknya tidak melakukan pengembangan terhadap jaringan Sabhan, melainkan hanya menindaklanjuti tindakan penganiayaan yang dilakukannya.

Yang berwenang mengembangkan dan mengejar jaringan Sabhan adalah Densus 88. “Untuk urusan anggota lain itu wewenang Densus 88, kalau kita hanya menangani tidak penganiayaan yang dilakukannya,” ujar Fauza yang juga didampingi Kasat Reskrim Musa.

Saat ini Polres Bima sedang berkoordinasi dengan Densus 88. Meski demikian, sebenarnya sejak sebelumnya, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan Densus.
Selain Sabhan, aparat juga mengamankan kakak ipar tersangka bernama Arifin. Menurut pengakuan Fauza, pengamanan terhadap Arifin ini guna memastikan apakah Sabhan ini merupakan santri di Ponpes tersebut atau bukan.

Sementara itu, berdasarkan informasi, selain Sabhan dan kakak iparnya, aparat juga mengamankan lima orang lainnya, yakni kedua orang tua Sabhan, Abdurahman dan Haurah, dua orang saudarinya bernama Dian dan Rayu serta seorang dokter, Dr Jat.
Menurut Fauzan, di rumah tersangka ditemukan buku-buku mengenai ajaran Islam garis keras, Video Compact Disc (VCD) berisi rekaman perjuangan di Afganistan, panah dan bahan-bahan yang diduga akan dirangkai menjadi bom rakitan.

‘’Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengakui dicuci otaknya untuk membunuh polisi dan aparat keamanan lainnya sebagai bentuk jalan menuju mati syahid,’’ katanya.

Kini tersangka pelaku pembunuhan anggota Polsek Bolo tersebut ditahan di tahanan Mapolres Kota Bima untuk menghindari amukan warga Kecamatan Bolo yang ingin menghakimi tersangka.

‘’Rencananya tersangka akan dibawa ke Markas Besar (Mabes) Polri oleh Densus 88,’’ katanya. Faozan mengatakan, tersangka akan dijerat dengan UU No. 15/2003, yakni Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Sementara, Penanggungjawab JAT Wilayah Nusra Bagian Timur Ustad Abdul Hakim membantah adanya keterkaitan tersebut. Menurut Hakim, jika adanya pernyataan Kepolisian baik dari Polres maupun Humas Polda yang menyebutkan keterkaitan tersebut itu tak benar. “Tidak ada kaitannya JAT dengan Ponpes Umar Bin Khattab,” jelasnya kepada wartawan. Menurutnya, semua aktivitas JAT harus diketahuinya karena dirinya merupakan penanggungjawab JAT.

Hakim menilai, pernyataan tersebut merupakan justifikasi yang terlalu dini jika JAT sebagai pelaku penganiayaan. Diakuinya, selama ini JAT hanya sebagai sasaran, sama halnya dengan kasus Poso, dalam kasus tersebut JAT juga dibawa-bawa. Kini kasus yang sama terjadi di Bima, JAT kembali dikaitkan.

Menurut sepengetahuannya, pelaku pernah bersekolah di Ponpes Umar Bin Khattab. Sehingga dikaitkan dengan JAT. Padahal yayasan Umar Bin Khattab tersendiri, tak ada hubungannya dengan JAT. ‘’Kalaupun dia mantan santri di situ, harusnya diklarifikasi di ponpes tersebut,’’ jelasnya.

Sementara itu, hingga kini warga sekitar tempat tinggal tersangka di Desa Rato tepatnya RT 11 masih khawatir menyusul peristiwa ini. Pasalnya, warga khawatir masih ada bom yang tertanam di lingkungan rumah tersangka. Saat penggeledahan, warga mengaku melihat bubuk mesiu yang diamankan oleh aparat. Oleh karena adanya rasa kekhawatiran tersebut, Ketua RT setempat, Husen Hasan meminta polisi mengamankan rumah tersangka. Menyusul peristiwa tersebut, warga sebenarnya hendak merusak dan membakar rumah Sabhan, namun urung karena pertimbangan padatnya rumah disekitarnya.

Husen juga menyebutkan jika dirinya mendapat informasi dari Kepolisian jika masih ada 10 orang lainnya di Desa Rato yang terkait dengan aliran sama seperti yang dianut Sabhan. Namun saat diminta nama-namanya, Husen mengaku jika Kepolisian enggan membeberkan. “Yang dikasi tahu ada 10 orang lagi di Desa Rato yang ikut aliran tersebut,” katanya. Namun ke 10 orang tersebut berada di Desa Rato bagian barat.

Disebutkannya pula, jika saat ini masih ada satu barang bukti yang belum diamankan oleh polisi. Yakni sebuah laptop yang kerap dibuka Sabhan di teras rumahnya. Namun laptop tersebut keburu diambil seseorang yang dikatahui sebagai teman Sabhan pagi hari pascaperistiwa pembunuhan. Saat dikejar oleh warga dan anggota intelijen, orang tersebut berhasil melarikan diri.

Sementara itu, Kepala Desa Rato Muhammad Afan menyebutkan hingga kini tak ada reaksi dari masyarakat. Karena pihaknya memahami juga dengan proses hukum yang dilakukan aparat Kepolisian. “Kita juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan anarkis,” tandasnya.(use)

‘’Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengakui dicuci otaknya untuk membunuh polisi dan aparat keamanan lainnya sebagai bentuk jalan menuju mati syahid,’’
Selengkapnya... »»  

Jumat, 01 Juli 2011

Patrialis Janji Bebaskan Sumartini dari Hukuman Pancung

Jakarta - Menkum HAM Patrialis Akbar membenarkan dakwaan ilmu sihir yang dijerat pada TKW Sumartini di Arab Saudi. Pihaknya pun berjanji akan berusaha untuk membebaskan TKW asal Kabupaten Sumbawa itu.

"Informasinya ilmu sihir. Tapi karena mereka yakin akan hal seperti itu, untuk itu kita akan lakukan pembelaan dan akan memperjuangkan Sumartini agar lepas dari hukuman mati," ujar Patrialis.

Patrialis mengatakan itu sebelum seminar 'Hukum Qisash dan Nasib TKI di Luar Negeri', di Hotel Sahid, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (1/7/2011).

Mantan anggota Komisi III DPR itu membantah adanya kabar pemancungan Sumartini 3 Juli mendatang. Menurutnya, kasus yang dialami Sumartini itu masih dalam tahap banding.

"Tadi siang, saya mencoba koordinasi dengan dubes Arab Saudi melalui orang beliau sampai hari ini tidak ada informasi mengenai hukuman mati untuk sumartini," ujar Patrialis.

Menurut politisi PAN ini, Sumartini pada 3 Juli mendatang akan menjalani ujian tamat Al Quran. "Justru infonya adalah sumartini sedang mengajukan banding dan akan khatam Al Quran pada 3 juli," kata Patrialis.

Ketika ditanya mengapa berita eksekusi hukuman mati Sumartini bisa tersebar luas, menurut Patrialis, hal itu karena pemberitaan yang tidak kredibel.

"Misalnya ada pemberitaan bahwa seakan-akan dubes Arab tidak pernah minta maaf. Padahal itu tak pernah diungkapkan beliau, tiba-tiba diungkapkan di media bahwa pemerintah Arab Saudi tidak pernah minta maaf. Ini kan pemberitaannya mengada-ada," terangnya.

Sumartini, terancam hukuman pancung karena dituduh menggunakan ilmu sihir untuk membunuh anak majikannya yang berumur 17 tahun di Arab Saudi. Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah menyebut, kasus TKW bernama Sumartini binti Manaungi Galisung itu masih dalam proses banding.(nik/nik)
Selengkapnya... »»