Jumat, 07 Mei 2010

Angka Kemiskinan di KLU Masih Tinggi

Lombok Utara (Primadona)  - Kabupaten Lombok Utara, bila dilihat dari fenomena angka kemisikinannya masih cukup tinggi.

“Dari data terakhir yang diperoleh dari Bapeda KLU, angka kemiskinan masih diatas 50 persen. Angka ini dibagi menjadi tiga katagori sesuai dengan level-levelnya. Dan itulah yang nantinya akan diinterfennsi oleh SKPD yang ada di Lombok Utara, seperti kemiskinan level satu, adalah angka yang betul-betul masyarakatnya tidak mampu dari sisi kebutuhan dasar, termasuk makannya sekali dalam sehari, belum lagi termasuk kebutuhan pakaian sandang dan pangan”, ungkap kepala BPM,PPKB Pemdes KLU, Drs. H. Jayadi Nurdin, pada acara pertemuan dengan ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) desa se KLU, yang berlangsung di Balai pertemuan Kecamatan Gangga (6/5) kemarin.

Karenanya program-program yang harus menjadi skala prioritas di level 1 ini, adalah program-program yang bersifat bantuan langsung atau program yang bersifat sosial. “Dan kalau kemiskinan ini sudah masuk di level dua, kebutuhan pokoknya sudah terpenuhi , tapi kebutuhan lainnya belum terpenuhi. Jadi kita ingin data-data kemiskinan level dua ini dipakai juga untuk menginterpensi kegiatan-kegiatan yang bersifat ekonomi produktif yakni mengelola satu usaha untuk kebutuhan keluarga dan lingkungannya”, kata Jayadi.

Sementara katagori kemiskinan pada level ke tiga, lanjut Jayadi, diharapkan mereka sudah memiliki akses dengan berbagai bidang usaha termasuk perbankkan dan lainnya. Dan inilah yang menjadi skala prioritas yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama para petugas yang bergelut di lapangan di tingkat desa, setidaknya sudah kelihatan sasaran yang menjadi target pekerjaan tahunan Lombok Utara.

Semua desa sudah diminta untuk memiliki Rencana Pembangunan lima tahunan Desa (RPJM-Des), berbeda dengan tahun lalu hanya membuat RPJM-Des setiap tahun,.”Selain itu mulai tahun ini juga sudah diprogramkan perencanaan partisipatif, artinya semua program yang ada di tingkat desa seperti PNPM, pemerintah daerah maupun ADD, supaya menyatu agar kelihatan ranahnya masing-masing, sehingga tidak terjadi tumpang tindih program di tingkat lapangan”, jelasnya.

“Kedepan juga, agar pembangunan itu bisa terfokus perlu kita memiliki data yang lengkap di tingkat desa, supaya kita memiliki gambaran. Sebab bila kita tidak memiliki data yang jelas, seperti kita berada di tengah hutan yakni mau mengarah kemana kita tidak tahu. Dan keputusan pembangunan terakhir adalah tergantung dari kelengkapan data yang dimiliki oleh desa maupun kabupaten”, tambah Jayadi.

Di lima desa, kata Jayadi, yang dijadikan sebagai indicator di KLU, yang beberapa waktu lalu telah dilombakan, ternyata rata-rata di semua desa yang dilombakan itu mengalami perosalan data yang kurang lengkap. Satu contoh misalnya, mengapa angka kemiskinan tidak bisa turun di KLU, padahal biaya pembangunan yang dikeluargkan oleh Pemkab dari tahun ke tahun terus meningkat, dan itu dikarenakan persoalan data yang kurang lengkap. “Untuk mendukung perencanaan yang baik harus didukung dengan
Data yang jelas”, tegasnya.

Sementara salah seorang ketua LPM dalam pertemuan tersebut, menanyakan biaya bintek ke Balai Besar Malang, yang diambilkan dari ADD yang kisarannya sampai Rp. 6 juta per desa. Menjawab pertanyaan ini, Kabag Pemdes, Drs. Faisol mengungkapkan, bahwa dana tersebut, digunakan untuk membayar biaya bintek di Balai Besar Malang sebesar Rp. 3,5 juta, dan untuk biaya masing-masing LPM yang berangkat Rp. 1,2 juta selama 6 hari. Sedangkan sisanya, sebagai biaya tiket pesawat PP (Mataram-Surabaya), biaya bis dan lain-lainnya.

Biaya bintek LPM tersebut memang sedikit ada perbedaan bila dibandingkan dengan biaya study banding para kepala desa se KLU ke Bogor yang akan berangkat pada 10 mei mendatang, yang masing-masing mereka memperoleh dana perjalanan sebesar Rp. 2 juta per orang. Dan dana tersebut juga diambil dari Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp. 6 juta. “Mudah-mudahan apa yang dilakukan baik oleh kepala desa maupun ketua LPM ada mamfaatnya untuk membangun KLU yang jauh lebih maju kedepan”, harap beberapa tokoh masyarakat.
Selengkapnya... »»  

Empat Tahun Bencana Porong

KAPAN kita bisa menulis bab terakhir rentetan kisah bencana lumpur Lapindo? Jawabannya mungkin tidak akan pernah ada. Sebab, memang tidak akan pernah bisa.

Pada beberapa prahara atau musibah, biasanya ada ending yang bisa kita simpulkan. Namun, pada bencana yang bulan ini genap memasuki tahun keempat tersebut, tanda-tanda kapan episode penutup itu belum kunjung tiba. Yang terjadi justru nestapa, masalah, nestapa lagi, masalah, nestapa, dan masalah lagi. Begitu silih berganti. Satu masalah ditangani, kemudian timbul masalah lain.

Kasus Lapindo bermula dari dugaan malapraktik dalam pengeboran di sumur migas milik Grup Bakrie di Banjar Panji. Mulanya, bencana itu membuat beberapa rumah, sawah, dan pabrik di kawasan Porong, Kabupaten Sidoarjo, tenggelam dalam kubangan lumpur panas. Setelah itu, merembet ke seluruh areal desa, pasar, perumahan, bahkan menutup akses tol Surabaya-Gempol.
Pelajaran pertama yang kita petik dalam kasus lumpur Lapindo, negara sebaiknya sejak awal siap turun tangan jika ada musibah aktivitas migas. Sebab, dalam banyak kasus man-made natural disaster semacam itu, khususnya dalam aktivitas migas, sulit diperkirakan betapa dahsyatnya murka alam.

Pada awal-awal setelah terjadinya musibah pada pengujung Mei 2006, negara berpangku tangan karena yakin bahwa PT Lapindo Brantas, operator blok migas Brantas itu, (dengan bantuan mitra-mitra yang disewanya) bisa menghentikan semburan lumpur dan menyelesaikan bencana tersebut.

Belakangan baru disadari skala dan daya rusak bencana itu sedemikian dahsyat. Sekian kali lipat dari yang diperkirakan. Demikian pula dampaknya pada perekonomian di Jatim, khususnya arus barang dan jasa. Yang juga tak bisa dihitung adalah penderitaan dan kerugian yang dialami masyarakat (terutama di sekitar kawasan bencana).
Kelurga Bakrie sejak awal juga siap menyisihkan triliunan rupiah dari sebagian kekayaan mereka untuk membayar “ongkos” bencana tersebut. Namun, kalau dihitung dengan yang dana yang sudah dikeluarkan oleh negara hingga sekarang, dana itu sudah naik berlipat-lipat.
Bencana memang kadang berlari lebih kencang jika dibandingkan dengan kesigapan serta kemampuan korporasi dan negara. Namun, itu tak boleh membuat kita berpangku tangan, apalagi berputus asa.

Salah satu tugas besar yang mendesak saat ini adalah menangani perbaikan infrastruktur. Sebab, Jalan Raya Porong sekarang sudah tak layak lagi. Sayangnya, proyek jalan arteri dan tol hingga saat ini terkesan masih terkatung-katung.

Dalam kasus “salah hitung” tersebut, kita tidak sendiri. Pemerintah Amerika, misalnya, juga dinilai terlambat dalam mengerahkan sumber daya negara ketika sebuah anjungan kilang minyak milik BP (perusahaan raksasa energi asal Inggris) meledak di perairan Teluk Meksiko. Ledakan itu mengakibatkan ribuan barel minyak tumpah ke laut.

Awalnya, pemerintah yakin dengan reputasi BP untuk bisa menyetop sendiri sumber rembesan minyak itu. Ternyata tidak. Luberan tersebut terus meluas dan mengakibatkan kerusakan lingkungan yang hebat seperti yang kita lihat dalam beberapa hari ini.

Bencana memang kadang berlari lebih kencang jika dibandingkan dengan kesigapan serta kemampuan korporasi dan negara. Namun, itu tak boleh membuat kita berpangku tangan, apalagi berputus asa. Salah satu tugas besar yang mendesak saat ini adalah menangani perbaikan infrastruktur. Sebab, Jalan Raya Porong sekarang sudah tak layak lagi. Sayangnya, proyek jalan arteri dan tol hingga saat ini terkesan masih terkatung-katung.

Memang kita mungkin tidak akan pernah tahu bagaimana skenario akhir dari bencana tersebut. Sebab, itu memang rahasia Tuhan. Tapi, kita tidak boleh berhenti berikhtiar dan menyelesaikan PR yang sudah ada di depan mata. (*)
Selengkapnya... »»  

Pentagon: Thaliban Semakin Kuat

WOSHINGTON - Sebuah laporan baru Pentagon hari Rabu menyajikan penilaian serius perlawanan di Afghanistan yang dipimpin Taliban, disebutkan bahwa kemampuan mereka semakin meningkat canggih dan operasinya semakin meluas, meskipun baru-baru ini serangan besar oleh pasukan AS dilakukan jantung pertahanan Taliban.

Laporan ini menggambarkan bahwa akar perlawanan Taliban sangat dalam dengan jangkauan yang luas, mereka mampu menahan serangan gencar Amerika yang berulang-ulang dan mampu membangun kembali pengaruhnya.

Namun Pentagon mengatakan tetap optimis dengan strategi kontra-pemberontakannya, yang dibentuk setelah peninjauan administrasi Obama tahun lalu.

Pasukan AS telah memulai tekanan dengan waktu 12 hingga 18 bulan ke depan untuk melawan Taliban di Afghanistan dan mengusir mereka dari seluruh negeri.

Tahap berikutnya dari strategi AS diharapkan akan dimulai dalam beberapa minggu mendatang, diwaktu bersamaan pasukan AS dan Afghanistan meningkatkan operasi di sekitar kota Kandahar, yang merupakan ibukota spiritual gerakan Taliban.
Selengkapnya... »»  

Kamis, 06 Mei 2010

Jadi Petinggi Bank Dunia saat Pemeriksaan Century

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Desmond J Mahesa menilai penunjukkan Sri Mulyani Indrawati sebagai Managing Director World Bank merupakan bentuk penyelamatan Menteri Keuangan. Bila Sri Mulyani menerima tawaran tersebut dan berkantor di Washington DC, Amerika Serikat, maka penyidikan kasus bailout Bank Century yang merugikan negara sebesar Rp6,7 triliun akan sulit dilakukan.

“Managing Director itu kan hak dia kalau dia terima, kalau itu proses penyelamatan dia, agar tidak disidik. Tapi harus dilihat posisinya dulu, apakah posisinya di Jakarta atau di Amerika. Kalau di Amerika (berarti) ini bentuk penyelamatan oleh sekelompok orang,” kata Desmond saat ditemui disela-sela rapat kerja Jaksa Agung Hendarman Supandji dengan Komisi III di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/5).Jadi Petinggi Bank Dunia saat Pemeriksaan Century.

Jika nantinya berkantor di Amerika, proses penyelidikan dipastikan akan sulit dilakukan. “Pertanyaan kita apakah mungkin dia (Sri Mulyani) akan menghadiri proses penyelidikan yang dilakukan aparat hukum dalam skandal bailout Bank Century, itu persoalannya,” kata Desmond yang juga politisi dari Partai Gerindra ini.

Karena itu, Desmond meminta agar KPK harus melakukan antisipasi terhadap proses hukum dengan kasus Bank Century. “Komisi III akan menghimbau kepada KPK untuk mencekal Sri Mulyani agar tidak melarikan diri keluar dengan alasan sebagai Managing Director,” katanya.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kwik Kian Gie menilai proses pengangkatan Sri Mulyani sebagai Managing Director World Bank sangat mengejutkan dan tidak wajar. Kwik juga sangat heran orang sekaliber Robert Zoellick, Presiden Bank Dunia tak punya aturan atau tata krama sama sekali

“Ia (Robert) menawarkan jabatan kepada menteri sebuah negara tanpa persetujuan dari presidennya. Ketika diterima Sri Mulyani, baru diberitahu ke presiden baru presiden kelabakan ingin cari kontak dengan Robert,” ujar Kwik di MetroTV, tadi malam.

Lebih aneh lagi, tambah Kwik, Presiden SBY menerima tawaran Robert dan dengan bangga mengucapkan selamat. “Mestinya marah. Misalnya manajer dibajak, kan marah jangan begitu. Kalau kita bersahabat jangan begitu,” kata Kwik.

Masalah lain lagi adalah Sri Mulyani sedang berperkara. Ia sedang diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi dana kasus bailout Bank Century. Kwik juga tak habis pikir dengan keputusan Bank Dunia yang menjunjung tinggi korporat gorvernance dan penegakan hukum kepada orang yang masih bermasalah dengan hukum.

“Lebih kurang ajar lagi menawarkan jabatan yang begitu penting cuma 25 hari efektif. Sopir saja satu bulan satu setengah bulan. Kontrak kerja manajer rendahan saja ada jangka waktu, tidak 25 hari,” ujarnya.

Anggota Fraksi PDIP DPR RI, Hendrawan Supratikno, menegaskan, penunjukan Sri Mulyani sebagai Managing Director Bank Dunia patut diwaspadai. Sebab boleh jadi katanya, itu hanya sebentuk strategi untuk pencitraan bagi Sri Mulyani.

“Kita tidak percaya berita itu begitu saja, karena boleh jadi kan strategi. Kita tunggu official statement dari World Bank (dulu), karena ini bisa jadi isu yang sengaja dihembuskan untuk pencitraan,” kata Hendrawan di Gedung DPR.

Bambang Soesatyo, anggota Komisi III dari Fraksi Golkar, menyambut baik penawaran presiden bank dunia tersebut. “Kami sudah mendengar. Ini baik juga untuk menurunkan tensi politik,” katanya. Hanya saja, kata Bambang, proses hukum terhadap kebijakan bailout Rp6,7 triliun tetap akan berjalan.

Politisi senior Partai Golkar, Hajriyanto Tohari, berharap Boediono tak terpengaruh dengan hijrahnya Sri Mulyani ke Washington DC.

“Secara psikopolitik, mungkin ada pengaruh karena Boediono dan Sri Mulyani disebut dalam satu tarikan napas pada rekomendasi Pansus Century. Pengunduran diri Bu Ani akan dapat tanggapan Boediono tersendiri dan sifatnya sangat psikologis,” ujar Wakil Ketua MPR.

Ia menambahkan, ada perbedaan gradasi politik antara Boediono dan Sri Mulyani. “Boediono elected sebagai pasangan SBY. Sri Mulyani itu kan pilihan politik Presiden. Menurut saya, gradasi politiknya berbeda. Maka Pak Boediono tidak perlu terpengaruh,” kata Hajriyanto.

Jika terpengaruh dan Boediono mundur dari jabatannya sebagai Wakil Presiden, akan terjadi kekosongan jabatan. Untuk mencari penggantinya, Presiden mengajukan dua calon yang akan dipilih oleh MPR.

“Nanti akan dilakukan voting, yang suara terbanyak dilantik dan ditetapkan sebagai penggantinya. Tapi saya berharap, Pak Boed tidak terpengaruh (untuk mundur),” ujarnya.

Sri Mulyani Sindir Lawan Politik
Ditunjuk menjadi Managing Director World Bank, membuat Sri Mulyani mulai berani melemparkan kritik. Meski tidak tegas siapa yang ditujunya, pernyataan Sri Mulyani tampaknya mengarah kepada para politisi yang selama ini kurang menyenanginya. Saat menjadi keynote speaker dalam acara Internasional Financial Reporting Standart (IFRS), di Ritz Carlton, Jakarta, kemarin, dimanfaatkan Sri Mulyani untuk menyerang ‘lawan-lawan’ politiknya itu.

“Menjadi pejabat publik itu tidak mudah dan butuh ketegaran. Sekarang ada reformasi, namun dalam prosesnya terjadi kesimpangsiuran dan amburadul kepentingan dalam pengambilan keputusan. Dulu saat menghindari konflik, kita mengambil sebuah keputusan yang dinilai biasa saja, tapi sekarang begitu reformasi menjadi beda,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani yang terpilih menjadi Menteri Keuangan terbaik se Asia Tenggara ini mengatakan bahwa sesungguhnya Indonesia saat ini sebenarnya justru sudah dihargai oleh dunia. Salah satunya karena Indonesia dianggap sebagai negara yang sukses keluar dari krisis.

“Di luar justru dihargai. Jadi kalau Anda ingin melihat bagaimana Indonesia di mata dunia, maka harus keluar sedikit, dan tidak hanya di dalam (negeri) saja. Yang di dalam ini kadang menimbulkan suatu dampak yang membuat masyarakat kita depresi,” katanya.Sri Mulyani menyebutkan permasalahan itu bukan hanya karena pemberitaan yang selalu negatif. Akan tetapi, imbuh dia, disebabkan karena bergejolaknya politik yang memasuki ranah hukum. Padahal, kata Sri Mulyani, kondisi dalam negeri Indonesia justru membahayakan masa depan bernegara dan berbangsa.

“Ini sangat berbahaya bagi generasi muda kita. Kita menjadi tidak percaya diri. Padahal negara ini bisa diurus dengan baik. Saya katakan bisa diurus, artinya bukan semuanya sudah baik. Tapi artinya, bisa diurus dengan baik. Bila ada yang kurang atau ada masalah, kalau diurus dengan baik maka kita perbaiki jalannya agar terus menjadi baik. Sehingga Indonesia bisa menjadi bangga dengan dirinya sendiri dan bisa dihargai di mata dunia,” tegas Sri Mulyani.

Seolah ingin mengungkapkan seluruh isi hatinya, setelah sebelumnya merasa “terhakimi” oleh kasus Bank Century yang hingga kini tak mengeluarkan ketetapan hukum, Sri Mulyani mengatakan untuk mengurus suatu bangsa, diperlukan sistem yang profesional dan proporsional.

“Kita tentu ingin membangun Indonesia dengan suatu sistem dan muncul dengan lebih baik lagi. Dalam hal ini keinginan kita sifatnya proporsional dan kita harus punya spirit. Kita harus sadari, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Tapi secara logika dan penuh kejujuran, kita harus bisa katakan, ini lho yang sedang dibangun dan kita kerjakan untuk lebih baik lagi,” katanya. (net/bbs/afz/awa/jpnn)


Digaji Rp3 M per Tahun

Sebagai Managing Director, Sri akan menjadi orang kedua tertinggi setelah Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick. Untuk posisi itu, Sri Mulyani bisa jadi menerima gaji tahunan lebih dari 347 ribu dolar AS (lebih dari Rp3 miliar) atau sekitar Rp250 juta per bulan. Itu belum termasuk tunjangan pensiun dan tunjangan-tunjangan lain.

Menurut laporan tahunan Bank Dunia 2009, gaji bersih yang diterima dua direktur pelaksana sebesar 347.050 dolar AS (sekitar Rp3,14 miliar) per tahun. Gaji itu sedikit lebih kecil dari direktur pelaksana lainnya yang lebih senior, yaitu sebesar 351.740 dolar AS.

Itu belum termasuk tunjangan pensiun sebesar 52.752 dolar AS dan tunjangan lain-lain sebesar 76.698 dolar AS.(net/*)


Perjalanan Karir Sri Mulyani

Dari kantor Kementerian Keuangan di kompleks Lapangan Banteng, Jakarta, Sri Mulyani segera menempati kantor baru World Bank di Washington DC.

1998-2001: Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI).
1999-2001: Dewan Ekonomi Nasional.
2001-2002: Konsultan USAID di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat.
2002-2004: Executive Director IMF mewakili 12 negara Asia Tenggara
2004-2005: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas pada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I
2005-2009: Menteri Keuangan KIB I

b: Pelaksana Tugas (Plt) Menko Perekonomian KIB I
2009-sekarang: Menteri Keuangan KIB II
1 Juni 2010: Managing Director World Bank

Sumber: Kementerian Keuangan
Selengkapnya... »»  

Pengurus PWI Lombok Utara Segera Dilantik

Lombok Utara (Primadona) , (05/05/10). Media saat ini merupakan mitra pemerintah dalam pembangunan daerah yang semakin hari semakin kompleks. Sebagai daerah pemekaran yang baru berdiri sekitar 1 tahun 4 bulan, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) saat ini telah menerbitkan SK Kepengurusan Organisasi PWI untuk area KLU.
Penjabat Bupati Lombok Utara, Drs Ridwan Hidayat yang didampingi Kepala Bappeda, Nanang Matalata, Kadisdikbudpora, Drs Ijab Arwadi, Ketua PWI Lombok Utara, Partu Rendra, Kabid Dikdas, Sumarto, Kabag Humas AH Sujanadi, menjelaskan rencana pelantikan pengurus PWI Lombok Utara dalam waktu dekat ini.

“Media merupakan yang sangat penting dalam mengawal pembangunan multidimensional,” ungkap Ridwan Hidayat.

Sebagai daerah baru, KLU membutuhkan pengawasan di berbagai sektor. Media merupakan salah satu sarana pengawasan kebijakan pemerintah yang mudah diakses oleh semua pihak. Atas pertimbangan tersebut pemerintah daerah berharap kemitraan akan semakin erat terjalin antara PWI dan pihak eksekutif KLU di masa mendatang.

Ridwan juga berharapan pengurus PWI di KLU segera dilantik dan selayaknya menjadi mitra yang sejajar.

”Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera dilantik,” pungkasnya. (pul)IndonesiaBicara
Selengkapnya... »»  

Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan

Berikut ini adalaha jadwal sepak bola Pertandingan Piala Dunia 2010.

JADWAL PERTANDINGAN PUTARAN PERTAMA
Jumat, 11 Juni 2010
Grup A
Afrika Selatan vs Meksiko, (14.00 GMT) di Johannesburg
Uruguay vs Perancis (18.30 GMT) di Cape Town

Sabtu, 12 Juni 2010
Grup B
Korea Selatan vs Yunani (11.30 GMT) di Port Elizabeth
Argentina vs Nigeria (14.00 GMT) di Johannesburg

Grup C
Inggris vs Amerika Serikat (18.30 GMT) di Rustenburg

Minggu, 13 Juni 2010
Grup C
Aljazair vs Slovenia (11.30 GMT) di Polokwane
Serbia vs Ghana (14.00 GMT) di Pretoria

Grup D
Jerman vs Australia (18.30 GMT) di Durban

Senin, 14 Juni 2010
Grup E
Belanda vs Denmark (11.30 GMT) di Johannesburg
Jepang vs Kamerun (14.00 GMT) di Bloemfontein

Grup F
Italia vs Paraguay (18.30 GMT) di Cape Town

Selasa, 15 Jun 2010
Grup F
Selandia Baru vs Slovakia (11.30 GMT) di Rustenburg


Grup G
Pantai Gading vs Portugal (14.00 GMT) di Elizabeth
Brasil vs Korea Utara (18.30 GMT) di Johannesburg

Rabu, 16 Juni 2010
Grup A
Afrika Selatan vs Uruguay (18.30 GMT) di Pretoria

Grup H
Honduras vs Cile (11.30 GMT) di Nelspruit
Spanyol vs Swiss (14.00 GMT) di Durban

Kamis, 17 Juni 2010
Grup B
Argentina vs Korea Selatan (11.30 GMT) di Johannesburg
Nigeria vs Yunani (14.00 GMT) di Bloemfontein

Grup A
Meksiko vs Perancis (18.30 GMT) di Polokwane

Jumat, 18 Juni 2010
Grup C
Amerika Serikat vs Slovenia (14.00 GMT) di Johannesburg
Inggris vs Aljazair (18.30 GMT) di Cape Town

Grup D
Jerman vs Serbia (11.30 GMT) di Port Elizabeth

Sabtu, 19 Juni 2010
Grup E
Belanda vs Jepang (11.30 GMT) di Durban
Australia vs Ghana (14.00 GMT) di Rustenburg
Denmark vs Kamerun (18.30 GMT) di Pretoria

Minggu, 20 Juni 2010
Grup F
Paraguay vs Slovakia (11.30 GMT) di Bloemfontein
Italia vs Selandia Baru (14.00 GMT) di Nelspruit

Grup G
Brasil vs Pantai Gading (18.30 GMT) di Johannesburg

Senin, 21 Juni 2010
Grup G
Korea Utara vs Portugal, (11.30 GMT) di Cape Town

Grup H
Swiss vs Cile (14.00 GMT) di Port Elizabeth
Spanyol vs Honduras (18.30 GMT) di Johannesburg

Selasa, 22 Juni 2010
Grup A
Meksiko vs Uruguay (14.00 GMT) di Rustenburg
Perancis vs Afrika Selatan (14.00 GMT) di Bloemfontein

Grup B
Nigeria vs Korea Selatan (18.30 GMT) di Durban
Yunani vs Argentina (18.30 GMT) di Polokwane

Rabu, 23 Juni 2010
Grup C
Slovenia vs Inggris (14.00 GMT) di Port Elizabeth
Amerika Seriikat vs Aljazair (14.00 GMT) di Pretoria

Grup D
Ghana vs Jerman (18.30 GMT) di Johannesburg
Australia vs Serbia (18.30 GMT) di Nelspruit

Kamis, 24 Juni 2010
Grup E
Denmark vs Jepang (18.30 GMT) di Rustenburg
Kamerun vs Belanda (18.30 GMT) di Cape Town

Grup F
Slovakia vs Italia (14.00 GMT) di Johannesburg
Paraguay vs Selandia Baru (14.00 GMT) di Polokwane

Jumat, 25 Juni 2010
Grup G
Portugal vs Brasil (14.00 GMT) di Durban
Korea Utara vs Pantai Gading (14.00 GMT) di Nelspruit


Grup H
Cile vs Spanyol (18.30 GMT) di Pretoria
Swiss vs Honduras (18.30 GMT) di Bloemfontein


JADWAL PERTANDINGAN PUTARAN KEDUA PIALA DUNIA 2010 AFRIKA SELATAN


PARTAI 49

Sabtu, 26 Juni 2010
Pemenang Grup A vs Runner-up Grup B (14.00 GMT) di Port Elizabeth

PARTAI 50
Pemenang Grup C vs Runner-up Grup D (18.30 GMT) di Rustenburg

Minggu, 27 Juni 2010

PARTAI 51
Pemenang Grup D vs Runner-up Grup C (14.00 GMT) di Bloemfontein

PARTAI 52
Pemenang Grup B vs Runner-up Grup A (18.30 GMT) di Johannesburg

Senin, 28 Juni 2010

PARTAI 53
Pemenang Grup E vs Runner-up Grup F (14.00 GMT) di Durban

PARTAI 54
Pemenang Grup G vs Runner-up Grup H (18.30 GMT) di Johannesburg

Selasa, 29 Juni 2010

PARTAI 55
Pemenang Grup F vs Runner-up Grup E (14.00 GMT) di Pretoria

PARTAI 56
Pemenang Grup H vs Runner-up Grup G (18.30 GMT) di Cape Town

JADWAL PERTANDINGAN PEREMPAT FINAL PIALA DUNIA 2010 AFRIKA SELATAN

Jumat, 2 Juli 2010

PARTAI 57
Pemenang Partai 53 vs Pemenang Partai 54 (14.00 GMT) di Port Elizabeth

PARTAI 58
Pemenang Partai 49 vs Pemenang Partai 50 (18.30 GMT) di Johannesburg

Sabtu, 3 Juli 2010

PARTAI 59
Pemenang Partai 52 vs Pemenang Partai 51 (14.00 GMT) di Cape Town

PARTAI 60
Pemenang Partai 55 vs Pemenang Partai 56 (18.30 GMT) di Johannesburg

JADWAL PERTANDINGAN SEMIFINAL PIALA DUNIA 2010 AFRIKA SELATAN

Selasa, 6 Juli 2010

Pemenang Partai 58 vs Pemenang Partai 57 (18.30 GMT) di Cape Town

Rabu, 7 Juli 2010

Pemenang Partai 59 vs Pemenang Partai 60 (18.30 GMT) di Durban

JADWAL PEREBUTAN TEMPAT KE-3 PIALA DUNIA 2010 AFRIKA SELATAN

Sabtu, 10 Juli 2010
Tim Kalah di semifinal diadu (18.30 GMT) di Port Elizabeth

JADWAL FINAL PIALA DUNIA 2010 AFRIKA SELATAN
Minggu, 11 Juli 2010
Pemenang Semifinal Diadu (18.30 GMT) di Johannesburg


CATATAN: Perbedaan waktu GMT dengan Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) adalah 7 jam. Dan bagi anda yang melihat dan datang langsung di Afrika Selatan, Jangan lupa ya oleh - olehnya...!! :D
Selengkapnya... »»  

Basis Pembangunan Ada di Desa

Lombok Utara - Pembangunan Kabupaten Lombok Utara (KLU) kedepan, basisnya ada di tingkat desa. Karenanya semua elemen dan komponen pembangunan ini, diharapkan untuk mensosialisasikan sekaligus memberi pemahaman kepada masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan kepala BPM,PPKB,Pemdes KLU, Drs. H. Jayadi Nurdin, di depan puluhan ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) desa se KLU, pada acara pembekalan yang berlangsung di Balai petermuan kecamatan Gangga (6/5) kemarin. Menurut Jayadi, untuk membangun KLU, kita harus memperhitungkan sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA) dan sumber daya ekonomi (SDE).


SDA dan SDE yang dimiliki oleh KLU sebenarnya tidak kalah dengan daerah-daerah lainnya, tetapi kita tidak bisa bangga hanya mengandalkan SDA dan SDE saja, namun juga harus dibangkitkan SDM. “Prioritas pertama kita ingin bangkitkan SDM ini untuk meningkatkan motipasi dan kegairahan untuk ikut membangun Lombok Utara, dan kita ini, menjadi fasilitator, dinamistaor dalam pembangunan”, jelasnya.

Karenanya harus semua kita memahami kalimat yang tercamtum dilambang KLU “tiok-tata-tunaq”, karena kata-kata itu merupakan satu hal yang mendasar dan perlu kita jabarkan. Karena motto Lombok Utara walaupun cukup sederhana tapi memiliki makna yang sangat dalam. “Jadi KLU ini masih dalam tahap tiok (tumbuh). Dan untuk tiok ini memang harus dari bibit yang baik. Dan bila dia tumbuh dari bibit yang bagus, maka tentu tahapan pemeliharaannya akan semakin baik”, tegas Jayadi.

Dari kalimat simpul ini, lanjut Jayadi, yang digali dari budaya dan kehidupan masyarakat yang ada di Lombok Utara, perlu dijabarkan dalam prioritas pembangan. Mengapa ini penting? Karena LPM merupakan sebuah lembaga yang sangat strategis sekaligus sebagai salah satu akses pembangunan di tingkat desa, sebab di desa terdapat beberapa lembaga seperti karang taruna, PKK, BPD dan lainnya. “Lembaga-lembaga inilah yang akan membantu membangkitkan semangat masyarakat untuk membangun desanya”, tandasnya.

Menyoroti tentang pembangunan di desa, menurut Jayadi, dari ke 33 desa yang ada di KLU cukup berpariasi, ada yang maju dan ada yang sudah sangat maju, tapi ada juga desa itu berada di papan bawah. Dan anggaran pembangunan desa, saat ini sangat luar biasa, seperti anggaran dari pusat, provinsi maupun anggaran dari kabupaten maupun dari desa itu sendiri, yang semakin tahun bukan semakin menurun tapi malah semakin meningkat.

Jayadi mengharapkan, bahwa SDM ditingkat desa kedepan perlu dikembangkan, yang salah satu caranya adalah melakukan bimbingan tekhnis (Bintek) ke luar daerah untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kita. “mamfaatkan momentum ini untuk mengukur sejauh mana kemajuan-kemajuan di desa masing-masing. “Semua permasalahan yang dijumpai di lapangan bisa didiskusikan bersama sebagai masukan atau saran-saran pemecahannya”, pintanya.

Sementara Drs. Faisol, dalam kesempatan tersebut memaparkan perjalanan ketua LPM yang akan melakukan bintek ke Balai besar Malang-Jawa Timur, yang akan berangkat 17 mei mendatang. “Dan bagi yang berangkat agar membawa bahan permasalahan-permasalahan apa yang ada di desa untuk dibahas bersama, agar setelah mengikuti bintek ini ada perubahan di tingkat desanya masing-masing, sehingga dapat menjalankan roda pemerintahan dan berkoordinasi dengan baik antar lembaga-lembaga yang ada di desa”, pungkasnya.
Selengkapnya... »»  

Rabu, 05 Mei 2010

Menag RI, Apresiasi Perjuangan Ulama

Lombok Timur (Primadona) - Menteri Agama (Menag) RI, H. Suryadharma Ali, (1/5), memberikan apresiasi atas perjuangan ulama terhadap pendirian lembaga pendidikan agama di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan di depan ribuan jama’ah, pada acara kunjungan silaturrahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) yayasan Maraqitta’limat Desa Mamben Lauq, Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh para ulama dan kiyai kita merupakan sumbangan yang sangat luar biasa bagi bangsa dan Negara ini.

Program yayasan Maraqitta’limat yang dicanangkan satu rumah satu sarjana mendapat respon positif. “Saya merespon niat baik dari yayasan ini untuk menciptakan satu rumah satu sarjana, dan ini merupakan program yang sangat luar biasa dan harus kita sikapi dan tanggapi dengan baik”, kata Suryadharma Ali.


Madrasah, kata Surya, adalah sebagai tempat untuk mencetak genarasi yang kuat, bukan generasi yang lemah. Sebab kita tidak bisa bayangkan, bila generasi umat Islam yang memiliki 4000 lebih ponpes di Indonesia ini melahirkan genarsi yang lemah atau tidak memiliki ilmu pengetahuan, maka 5 atau 10 tahun mendatang, bangsa yang kita cintai ini akan menjadi lemah.

Lebih lanjut Menag mengatakan, bila kita ingin bahagia atau kaya dunia dan akhirat hendaknya kita memiliki ilmu pengetahuan. Dan untuk memperoleh ilmu ini tentu dengan rajin belajar dan kita tidak boleh lepas dari pendidikan yang telah didirikan oleh para ulama. “Karenanya sebagai siswa atau anak sejak dini harus dilatih untuk bertanggungjawab baik kepada kedua orang tua maupun gurunya, yang salah satu bentuk tanggungjawabnya adalah dengan belajar”, jelasnya.

Sementara pimpinan pusat yayasan Maraqitta’limat, TGH. Hazmi Hamzar dalam pengantarnya memaparkan, bahwa lembaga pendidikan yang dipimpinnya sudah memasuki usia 58 tahun yang didirikan oleh al-marhum TGH. Zainuddin Arsyad yang pulang dari Makkah Al-Mukkarromah pada tahun 1930.

Perjuangan TGH. Zainuddin Arsyad, untuk mensyiarkan dakwah Islam ini adalah mewarisi perjuangan ayahanya almarhum TGH. Arsyad, yang melakukan misi dakwahnya dari penduduk pesisir pantai, seperti Sambelia, Belanting, Sembalun, Bayan, Sidutan sampai ke Bongor Lombok Barat. Dan pada tahun 1991, pimpinan yayasan ini dimandatkan pada putra ke tiga TGH. Zainuddin Arsyad, yaitu TGH. Hazmi Hamzar.

Hazmi Hamzar yang juga angota DPRD NTB ini menjelaskan, bahwa saat ini yayasan Maraqit telah memiliki 19 lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 17 MTs, 1 SMP, SMA, Madrasah Aliayah dan beberapa Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) serta ditambah dengan dua perguruan tinggi, masing-masing Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Hamzar dan Sekolah Tinggi Kejuruan Ilmu Pendidikan (STKIP). “Melalui beberbagai lembaga pendidikan inilah kami akan programkan satu rumah satu sarjana”, jelasnya.

Sedangkan Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmiy, dalam sambutannya mengakui, bahwa kabupaten yang berada di ujiung timur pulau Lombok ini memiliki penduduk yang terpadat diantara kabupaten-kabupaten lainnya yang ada di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), atau sekitar 26 persen dari jumalh penduduk NTB. Dan dalam bidang pendidikan, Lotim memiliki lebih 90 persen lembaga pendidikan swasta yang dikelola oleh pondok pesantren dan yayasan.

Hal ini, lanjut Sukiman, dapat dilihat dari jumlah lembaga pendidikan yang ada, seperti untuk tingkat SD sebanyak 886 sekolah, dan 206 diataranya Madrasah Ibtidaiyah. Tingkat SLTP 283 buah dan didalamnya terdapat 196 MTs. Sementara dari jumlah lembaga SLTA 148 sekolah dan 97 diantaranya dikelola oleh swasta atau yayasan. Sedangkan 8 Perguruan tinggi di Lotim semuanya dikelola oleh swasta.

“Jadi saya menilai peran swasta untuk memjaukan pendidikan di Loti mini cukup besar, termasuk yayasan Maraqitta’limat, dan Pemkab Lotim telah mengalokasikan dana pendidikan sebesar 28 persen dari total anggaran APBD”, tuturnya.

Tampak hadir dalam acara silaturrahmi menteri agama RI ini, antara lain, Kakanwil Depag NTB, DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) NTB, H. Izzul Islam, para alim ulama dan undangan lainnya. Dan acara tersebut juga dirangkaikan dengan pembagian hadiah bagi para juara yang mengikuti berbagai lomba dalam rangka menyemarakkan HUT Maraqitta’limat yang ke 58.
Selengkapnya... »»  

Prestasi Siswa Unggul Dalam Budaya

Lombok Utara (Primadona)  - Salah satu keunggulan dari SMA 1 Bayan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, adalah disamping memiliki prestasi di bidang mata pelajaran, juga unggul dalam bidang budaya.

Demikian dikatakan oleh ketua Komite SMA 1 Bayan, Armiyoto S.Sos, pada Primadona (02/05) kemarin ketika ditemui di ruang kerja kepala sekolah setempat. Menurutnya, SMA 1 Bayan dirintis sejak 14 tahun lalu, yang pada hari ini (kemarin-red) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang dirangkaikan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). “Dan pada tahun ini usia SMA 1 Bayan genap berusia 14 tahun, dan sejak didirikan hingga sekarang telah banyak meraih prestasi yang membanggakan”, katanya.

“Awal berdirinya SMA 1 Bayan ini pada tahun 1996 lalu, karena mengingat para tamatan SLTP waktu itu harus melanjutkkan ke SMA Kayangan atau Tanjung bahkan ke Mataram, sementara pontensi anak-anak didik kita sangat luar biasa, akhirnya masyarakat bersama muspika Kecamatan Bayan serta kepala desa , sepakat untuk mendirikan sekolah ini dengan menggunakan gedung SMP 1 Bayan”, Jelas Armiyoto mengenang awal pendirian sekolah ini.

Setahun kemudian, pemerintah pusat dan propvinsi merespon pendirian SMA 1 ini dan membantu biaya pembebasan lahan dan bangunan gedungnya. “Memang ketika kita mau bangun sekolah ini, kita kesulitan mendapatkan lokasi yang strategis, namun karena ada kesapakatan dengan pemerintah desa Anyar, akhirnya kita lakukan rislah atau menukar lapangan (tempat SMA-sekarang) dengan tanah lainnya, karena kita berpikir pendidikan lebih utama untuk mencerdaskan putra-putri Bayan dari keberadaan lapangan, sehingga lapangan umum Desa Anyarpun dipindahkan lokasinya, karena keduanya sama-sama penting”, tutur Armi yang juga ikut sebagai penggagas berdirinya SMA 1 ini.

Menyoroti mutu pendidikan SMA 1 Bayan, menurut Armiyoto yang juga mantan anggota BPD Desa Anyar, sejak didirikan hingga sekarang mutu pendidikannya cukup bagus, sehingga bukan saja putra-putri kecamatan Bayan saja yang masuk ke SMA 1 Bayan, tapi dari luar kecamatan, bahkan kabupaten pun banyak yang menjadi siswanya. “Karena para siswa yang dari luar kabupaten, bukan saja melihat tempatnya sekolah, tapi juga mutu pendidikannya, yang tidak jauh beda dengan kabupaten lain termasuk antar SMA yang ada di Lombok Utara”, tegasnya.

Pada HUT ke 14 ini, diminta agar SMA 1 Bayan memiliki cirikhas tersendiri dengan SMA yang lain, artinya kita harus dapat menonjolkan tradisi yang ada sesuai dengan budaya Bayan yang kental dan kuat. “Dengan adanya program Rintisan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (RPBKL) ini, para siswa bagaimana melestarikan sekaligus mengaktualisasikan adat dan budaya yang ada di daerah kita. Selain itu, kita juga perlu terus berjuang untuk mengejar mutu pendidikan yang lebih baik dari sekarang”, harapnya.

Satu hal yang cukup menarik pada HUT SMA 1 Bayan yang dirangkaikan dengan Hardiknas ini, semua peserta apel mulai dari siswa, guru dan pembina upacara menggunakan pakaian adat Bayan. “Ini merupakan implimentasi dari sekolah RPBKL dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa inilah cirikhas dari SMA 1 Bayan, dan pihak sekolah mengagendakan setiap peringatan Hardiknas dan hari Sumpah Pemuda, keluarga besar SMA 1 Bayan akan berupaya secara maksimal untuk memperlihatkan jati diri Bayan”, ungkap Adenan, Spd. M.Pd, kepala sekolah SMA 1 Bayan.

Sementara budaya lokal yang dikembangkan di SMA 1 Bayan ini adalah seni suling dewa dan gegerok tandak, yang saat ini sedang dalam tahap pembinaan. “Pendidikan keunggulan lokal ini diintegrasikan ke 9 mata pelajaran yang ada. Satu contoh kecil, bagaimana cara para ahli budaya menghitung bintang, dan cara ini diintegrasikan dalam silabus, termasuk bagaimana masyarakat Bayan berdo’a”, jelas Adenan.

Dalam menjalankan program RPBKL ini memang ada kendala terutama dalam menentukan nara sumber, karena jarang ditulis di media cetak, dan ini yang sangat sulit dicari, sehingga untuk memecahkan permasalahan ini, pihak sekolah mendatangkan para nara sumber yang ahli dalam bidang budaya terutama para tokoh adat dan masyarakat setempat. “Jadi silabus pada setiap mata pelajaran di SMA 1 Bayan ini, tentu ada perbedaan bila dibandingkan dengan SMA-SMA lainnya, karena pendidikan budaya diintegrasikan juga dalam beberapa bidang studi pelajaran”

“Satu hal kelebihan dari RPBKL ini, bahwa para siswa merasa memiliki keberadaan sekolah ini, sehingga masing-masing kelas memiliki cirikhas tersendiri, karena mereka diberikan kebebasan untu menata ruang kelasnya. Jadi pendidikan RPBKL dapat mengubah prilaku para siswa terutama dalam tingkah lakunya sehari-hari”, pungkas Adenan.
Dan pada peringatan Hardiknas yang bertindak sebagai Pembina upacara camat Bayan R. Tresnawadi S. Sos (M.Syairi)
Selengkapnya... »»  

Minggu, 02 Mei 2010

Pendidikan Tingkat SLTA Masih Kurang

Lombok Utara (Primadona) - Bila melihat jumlah lembaga pendidikan tingkat Sekolah Lanjutan Atas (SLTA) seperti SMA dan SMK di Kabupaten Lombok Utara masih kurang.

“Karena di masing-masing kecamatan di KLU terdapat satu buah SMA. Sementara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hanya dua buah, dan ini kita rasakan bahwa jumlah kelembagaan saja masih kurang dan harus segara kita tambah terutama di kecamatan wilayah kota seperti Tanjung dan Gangga. Dan penambahan kelembagaan ini sudah sangat mendesak”, ungkap Sekertaris Dinas Pendidikan Budaya Pemuda dan Olahraga (Sekdis Dikbudpora) KLU, Suhrawardi, pada Primadona (02/05) kemarin ketika ditemui di SMA 1 Bayan.

Penambahan kelembagaan pendidikan setingkat SLTA ini memang sudah sangat mendesak, karena mengingat jumlah tamatan SMP dan MTs di KLU cukup tinggi. Demikian juga dengan SMK yang ada di Tanjung dan Bayan, jumlah siswanya sudah cukup banyak, dan untuk SMK ini diprioritaskan pembangunannya di Kecamatan Pemenang. “Artinya, kita akan menstabilkan tingkat pengelolaan SMK di Tanjung yang sudah terlalu banyak siswanya, sedang prasarana yang dimiliki kurang berimbang”, kata Suhrawardi.

Sedangkan lembaga pendidikan keagamaan seperti Aliyah di KLU memang cukup banyak yaitu 17 buah. Kendati jumlah lembaganya lebih banyak, namun masih jauh lebih tinggi jumlah siswanya di lembaga pendidikan umum.

Tingginya jumlah murid di SMA atau SMK ini, karena disebabkan masing-masing anak dan orang tua memiliki hak untuk memilih lembaga pendidikan dimana mereka mau masuk sekolah atau menyekolahkan anaknya. “Kewajiban pemerintah adalah menyediakan prasarana dan meningkatkan mutunya”, jelasnya.

Menyoroti tentang tingkat kelulusan di KLU pada UAN tahun 2010, khususnya bagi siswa SMA dan SMK, menurut Sekdis, bahwa pejabat bupati KLU telah mengapresiasi tingkat kelulusannya. Bahkan untuk SMK, tingkat prestasi kelulusannya cukup bagus, dengan prosentase mencapai 91,72 persen, sementara di SMK lainnya di kabupaten yang ada di NTB, rata-rata tingkat kelulusannya mencapai 50 persen. “Jadi prosentase kelulusan siswa SMK KLU masih urutan pertama di NTB”, tegasnya.

Sementara Sekertaris Daerah (Sekda) KLU, HM. Alwi dalam sambutannya menyambut HUT SMA 1 Bayan yang ke 14 mengajak untuk bersama-sama memajukan lembaga pendidikan yang di Lombok Utara. “kalau mau melihat daerah KLU ini maju, maka bagian yang terpenting dan utama yang harus dimajukan adalah peningkatan mutu pendidikan kita”, katanya.

Menyinggung tentang Pemilukada KLU 7 Juni mendatang, beliu meminta untuk tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan, jangan sampai terjadi perselisihan karena gara-gara beda pilihan, karena sekeras apapun gelombang yang dihadapi, Pemilukada ini harus berjalan sesuai dengan jadwal. “Bila salah dalam menentukan pilihan akan bahaya, tapi bila benar akan membawa bahagia”, tegasnya.

Sedangkan Kakanwil Dikbudpora NTB, yang diwakili Dedy Furqon dalam sambutannya, mengharapkan, apa yang dilakukan oleh SMA 1 Bayan ini, seperti pengembangan Rintisan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (RPBKL), kedepan dapat diikuti oleh SMA lainnya yang ada di KLU.
Selengkapnya... »»  

Sabtu, 01 Mei 2010

Ribuan Jama’ah Banjiri HUT Maraqitta’limat

Lombok Timur (Primadona) - Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Maraqitta’limat yang ke 58, yang dipusatkan di halaman Ponpes yang didirikan oleh al-marhum TGH. Zainduin Arsyad ini, dibanjiri puluhan ribu jama’ah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara yang berlangsung di konplek pondok pesantren Yayasan Maraqitta’limat Desa Mamben Lauq Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur tersebut dihadiri oleh stap ahli Menteri Agama RI, Drs. H. Ahmad S.St, Kakanwil Depag NTB, H. Suhaimi, Kakawil BKKBN NTB, Ketua FKSPP NTB, TGH. Safwan Hakim, bupati Lotim, H. Sukiman serta undangan lainnya.

Pimpinan pusat Yayasan Maraqitta’limat, TGH. Hazmi Hamzar, mengatakan Sebenarnya yayasan Maraqitta’limat ini dirintis jauh sebelum Indonesia merdeka, oleh TGH. Arsyad melalui majlis-majlis ta’lim. Perkembangan majlis ta’lim inipun cukup menggembirakan, lebih-lebih setelah pulangnya putra beliu (TGH. Zainudin Arsyad) dari Makkah Al-Mukarromah pada tahun 1930, sebagai pelanjut dari TGH. Arsyad.

Seiring dengan perkembangn zaman, ratusan majlis ta’lim yang dibinanya ditingkan statusnya menjadi sebuah lembaga pendidikan yayasan Maraqitta’limat pada tahun 1952. Sayang, ketika perkembangan yayasan ini menunjukkan kemajuan, pada tahun 1991, TGH,. Zainuddin Arsyad berpulang ke rahmatullan. Dan kepemimpinannya pun diganti oleh putra beliu yang ke tiga yaitu TGH. Hazmi Hamzar.

Di usia yayasan yang ke 58 ini, sudah banyak kemajuan yang capai, seperti di bidang pendidikan, Maraqitta’limat sudah memiliki 18 Madrasah Ibtidaiyah, 3 SD Islam, 14 buah Madrasah Tsanawiyah, SMP, SMA, dan Aliah. Di samping itu, juga didirikan dua buah perguruan tinggi, yaitu STIKES dan STKIP Hamzar.

Melihat perkembangan ini, lanjut TGH. Hazmi Hamzar, maka setiap santri dan siswa perlu dibekali keterampilan, karena persaingan hidup di tengah masyarakat yang semakin ketat. “Karena minimnya keterampilan inilah yang kadang-kadang membuat enggan orang masuk pesantren”, tegasnya.

Untuk mewujudkan santri yang memiliki keterampilan, yayasan Maraqitta’limat, juga mendirikan beberapa buak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan berbagai jurusan, seperti SMK pertukangan, kesehatan hewan, otomotif dan beberapa jurusan lainnya. “Selain kemajuan yang telah dicapai, yayasan ini juga masih banyak memiliki kekurangan, seperti belum adanya live bahasa dan computer”, kata H. Hazmi yang juga anggota DPRD I NTB ini.

Kekurangan yang diungkapkan oleh pimpinan Popes Maraqit ini, ternyata langsung mendapat respon mendapat respon dari Bupati Lombok Timur, H. Sukiman. “Dan untuk mengembangkan lembaga pendidikan ini, pada tahun 2010 Pemkab Lotim akan membantu dua program (live bahasa dan computer-red) yang dikembangkan oleh yayasan. Karena Maraqitta’limat merupakan lembaga pendidikan yang ikut berjuang untuk meningkatkan SDM”, kata Bupati Lotim seraya meminta pihak yayasan menyiapkan tempatnya.

Mendengar janji bupati Lotim, kontan disambut hangat oleh Kakanwil Departemen Agama NTB, H. Suhaimi yang bertindak mewakili gubernur NTB. “Karena bupati telah siap membantu peralatan live bahasa dan computer, maka pihak Depag akan membantu biaya pembangunan tempatnya”, janji Suhaimi di depan puluhan ribu jama’ah yang hadir, dan menyerahkan bantuan tunai dari gubernur NTB sebesar Rp. 30 juta.

Sementara TGH. Hazmi seusai acara, kepada wartawan mengungkapkan, bahwa pada tahun 2010 ini, ada empat program yayasan yang besar akan dijalankan, antara lain mewujudkan satu rumah satu sarjana, pusat konsling rumah Al-Hamzar, pendirian radio umat Al-Hamzar serta mencetak majalah umat, termasuk usulan pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam. “Dan semua program ini harus tuntas tahun 2010 ini”, tegasnya.
Selengkapnya... »»  

Kakanwil BKKBN Resmikan Pusat Informasi Konsling

Lombok Timur (Primadona) Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BKKBN provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Suhardi, beberapa waktu lalu, meresmikan berdirinya Pusat Informasi Konsling (PIK) di enam lembaga pendidikan Yayasan Maraqitta’limat.

Ke enam PIK tersebut antara lain, PIK remaja STIKES Hamzar, PIK Remaja STKIP Hamzar, SMA Hamzar Tembeng Putik, SMA Wanasaba, Madrasah Aliyah dan PIK Remaja SMK Mamben Lauq. Acara peresmian berdirinya PIK ini dirangkaikan dengan HUT Yayasan Maraqitta’limat ke 58 yang dipusatkan di komplek Ponpes Maraqitta’limat Desa Mamben Lauq, Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur.

Kepala kantor BKKBN NTB, dalam sambutannya mengatakan, dalam rangka HUT Maraqitta’limat ini, BKKBN menjalin kerjasama dengan pimpinan yayasan dalam institusi jajaran pendidikan, baik dengan perguruan tinggi seperti STIKES dan STKIP, maupun dengan lembaga pendidikan SLTA maupun kejuruan, yang telah sama-sama membentuk pengurus PIK mahasiswa dan PIK remaja, yang saat ini menjadi program utama BKKBN provinsi NTB.

Tujuan dari PIK mahasiswa dan remaja ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan para mahasiswa dan remaja terhadap kesehatan refroduksi remaja, bahaya narkoba dan tentang bahaya penyakit AIDS yang saat ini banyak melanda para remaja.

“Tujuan khususnya adalah untuk melindungi remaja dari bahaya-bahaya tersebut diatas yang pada akhirnya kita akan mampu mempersiapkan para mahasiswa dan remaja untuk merencanakan rumah tangga pada usia kesehatan refroduksi yaitu minimal usia 20 tahun bagi wanita atau 25 tahun bagu kaum pria”, tegasnya.

“Ini sangat erat kaitannya dengan program yang dicanangkan yayasan Maraqitta’limat yaitu mewujudkan satu rumah satu sarjana”, tambahnya.

Menteri Agama, yang diwakili stap ahli Departemen Agama RI, Drs. H. Ahmad dalam sambutannya mengatakan, kementerian agama mengucapkan terima kasih atas segala perjuangan yayasan Maraqitta’limat yang telah mendirikan
Berbagai lembaga pendidikan yang dimulai dari tingkat TK sampai ke perguruan tinggi. “Dengan program-program yang dicanangkan oleh Maraqitta’limat ini diharapkan masyarakat NTB khususnya dan Indonesia pada umumnya, akan menjadi lebih bagus sesuai dengan visi dan misi yayasan Maraqitta’limat”, harapnya.

Dan salah satu program yang cukup mulia dikembangkan oleh yayasan ini, lanjut H. Ahmad, adalah bagaimana membangun masyarakat yang taat menjalankan perintah agama. “Karena belakangan ini, jika kita membaca media atau menonton telivisi, kita saksikan berbagai tayangan seperti tayangan hiburan maupun tayangan berita, alangkah sedihnya kita melihat banyaknya terjadi konplik-konplik entah itu antar desa, kampong dan lain sebagainya.

Lebih jauh H. Ahmad mengatakan, kita seringkali mengecap Negara Amerika Serikat itu negera kafir, tetapi jika kita pernah kesana, tentu kita akan tahu bagaimana kehidupan mereka. “Jika ada warganya yang menyeberang jalan, semua mobil dari berbagai arahpun harus berhenti untuk memberikan kesempatan bagi pejalan kaki”, ungkapnya memberi contoh.
Selengkapnya... »»  

Perbaikan Perpipaan Belum Ada Respon

Lombok Utara (Primadona) - Usulan Warga masyarakat Dusun Dasan Treng Desa Akar-Akar Kecamatan Bayan, untuk perbaikan perpipaan air bersih hingga saat ini belum mendapat respon dari Pememerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara.

Keluhan tersebut diampaikan oleh Kitanep, salah seorang tokoh masyarakat Desa Akar-Akar, pada Primadona (30/4) kemarin. Menurutnya, masyarakat sejak beberapa bulan lalu mengalami kekurangan air bersih disebabkan banyaknya pipa yang tergerus air pada musim hujan tahun ini. Akibatnya air bersih yang mengalir kepada warga menjadi kecil, sehingga seringkali menimbulkan konplik di kalangan masyarakat.

Melihat hal tersebut, lanjut Kitanep, beberapa tokoh masyarakat sudah membuat usulan ke Pemkab LU, dan dimasukkan melalui Asisten II bupati dan Setda Lombok Utara. “Namun usulan masyarakat, hingga berita ini diturunkan belum ada respon dari Pemkab”, kata Kitanep.

“Padahal air bersih ini merupakan kebutuhan pokok masyarakat, yang perlu mendapat perhatian serius dari Pemkab Lombok Utara. Dan masyarakat setempat sebenarnya sudah berusaha berswadaya, namun karena mebutuhkan biaya puluhan juta rupiah, sehingga masyarakat tidak mampu memperbaikinya”, jelas Kitanep yang juga anggota BPD Desa Akar-Akar ini.

Sumber air bersih ini sendiri diambil dari kali Murus Malang Desa Akar-Akar, yang jaraknya puluhan km dari tempat tinggal penduduk. “Kami memasukkan usulan bersamaan dengan perpipaan di Desa Mumbulsari, tapi yang mendapat respon dan sudah di survey oleh dinas terkait di KLU hanya desa Mumbulsari saja, sementara desa Akar-Akar, belum ada tanggapan”, kata Kitanep sedih.
Selengkapnya... »»